HASAN BASRI SA’I
D. Adlan Adam: Lahir dan Wafat
Sudah menjadi sunnatullah bahwa lahir dan wafat akan datang silih berganti. Hal ini sudah disebutkan di dalam Alquran yaitu Q.S. al-Ahzâb ayat 23 sebagai berikut:
Artinya: “Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)”.
Menurut M. Quraish Shihab bahwa kalimat ( ) dipahami oleh para ulama sebagai kiasan dari makna kematian dan perolehan syahadat. Hal ini disebabkan bahwa setiap Mukmin yang berlaga di medan perang senantiasa bertekad
untuk meraih kemenangan atau gugur sebagai syahid.6
Adlan Adam dilahirkan di Medan pada tanggal 15 Oktober 1943. Ayahnya adalah Adam Sakiman yaitu salah seorang imam di Masjid Raya Al-Mashun Medan dan ibunya Hj. Salmah binti Achmad. Selain sebagai seorang imam, ayahnya juga z⎯ÏiΒ t⎦⎫ÏΖÏΒ÷σßϑø9$# ×Α%y`Í‘ (#θè%y‰|¹ $tΒ (#ρ߉yγ≈tã ©!$# Ïμø‹n=tã ( Νßγ÷ΨÏϑsù ⎯¨Β 4©|Ós% …çμt6øtwΥ Νåκ÷]ÏΒuρ ⎯¨Β ãÏàtF⊥tƒ ( $tΒuρ (#θä9£‰t/ WξƒÏ‰ö7s? ∩⊄⊂∪ َ َﻗ ُﻪَﺒْﺤَﻧ
6 Muhammad Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan
dan Keserasian Al-Qur’an, Volume 11, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),
adalah seorang pebisnis. Sebagai anak seorang imam yang belatar belakang pebisnis sudah pasti kehidupan keluarganya tergolong mampu.
Masa kecil Adlan Adam dihabiskannya untuk belajar ilmu-ilmu agama dan umum serta mendalami seni baca Alquran dan kaligrafi. Didukung oleh latar belakang keluarganya yang cukup mampu dan juga kemauannya yang sangat keras membuat Adlan Adam tidak pernah kesulitan dalam belajar khususnya dalam hal financial.
Adlan Adam menikah dengan Hj. Mariana Kasim dan dikaruniai 2 (dua) orang anak perempuan yaitu dr. Laili Munawaroh, Sp.A dan Tsarwah, SP. Kedua anaknya ini tidak ada yang mewarisi bakat seni ayahnya dalam bidang seni baca Alquran, demikian menurut Dr. Nurdin Amin, MA.
Meskipun memiliki banyak ilmu pengetahuan namun Adlan Adam lebih populer dikenal sebagai muqri’ daripada seorang ulama dan kaligrafer. Darah seni membaca Alquran dari ayahnya mengalir ke dalam tubuh Adlan Adam sehingga membuatnya pantas disebut sebagai muqri’ Internasional. Ketokohan ayahnya plus ketokohan Adlan Adam sendiri membuat keluarga ini terhormat dalam pandangan masyarakat.
Sebagai muqri’ yang luwes dalam pergaulan, Adlan Adam meninggalkan beberapa pesan kepada murid-mu-rid dan sahabat-sahabatnya yang berkenaan dengan Alquran. Pertama, Alquran tidak menjanjikan apa-apa untuk kita akan tetapi Alquran akan menjadi rezeki kita. Kedua, Alquran menjanjikan kesejahteraan kepada kita di dunia dan di akhirat. Ketiga, untuk mendalami Alquran harus memiliki ruh motivasi yang jelas. Keempat, kalau haus ketika puasa maka bacalah Alquran karena ketika membaca Alquran air di tubuh akan mengalir dan memutar sehingga menghilangkan rasa haus. Menurut pengakuan koleganya, Yusnar Yusuf Rangkuti ada satu impian Adlan Adam belum terwujudkan hingga saat ini. Beliau ingin sekali membuat buku panduan llmu Tajwid dalam bahasa Inggris. Impiannya ini muncul ketika mulai aktif dalam misi-misi Internasional, seminar dan
Keterlibatan Adlan Adam dalam seni baca Alquran patut menjadi inspirasi dan teladan bagi muqri’-muqri’ saat ini. Nampaknya, untuk menjadi muqri’ pada level Internasional tidak cukup berbekal suara yang bagus saja, namun harus didukung dengan beragam kemampuan lainnya, terutama kemampuan berkomunikasi dengan bahasa-bahasa Internasional. Selain itu, Adlan Adam juga membuktikan bahwa untuk menjadi hammâlat al-Qur’ân harus bisa menekuni bidang-bidang lainnya seperti kaligrafi, kedokteran, hingga ilmu komunikasi.
Wafat di Stockholm, Swedia pada 5 November 2003. Beliau wafat di dalam mobil dalam misi tilawatil quran Internasional Kementerian Agama Republik Indonesia, bersama dua sahabatnya, Ustadz Yusnar Yusuf Rangkuti dan Ustadzah Maria Ulfa. Sebelum wafat di Stockholm, mereka bertiga telah melakukan safari seminar dan tilawatil quran di beberapa negara Skandinavia, Eropa Barat dan Kanada.
Beliau menutup mata pada usia 54 tahun tepatnya pada tanggal 5 Novemver 2003. Kepergiannya untuk selama-lamanya ini ketika sedang menjalankan misi Internasional ke beberapa negara di Eropa termasuk negara-negara Skandinavia. Beliau meninggal ketika berada di Stockholm, Swedia tepatnya masih di dalam mobil menuju ke Stockholm Uni-versity.
Adlan Adam bersama dengan 2 (dua) orang sahabatnya yaitu Yusnar Yusuf Rangkuti dan Hj. Maria Ulfah. Ketiga pentolan muqri’ dan muqri’ah ini diundang untuk mengisi seminar Alquran. Sebelum wafat, di malam harinya Adlan Adam bersama Yusnar Yusuf Rangkuti saling menelaah bacaan dan pemahaman tentang isi kandungan Alquran, demikian kenangan mendalam yang disampaikan Yusnar Yusuf.
Sebagian sahabat-sahabatnya menyarankan agar Adlan Adam dimakamkan di
Swedia namun anak-anaknya menginginkan agar dimakamkan di Medan saja. Dengan segala upaya, proses pemulangan jenazah berlangsung cepat hanya membutuhkan waktu 4 (empat) hari. Sosok yang paling berjasa mengurus pemulangan jenazah adalah Yusnar Yusuf Rangkuti dan kakak kelas Adlan Adam di Stockholm yang juga merupakan ketua perhimpunan Islam disana.
Setelah pengurusan pemulangan jenazah dilakukan, kedua sahabatnya (Yusnar Yusuf dan Maria Ulfah) tidak ikut menyertainya pulang dan mereka tetap melanjutkan misi Internasional yaitu seminar dan tilâwat al-Qur’ân di Eropa. Adlan Adam dimakamkan di komplek pemakaman Masjid Raya Al-Mashun Medan, karena beliau adalah anak dari Adam
Sakiman yang merupakan imam masjid Raya Medan.7
E. Penutup
Kesan yang dapat disimpulkan melalui perjuangan Adlan Adam sebagaimana digambarkan di atas adalah bahwa setiap
muqri’ sudah seharusnya bermental dâ’i. Seorang muqri’
yang hanya membatasi diri pada seni bacaan dan tidak membekali diri dengan ilmu-ilmu terkait dapat dipastikan tidak akan pernah mampu merubah peradaban dunia.
7 Adlan Adam dan ayahnya dimakamkan di pemakaman umum komplek Masjid Raya Al-Mashun Medan, tidak jauh dari menara Masjid Raya. Menurut pengakuan Yose (penjaga komplek kuburan Masjid Raya Medan), bahwa letak kuburan imam masjid dan keluarganya tidak jauh dari menara masjid.