• Tidak ada hasil yang ditemukan

Air Tanah dan Air Permukaan serta Manfaatnya

D

D.

1. Air Tanah

Air tanah adalah bagian air yang berada di bawah permukaan tanah. Air tanah yang berada di litosfer jumlahnya sekitar 0,62% dari seluruh hidrosfer. Ber-dasarkan tempatnya, air tanah digolongkan menjadi

dua bagian, yaitu air tanah dangkal (soil water) dan air

tanah dalam (ground water).

Air tanah dangkal adalah air tanah yang terdapat dalam pori-pori lapisan tanah paling atas yang ada hanya pada musim hujan. Air tanah dalam adalah air tanah yang terdapat di antara dua lapisan yang kedap air (akuifer). Air tanah memiliki berbagai kegunaan bagi kehidupan manusia, antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan keperluan pertanian, misalnya pengairan sawah.

2. Sungai

Sungai adalah massa air tawar yang mengalir pada suatu lembah secara alamiah dari sumbernya yang bermuara ke danau, rawa, atau laut. Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah keseluruhan wilayah yang airnya berpelepasan pada sungai utama (sungai induk) bersama dengan anak-anak sungainya. Misalnya, DAS Kapuas, DAS Serayu, dan DAS Ci Manuk.

Karakteristik bagian daerah aliran dapat kamu lihat pada Tabel 11.2 berikut.

Tabel 11.2

Karakteristik Daerah Aliran Hulu, Tengah, dan Hilir

Daerah Aliran Hulu Daerah Aliran Tengah Daerah Aliran Hilir • Daerahnya

bergunung-gunung.

• Dekat dengan mata air. • Banyak dijumpai bongkahan

batuan runcing pada badan sungai.

• Arusnya deras.

• Terjadinya erosi vertikal. • Dasar sungai berbentuk huruf V. • Banyak dijumpai air terjun.

• Terjadi erosi vertikal dan horisontal. • Dasar sungainya cenderung berbentuk huruf U. • Terjadi pengendapan. • Ditemukan batu-batu guling. • Kemiringan lerengnya landai.

• Dekat dengan laut. • Daerahnya sangat datar. • Aliran sungai sangat

lambat.

• Ditemukan meander. • Merupakan wilayah dataran

banjir.

• Bentuk lembah sungai sangat lebar.

• Dapat dijumpai delta. Sumber: Microsoft Encarta

Premium DVD, 2006

Gambar 11.7

Sungai dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber airnya, volume airnya, dan arah alirannya.

a. Sumber Air Sungai

1) Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan mata air. Jenis sungai ini banyak dijumpai di Indonesia.

2) Sungai gletser, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari es yang mencair. Jenis sungai ini banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi.

3) Sungai campuran, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan gletser. Misalnya, Sungai Membramo dan Sungai Digul di Papua.

b. Volume Air Sungai

1) Sungai Permanen (Episodik), yaitu sungai yang volume airnya tetap stabil sepanjang tahun.

2) Sungai Periodik, yaitu sungai yang volume airnya melimpah pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau airnya berkurang bahkan kering.

c. Arah Aliran Sungai

1) Sungai Konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan lereng.

2) Sungai Subsekuen, yaitu sungai yang mengaliranya tegak lurus pada sungai konsekuen.

3) Sungai Obsekuen, yaitu anak sungai subsekuen yang arahnya berlawanan dengan sungai konsekuen. 4) Sungai Resekuen, yaitu anak sungai subsekuen yang

arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen. 5) Sungai Insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya

tidak teratur dan tidak terikat oleh lereng daratan. Aliran sungai akan menyusun pola tertentu yang disebut pola aliran sungai. Pola aliran sungai dapat digolongkan menjadi tujuh macam, yaitu sebagai berikut.

a. Pola Dendritis, yaitu pola aliran sungai yang dicirikan oleh anak-anak sungainya yang bermuara ke sungai induk secara tidak teratur.

b. Pola Sentripetal (memusat), yaitu pola aliran sungai yang memusat pada suatu cekungan atau kawah. c. Pola Sentrifugal (radial), yaitu pola aliran sungai

yang tersebar dari suatu puncak, seperti di daerah gunungapi dan perbukitan.

Gambar 11.8

Pola-pola aliran sungai, yaitu: (a) pola dendritis; (b) pola sentripetal; (c) pola radial; (d) pola trellis; (e) pola rektangular.

Sumber: Microsoft Encarta Premium DVD, 2006 Gunung Danau Lembah Lipatan Punggung bukit a b c d e

d. Pola Trellis, yaitu pola aliran sungai yang paralel dengan anak-anak sungainya bergabung secara tegak pada sungai induk.

e. Pola Rektangular, yaitu pola aliran sungai yang dicirikan dengan sungai induk dan anak-anak sungainya membentuk sudut 90º.

f. Pola Annular, yaitu pola aliran sungai yang bentuknya

melingkar (domes).

g. Pola Pinnate, yaitu pola aliran sungai di mana anak-anak

sungainya bermuara ke sungai induk membentuk sudut yang lancip.

Sungai dapat memberikan manfaat bagi manusia yaitu untuk mandi, mencuci, air minum, pengairan pertanian, budi daya perikanan air tawar, pembangkit tenaga listrik, sarana lalu lintas air, sarana industri, dan tempat rekreasi.

3. Danau

Danau adalah sebagian permukaan bumi (daratan) yang berbentuk cekungan dengan ukuran relatif luas yang merupakan tempat penampungan air yang berasal dari air hujan, sungai, air tanah, dan mata air. Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan menjadi enam macam, yaitu sebagai berikut.

a. Danau Vulkanik, yaitu danau yang terbentuk karena letusan gunungapi yang sangat kuat. Pada saat gunung meletus dengan kuat, kerucut gunungapi dapat terlempar sehingga pada bidang letusan akan terbentuk cekungan besar. Misalnya, Danau Kalimutu (Flores) dan Danau Batur (Bali).

b. Danau Tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena proses tektonisme atau pergeseran lapisan kulit bumi. Patahnya lapisan kulit bumi menyebabkan sebagian lapisan kulit bumi mengalami penurunan. Jika daerah tersebut terisi air, terbentuklah danau tektonik. Misalnya, Danau Poso dan Danau Towuti (Sulawesi), serta Danau Singkarak dan Danau Maninjau (Sumatra).

c. Danau Tektovulkanik, yaitu danau yang terbentuk dari gabungan tenaga vulkanik dan tektonik. Misalnya, Danau Toba dan Danau Ranau (Sumatra).

d. Danau Buatan atau Waduk, yaitu danau yang terjadi karena adanya aliran sungai yang sengaja dibendung oleh manusia. Misalnya, Waduk Gajah Mungkur, Waduk Karangkates, dan Waduk Jatiluhur.

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 11.9

Waduk Darma yang terdapat di Kabupaten Kuningan Jawa Barat termasuk jenis danau buatan.

e. Danau Karst (Dolina), yaitu danau yang terbentuk karena larutnya batuan kapur oleh air secara kimiawi. Danau ini hanya dapat dijumpai di daerah karst atau kapur, seperti di Gunung Kidul, Yogyakarta.

f. Danau Gletser, yaitu danau yang terbentuk oleh pengikisan gletser dan membentuk cekungan. Misalnya,

The Great Lake di Amerika Utara.

Danau dapat memberikan manfaat bagi manusia, antara lain sebagai sebagai pembangkit tenaga listrik, daerah wisata dan olahraga, sumber irigasi, tempat budi daya ikan air tawar, dan pencegah banjir.

4. Rawa

Rawa adalah tanah basah yang selalu digenangi air

secara alami karena sistem pelepasan air (drainase) yang

buruk atau karena letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya. Rawa dapat dikelompok kan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Rawa Pantai, yaitu rawa berlumpur yang terletak di tepi pantai dan dipengaruhi pasang surut air laut. b. Rawa Pedalaman, yaitu rawa yang terbentuk jauh

yang keadaan airnya dipengaruhi oleh air hujan.

Manfaat dari rawa bagi kehidupan manusia yaitu,

dapat ditanami padi, menghasilkan kayu, tempat budi daya ikan, tempat pemukiman dengan rumah bertiang tinggi dan perahu transportasinya.

Sumber: National Geographic, 2006

Gambar 11.10

Rawa adalah tanah basah dengan kandungan pH tinggi sehingga tanahnya asam dan drainasenya kurang baik.