BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Sumber Air
2.3.4 Air Tanah
Air tanah (ground water) berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaaan bumi yang kemudian mengalami perkolasi atau penyerapan ke dalam tanah dan mengalami proses filtrasi secara alamiah. Air tanah memiliki beberapa kelebihan dibanding sumber lain. Pertama, air tanah biasanya bebas dari kuman penyakit dan tidak perlu mengalami proses purifikasi atau penjernihan. Persediaan air tanah juga cukup tersedia sepanjang tahun saat musim kemarau sekalipun. Sementara itu, air tanah juga memiliki beberapa kerugian dan kelemahan dibanding sumber air lainnya. Air tanah mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi yang tinggi. Konsentrasi yang tinggi dari zat-zat mineral seperti magnesium, kalsium, dan logam berat seperti besi yang menyebabkan kesadahan air. Selain itu, untuk mengisap dan mengalirkan air ke atas permukaan, diperlukan pompa (Chandra, 2006).
Menurut Effendi tahun 2003, karakteristik perbedaan air tanah dan air permukaan adalah pergerakan yang sangat lambat dan waktu tinggal (residence time). Daerah di bawah tanah yang terisi air disebut daerah saturasi (zona saturation). Pada daerah saturasi, setiap pori tanah dan batuan terisi air yang merupakan air tanah (groundwater). Batas atas daerah saturasi disebut water table yang merupakan peralihan antara saturasi yang banyak mengandung air dan daerah belum saturasi/jenuh (unsaturatedose zone) yang masih mampu menyerap air. Jadi, daerah saturasi berada di bawah daerah unsaturated (Gambar 2.2)
Permukaan Tanah Daerah Unsaturated (tak jenuh) Water table Air tanah/Groundwater (Daerah saturasi) Lapisan tanah bagian bawah
Gambar 2.2 Penampang melintang tanah dan posisi air tanah (groundwater) di dalam tanah (modifikasi Miller, 1992)
2.3.4.1 Kedudukan air tanah
Menurut Sutrisno (2004), air tanah dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: 1. Air Tanah Dangkal
Air tanah dangkal terdapat pada lapisan dengan kedalaman 15 meter. Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan demikian pula dengan sebagian bakteri sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melalui sumur-sumur dangkal.
Air tanah dangkal diperoleh dari sumur dangkal. Jenis sumur ini banyak terdapat di Indonesia dan mudah sekali terkontaminasi air kotor yang berasal dari
18
kegiatan masak-cuci-kakus (MCK). Keadaan ini dapat menjadi sumber pencemaran air sehingga persayaratan sanitasi yang ada perlu diperhatikan.
Hal-hal yang harus diketahui dalam pembuatan sumur dangkal ini adalah: 1. Sumur harus diberi tembok rapat air 3 meter dari muka tanah, agar
pengotoran oleh air permukaan dapat dihindarkan.
2. Sekeliling sumur harus diberi lantai rapat air selebar 1-1,5 m untuk mencegah terjadinya pengotoran dari luar.
3. Pada lantai harus diberi saluran pembuangan air kotor, agar air kotor dapat tersalurkan dan tidak mengotori sumur.
4. Pengambilan air sebaliknya dengan pipa kemudian air dipompa keluar. 5. Pada bibir sumur hendaknya diberi tembok pengaman setinggi 1 m.
Air tanah dangkal sebagai air minum bila ditinjau dari segi kualitas sedikit kurang baik. Kuantitas kurang cukup dan tergantung pada musim.
2. Air Tanah Dalam
Air tanah dalam atau air artesis adalah air yang berada pada kedalaman 100-300 meter. Air ini terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Pengambilan air tanah dalam tak semudah pada air tanah dangkal. Jika tekanan air tanah ini besar maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur
ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak keluar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.
Pada umumnya, kualitas dari air tanah dalam lebih baik dari air dangkal karena penyaringannya lebih sempurna dan bebas dari bakteri. Susunan unsur-unsur kimia tergantung pada lapisan tanah yang dilalui. Kualitas pada air tanah secara umum mencukupi (tergantung pada lapisan keadaan tanah) dan sedikit pengaruh oleh perubahan musim.
3. Mata Air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air tanah dalam. Mata air biasanya mempunyai kualitas yang baik jika air itu berasal dari suatu akuifer dan bukannya rembesan air sungai yang baru menempuh jarak pendek. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memelihara atau mempertahankan kualitas air yang baik ini dengan cara melindungi mata air dan sekelilingnya dari kontaminasi kotoran manusia dan binatang.
Berdasarkan keluarnya (munculnya permukaan tanah) terbagi atas rembesan, dimana air keluar dari lereng-lereng dan umbul dimana air keluar ke permukaan pada suatu dataran. Berdasarkan keluarnya mata air dapat dibedakan atas :
20
b. Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran.
2.3.4.2 Kualitas Fisik Air Tanah
Kualitas fisik air tanah akibat penyaringan secara alamiah akan tergantung pada:
a. Porositas tanah, yaitu semakin besar porositas tanah semakin besar kemampuan lapisan tanah untuk menyimpan air dan semakin besar pori-pori tanah semakin mudah dilalui air tanah.
b. Permeabilitas tanah, semakin besar permeabilitas tanah semakin mudah lapisan tanah itu dilalui air tanah, sehingga bahan-bahan kimia yang terlarut ataupun tersuspensi dalam air tanah lolos melalui pori-pori tanah.
c. Jenis batuan dalam tanah, karena batuan tersebut dapat mengandung berbagai bahan kimia, diantaranya ada yang mudah larut dalam air. Larutan zat kimia tersebut dalam air tanah dapat memengaruhi kualitas air tanah. Misalnya lapisan tanah yang mengandung zat besi yang berlebihan sehingga air tanah dapat berbau, berwarna dan berasa (Sutrisno T, 2006).
2.3.4.3 Kualitas Kimia Air Tanah
Susunan unsur-unsur kimia air tanah tergantung pada lapisan-lapisan tanah yang dilalui. Jika melalui tanah kapur, maka air itu akan menjadi sadah karena
mengandung Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2. Jika melalui batuan granit maka air itu lunak dan agresif karena mengandung gas CO2dan Mn(HCO)3(Sutrisno, 2006).