KENAIKAN/
PENURUNA
N UTANG
PT TAHUN
TOTAL
EQUITAS
UTANG
KENAIKAN/
PENURUNA
N UTANG
PT TAHUN
TOTAL
EQUITAS
UTANG
KENAIKA
N/
PENURUN
AN UTANG
Berdasarkan data pada table 4.3 diatas dapat diketahui bahwa nilai debt to equity ratio 10 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2007-2016. Tahun 2007 rata-rata debt to equity ratio 115% dimana total hutang Rp. 1,15 di jamin dengan modal Rp 1. Perusahaan yang memiliki DER tertinggi di tahun 2007 yaitu INDF 261%, dan perusahaan yang memiliki DER terendah STTP44%. Sedangkan secara nominal pada tahun 2007 INDF merupakan
perusahaan yang memiliki jumlah utang terbesar yaitu Rp. 18,795 triliun yang dijamin dengan equitas Rp. 7,191 triliun.
Tahun 2008 rata-rata debt to equity ratio 129% terjadi kenaikan dari tahun 2007 sebesar 14%. Perusahaan yang memiliki debt to equity ratio tertinggi di tahun 2008 yaitu INDF 308% dan yang terendah yaitu DLTA 34%. Tahun 2008 debt to equity ratio 6 perusahaan mengalami kenaikan yaitu AISA, DLTA, INDF, MYOR, ROTI, dan STTP, kenaikan ini disebebakan oleh tingginya jumlah utang 6 perusahaan ini, terutama MYOR dan ROTI yang masing-masing sebesar 110% dan 119%. Perusahaan yang mengalami penurunan debt to equity ratio pada tahun ini yaitu CEKA, FAST, MLBI dan ULTJ, penurunan ini disebebkan oleh kenaikan penggunaan modal yang cukup tinggi 3 perusahaan yaitu FAST, MLBI, dan ULTJ terutama MLBI yang mencapai 74%, sedangkan untung CEKA terjadi penurunan jumlah utang.
Tahun 2009 rata-rata debt to equity ratio 178%, mengalami penurunan yang cukup tinggi sebesar 49% dari tahun 2008. Perusahaan yang memiliki debt to equity ratio tertinggi yaitu MLBI 844%, dan yang memiliki debt to equity ratio terendah yaitu DLTA 27%. Tahun 2009 tercatat 7 perusahaan mengalami penurunan yaitu CEKA, DLTA, INDF, MYOR, ROTI, STTP dan ULTJ, penurunan ini terutama disebebkan oleh turunya utang lancar 8 perusahaan ini dan CEKA merupakan perusahaan yang mengalami penurunan DER tertinggi yaitu 69%. Perusahaan yang mengalami kenaikan struktur modalnya yaitu MLBI dan AISA yang masing- maisng mencapai 671% dan 54%.
Tahun 2010 rata-rata deb to equity ratio yaitu 94%, mengalami penurunan cukup tinggi 83% dari tahun 2009 dan merupakan penurunan yang tertinggi dalam
kurun waktu 2007-2016. Penurunan rata-rata debt to equity ratio terutama disebabkan oleh turunya debt to equity PT INDF dan MLBI yang sangat tinggi yang masing- masing sebesar 155% dan 703% sehingga membuat rata-rata DER tahun ini turun cukup tinggi, adapun penurunan DER 2 PT disebabakan oleh naiknya penggunaan equitas 2 perusahaan ini, INDF sebesar 45% dan MLBI 348%. Pada tahun 2011 tercatat 5 perusahaan mengalami penurunan DER yaitu DLTA, FAST, INDF, MLBI dan ROTI, sementara 5 perusahaan lainya mengalami kenaikan yaitu AISA, CEKA, MYOR, STTP dan ULTJ.
Tahun 2011 rata-rata deb to equity ratio kembali mengalami penuruanan menjadi 87%, mengalami penurunan 7% dari tahun 2010. Penurunan rata-rata debt to equity ratio terutama disebabkan oleh turunya debt to equity PT AISA dan CEKA yang sangat tinggi yang masing- masing sebesar 127% dan 72% sehingga membuat rata-rata DER tahun ini turun cukup tinggi, adapun penurunan DER PT AISA disebabkan naiknya penggunaan modal sendiri yang sangat tinggi mencapai 203% atau sebesar 1,228 triliun, sementara itu untuk PT CEKA penurunan DER terutama disebabkan oleh penrunan utang perusahaan yang mencapai -23%. Pada tahun 2011 tercatat 4 perusahaan mengalami penurunan DER yaitu AISA, CEKA, INDF, dan MLBI sementara 6 perusahaan lainya mengalami kenaikan yaitu DLTA, FAST, MYOR, ROTI, STTP dan ULTJ.
Tahun 2012 rata-rata debt to equity ratio 106%, mengalami kenaikan dari tahun 2011 sebesar 19%. Perusahaan yang memiliki debt to equity ratio tertinggi adalah MLBI sebesar 249% sekaligus merupakan perusahaan yang mengalami kenaikan DER tertinggi tahun ini yaitu 119%, sementara debt to equity ratio terendah DLTA sebesar 25%. Pada tahun ini 6 perusahaan mengalami kenaikan
DER yaitu CEKA, DLTA, INDF, MLBI, ROTI dan STTP, penyebab naiknya DER CEKA, DLTA, INDF, ROTI dan STTP disebabkan oleh naiknya jumlah utang perusahaan, sementara untuk MLBI kenaikan DER lebih disebabkan oleh penurunan equitas dari perusahaan yang mencapai -38%. Perusahaan yang mengalami penurunan DER yaitu AISA, FAST, MYOR dan ULTJ.
Tahun 2013 rata-rata debt to equity ratio perusahaan makanan dan minuman 94%, terjadi penurunan 12% dari tahun 2013. Pada tahun ini tercatat 5 perusahaan mengalami penurunan debt to equity ratio yaitu PT CEKA, MLBI, MYOR, STTP, dan ULTJ, penurunan rata-rata DER sendiri disebabkan oleh kenaikan penggunaan modal sendiri 5 perusahaan ini, terutama MLBI yang mencapai 199%, sementara perusahaan yang mengalami kenaikan DER yaitu AISA, DLTA, FAST, INDF, dan ROTI.
Tahun 2014 rata-rata debt to equity ratio sebesar 121%, terjadi kenaikan dari tahun 2013 sebesar 27%. Perusahaan yang memiliki debt to equity ratio tertinggi di tahun 2014 yaitu MLBI 302% dan yang terendah yaitu ULTJ 28%. Kenaikan debt to equity ratio tahun ini terutama disebabkab oleh naiknya debt to equity ratio dari PT MLBI yang mencapai 222% dibandingkan tahun 2013, sehingga menyebabkan rata-rata debt to equity ratio secara keseluruhan ikut naik. Penyebab naiknya DER MLBI tahun 2014 karena terjadinya penurunan equitas yang sangat signifikan mencapai -44%, sedangkan jumlah utang naik 111% dari tahun 2013. Secara keseluruhan pada tahun 2014 tercatat 6 perusahaan mengalami kenaikan debt to equity ratio yaitu CEKA, DLTA, FAST, INDF, MLBI dan MYOR, sementar perusahaan yang mengalami penurunan DER yaiut ASIA, ROTI, STTP dan ULTJ.
Tahun 2015 rata–rata debt to equity ratio mengalami penurunan 17% menjadi 104%. Debt to equity ratio tertinggi yaitu CEKA 132% dan yang terendah DLTA 22%. Pada tahun ini tercatat 7 perusahaan mengalami penurunan DER yaitu CEKA, DLTA, INDF, MLBI, MYOR, STTP dan ULTJ. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan jumlah equitas perusahaan 7 perusahaan ini, terutama MLBI yang mencapai 174%, selain itu untuk MLBI, DLTA dan MYOR turunya utang perusahaan semakin membuat DER perusahaan semakin menurun. Tahun 2016 rata – rata DER kembali mengalami kenaikan sebesar 54% menjadi 289%. Perusahaan yang memiliki Debt to equity ratio tertinggi yaitu DLTA sebesar 117% dan terendah ULTJ 21%. Penurunan rata-rata debt to equity ratio tahun ini disebabkan oleh menurunya DER 7 perusahaan yaitu AISA, CEKA, DLTA, INDF, MYOR, ROTI dan ULTJ, adapun menurunya total utang perusahaan diantaranya AISA, CEKA, DLTA, INDF, dan ROTI, sementara untuk MYOR dan AISA disebabkan oleh naiknya equitas perusahaan yang cukup tinggi mencapai 106% dan 117%.
4.1.2.3 Variabel X3 (Total Asset Turnover)
Total asset turnover merupakan rasio antara jumlah aktiva yang digunakan dengan jumlah penjualan yang diperoleh selama periode tertentu. Semakin besar rasio ini semakin baik yang berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba dan menunjukkan semakin efisien penggunaan keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan. Kasmir (2008) merumuskan Total Asset
Turnover sebagai berikut: Total HutangTotal Aktiva
x
100%.Tabel 4.4
Perkembangan Total Asset Turnover 10 Perusahaan Makanan dan Minuman
Periode 2007-2016