• Tidak ada hasil yang ditemukan

014. FASILITASI PASAR TANI DI KOTA MATARAM

I. PENDAHULUAN

Posisi petani Indonesia sampai saat ini hanya sebagai penerima harga dan bukan penentu harga, hal ini disebabkan antara lain oleh kurangnya sarana pemasaran bagi petani/poktan/gapoktan, kurangnya kemampuan anajemen pemasaran serta kurangnya informasi dan akses pasar ke konsumen.

Salah satu upaya terobosan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan mengubah pola pikir petani menjadi pola pikir bisnis adalah dengan menyediakan berbagai fasilitasi antara lain Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pemasaran Hasil Pertanian. Fasilitasi ini berupa Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pasar Tani, Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan STA serta Fasilitasi Pemasaran untuk Poktan/Gapoktan yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia namun belum memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Dalam upaya meningkatkan kembali peran Pasar Tani dan STA sebagai sarana dan kelembagaan pemasaran bagi petani serta menguatkan kelembagaan Poktan PHP, disusun Pedoman Teknis Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2013 sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan Pengawalan dan Pengembangan/Revitalisasi Pasar Tani, Pengawalan dan Optimalisasi Pengelolaan STA serta Fasilitasi Pemasaran untuk Poktan/Gapoktan yang telah dikembangkan di berbagai daerah baik di Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

VI VI VI VI ---- 67676767 LAPORAN TAHUNAN 2013

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

a. Tujuan Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2013 adalah :

Sebagai landasan kerja dan implementasi Kegiatan Pengembangan Sarana dan Kelembagaan Pemasaran Hasil Pertanian (Pasar Tani, STA dan Poktan PHP).

Meningkatkan operasionalisasi Pasar Tani dan STA serta menguatkan kelembagaan Poktan PHP sebagai sarana dan kelembagaan pemasaran bagi etani/poktan/gapoktan.

Meningkatkan peran Kelembagaan Pasar Tani dan STA serta Poktan PHP dalam pemasaran hasil pertanian.

b. Sasaran , Sasaran yang diharapkan dalam Pelaksanaan Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun 2013 ini adalah :

Meningkatnya peran Pasar Tani, STA dan Poktan PHP sebagai sarana dan kelembagaan pemasaran produk pertanian secara langsung pada konsumen. Meningkatnya aktifitas pemasaran produk pertanian melalui Pasar Tani, STA dan Poktan/Gapoktan.

Terbangunnya kelembagaan pemasaran bagi petani (Pasar Tani, STA dan Poktan PHP) yang mandiri.

Meningkatnya usaha dan pemasaran hasil pertanian melalui Pasar Tani, STA dan Poktan/ Gapoktan.

III. Hasil Yang Dicapai.

• Pasar Tani yang tersebar di empat Kabupaten/ Kota di NTB merupakan pasar yang tidak permanen, beroperasi pada hari Jum’at/ tergantung kesepakatan dari yang terlibat dengan kegiatan pasar tani. Pasar Tani tersebut dikelola oleh Kelembagaan Pasar Tani yaitu : Asosiasi Pasar Tani (ASPARTAN) . ASPARTAN ini telah terbentuk di 4 Kabupaten/ Kota, yaitu :

ASPARTAN “Gora Selaparang” di Kota Mataram ASPARTAN “ Rinjani” di Kabupaten Lombok Timur ASPARTAN “ Mampis Rungan” di Kabupaten Sumbawa

ASPARTAN “Patut Patuh Patju“ di Kabupaten Lombok Barat, yang beranggotakan para petani/ pedagang . Hal ini dimaksudkan agar terjalin kerjasama pemasaran dalam upaya meningkatkan akses pasar dan merupakan jaringan pemasaran antar Pasar Tani di seluruh Indonesia. Pengembangan pasar tani di Nusa Tenggara Barat merupakan bantuan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP).

• Frekwensi dan lokasi spesifik pasar tani akan dikembangkan menurut situasi dan kondisi lokasi, sehingga nantinya diharapkan pasar tani akan menjadi outlet pemasaran yang efisien serta menguntungkan bagi petani produsen maupun pengolah.

i. Lokasi Pasar Tani di Nusa Tenggara Barat

a. Kota Mataram di Bumi Gora , Jl. Udayana Mataram

b. Kabupaten Lombok Barat , Halaman Parkir Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat, Jalan Ahmad Yani Km.8 Telp. (0370) 670022 Gerimak

VI VI VI VI ---- 68686868 LAPORAN TAHUNAN 2013

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Indah Narmada

c. Kabupaten Lombok Timur, di Labuhan Haji.

d. Kabupaten Sumbawa di Halaman Parkir Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Jalan Diponogoro No.36 Sumbawa Besar Telp. (0371) 21146.

ii. Komoditi yang dijual di Pasar Tani adalah : Produk segar seperti, sayuran, buah-buahan. Komoditi tanaman pangan seperti beras, kacang-kacangan. Produksi olahan seperti; Tahu, Tempe dan hasil olahan lainnya seperti aneka kue basah dan kue kering

IV. Jumlah Dana untuk mendukung kegiatan : 1. Fasilitasi Pasar Tani di Kabupaten Sumbawa :

Pagu dana sebesar Rp. 15.000.000,-

Realisasi keuangan Rp. 15.000.000 ,-(100 %) Realisasi Fisik : 100 %

Sisa dana Rp.-

2. Fasilitasi Pasar Tani di Kabupaten Lombok Timur Pagu danai sebesar Rp. 15.000.000,-

Realisasi keuangan Rp. 15.000.000,-(100 %) Realisasi Fisik : 100 %

Sisa dana Rp. -

3. Fasilitasi Pasar Tani di Kabupaten Lombok Barat Pagu danai sebesar Rp. 15.000.000,-

Realisasi keuangan Rp. 15.000.000,- (100 %) Relisasi Fisik : 100 %

Sisa dana Rp.-

4. Fasilitasi Pasar Tani di Kota Mataram Pagu danai sebesar Rp. 15.000.000,-

Realisasi keuangan Rp. 15.000.000 ,-(100 %) Realisasi Fisik : 100 %

Sisa dana Rp. –

1789.003. PENGEMBANGAN AKSES PEMASARAN 1789.003.001. FASILITASI GUDANG JAGUNG

011. FASILITASI GUDANG JAGUNG DI KABUPATEN DOMPU I. Latar Belakang

VI VI VI VI ---- 69696969 LAPORAN TAHUNAN 2013

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

penyimpanan produk sementara saat panen raya atau penyimpanan sebelum dipasarkan agar kualitas produk tetap terjamin, perbaikan kualitas dan harga. Saat ini sarana dan prasarana pergudangan di pedesaan belum tersedia dengan baik walaupun sudah ada gudang Koperasi Unit Desa namun kondisinya sudah banyak yang rusak dan tidak layak pakai. Disisi lain pergudangan yang dikelola oleh swasta merupakan gudang dengan penyimpanan skala besar shingga petani sangat sulit untuk

mengakses gudang tersebut.

Ketersediaan gudang yang baik dipedesaan diharapkan dapat menjadi gudang perantara bagi petani menjelang memasuki gudang besar untuk pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG). Permasalahan klasik dalam pemasaran hasil pertanian adalah pada

saat musim panen raya tiba misalnya harga cenderung jatuh. Para petani dihadapkan pada pilihan sulit apakah menjual produk dengan harga murah kepada pedagang pengumpul atau tidak menjual. Pada kenyataannya petani tetap menjual karena desakan kebutuhan hidupnya. Keberadaan gudang di sentra-sentra produksi sangat diperlukan terutama pada saat panen raya untuk penerapan SRG. Diharapkan melalui sarana pergudangan di daerah sentra dapat mengatur sistem pemasaran dan manajemen ketersediaan produk bagi konsumen yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Berdasarkan hal tersebut Ditjen PPHP melalui dana Tugas Pembantuan akan memfasilitasi renovasi gudang untuk komoditi jagung di beberapa daerah sentra jagung.

II. Tujuan dan Sasaran

a. Tujuan adanya renovasi gudang ditingkat gapoktan/KUD dan tersedianya perlengkapan sarana dan prasana gudang.

b. Untuk meningkatkan mutu dan harga produk pertanian

Sasaran yang diharapkan adanya pelaksanaan renovasi gudang kegiatan ini adalah 1. Terlaksananya kegiatan renovasi gudang dengan baik dan benar.

2. Meningkatnya efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan operasional renovasi gudang untuk mendukung sistem resi gudang.

3. Meningkatnya keterpaduan kegiatan pusat dan daerah.

4. Tepat dan terukurnya output dan outcome yang dihasilkan dalam renovasi gudang. III. PELAKSANAAN RENOVASI GUDANG

1. Anggaran dan Lokasi Renovasi Gudang Jagung

Anggaran renovasi gudang merupakan dana Tugas Pembantuan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tahun Anggaran 2013 yang dialokasikan di Kabupaten Dompu Provinsi NTB.

2. Penetapan Lokasi Renovasi Gudang

Pertimbangan dalam menentukan lokasi gudang adalah : • di daerah sentra produksi jagung,

• mudah dijangkau alat trasportasi dalam artian berpijak kepada kaidah azas manfaat dan dampak sosial yang ditimbulkan.

• Gudang yang akan direnovasi adalah gudang milik gapoktan yang telah jelas statusnya dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak-pihak terkait.

IV. Hasil yang dicapai, telah terlaksananya renovasi Gudang di 3 Lokasi di kabupaten Dompu .

VI VI VI VI ---- 70707070 LAPORAN TAHUNAN 2013

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Tabel VI-9. Lokasi Renovasi Gudang dialokasikan di 3 Lokasi/ 3 Paket yaitu :

No Kegiatan/ Banyaknya Lokasi Kelompok Penerima Ketua Kelompok 1. Fasilitasi Gudang

Jagung, Rehab dan Peralatan Gudang Jagung

1 Paket

Dusun : Daha Nae Desa : Daha Kec.HU’U Kab.Dompu Gapoktan Tune Ncuhi Mastar 2 Fasilitasi Gudang Jagung, Rehab dan Peralatan Gudang Jagung 1 Paket Dusun : Bali Bunga Desa : Kandai II Kec. Woja Kab. Dompu Gapoktan : Fo’o Kompo Drs. Syarifudin 3 Fasilitasi Gudang Jagung, Rehab dan Peralatan Gudang Jagung

1 Paket

Dusun; Muhajirin Desa : Nusa Jaya Kec. : Manggalewa Kab. Dompu

Gapotan : Mitra Tani

Imran

V. Dana yang tersedia untuk mendukung Kegiatan Pagu danai sebesar Rp. 650.000.000,-

Realisasi keuangan Rp. 634.590.000,- (97,63%) Realisasi Fisik : 100 %

Sisa dana Rp. 15.410.000,-

Alasan : Merupakan efisiensi penggunaan dana Belanja Gudang dan Bangunan sebesar Rp. 15.050.000,- dan efisiensi belanja peralatan dan Mesin sebesar Rp. 360.000,-

Solusi : Setor ke Kas Negara