• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Dakwah Pencerahan Untuk Keluarga Dhuafa

BAB II PEMBAHASAN

H. Potret dan Masalah Keluarga Dhuafa

I. Pendekatan Dakwah Pencerahan Untuk Keluarga Dhuafa

Dakwah pencerahan untuk keluarga Indonesia berkemajuan adalah dakwah Islam untuk bangsa dan negara. Strategi dakwah pemberdayaan bisa dilakukan melalui tiga cara:

melalui pengembangan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi dan karitas dalam artian terpenuhinya kebutuhan pokok.

16

Dalam surah al maun ayat 1-7. Ayat ini menyetir suatu klausul bahwa mereka yang membentak anak yatim dan tidak menggerakkan masyarakat dalam memberi makan orang miskin dianggap sebagai orang yang mendustakan agama. Ayat ini juga menjelaskan bahwa orang yang tidak memberikan kepada orang miskin barang yang bermanfaat, atau orang yang suka memberikan barang yang tidak bermanfaat dianggap sebagai orang yang telah melalaikan salat. Pada hal dalam Islam, salatadalah tiang agama.

Kemudian semangat dalam berbagi rezeki yang dalam ekonomi Islam biasa disebut distribusi kekayaan kepada golongan yang termarginalkan, telah diuraikan dengan jelas dalam Al-Qur‟an . Misalnya dalam surah al-Taubah ayat 60 digambarkan bahwa dakwah pencerahan dalam aspek ekonomi yaitu mendisribuskan kekayaan kepada keluarga miskin, bukan kepada keluarga kaya. pandangan Muhammadiyah kelompok masyarakat duafa sebetulnya mengalami deprivation trap, yaitu perangkap kemiskinan yang terdiri dari lima unsur yaitu kemiskinan itu sendiri, kelemahan fisik, keterasingan atau isolasi, kerentanan, dan ketidakberdayaan. Kelima unsur ini sering saling berkaitan sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang benar-benar mematikan peluang hidup orang, dan akhir- akhirnya menimbulkan proses marjinalisasi. Mereka termasuk kelompok masyarakat miskin dalam berbagai aspeknya, sehingga masuk dalam kategori duafa dan mustadafin, yakni lemah dan dilemahkan atau tertindas oleh sistem yang memarjinalkan dirinya

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan dan Saran

Keluarga sakinah adalah keluarga ideal, dimana keluarga sakinah mengandung makna keluarga yang diliputi rasa damai, tentram, tenang dan Bahagia. Landasan terciptanya keluarga Sakinah adalah tauhid yaitu adanya kesadaran bahwa semua proses dan keadaan kehidupan kekeluargaan harus berpusat pada Allah SWT. Dalam membangun keluarga sakinah perlu dilandaskan pada lima asas yaitu: Asas Pemuliaan Manusia (Karamah Insaniyyah), Asas Pola Hubungan Kesetaraan, Asas Keadilan, Asas Kasih Sayang (Mawaddah Wa Rahmah), serta Asas Pemenuhan Kebutuhan Hidup Sejahtera Dunia Akhirat (Al-Falah). Dalam sisi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan salah satunya memerlukan kehadiran satuan-satuan keluarga sakinah sebagai modal terwujudnya qaryah thayyibah.

Dakwah adalah usaha para ulama dan orang-orang yang memiliki pengetahuan agama Islam untuk memberikan pengajaran kepada khalayak umum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tentang hal-hal yang mereka butuhkan dalam urusan dunia dan keagamaan. Pada kelompok miskin Muhammadiyah mengajukan konsep dakwah sosial. Dakwah sosial adalah kegiatan dakwah dalam bentuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan yang tidak hanya berupaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat terkait dengan hal-hal ibadah saja, melainkan juga kegiatan yang memberikan ruang bagi mereka untuk memperkuat kemampuan sosialnya, seperti mengembangkan diri dan kepercayaan diri, meningkatkan optimisme, serta kegiatan keagamaan yang dirasakan dampak sosial dan ekonominya secara lebih nyata. Selain terhadap kelompok miskin, Muhammadiyah juga memberikan perhatian terhadap masyarakat marjinal. Masyarakat marjinal adalah istilah untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang secara sosial, ekonomi dan politik “terpinggirkan”. Tingginya kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang masih hidup dalam kesusahan, dan kebergantungan kepada orang laian. Maka dari itu Muhammadiyah juga mengusungkan Dakwah pencerhanan yang di lakukan dengan strategi dakwah pemberdayaan yang bisa dilakukan dengan tig acara yaitu melalui pengembangan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi dan karitas dalam artian terpenuhinya kebutuhan pokok.

Terakhir saran dari penulis janganlah kita selalu melihat keatas dalam hal dunia.

Lihatlah kebawah bagaimana kondisi saudara-saudari kita yang setiap harinya mencari tempat untuk beristirahat, berjalan berpuluh kilo meter untuk mencari makan. Sebagai orang yang berkecukupan patutnya kita bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, dan alangkah lebih baik lagi kalau kita turut membantu meringani beban saudara-saudari kita yang kekurangan, membantu tidak selalu dengan materi, bisa dengan tenaga dan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Amila, Fitria Rochimah. (2020.) Dampak Kuliah Daring Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Ditinjau dari Aspek Psikologi. Kalimantan Selatan.

Asmaya, Enung. (2012). Implementasi Agama Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah.

Jurnal Dakwah dan Komunikasi. Vol.6 No.1. ISSN: 1978-1261. Purwokerto.

Retrieved from

http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/komunika/article/view/341 Aziz, Moh.Ali. (2017). Ilmu Dakwah Edisi Revisi. Jakarta: Kencana. Retrieved

from https://bit.ly/3ozRmeC

Basir, Sofyan. (2019). Membangun Keluarga Sakinah. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam. Vol.6 No.2. ISSN: 2407-540X. Makasar. Retrieved from http://journal.uin- alauddin.ac.id/index.php/Al-Irsyad_Al-Nafs/article/view/14544

Gunawan, Andri. (2018). Kemuhammadiyahan. Yoyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah. Retrieved from Buku Kemuhammadiyahan.pdf

Health, World Organization. (2003). Kesehatan Mental dalam Kedaruratan. Geneva.

Indra, Putu Agung Indra. (2016). Psikolog Ungkap Peran Keluarga Atasi Persoalan Bangsa. Diakses pada 15 Oktober 2021, dari https://tirto.id/psikolog-ungkap-

peran-keluarga-atasi-persoalan-bangsa-bCUX

Kristiani, Yuanita Wahyu Widiastuti, Upik Elok Endang Rasmani, Siti Wahyuningsih.

(2020). Mengkaji Penerapan E-Learning pada Anak Usia Dini. Surakarta.

Masyhadi, Anisia Kumala dan Yulistin Tresnawaty. (2019). Keluarga Sakinah dan Konstruksi Alat Ukurnya. Jurnal Ilmiah Psikologi: Kajian Empiris & Non- Empiris. Vol.5 No.1. Jakarta. Retrieved from

https://jipp.uhamka.ac.id/index.php/jipp/article/view/46

Susanty, Ria. (2019). Anak Jalanan Penjual Koran dan Pengemis di Kota Semarang.

Skripsi.Program Studi Antrpologi Sosial. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Diponegoro. Semarang. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/81081/

Dokumen terkait