• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Adsorpsi ALB dengan Adsorben M-silikat

Secara umum adsorpsi adsorben MgSiO3, 1, CaSiO3, 2, SrSiO3, 3 ataupun BaSiO3, 4 meningkat dengan bertambahnya massa adsorben yang digunakan untuk mengadsorpsi ALB yang terkandung dalam CPO 4,79%, A, 7,35%, B, 10,37%, C atau 13,34%, D, sedangkan untuk berat adsorben 1, 2, 3 dan 4 yang sama terhadap ALB dari CPO A, B, C dan D terlihat semakin besar pada konsentrasi ALB yang lebih kecil, dengan kata lain untuk berat adsorben yang sama, persentasi ALB yang diadsorpsi pada A > B > C > D.

4.3.1 Adsorpsi ALB dengan Adsorben MgSiO3, 1

Adsorben MgSiO3, 1 dengan variasi berat adsorben 0,5 g, 1 g dan 1,5 g digunakan untuk mengadsorpsi ALB dari CPO 4,79%, A, 7,35%, B, 10,37%, C dan 13,34%, D. Adsorben dan 0,5 g CPO dalam 15 ml etanol disentrifuse selama 30 menit kemudian disaring, 5 ml filtrat diuapkan dan diperoleh residu dalam bentuk minyak yang disebut aliquot dan dinyatakan dalam gram (g). ALB filtrat merupakan jumlah ALB dari CPO yang tidak diadsorpsi oleh adsorben yang dinyatakan dalam persen (%) dan berat ALB filtrat dihitung dari perkalian persen ALB filtrat dengan 3 (tiga) kali berat aliquot dinyatakan dalam miligram (mg). ALB adsorpsi diperoleh dari pengurangan persen ALB CPO mula-mula dengan persen ALB aliquot dan dinyatakan dalam persen (%) dan berat ALB adsorpsi dihitung dari perkalian persen ALB adsorpsi dibagi 100 dengan berat CPO yang digunakan dikurang dengan tiga kali berat aliquot dan dinyatakan dalam miligram (mg). Daya serap merupakan hasil

bagi berat ALB adsorpsi dengan berat adsorben yang digunakan dinyatakan dalam mg/g adsorben. Persen ALB adsorpsi dihitung dari pembagian persen ALB adsorpsi dengan persen ALB CPO mula-mula dikali dengan 100 dan dinyatakan dalam persen (%).

Tabel 4.3 Adsorpsi ALB pada 0,5 g CPO dengan adsorben 1

No ALB CPO Adsorben Aliquot Keterangan : ALB Adsp = ALB Adsorpsi; Daya Serap = Daya serap mg/g adsorben; Daya Serap [ ̅] = Daya serap Rata-rata mg/g adsorben; % ALB Adsp = Persen ALB Adsorpsi; Adsp [ ̅] = Adsorpsi Rata-rata.

Keterangan Warna Angka Tabel : Warna Biru = Persentasi Adsorpsi Tertinggi; Warna Merah = Persentasi Adsorpsi Terendah.

Adsorpsi ALB dari CPO A, B, C dan D dengan adsorben 1 ditabulasi pada Tabel 4.3. Adsorpsi ALB dari keempat jenis CPO A, B, C ataupun D meningkat dengan bertambahnya berat adsorben 1 yang digunakan untuk mengadsorpsi ALB dari CPO seperti grafik Gambar 4.5. Persentasi adsorpsi ALB dengan variasi 0,5 g, 1 g dan 1,5 g adsorben dari masing-masing CPO adalah A 63.90%, 68.49% dan 74,55%, B 55,11%, 58,10% dan 65,58%, C 54,19%, 70,68% dan 72,03% dan D 49.34%, 57.96% dan 68,53%, dengan rata-rata adsorpsi tertinggi untuk A 68,98%, diikuti C 65,63%, B 59,60%, dan D 58,61%. Adsorpsi adsorben 1 tertinggi terjadi untuk ALB dari CPO A pada berat 1,5 g adsorben sebesar 74,55%, sedangkan terendah untuk D pada 0,5 g adsorben sebesar 49,34%.

Adsorpsi adsorben 1 untuk masing-masing ALB dari CPO A, B, C ataupun D pada berat adsorben yang sama secara umum mengalami penurunan, pada berat 0,5 g adsorben persentasi adsorpsi untuk ALB dari CPO A 63,90%, B 55,11%, C 54,19%

dan D 49,34%, pada 1 g adsorben persentasi adsorpsi untuk ALB dari CPO A

68,49%, B 58,10%, C 70,68% dan D 57,96% sedangkan pada 1,5 g adsorben persentasi adsorpsi untuk ALB dari CPO A 74,55%, B 65,58%, C 72,03% dan D 68,53%. Hal tersebut menunjukkan bahwa persentasi adsorpsi dari adsorben 1 terhadap ALB dari CPO A, B, C dan D secara keseluruhan meningkat dengan bertambahnya berat adsorben sedangkan dengan bertambahnya kandungan ALB dari CPO justru menurunkan persentasi adsorpsi adsorben terhadap ALB dari CPO.

Bertambahnya perbandingan antara CPO dan adsorben dengan variasi 1:1, 1:2 dan 1:3 tidak memberikan dampak yang berbanding linier terhadap peningkatan persentasi adsorpsi ALB sesuai dengan perbandingan antara CPO dan adsorben.

Gambar 4.5 Perbandingan persentasi Adsorpsi ALB untuk Adsorben 1

Daya serap adsorben 1 terhadap ALB menurun dengan bertambahnya berat adsorben dan meningkat dengan bertambahnya konsentrasi ALB dari CPO. Daya serap adsorben 1 terhadap A, B, C ataupun D berada pada rentang 5,0 – 36,2 mg/g, untuk 0,5 g adsorben terhadap ALB adalah A 16,5 mg/g, B 22,8 mg/g, C 21,6 mg/g dan D 31,9 mg/g, untuk 1 g adsorben adalah A 9,3 mg/g, B 10,2 mg/g, C 17,6 mg/g dan D 36,2 mg/g sedangkan untuk 1,5 g adsorben terhadap ALB adalah A 6,1 mg/g, B 5,0 mg/g, C 14,3 mg/g dan D 15,5 mg/g. Daya serap 1 untuk tiap berat adsorben yang digunakan dipengaruhi oleh kandungan ALB dari CPO, semakin tinggi kandungan ALB maka daya serap adsorben juga akan meningkat. Pada perbandingan CPO adsorben 1:1, 1:2 dan 1:3 menunjukkan bahwa daya serap maksimum untuk A 16,5 mg/g, B 22,8 mg/g, C 21,6 mg/g terjadi pada berat 0,5 g adsorben sedangkan

45 50 55 60 65 70 75

0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 1,4 1,6

% Adsorpsi ALB

Adsorben (g)

A B C D

untuk D 36,2 mg/g terjadi pada 1 g adsorben, hal tersebut disebabkan berat aliquot D relatif lebih kecil dibanding lainnya yang digunakan sebagai faktor pembagi untuk menghitung daya serap adsorben.

4.3.2 Adsorpsi ALB dengan Adsorben CaSiO3, 2

Adsorpsi adsorben 2 terhadap ALB dari CPO lebih tinggi dibanding 1 seperti yang ditampilkan pada Tabel 4.4, hal ini menunjukkan bahwa adsorben 2 lebih baik dalam mengadsorpsi ALB dari CPO A, B, C ataupun D dengan persentasi rata-rata adsorpsi sebesar 81,47% dibanding dengan adsorben 1 sebesar 63,20%. Adsorpsi ALB pada variasi 0,5 g, 1 g dan 1,5 g adsorben dari CPO adalah A 83,10%, 89,36%

dan 94,78%, B 71,70%, 81,09% dan 88,30%, C 71,16%, 75,98% dan 88,23% dan D 69,88%, 78,34% dan 85,76%. Rata-rata adsorpsi masing-masing ALB dari CPO dari tertinggi ke terendah adalah A 89,08%, diikuti B 80,36%, C 78,46%, dan D 77,99%.

Tabel 4.4 Adsorpsi ALB pada 0,5 g CPO dengan adsorben 2

No ALB CPO Adsorben Aliquot

Adsorpsi adsorben 2 terhadap ALB dari CPO A, B, C ataupun D pada berat adsorben yang sama secara umum menurun, pada 0,5 g adsorben persentasi adsorpsi A 83,10%, B 71,70%, C 71,16% dan D 69,88%, pada 1 g adsorben A 89,36%, B 81,09%, C 75,98% dan D 78,34% sedangkan pada 1,5 g adsorben A 94,78%, B 88,30%, C 88,23% dan D 85,76%. Adsorpsi masing-masing ALB dari CPO A, B, C dan D dengan adsorben 2 tidak berbeda jauh dengan 1, dimana adsorpsi tertinggi terjadi untuk A pada berat 1,5 g adsorben sebesar 94,78% sedangkan terendah terjadi untuk D pada berat 0,5 g adsorben sebesar 69,88%. Peningkatan adsorpsi dengan

penambahan berat adsorben untuk keempat jenis CPO seperti yang ditampilkan pada Gambar 4.6 tidak menunjukkan peran yang signifikan dengan bertambahnya berat adsorben. Hal tersebut tidak berbeda dengan adsorben 1 dimana bertambahnya perbandingan antara CPO dan adsorben tidak memberikan dampak yang berbanding linier terhadap peningkatan persentasi adsorpsi.

Gambar 4.6 Perbandingan persentasi Adsorpsi ALB untuk Adsorben 2

Daya serap adsorben 2 terhadap ALB dari CPO A, B, C ataupun D berada pada rentang 7,5 – 56,42 mg/g dimana lebih tinggi dibanding adsorben lainnya. Daya serap untuk 0,5 g adsorben terhadap ALB adalah A 21,2 mg/g, B 36,8 mg/g, C 33,5 mg/g dan D 56,4 mg/g, untuk 1 g adsorben adalah A 11,5 mg/g, B 14,0 mg/g, C 7,5 mg/g dan D 23,3 mg/g sedangkan untuk 1,5 g adsorben adalah A 8,3 mg/g, B 10,4 mg/g, C 19,5 mg/g dan D 20,2 mg/g adsorben. Perbandingan CPO adsorben 1:1, 1:2 dan 1:3 menunjukkan bahwa daya serap maksimum terjadi pada berat 0,5 g adsorben yaitu untuk A 21,2 mg/g, B 36,8 mg/g, C 33,5 mg/g serta D 56,4 mg/g sedangkan minimum terjadi untuk C pada berat 1 g adsorben, hal tersebut disebabkan massa aliquot relatif lebih besar dibanding lainnya. Data menunjukkan bahwa daya serap untuk tiap gram adsorben 2 dipengaruhi oleh besarnya kandungan ALB dari CPO, semakin tinggi kandungan ALB maka daya serap dari adsorben juga meningkat.

Selain pengaruh ALB dan berat adsorben, daya serap juga dipengaruhi berat aliquot dimana semakin besar massa aliquot maka semakin kecil daya serap adsorben.

65 70 75 80 85 90 95

0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 1,4 1,6

% Adsorpsi ALB

Adsorben (g)

A B C D

4.3.3 Adsorpsi ALB dengan Adsorben SrSiO3, 3

Adsorben 3 secara keseluruhan memiliki kemampuan adsorpsi berada

Dokumen terkait