• Tidak ada hasil yang ditemukan

Afeksi dan Konasi terhadap Persepsi Masyarakat dalam Penanggulangan

Dalam dokumen jurnal permukiman (Halaman 153-159)

Kebakaran di Lingkungan Permukiman

Item-item proses kognisi, meliputi item-item yang digunakan untuk mengukur pemahaman/ pengetahuan masyarakat; Proses afeksi, meliputi item-item yang digunakan untuk  mengukur keinginan/ nilai-nilai yang ada dalam diri masyarakat; Sedangkan item-item proses konasi, meliputi item-item yang digunakan untuk  mengukur tindakan yang diambil oleh masyarakat. Terdapat 12 item pernyataan yang digunakan untuk mengukur proses kognisi, yaitu item 1, 2, 5, 8, 9, 10, 12, 13, 18, 21, 22, 24; 8 item pertanyaan untuk mengukur proses afeksi; dan 6 pertanyaan untuk mengukur proses konasi (Rosa, 2008).

Skor kumulatif untuk ketiga proses: kognisi (diukur oleh 12 item); afeksi (diukur oleh 8 item); konasi (diukur oleh 6 item) adalah sebagai berikut :

NO Skoring/ Item

Skoring Kumulatif  Kognisi Afeksi Konasi

1 1 12 8 6

2 2 24 16 12

3 3 36 24 18

4 4 48 32 24

5 5 60 40 30

Garis bilangan untuk proses kognisi

12 24 36 48 60

18* 30* 42* 54*

Kalimat positif :

Salah Salah Ragu- Benar Benar

Sekali ragu Sekali

Kalimat negatif :

Benar Benar Ragu- Salah Salah

Sekali Sekali

Garis bilangan untuk proses afeksi

8 16 24 32 40

12* 20* 28* 36*

Kalimat positif :

Salah Salah Ragu- Benar Benar

Sekali ragu Sekali

Kalimat negatif :

Benar Benar Ragu- Salah Salah

Sekali ragu Sekali

Garis bilangan untuk proses konasi

6 12 18 24 30

9* 15* 21* 27*

Kalimat positif :

Salah Salah Ragu- Benar Benar

Sekali ragu Sekali

Kalimat negatif :

Benar Benar Ragu- Salah Salah

Sekali ragu Sekali

Keterangan :

* Nilai tengah kumulatif antara dua skor.

Interpretasi hasil analisa deskriptif berdasarkan total skor adalah sebagai berikut:

Tabel 5.

Interpretasi Analisa Deskriptif Proses Kognisi, Afeksi, Konasi Persepsi Masyarakat terhadap Partisipasi

Masyarakat dalam Penanggulangan Kebakaran Berdasarkan Total Skor (Kelas Interval) Kelas Interval Total Skor untuk 

Ketiga Proses Interpretasi

Persepsi Kognisi Afeksi Konasi

12 – 17 8 - 11 6 - 8 Sangat Salah 18 – 29 12 - 19 9 - 14 Salah 30 – 41 20 - 27 15 - 20 Cukup 42 – 53 28 - 35 21 – 26 Baik   54 – 60 36 - 40 27 - 30 Sangat Baik   Nilai skor kumulatif untuk setiap kelas interval dari ketiga proses pembentukan persepsi yaitu kognisi, afeksi dan konasi berbeda-beda. Nilai skor kelas total (kumulatif) ditentukan oleh  jumlah item pernyataan yang digunakan untuk 

mengukur proses tersebut, oleh karena itu skor kelas interval untuk setiap proses berbeda. Interpretasi nilai skor untuk masing-masing proses berbeda-beda, harus berdasarkan skor kelas interval. Lebih lengkap, kriteria nilai skor kelas interval untuk masing-masing proses dapat dilihat pada tabel 5 di atas, beserta interpretasi untuk masing-masing kelas.

138 Jurnal Permukiman Vol. 4 No. 2 September 2009

Interpretasi setiap proses persepsi untuk setiap responden dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini.

Tabel 6.

Interpretasi Analisa Deskriptif Untuk Ke-tiga Proses Persepsi Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat

dalam Penanggulangan Kebakaran Berdasarkan Total Skor 40 Orang Responden

No. Res

Proses Persepsi

Kognisi Afeksi Konasi

Skor Inter pretasi Skor Inter pretasi Skor Inter pretasi

1 28 Salah 20 Cukup 21 Baik  

2 35 Cukup 24 Cukup 16 Cukup

3 33 Cukup 26 Cukup 17 Cukup

4 29 Salah 19 Salah 16 Cukup

5 46 Baik 21 Cukup 21 Baik  

6 30 Cukup 21 Cukup 14 Salah

7 34 Cukup 20 Cukup 17 Cukup

8 34 Cukup 15 Salah 16 Cukup

9 28 Salah 16 Salah 17 Cukup

10 50 Baik 23 Cukup 23 Baik  

11 43 Baik 23 Cukup 18 Cukup

12 35 Cukup 23 Cukup 13 Salah

13 36 Cukup 12 Sangat Salah 10 Salah 14 29 Salah 16 Sangat Salah 14 Salah 14 29 Salah 16 Sangat Salah 14 Salah 15 29 Salah 16 Sangat Salah 15 Cukup

16 31 Cukup 21 Cukup 14 Salah

17 37 Cukup 29 Baik 19 Cukup

18 33 Cukup 22 Cukup 17 Cukup

19 31 Cukup 16 Sangat Salah 13 Salah

20 32 Cukup 19 Salah 15 Cukup

21 32 Cukup 16 Sangat Salah 14 Salah

22 46 Baik 22 Cukup 24 Baik  

23 38 Cukup 20 Cukup 20 Cukup

24 32 Cukup 15 Sangat Salah 16 Cukup 25 29 Salah 17 Sangat Salah 14 Salah

26 32 Cukup 23 Cukup 14 Salah

27 33 Cukup 20 Cukup 16 Cukup

28 36 Cukup 20 Cukup 20 Cukup

29 37 Cukup 22 Cukup 18 Cukup

30 30 Cukup 22 Cukup 14 Salah

31 38 Cukup 24 Cukup 15 Cukup

32 30 Cukup 21 Cukup 13 Salah

33 41 Cukup 22 Cukup 20 Cukup

34 34 Cukup 20 Cukup 17 Cukup

35 28 Salah 15 Sangat Salah 15 Cukup

36 47 Baik 21 Cukup 20 Cukup

37 32 Cukup 24 Cukup 12 Salah

38 41 Cukup 21 Cukup 17 Cukup

39 46 Baik 21 Cukup 20 Cukup

40 36 Cukup 26 Cukup 17 Cukup

Gambaran secara keseluruhan untuk ketiga proses persepsi dari ke-40 responden, dapat dilihat melalui ukuran letak. Ukuran letak untuk 

ketiga proses tersebut, dapat dicari dengan terlebih dahulu membuat tabel distribusi dengan kelas interval seperti pada tabel 5.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dari 40 responden yang diambil, untuk proses kognisi dapat digambarkan bahwa 10% responden masih mempunyai pemahaman yang tidak  sesuai dengan pemahaman yang telah

dirumuskan dalam sasaran program

pelaksanaan sosialisasi; sedangkan 75% masyarakat memiliki pemahaman yang cukup; dan sisanya 15% responden sudah mempunyai persepsi yang baik (mempunyai pemahaman sesuai dengan sasaran yang diharapkan).

Untuk proses afeksi, yaitu nilai-nilai yang semestinya dimiliki oleh masyarakat, dari ke 40 responden dapat digambarkan bahwa 30% responden masih mempunyai pemahaman yang tidak sesuai dengan sasaran; sisanya 67,5% responden mempunyai nilai-nilai yang cukup memenuhi harapan sesuai sasaran program, dan 2,5% sudah mempunyai nilai-nilai sesuai sasaran.

Tabel 6.

Distribusi Frekwensi Proses Kognisi, Afeksi dan Konasi dalam Persepsi Masyarakat terhadap

Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Permukiman P r o s e s P e r s e p s i Kelas Interval f %  Analisis Deskriptif  Proses Kognisi 12 – 17 0 0 Sangat Salah 18 – 29 7 10 Salah 30 - 41 24 75 Cukup 42 – 53 6 15 Baik   54 - 60 0 0 Sangat Baik   Proses Afeksi 8 – 11 0 0 Sangat Salah 12 – 19 12 30 Salah 20 – 27 27 67,5 Cukup 28 – 35 1 2,5 Baik   36 - 40 0 0 Sangat Baik   Proses Konasi 6 – 8 0 0 Sangat Salah 9 – 14 12 30 Salah 15 – 20 24 60 Cukup 21 – 26 4 10 Baik   27 - 30 0 0 Sangat Baik  

Harihanto (2004 mengutip Thorndike 1968) responden yang mempunyai pemahaman yang cukup memenuhi untuk terlibat dalam program

Metode Analisa Data… (Yulinda Rosa) 139

partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran di lingkungan permukiman, kondisi tersebut diharapkan dapat membentuk nilai-nilai yang sesuai sasaran program. Dengan memiliki nilai-nilai tersebut, diharapkan dapat mendorong responden agar mempunyai keinginan untuk  terlibat dalam kegiatan partisipasi.

Persentase responden yang mempunyai keinginan untuk berpartisipasi berjumlah 70%.  Apakah nilai tersebut dihasilkan melalui proses sesuai dengan teori, atau bukan ? Artinya, apakah dari 90% responden yang telah mempunyai pemahaman cukup sesuai dengan sasaran program, ternyata 70% dapat diserap oleh responden untuk selanjutnya dapat membentuk nilai-nilai sesuai sasaran yang diharapkan, dengan nilai-nilai yang sudah dimiliki dapat mendorong responden tersebut untuk berkeinginan turut berpartisipasi yaitu sejumlah 70%.

Untuk mendapatkan jawaban tersebut tidak  dapat dilakukan melalui analisa deskriptif. Penelitian harus dilanjutkan, dengan menggunakan metode analisa induktif, yaitu melalui pengujian rumusan hipotesis. Dalam tulisan ini tidak dilakukan pembahasan untuk  analisa induktif, jadi materi tersebut di luar dari pembahasan tulisan ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

1) Berdasarkan hasil analisa deskriptif dari 40 responden, dapat disimpulkan bahwa 27,5% responden masih mempunyai persepsi yang tidak sesuai dengan yang telah dirumuskan dalam sosialisasi terhadap partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran di lingkungan permukiman; sedangkan sisanya 72,5% responden sudah mempunyai pemahaman yang cukup sesuai (baik) dan sesuai dengan pemahaman yang telah dirumuskan program.

2) Persepsi responden terhadap partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kebakaran dibentuk melalui tiga tahapan (proses) yaitu: proses kognisi, afeksi dan konasi.

3) Gambaran ketiga proses dalam persepsi, berdasarkan data lapangan dari 40 responden adalah 90% responden sudah mempunyai pemahaman (proses kognisi) yang cukup dan telah sesuai dengan yang dirumuskan dalam sosialisasi; 70% responden cukup dan telah mempunyai nilai-nilai (afeksi) sesuai dengan sasaran; dan 70% responden cukup dan telah mempunyai keinginan untuk turut berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran di lingkungan permukiman. 4) Interpretasi yang dihasilkan dari analisa

deskriptif tidak dapat digeneralisir untuk  kelompok yang lebih besar, karena rumus yang digunakan dalam tahap ini bukan merupakan rumus taksiran untuk populasi,  jadi hanya berlaku untuk sejumlah

responden yang diambil.

5) Untuk mengetahui gambaran yang dapat digeneralisir untuk kelompok yang lebih besar, perlu dilanjutkan dalam fase analisa data (secara statistik) tahap selanjutnya yaitu fase induktif.

DAFTAR PUSTAKA

Harihanto. 2004. “Persepsi Masyarakat terhadap  Air Sungai”  Lingkungan & Pembangunan 24

(3): 171 – 186.

Dinas Pemadam Kebakaran. 2002. Kegiatan Kampanye Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Kebakaran. Jakarta. Faisal, S. 2005. Format-format Penelitian Sosial.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Korotayev dkk. 2006. Introduction to Social Macrodynamics. Moscow: URSS.

Rosa. 2008.  “Validitas Instrumen Ukur Variabel Sosial Bidang Permukiman”  Jurnal Permukiman 3(4):263 – 279.

Sitinjak Tumpal JR dan Sugiarto. 2006. Lisrel.  Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soemarwoto. 2006. Pembangunan Berkelanjutan. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Sudjana. 1982. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabet.

140 Jurnal Permukiman Vol. 4 No. 2 September 2009

KEEFEKTIFAN PENGOLAHAN ANTARA ABU TERBANG DENGAN

Dalam dokumen jurnal permukiman (Halaman 153-159)