• Tidak ada hasil yang ditemukan

AISA 2015 6,010.895 17%Kenaikan/

Dalam dokumen ANALISIS PENGARUH CR DER DAN TAT TERHADA (Halaman 82-88)

Penurunan

Penjualan

Berdasarkan data pada table 4.4 diatas dapat diketahui bahwa nilai total asset turnover 10 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2007-2016. Tahun 2007 rata-rata total asset turnover 127% dimana total asset Rp. 1 menghasilkan penjualan Rp 1,27. Perusahaan yang memiliki TAT tertinggi di tahun 2007 yaitu FAST 261%, dan perusahaan yang memiliki TAT terendah AISA 61%. Sedangkan secara nominal pada tahun 2007 INDF merupakan perusahaan yang memiliki jumlah Asset terbesar yaitu Rp. 29,706 triliun yang menghasilkan penjualan Rp. 27,858 triliun.

Tahun 2008 rata-rata total asset turnover 140% terjadi kenaikan dari tahun 2007 sebesar 13%. Perusahaan yang memiliki total asset turnover tertinggi di tahun 2008 yaitu CEKA 324% dan yang terendah yaitu AISA 48%. Kenaikan rata-rata total asset turnover tahun ini terutama disebabkab oleh naiknya total asset turnover PT CEKA yang mencapai 192% dibandingkan tahun 2007, sehingga menyebabkan rata-rata total asset turnover secara keseluruhan ikut naik. Pada tahun 2008 CEKA mengalami kenaikan penjualan yang sangat signifikan mencapai 142%, sedangkan jumlah asset perusahaan turun 1% dari tahun 2007. Secara keseluruhan pada tahun 2008 tercatat 4 perusahaan mengalami kenaikan total asset turnover yaitu CEKA, DLTA, FAST, dan INDF, untuk PT DLTA, FAST, dan INDF kenaikan ini disebebakn oleh kenaikan penjualan. Perusahaan yang mengalami penurunan total asset turnover pada tahun ini yaitu AISA, MLBI, MYOR, ROTI, STTP dan ULTJ, penurunan ini terutama disebebkan oleh kenaikan jumlah asset perusahaan.

Tahun 2009 rata-rata total asset turnover 133% terjadi penurunan dari tahun 2007 sebesar 7%. Penurunan rata-rata total asset turnover tahun ini terutama disebabkab oleh turunya total asset turnover PT CEKA yang mencapai - 114% dibandingkan tahun 2008, sehingga menyebabkan rata-rata total asset turnover secara keseluruhan mengalami penurunan. Tahun 2008 CEKA mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan sebesar -39%, sedangkan jumlah asset turun 6%. Secara keseluruhan pada tahun 2008 tercatat 4 perusahaan mengalami penurunan total asset turnover yaitu AISA, CEKA, FAST, dan INDF. Perusahaan yang mengalami kenaikan total asset turnover pada tahun ini yaitu DLTA, MLBI, MYOR, ROTI, STTP dan ULTJ, kenaikan ini terutama disebebkan

oleh kenaikan penjualan kecuali STTP yang mengalami penurunan jumlah asset. Tahun 2010 rata-rata total asset turnover mengalami penurunan 18% dari tahun 2009 menjadi 116% dan merupakan yang terendah dalam 10 tahun terakhir (2007-2016). Perusahaan yang memiliki TAT tertinggi adalah FAST sebesar 126%, dan yang terendah AISA 36%. Penurunan rata-rata total asset turnover tahun ini disebebkan oleh turunya total asset turnover dari 6 perusahaan yaitu AISA, CEKA, DLTA, INDF, MLBI, dan ROTI, dan perusahaan yang mengalami penurunan tertinggi yaitu CEKA mencapai 126% yang disebabkan oleh menurunya jumlah penjualan perusahaan yang mencapai -40% dibandingkan tahun 2009.

Tahun 2011 rata-rata total asset turnover sebesar 119%, mengalami kenaikan dari tahun 2010 sebesar 3%. Pada tahun ini tercatat 5 perusahaan mengalami kenaikan TAT yaitu AISA, CEKA, DLTA, INDF dan ULTJ, adapun perusahaan yang mengalami kenaikan TAT tertinggi yaitu CEKA yang mencapai 66%, kenaikan ini disebabkan oleh naiknya penjualan perusahaan sebesar 72% sedangkan jumlah asset berkurang 3% dibandingkan tahun 2011. Perusahaan yang mengalami penurunan TAT yaitu FAST, MLBI, MYOR, ROTI dan STTP, penurunan ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan jumlah asset yang cukup tinggi terutama untuk PT MYOR, ROTI dan STTP masing-masing sebesar 50%, 34% dan 44%.

Tahun 2012 rata-rata total asset turnover 128% terjadi kenaikan dari tahun 2011 sebesar 9%. Kenaikan rata-rata total asset turnover tahun ini terutama disebabkab oleh naiknya total asset turnover PT DLTA yang mencapai 150% dibandingkan tahun 2011, sehingga menyebabkan rata-rata total asset turnover

secara keseluruhan ikut naik. Pada tahun 2012 DLTA mengalami kenaikan penjualan yang sangat signifikan mencapai 205%, dengan jumlah asset perusahaan naik 3% dari tahun 2011. Secara keseluruhan pada tahun 2012 tercatat 3 perusahaan mengalami kenaikan total asset turnover yaitu AISA, DLTA, dan ULTJ, sementara perusahaan yang mengalami penurunan total asset turnover pada tahun ini yaitu CEKA, FAST, INDF, MLBI, MYOR, ROTI, dan STTP.

Tahun 2013 rata-rata total asset turnover mengalami kenaikan sebesar 18% dari tahun 2014 menjadi 146%, dan ini merupakan kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir (2007-2016). Kenaikan rata-rata TAT disebabkan oleh naiknya TAT 5 perusahaan yaitu AISA, CEKA, MLBI, STTP dan ULTJ. Perusahaan yang mengalami kenaikan TAT tertinggi yaitu CEKA sebesar 127% dan berikutnya MLBI sebesar 64%, adapun kenaikan ini disebabkan oleh naiknya penjualan PT CEKA sebesar 125% dengan pertumbuhan asset sebesar 4%, untuk MLBI mengalami kenaikan penjualan sebesar 127% dengan pertumbuhan jumlah asset sebesar 55%. Perusahaan yang mengalami penurunan TAT yaitu FAST, INDF, MYOR dan ROTI, sedangkan DLTA jumlah perputaran assetnya sama seperti tahun 2012.

Tahun 2014 rata-rata total asset turnover sebesar 146%, sama seperti tahun 2013. Tercatat tahun ini 6 perusahaan mengalami kenaikan total asset turnover yaitu CEKA, INDF, MYOR, ROTI, STTP dan ULTJ, adapun perusahaan yang mengalami kenaikan TAT tertinggi adalah CEKA yang mencapai 52%, dan merupakan perusahaan yang memiliki TAT tertinggi di tahun ini yaitu 288%. Perusahaan yang mengalami penurunan TAT yaitu AISA, DLTA, FAST

dan MLBI, adapun perusahaan yang mengalami penurunan TAT tertinggi adalah MLBI sebesar -66% yang disebabkan oleh menurunya penjualan sebesar -16%.

Tahun 2015 rata-rata total asset turnover mengalami penurunan 18% dibandingkan tahun 2014, menjadi 128%. Penurunan ini disebabkan oleh menurunya TAT semua perusahaan di tahun ini. Perusahaan yang mengalami penurunan tertinggi yaitu DLTA sebesar 61%, kemudian CEKA sebesar 54%, dan STTP sebesar 29%, sementara 7 perusahaan lainya mengalami penurunan di bawah 10%. Penurunan TAT PT DLTA, CEKA dan STTP disebabkan oleh menurunya penjualan 3 perusahaan ini yang masing-masing sebesar 26%, 6%, dan 13%.

Tahun 2016 rata-rata total asset turnover 134%, mengalami kenaikan 6% dibandingkan tahun 2016. Tercatat 6 perusahaan mengalami kenaikan TAT yaitu AISA, CEKA, INDF, MLBI, MYOR dan ROTI, untuk PT AISA, MLBI, MYOR dan ROTI kenaikan TAT terutama disebabkan oleh naiknya penjualan 4 perusahaan ini terutama MLBI dan MYOR yang masing-masing mencapai 21% dan 23%, untuk INDF kenaikan TAT lebih disebabkan oleh menurunya jumlah asset perusahaan sebesar -11%, sedangkan untuk CEKA terjadi kenaikan penjualan sebesar 18% dan penurunan jumlah asset -4% sehingga menyebabkan TAT mengalami kenaikan sangat tinggi sebesar 54%.

4.1.2.1 Variabel Y (Return on Equity)

Return on Equity merupakan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan dan mengembalikan kembali modal sendiri atau pemegang saham yang digunakan dalam bentuk deviden. Semakin besar ROE mencerminkan semakin baik kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan

dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Sawir (2009)

merumuskan rasio ini sebagai berikut: ROE=Laba Bersih Setelah PajakTotal Equitas

x

100%

Berikut merupakan data ROE 10 Perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI (2007-2016).

Tabel 4.5

Perkembangan Return on Equity 10 Perusahaan Makanan dan Minuman

Periode 2007-2016

PT TAHUN EAT

Kenaikan/

Perubahan

EAT

MODAL

SENDIRI

Dalam dokumen ANALISIS PENGARUH CR DER DAN TAT TERHADA (Halaman 82-88)

Dokumen terkait