Kesehatan 1. Ekspansi dan perluasan vektor penyakit
6.3 Adaptasi Petambak Udang Terhadap Perubahan Iklim
4. Suhu rata-rata (X4), nilai koefisien regresi untuk suhu udara rata-rata dalam
model bernilai negatif artinya kenaikan suhu rata-rata sebesar 10C diduga akan menurunkan produksi udang sebesar 0,822 ton dengan asumsi variabel X1, X2, dan X3 tetap (konstan). Gejolak perubahan suhu telah memicu stress pada udang dan melemahnya daya tahan tubuh benih udang (benur). Menurunnya daya tahan tubuh mengakibatkan udang lebih mudah terjangkit penyakit. Perubahan suhu perairan juga memacu meletupnya pertumbuhan plankton di perairan, hal ini dapat mengganggu sirkulasi oksigen di tambak yang akhirnya berdampak pada udang.
6.3 Adaptasi Petambak Udang Terhadap Perubahan Iklim
Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden, seluruh responden melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim. Bentuk adaptasi yang dilakukan didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Bentuk adaptasi yang dilakukan adalah berhenti sejenak untuk bertambak, merubah waktu panen udang, membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir, dan menanam pohon mangrove di sekitar tambak, Masing–masing para responden melakukan adaptasi yang berbeda–beda.
Bentuk–bentuk adaptasi yang dilakukan oleh para petambak masih tergolong sangat sederhana. Mereka hanya mengandalkan pengalaman dan “insting” mereka sebagai seorang petambak udang. Tingkat pendidikan yang masih rendah sangat mempengaruhi teknologi adaptasi yang dilakukan. Sebagian besar responden melakukan adaptasi dengan merubah waktu panen udang, membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir dan erosi, dan
67 menanam pohon di sekitar tambak. Bentuk adaptasi yang dilakukan oleh para responden disajikan dalam Gambar 21.
Sumber: Data Primer Diolah, 2010
Gambar 21. Bentuk Adaptasi yang Dilakukan Responden Terhadap Perubahan Iklim
Selain itu, dari hasil wawancara diketahui bahwa para petambak masih sering berspekulasi dalam menentukan waktu untuk menebar benur udang. Hal ini menyebabkan pertumbuhan udang menjadi kurang baik dan kurang maksimal bila waktu menebar yang tidak tepat. Para petambak udang juga terkadang tidak memperhatikan kondisi iklim dan cuaca dalam menebar benur sehingga dapat menimbulkan kerugian apabila waktunya tidak tepat. Hampir sebagian besar tambak udang yang berada di Kecamatan Muaragembong masih dikelola secara tradisional. Karena dikelola secara tradisional petambak hanya mengandalkan kondisi alam dan iklim untuk mendapatkan hasil udang yang lebih baik. Bila alam dan iklim berubah maka hasil udang yang mereka dapatkan pun akan berubah.
6.45% 8.06% 41.94% 14.52% 8.06% 20.97%
Berhenti sejenak bertambak; merubah waktu panen udang; dan membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir.
Berhenti sejenak bertambak; membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir; dan menanam pohon mangrove di sekitar tambak.
Merubah waktu panen udang; membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir; dan menanam pohon mangrove di sekitar tambak.
Merubah waktu panen udang; dan membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir.
Membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir; dan menanam pohon mangrove di sekitar tambak.
Berhenti sejenak bertambak; merubah waktu panen udang; membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir; dan menanam pohon mangrove disekitar tambak.
68 VII. KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini dapat menyimpulkan beberapa hal, yaitu:
1. Fenomena perubahan iklim lokal di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat telah terjadi. Hal ini berdasarkan dari data yang diperoleh dari BMKG, BPS Kabupaten Bekasi, LIPI Oseanografi, Dishidros TNI AL, dan hasil wawancara terhadap para petambak udang. Fenomena perubahan iklim meliputi meningkatnya jumlah curah hujan, meningkatnya hari hujan, meningkatnya jumlah hari atau bulan kering ketika musim kemarau, meningkatnya suhu rata-rata, meningkatnya ketinggian banjir dan intensitas pasang, dan meningkatnya ketinggian dan intensitas banjir sungai di Kecamatan Muaragembong yang dirasakan oleh para petambak udang.
2. Perubahan iklim yang terjadi menyebabkan gagal panen dan kerugian bagi para petambak udang. Perubahan iklim juga mengakibatkan terjadinya penurunanan produktifitas tambak udang. Penurunan produktifitas yang terjadi menyebabkan terjadinya penurunan terhadap volume produksi udang 25-50%. Selain itu, telah terjadi peningkatan total biaya produksi sebesar 201,01% yaitu meningkat dari Rp. 203.700.000,- menjadi Rp. 409.600.000,- akibat adanya perubahan iklim. NTPU turun dari 1,74 tahun 1999 menjadi 1,16 pada tahun 2010 atau mengalami penurunan sebesar 33,58%. Melalui metode
Ecological Footprint (EF) menunjukkan total daya dukung lingkungan di
Kecamatan Muaragembong sebesar 48.378 orang, nilai footprintnya 0,0905 ha/kapita, dan biocapacity (BC) 4.379,14 ha. Total nilai footprint di
69 Kecamatan Muaragembong sebesar 0,0905 lebih kecil dari perbandingan antara jumlah penduduk dengan nilai daya dukung lingkungan sebesar 0,81 menunjukkan telah terjadi surplus sumberdaya sehingga “diekspor” ke daerah lain.
3. Perubahan iklim telah mendorong para petambak udang melakukan adaptasi. Bentuk adaptasi yang dilakukan didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Bentuk adaptasi yang dilakukan adalah berhenti sejenak untuk bertambak, merubah waktu panen udang, membuat atau meninggikan tanggul untuk menahan banjir, dan menanam pohon mangrove di sekitar tambak.
7.2 Saran
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada instansi yang terkait seperti Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Bekasi, pemerintah Kabupaten Bekasi, dan dinas lainnya yang terkait dalam melakukan kebijakan. Adapun beberapa saran yang dihasilkan dalan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Diperlukan adanya sosialisasi mengenai perubahan iklim kepada para petambak udang secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dilakukan agar para petambak udang memiliki pengetahuan yang baik mengenai perubahan iklim dan dapat memahami serta mampu merespon dengan baik dampak perubahan iklim.
2. Pemerintah serta stakeholder yang terkait harus membantu petambak udang dalam menyediakan sarana dan prasarana yang baik dan menunjang khususnya yang memerlukan modal besar. Hal ini dapat berupa pembangunan
70 tanggul permanen untuk menahan banjir, pemecah ombak dan pasang agar tidak terlalu besar, pembuatan saluran-saluran air yang lebih baik, dan penyediaan pompa air.
3. Masih tradisionalnya teknik tambak udang yang dilakukan oleh para petambak membuat produktifitasnya masih rendah karena masih sangat bergantung kepada alam. Sehingga diperlukan fasilitator dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan para petambak udang dalam melakukan usaha budidaya tambak udang yang baik dan benar serta mendatangkan penghasilan yang besar. Selain itu juga diperlukan bantuan dari pemerintah mengenai perbaikan teknologi penangkapan dan penyediaan modal berbunga rendah. 4. Diperlukannya penelitian lanjutan untuk keterkaitan mengenai penurunan
produktifitas, daya dukung lingkungan, dan tingkat kesejahteraan dengan perubahan iklim dilakukan dengan uji statistik serta menggunakan data dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga keterkaitannya lebih jelas terlihat.
71 DAFTAR PUSTAKA
Anwar, N. 2009. Analisis Respon Produksi, Permintaan Domestik, dan
Penawaran Ekspor Udang Indonesia. Skripsi. Departemen Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Bogor.
Azizy, A. 2009. Analisis Keterkaitan Daya Dukung Ekosistem Terumbu Karang
Dengan Tingkat Kesejahteraan Nelayan Tradisional (Studi Kasus Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta). Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian
Bogor. Bogor.
Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bogor. 2010. Curah dan Jumlah
Hari Hujan Menurut Bulan. BMKG Bogor. Bogor.
Badan Pusat Satistik Kabupaten Bekasi. 2009. Kecamatan Muaragembong Dalam
Angka. BPS Kabupaten Bekasi. Bekasi.
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Japara. 2007. Penerapan Best
Management Practices (BMP) Pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius) Intensif. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya
Departemen Kelautan dan Perikanan. Jepara.
Boer R, Baharsjah J. S, Las I, Pawitan H. 2003. Analisis Kerentanan dan Adaptasi
Terhadap Keragaman dan Perubahan Iklim. Di dalam seminar Anomali dan
Perubahan Iklim Sebagai Peluang Untuk Meningkatkan Hasil Perikanan dan Ketahanan Pangan 9-10 September 2003 di Bogor. PERHIMPI. Bogor.
Britain’s Meteorological Office. November 1999. Dalam
http://www.ecobridge.org.htm. Diakses tanggal 30 September 2010.
Buwono, I.D. 1993. Tambak Udang Windu Sistem Pengelolaan Berpola Intensif. Kanisius. Yogyakarta.
Dinas Hidro dan Oseanografi TNI AL. 2010. Data Ketinggian Pasang Surut
Perairan Indonesia. Dishidros TNI AL. Jakarta.
Dekimpraswil. 2002. Review Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional: Kebijakan Nasional Untuk Pengembangan Kawasan Budidaya. Bahan Sosialisasi RTRWN dalam rangka Roadshow dengan Departemen Pertanian 17 Oktober. Ditjen Penataan Ruang Dekimpraswil. Jakarta.
Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Bekasi. 2008. Kajian
Potensi Perikanan Laut di Kecamatan Muaragembong. Dinas Peternakan.
Perikanan. dan Kelautan. Bekasi.
Hardjawinata, S. 1997. Perubahan Iklim Bumi, di Dalam Sumberdaya Air dan
Iklim dalam Mewujudkan Pertanian Efisien. PERHIMPI. Jakarta. Hal.
255-283.
Handoko, I., Y. Sugiharto, dan Y. Syaukat. 2007. Keterkaitan Perubahan Iklim
dan Produksi Pangan Strategis: Telaah Kebijakan Independen dalan Bidang Perdagangan dan Pembangunan. Seameo Biotrop. Bogor.
72
Intergovermental Panel Climate Change. 2000. Emission Scenarios. Cambridge
University Press. Cambridge.
Jarraud, M. 2008. Perubahan Iklim III: Dampak Terhadap Kawasan Pantai dan
Negara Kepulauan. Dalam lokakarya media 21. Global Journalism
Network. Geneva.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2001. Naskah Akademis Rancangan Peraturan
Pemerintah (RPP) Tentang Perubahan Iklim. Laporan Akhir. KLH. Jakarta.
. 2007. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Konteks dan Implikasinya Bagi Indonesia. Seameo Biotrop. Bogor.
Kisworo, Y. 2007. Analisis Usaha Budidaya Tambak Udang Dengan Pendekatan
Tata Ruang Wilayah Pada Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis.
Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.
Koesmaryono, I. 1999. Pendekatan IPTEK Dalam Mengantisipasi Penyimpangan
Iklim. Di dalam Prosiding Diskusi Panel Strategi Antisipasif Menghadapi
Gejala Alam El-Nino dan La-Nina untuk Pembangunan Pertanian 1 Desember 1998 di Bogor. PERHIMPI. Bogor. Hal. 43-57.
Kompas. 5 Mei 2009. Perubahan Cuaca Ekstrem, Penyakit Udang Merebak.
Http://koralonline.com/artikel/12. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2010. Lains, A. 2003. Ekonometrika Teori dan Aplikasi Jilid 1. A. Mulyadi, Julius.
Pustaka LP3ES Indonesia. Jakarta.
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional. 2002. Perubahan Iklim: Basis
Ilmiah dan Dampaknya. LAPAN. Jakarta.
Marindro, I. 2008. Waspada terhadap Musim Hujan. Artikel. Dalam marindro-ina.blogspot.com. Diakses pada tanggal 30 September 2010.
Moediarta, R dan P, Stalker. 2007. Sisi Lain Perubahan Iklim: Mengapa
Indonesia Harus Beradaptasi untuk Melindungi Rakyat Miskinnya. UNDP
Indonesia. Jakarta.
Mulyadi, S. 2005. Ekonomi Kelautan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Muralidhar, M., M. Kumaran, B. Muniyandi, N. W. Abery, N. R. Umesh, S. De Silva, dan S. Jumnongsong. 2010. Perception of Climate Change Impacts
and Adaptation of Shrimp Farming in India: Farmer Focus Group Discussion and Stakeholder Workshop Report (2nd Edition). Network of
Aquaculture Centers in Asia-Pasific. India.
Murdiyarso, D. 2003. Protokol Kyoto Implikasinya Bagi Negara Berkembang. Kompas. Jakarta.
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut. 2005. Kajian Daya dukung
Lingkungan Pengembangan Pulau Wetar Kabupaten Maluku Tenggara Barat. IPB. Bogor.
73 Natawijaya, R.S, D. Supyandi, C. Tulloh, A.C. Tridakusumah, E.M. Calford, dan
M. Ford. 2009. Ketahanan Pangan dan Distribusi Pendapatan: Adaptasi
Petani Padi Berlahan Sempit. Crawford School of Economics and
Government at The Australian National University. Australia.
Sari, N. 2005. Penilaian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Hasil Tanaman
Jagung (Zea Mays L.) dan Kedelai (Glicine mak L.) di Puspanegara dan Margahayu Jawa Barat. Skripsi. Departemen Geofisika dan Meteorologi
FMIPA IPB. Bogor.
Satria, A. 2009. Pesisir dan Laut Untuk Rakyat. IPB Press. Bogor.
Suryani, S. 2008. Analisis Kelayakan Ekologi Budidaya Tambak Udang Dalam
Rangka Pengembangan Kawasan Pesisir di Kabupaten Purworejo. Tesis.
Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sutjahjo, H dan Gatut S. 2007. Akankah Indonesia Akan Tenggelam Akibat
Pemanasan Global ? Penebar Plus. Jakarta.
Tahir, A.G. 2000. Kajian Pengembangan Pertambakan Dalam Pemanfaatan
Lahan Pesisir Secara Lestari (Studi Kasus: Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sulawesi Selatan.
Tim Peneliti LPPM-IPB. 2010. Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap
Perekonomian Masyarakat Pesisir di Kecamatan Kadang Haur Kabupaten Cirebon. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)
IPB. Bogor.
United Nations Development Program – Indonesia. 2007. Sisi lain perubahan
iklim - Mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya. ISBN: 978-979-17069-0-2.
Ustriyana, I N. G. 2005. Model dan Pengukuran Nilai Tukar Nelayan (Kasus
Kabupaten Karangasem). Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wackernagel, M and W.E. Rees. 1996. Our Ecological Footprint: Reducing
74
LAMPIRAN
75 Lampiran 1: Kuesioner Penelitian
INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN Jl. Kamper level 5 Wing 5 Kampus IPB Darmaga Bogor (16680)
Telp. (0251) 8621 834. Fax. (0251) 8421 762 KUESIONER PENELITIAN Hari/Tanggal: ……….. Nomor Responden : ……….. Nama Responden : ……….. Alamat Responden : ……….. ……….. No. Telpon/HP : ...
Kuesioner ini digunakan sebagai bahan skripsi mengenai “Analisis Dampak Perubahan Iklim Lokal Terhadap Kesejahteraan Petambak Udang (Studi Kasus Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat)” oleh Nurman Syahbana, Mahasiswa Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB. Saya mohon partispipasi Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini dengan teliti dan lengkap sehingga dapat memberikan data yang obyektif. Informasi Bapak/Ibu/Saudara/i berikan akan terjamin kerahasiaannya, tidak untuk dipublikasikan dan tidak untuk kepentingan politis. Atas perhatian dan partisipasinya Saya ucapkan terima kasih. A. Karakteristik Responden 1. Jenis Kelamin : L/P 2. Usia : …….. tahun 3. Pendidikan Terakhir : a. Tidak Sekolah e. D1/Sederajat b. SD/Sederajat f. D2/Sederajat c. SLTP/Sederajat g. D3/Sedarajat d. SLTA/Sederajat h. S1/Sederajat 4. Status Perkawinan : a. Menikah b. Belum Menikah 5. Jumlah Tanggungan : ………. Orang 6. Penghasilan Bertambak: Rp. ………/Bulan 7. Penghasilan Selain Bertambak: Rp. ………./Bulan 8. Jumlah Pengeluaran : Rp. ……….../bulan Keluarga Untuk Pangan 9. Jumlah Pengeluaran : Rp. ……….../bulan Keluarga Untuk Non-Pangan B. Kondisi Sumberdaya Perikanan Tambak 10. Lahan Tambak : - Luas Lahan : ……….(Ha) - Jenis Udang : ……….
- Sumber Air : a. Laut b. Sungai c. Lainnya………
- Satus Lahan : a. Pemilik b. Penyewa c. Lainnya……… - Pengalaman Bertambak: ………. Tahun
76 - Jumlah Panen dalam Setahun : …………. Kali
- Jumlah Produksi Rata-Rata Udang setiap panen: ...Kg/Ha - Jumlah Biaya dalam Bertambak : Rp………./Ha - Jumlah Keuntungan Tambak : Rp. ………../Ha 11. Konsumsi Udang Per KK/hari:
- Jenis Udang: ……….. (…….Kg/hari) - Jenis Udang: ……….. (…….Kg/hari)
- Lainnya ………
12 Berapa kali makan udang setiap hari? ... kali C. Persepsi Terhadap Perubahan Iklim
13 Apakah Saudara pernah mendengar istilah perubahan iklim?
a. Pernah: Dari 1. TV 2. Radio 3. Koran 4. Petugas Pemerintah 5. Lainnya……… b. Belum Pernah
14 Apakah Saudara memahami apa yang dimaksud dengan perubahan iklim?
a. Ya b. Tidak
Jika Ya. Jelaskan: ……… ……… 15 Menurut Saudara perubahan apa yang telah dirasakan di daerah
Saudara dalam 10 tahun terakhir?
- Suhu a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Curah hujan a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Jumlah hari/bulan hujan a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Jumlah hari/bulan kering a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Tinggi dan Intensitas a. Meningkat c. Menurun
Banjir Pasang b. Tetap d. Tidak Tahu
- Tinggi dan Intensitas a. Meningkat c. Menurun
Banjir Sungai b. Tetap d. Tidak Tahu
16. Sejak kapan Saudara merasakan adanya perubahan iklim?
a. 0 – 5 tahun lalu b. 5 – 10 tahun lalu c. Tidak Jelas 17. Apakah dampak perubahan iklim di Muaragembong sangat
berpengaruh terhadap kehidupan nelayan?
a. Ya b. tidak
18. Jika Ya, apakah yang dirasakan?...
19. Apakah Saudara mengalami kerugian akibat adanya perubahan iklim? a. Ya, sejak kapan: ………
b. Tidak, alasan : ………
20. Apakah Saudara pernah mengalami gagal panen akibat perubahan iklim?
77 b. Ya, Karena (pilihan boleh lebih dari satu)
- Pasang yang tidak menentu. Kapan? ...
- Hujan yang tidak menentu. Kapan? ………
- Kemarau panjang. Kapan? …………...………
- Lainnya………..………...
Jumlah kerugian : ………..……….
21. Menurut Saudara, apakah perubahan iklim telah menurunkan tingkat produktivitas (hasil) panen udang? a. Ya b. Tidak Jika Ya, kira-kira penurunan dari…………./Ha menjadi ………/Ha (…….%)
22. Menurut Bapak/ibu/sdr/i apakah perubahan iklim yang terjadi mempengaruhi total pendapatan sebelum 10 tahun terakhir (1990-1999)? a. Ya b. Tidak 23. Jika ya. bagaimana perubahan total pendapatan sebelum 10 tahun terakhir (1990-1999): a. Turun. berapa (Rp)…..? b. Naik. berapa (Rp)…..?
24. Bagaimana perubahan total pendapatan setelah 10 tahun terakhir (2000-2009)? a. Turun. berapa (Rp)...
b. Naik. berapa (Rp)……...
D. Adaptasi yang Dilakukan Akibat Perubahan Iklim 25. Apakah Saudara melakukan respon akibat perubahan iklim? a. Ya, (lanjut kepertanyaan berikutnya) b. Tidak, alasan: ………....
26. Apa yang Saudara lakukan untuk merespon perubahan iklim tersebut? (pilihan boleh lebih dari satu) a. Berhenti sejenak bertambak b. Merubah waktu panen udang c. Membuat tanggul untuk menahan banjir d. Menanam pohon mangrove di sekitar tambak e. Lainnya……….
27. Berapa jumlah biaya yang saudara keluarkan untuk merespon akibat dari perubahan iklim setiap tahunnya? - Sebelum (1990-1999) : Rp. ...
- 10 tahun Terakhir (2000-2009): Rp ...
78 Lampiran 2. Hasil Regresi Linear Berganda Menggunakan SPSS 16.0
Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 X4, X3, X2, X1a . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .806a .649 .369 2.51961 1.276 a. Predictors: (Constant). X4. X3. X2. X1 b. Dependent Variable: Y ANOVAb Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 58.758 4 14.689 2.314 .191a Residual 31.742 5 6.348 Total 90.500 9 a. Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 13.291 2.931 4.535 .006 X1 .081 .331 .098 .244 .817 .439 2.276 X2 .257 .251 .338 1.027 .352 .648 1.543 X3 -.333 .363 -.276 -.916 .402 .775 1.290 X4 -.822 .403 -.742 -2.042 .097 .532 1.880 a. Dependent Variable: Y
80 Lampiran 3. Data Produksi. Luas Lahan Tambak. Curah Hujan, Jumlah
Hari Hujan, dan Suhu Rata-Rata
Tahun Produksi (ton) Luas (ha) Curah Hujan (mm) Jumlah Hari Hujan (hari) Suhu Rata-Rata (0C) 2000 1569.10 8957.00 2252.00 79.00 28.66 2001 1929.00 8977.00 1529.50 105.10 28.09 2002 1898.60 8977.00 1146.00 57.00 28.32 2003 1915.80 10199.00 2393.00 87.00 28.28 2004 1956.10 10204.00 2416.00 96.00 28.53 2005 864.80 10231.00 1442.00 96.00 28.73 2006 1145.90 10233.00 1593.00 83.00 28.75 2007 1620.60 10736.00 2441.90 106.00 28.68 2008 1717.25 10743.00 1568.00 84.00 28.63 2009 1777.00 10741.00 1610.00 85.00 28.67
81 Lampiran 4. Perhitungan Nilai Tukar Petambak Udang Tahun 1999 dan
2010 No. 2010 1999 Total Pendapatan Total Pengeluaran NTPU Total Pendapatan Total Pengeluaran NTPU (Rp./Tahun) (Rp. /Tahun) (Rp./Tahun) (Rp. /Tahun)
1 22.716.000 18.000.000 1,26 30.474.000 16.500.000 1,85 2 16.611.600 15.600.000 1,06 24.917.400 11.100.000 2,24 3 39.090.000 28.800.000 1,36 54.311.400 23.800.000 2,28 4 31.200.000 30.000.000 1,04 44.400.000 25.000.000 1,78 5 27.600.000 27.240.000 1,01 34.800.000 22.240.000 1,56 6 46.800.000 36.000.000 1,30 58.320.000 31.000.000 1,88 7 28.800.000 25.200.000 1,14 40.320.000 20.200.000 2,00 8 61.200.000 38.400.000 1,59 73.800.000 33.400.000 2,21 9 25.200.000 22.800.000 1,11 38.160.000 20.300.000 1,88 10 43.080.000 27.804.000 1,55 56.328.000 20.304.000 2,77 11 14.400.000 14.400.000 1,00 21.600.000 11.900.000 1,82 12 45.597.000 36.600.000 1,25 60.955.800 35.900.000 1,70 13 48.000.000 36.000.000 1,33 57.750.000 33.500.000 1,72 14 39.600.000 25.800.000 1,53 46.620.000 20.800.000 2,24 15 21.600.000 25.200.000 0,86 27.450.000 22.700.000 1,21 16 22.800.000 22.800.000 1,00 28.650.000 20.300.000 1,41 17 18.000.000 18.000.000 1,00 25.200.000 15.500.000 1,63 18 84.000.000 45.600.000 1,84 102.000.000 38.100.000 2,68 19 18.000.000 16.800.000 1,07 27.000.000 14.300.000 1,89 20 18.000.000 16.800.000 1,07 25.200.000 14.300.000 1,76 21 18.000.000 16.800.000 1,07 27.000.000 14.300.000 1,89 22 30.000.000 32.400.000 0,93 45.000.000 27.400.000 1,64 23 19.126.667 14.400.000 1,33 26.890.000 13.400.000 2,01 24 25.200.000 25.200.000 1,00 35.280.000 22.700.000 1,55 25 14.400.000 14.400.000 1,00 21.600.000 8.400.000 2,57 26 28.800.000 25.200.000 1,14 35.820.000 20.200.000 1,77 27 45.600.000 38.400.000 1,19 54.240.000 33.400.000 1,62 28 54.000.000 52.440.000 1,03 63.000.000 49.940.000 1,26 29 21.600.000 25.200.000 0,86 32.400.000 22.700.000 1,43 30 36.000.000 28.800.000 1,25 43.200.000 26.300.000 1,64 31 30.600.000 28.800.000 1,06 34.800.000 26.300.000 1,32 32 9.600.000 14.400.000 0,67 13.440.000 11.900.000 1,13 33 19.200.000 18.000.000 1,07 25.200.000 13.500.000 1,87 34 36.000.000 24.000.000 1,50 42.300.000 21.500.000 1,97 35 30.000.000 29.400.000 1,02 39.000.000 26.900.000 1,45
82 36 36.000.000 36.000.000 1,00 48.000.000 31.000.000 1,55 37 32.400.000 22.020.000 1,47 41.400.000 19.520.000 2,12 38 25.200.000 37.200.000 0,68 34.800.000 34.700.000 1,00 39 21.600.000 21.600.000 1,00 27.000.000 20.100.000 1,34 40 18.000.000 22.200.000 0,81 27.000.000 19.700.000 1,37 41 18.000.000 18.600.000 0,97 27.000.000 16.100.000 1,68 42 33.600.000 22.800.000 1,47 44.400.000 20.300.000 2,19 43 24.000.000 23.400.000 1,03 33.000.000 21.900.000 1,51 44 18.000.000 19.200.000 0,94 27.000.000 16.700.000 1,62 45 24.000.000 21.600.000 1,11 31.200.000 19.100.000 1,63 46 36.000.000 28.800.000 1,25 44.400.000 26.300.000 1,69 47 26.400.000 23.400.000 1,13 36.000.000 20.900.000 1,72 48 18.000.000 14.400.000 1,25 22.680.000 11.900.000 1,91 49 18.000.000 14.400.000 1,25 25.200.000 11.400.000 2,21 50 14.400.000 14.400.000 1,00 19.080.000 11.900.000 1,60 51 14.400.000 14.400.000 1,00 21.600.000 13.400.000 1,61 52 21.600.000 18.000.000 1,20 32.400.000 13.500.000 2,40 53 72.000.000 48.000.000 1,50 83.700.000 38.000.000 2,20 54 36.000.000 35.640.000 1,01 42.000.000 32.640.000 1,29 55 22.800.000 20.040.000 1,14 30.000.000 17.540.000 1,71 56 18.000.000 18.000.000 1,00 25.200.000 15.500.000 1,63 57 39.600.000 32.400.000 1,22 46.620.000 29.400.000 1,59 58 21.600.000 18.000.000 1,20 32.400.000 15.000.000 2,16 59 43.200.000 38.400.000 1,13 52.800.000 35.900.000 1,47 60 18.000.000 18.000.000 1,00 27.000.000 15.500.000 1,74 61 18.000.000 19.800.000 0,91 27.000.000 17.300.000 1,56 62 24.000.000 21.600.000 1,11 33.600.000 19.100.000 1,76 Rata-Rata 29.084.214 25.128.774 1,16 38.063.010 21.843.290 1,77
83 Lampiran 5: Dokumentasi Penelitian
84