1. Latar Belakang
Dalam pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metoda pelelangan umum. Pelelangan umum adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
Dalam hal jumlah penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan diyakini terbatas yaitu untuk pekerjaan yang kompleks, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metoda pelelangan terbatas dan diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/ jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.
Dalam hal metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metoda pemilihan langsung, yaitu pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet.
Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabka
2. Tujuan dan Sasaran
Tujuan :
• Untuk memenuhi kebutuhan barang/ jasa yang dibutuhkan oleh Poktan/ Gapoktan sesuai dengan speifikasi teknis dan dana yang tersedia.
Sasaran :
Terlaksananya barang/jasa sesuai dengan yang tertera dalam Petunjuk Operasional Kegiatan dana tugas pembantuan TA. 2013, yaitu :
VI VI VI VI ---- 86868686 LAPORAN TAHUNAN 2013
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
b. Sarana pemasaran Pasar Tani berupa pengadaan Kendaraan Roda 3 sebanyak 8 unit.
c. Revitalisasi Penggilingan Padi di 5 Kabupaten. d. Fasilitas Agroindustri Jagung di 2 Kabupaten e. Fasilitasi Agroindustri Kedelai di Kota Mataram f. Fasilitasi agroindustri Tepung di 2 Kabupaten g. Fasilitasi pengemasan Hortikultura di Kota Mataram
3. Hasil yang dicapai
Telah dilaksanakannya pengadaan barang dan Jasa sesuai deengan Spesifikasi Teknis dengan tepat waktu dan tepat sasaran,yaitu :
a. Fasilitasi Gudang Jagung di Dompu berupa Renovasi Gudang Jagung
b. Sarana pemasaran Pasar Tani berupa pengadaan Kendaraan Roda 3 sebanyak 8 unit.
c. Revitalisasi Penggilingan Padi di 5 Kabupaten. d. Fasilitas Agroindustri Jagung di 2 Kabupaten e. Fasilitasi Agroindustri Kedelai di Kota Mataram f. Fasilitasi agroindustri Tepung di 2 Kabupaten g. Fasilitasi pengemasan Hortikultura di Kota Mataram
4. Dana untuk menunjang kegiatan Pagu danai sebesar Rp. 42.950.000,-
Realisasi keuangan Rp. 40.690.000,- (94,74 %) Realisasi Fisik 100 %
Sisa dana Rp. 2.260.000,-
Alasan : Maksimalisasi dana Honor Output Kegiatan Rp. 2.160.000,- dan biaya pengumuman lelang Rp. 100.000,-
Solusi : Setor ke Kas Negara.
013. SINKRONISASI KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN A. Latar Belakang
Pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian merupakan suatu proses yang saling berkait, sehingga keterpaduan dan koordinasi dengan pihak lain yang terkait merupakan salah satu kunci keberhasilan. Untuk itu, berbagai program dan kegiatan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ( P2HP ) yang akan dilaksanakan harus dirancang secara utuh dan terarah mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten/kota. Demikian juga dalam pelaksanaannya, program dan kegiatan P2HP tersebut harus dilakukan secara terpadu, terkoordinasi serta sinkron antara pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga hal ini akan mendukung kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran program.
Adanya koordinasi dan sinkronisasi yang baik antara provinsi dan kabupaten dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan P2HP akan mempermudah untuk menciptakan keterpaduan berbagai kegiatan, baik antar kegiatan, antar program, antar sub sektor dalam satu sektor, maupun antar sektor. Terkait dengan
VI VI VI VI ---- 87878787 LAPORAN TAHUNAN 2013
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
itu, maka dipandang perlu untuk menyelenggarakan kegiatan pertemuan Sinkronosasi Kegiatan Tugas Pembantuan 2013.
B. Tujuan dan Sasaran 1. Tujuan
Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan petugas pengelola anggaran dan kegiatan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ( P2HP ) di Nusa Tenggara Barat
Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan P2HP di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota
Menyamakan persepsi dan pandangan antara petugas provinsi dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan program dan kegiatan P2HP tahun anggaran 2013.
2. Sasaran
Meningkatnya kinerja petugas dalam mengelola anggaran dan kegiatan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ( P2HP ) TA. 2013 di tingkat provinsi maupun kabupaten
Adanya persepsi dan pandangan yang sama antara petugas provinsi dan kabupaten dalam melaksanakan program dan kegiatan P2HP TA. 2013.
Tercapainya sasaran program dan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ( P2HP ) TA. 2013 di Nusa Tenggara Barat sesuai yang telah ditetapkan.
C. Hasil yang Dicapai : Pertemuan koordinasi dan Sinkronisasi. a). Tempat, Waktu dan Peserta Pertemuan
Kegiatan Pertemuan Sinkronisasi Kegiatan Tugas Pembantuan P2HP dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2013 bertempat di Aula Hortikultura, dihadiri oleh petugas Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten pelaksana kegiatan dana Tugas Pembantuan Provinsi dengan jumlah peserta seluruhnya 20 orang.
Sebagai nara sumber adalah Kepala Dinas Pertanian TPH, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil, Kepala Seksi Pemasaran dan Mutu Hasil.
Materi pertemuan meliputi : Kebijakan Program dan Kegiatan P2HP, Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Kegiatan, Kegiatan Fasilitasi Pasar Tani, Pengembangan Akses Pemasaran Pengolahan Hasil Pertanian (Fasilitasi Gudang Jagung, Kendaraan Khusus Roda 3, Revitalisasi Penggilingan Padi, Fasilitasi Agroindustri Jagung, Fasilitasi Agroindustri Kedelai, Fasilitasi Agroindustri Tepung, Fasilitasi Pengemasan Hortikultura )
b). Hasil Pertemuan Koordinasi
Dari hasil pelaksanaan pertemuan sinkronisasi kegiatan Tugas Pembantuan P2HP yang dilaksanakan di Mataram pada tanggal 4 Maret 2013, diperoleh hasil rumusan sebagai berikut :
1. Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi P2HP dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat
VI VI VI VI ---- 88888888 LAPORAN TAHUNAN 2013
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
2. Anggaran pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil di Nusa Tenggara Barat pada TA. 2013 mencapai Rp. 7.509.429.000,- yang terdiri dari Dana Dekonsentrasi Rp. 1.739.429.000,- dan Dana Tugas Pembantuan Provinsi sebesar Rp. 5.770.000.000,-
3. Kegiatan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang bersumber dari Dana Tugas Pembantuan Provinsi TA. 2013 meliputi : Kegiatan Pengembangan Pemasaran Domestik, yaitu pengembangan STA dan Pasar Tani di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara, Kegiatan : Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian, terdiri dari : Revitalisasi Penggilingan Padi di Kabuipaten Bima, Revitalisasi Penggilingan Padi di Kabupaten Lombok Barat, Pengembangan Agroindustri Kedelai di Kota Mataram, Pengolahan Jagung di Kabupaten Lombok Timur, Pengolahan Jagung di Kabupaten Lombok Utara, Pengolahan Jagung di Kabupaten Sumbawa dan Administras Tugas Pembantuan .
4. Beberapa kegiatan P2HP yang bersumber dari dana dekonsentrasi yang akan dilaksanakan pada TA. 2013 di Nusa Tenggara Barat meliputi kegiatan : a. Perbaikan Mutu dan Standarisasi ( Pembinaan dan Sertifikasi Pangan
organik, Bintek Penerapan Jaminan Mutu, Pengembangan OKKPD.
b. Pengembangan Pemasaran Domestik, meliputi Kegiatan : PIP di Propinsi PIP di Kabupaten , Optimalisasi Sarana Pemasaran Hasil Pertanian, Gedung dan Bangunan yaitu Pengembangan Akses Jaringan Pasar5 (Pelaksanaan Resi Gudang).
c. Kegiatan Pengembangan Kemitraan dan Kewirausahaan terdiri dari , Profil Kelompok Agribisnis, InvestasiP roduk Unggulan Daerah, Bimbingan Pengem. Usaha kemitraan, kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
d. Pameran, promosi, eksebisi dan perlombaan dalam negeri , terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu : Agriculture Speciality Export Product, Agro & food expo, Surabaya Agribussines Matching &Expo, Batam Agribusines expo, September Ceria, Pekan Raya Tani.
e. Kegiatan Pembinaan, Pengawalan dan Pendampngan Pengolahan hasil Pertanian, yaitu Pembinaan, pengawalan dan pendampingan Pengolahan hasil hortikultura , Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Pertanian , Sosialisasi dan Apresiasi Pengolahan Hasil Pertanian, Pembinaan , Pengawalan dan Pendampingan dan Pengolahan hasil Tanaman Pangan, Penyusunan Data Base Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.
f. Dokumen Perencanaan, terdiri dari kegiatan Administrasi Satker, Perencanaan Program, Evaluasi Pemantauan dan Pelaporan, Pelaporan SAI/SIMAK BMN,Pengawalan dan Pembinaan LM 3.
5. Untuk Kegiatan P2HP kabupaten yang anggarannya berasal dari Dana Tugas Pembantuan Provinsi, maka Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen berada pada Satker Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB. Sedangkan pengelola anggaran dan kegiatan yang ada di tingkat kabupaten adalah Penanggung jawab Kegiatan, Pelaksana Kegiatan dan PUM/ Bendahara Pengeluaran Pembantu).
6. Untuk Kegiatan yang berasal dari Dana TP Provinsi , Petunjuk Pelaksanaan kegiatan dibuat oleh Dinas Pertanian Provinsi. Sedangkan untuk Petunjuk Teknis Kegiatan dibuat oleh Dinas Pertanian Kabupaten dengan
VI VI VI VI ---- 89898989 LAPORAN TAHUNAN 2013
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
mengacu/berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian Provinsi.
7. Kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Dana TP Provinsi yang pelaksanaannya melalui Kontraktual dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi. Barang yang telah diadakan oleh Dinas Pertanian TPH Provinsi diserahkan ke Kabupaten/ ke Kelompok.
8. Untuk kegiatan – kegiatan identifikasi Gapoktan /Kelompok Tani di lapangan dilakukan oleh dinas Pertanian kabupaten.
9. Dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan dan anggaran pembangunan PPHP di Nusa Tenggara Barat, maka untuk beberapa kegiatan di Kabupaten perlu dilakukan revisi POK.
10. Bagi para petugas pengelola / pelaksana kegiatan di kabupaten yang akan Bendahara Provinsi. Pengajuan uang muka kerja oleh PUM baru dapat dilakukan pada bulan Pebruari 2013.
D . Dana untuk menunjang kegiatan Pagu danai sebesar Rp. 15.650.000,-
Realisasi keuangan Rp. 15.548.000,- (99,35) Realisasi Fisik 100 %
Sisa dana Rp. 10.2.000,-
Alasan : Efisiensi biaya perjalanan dinas. Solusi : Setor ke Kas Negara.