• Bahwa pelaksanaan pengamanan terhadap kampanye Pemilukada di Aceh Tengah sejak awal kampanye situasi tetap kondusif di Aceh Tengah, namun menjelang akhir kampanye ada perubahan jadwal yang dilakukan oleh KIP Aceh Tengah tanpa didahului oleh pertimbangan dari para kandidat.
• Ada perubahan jadwal kampanye tanpa memberitahu dari para kandidat dan itu pun ditandatangani oleh komisioner, bukan oleh Ketua KIP Aceh Tengah dan akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat.
• Kemudian setelah para kandidat melakukan protes kepada Ketua KIP Aceh Tengah, timbullah surat baru yang menyatakan bahwa surat tersebut adalah batal dan tetap melakukan kegiatan sesuai dengan tahapan semula.
• Ada dua surat yang Saksi terima pada waktu itu, yaitu pertama adalah surat perubahan jadwal dan kedua adalah surat untuk menyatakan pembatalan terhadap perubahan jadwal tersebut.
• Kemudian ada lagi hal yang terkait dengan masalah tahapan kampanye adalah masalah debat kandidat yang tidak dilakukan oleh KIP Aceh Tengah karena persoalan anggaran dan SDM.
• Pada masa tenan, Pak Tanwier menjabat sebagai Pj Bupati Aceh Tengah. • Adanya pemindahan kotak suara yang semula berada di kantor KIP Aceh
Tengah yang dipindahkan ke Polres Aceh Tengah.
• Pada tanggal 11 April 2012 terdapat kurang lebih 3.000 orang demonstrasi ke KIP.
• Salah satu tuntutan mereka adalah mereka tidak percaya lagi kalau kotak suara ada di KIP Aceh Tengah dan situasi massa waktu itu sangat mencekam.
• Saksi melakukan pengamanan antara lain penyegelan kantor dan larangan masuk ke dalam ruangan.
• Maka keluarlah surat dari Panwas Aceh Tengah yang menyatakan bahwa untuk tahapan pemilukada dihentikan sementara. Surat panwas tersebut ditujukan kepada seluruh pihak di Aceh, termasuk juga Muspida Provinsi Aceh.
• Bahwa berapa hari kemudian muncullah kembali surat dari Ketua KIP Provinsi Aceh yang menyatakan bahwa tahapan Pemilukada dilaksanakan.
• Untuk tindak pidana pemilukada yang dilaporkan oleh Panwas ada dua, yaitu, pertama LP 001/4 tanggal 23 April 2012 tentang kejadian 14 orang penduduk
• Majalengka Jawa Barat mendapatkan undangan untuk memilih dalam Pilkada Aceh Tengah dan terdaftar dalam DPS dan DPT namun yang bersangkutan tidak memiliki KTP Aceh Tengah. Kedua yaitu LP 002/IV/2012 tanggal 27 April 2012 tentang masalah money politic.
• Adanya surat pernyataan yang isinya bahwa Pasangan Calon Nomor Urut 10 atas nama Nasaruddin, M.M. memberikan uang Rp160.000.000,00 kepada Kampung Blang Kolak I melalui kepala kampung atas nama Yahman dan Imam, kampung atas nama Tengku Abdul Azis untuk pembelian tanah, dengan syarat harus memilih Pasangan Calon Nomor Urut 10 pada Pilkada Aceh Tengah 2012.
5. Anwar
• Saksi adalah Wakil Ketua Tim Sukses Nomor Urut 11 dan mantan Ketua DPRD Aceh Tengah;
• DPT untuk Pemilukada Kabupaten Aceh Tengah ditetapkan pada tanggal 2 Maret 2012 berjumlah 122.239 orang. Softcopy-nya disampaikan pada tanggal 21 Maret 2012;
• Setelah Tim mempelajari softcopy DPT ternyata terdapat DPT ganda, yiatu pertama, NIK sama, nama sama, terdapat dibeberapa TPS. Kedua, ada yang terdapat di dua TPS, di tiga TPS sampai ke delapan TPS, kemudian NIK yang kurang dari 16 digit berjumlah 2.209, tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Aceh Tengah, NIK yang lebih dari 16 digit, tersebar di 14 kecamatan berjumlah 660 orang. NIK kosong tanpa NIK di dalam DPT tersebar di 14 kecamatan berjumlah 6.572. Sedangkan DPT ganda yang mempunyai NIK lengkap, tetapi terdapat di beberapa TPS berjumlah 3.254. Terhadap DPT ganda Tim Sukses tidak mengajukan keberatan, karena Tim Sukses Nomor Urut 7 sudah mengajukan keberatan;
• Terhadap madalah DPT. KIP kemudian mengeluarkan surat kepada seluruh KPPS dan PPS untk mencoret DPT ganda apabila ditemukan. Mengenai pencoreta DPT hanya satu PPS yang melaporkan, yaitu PPD Desa Kemili yang mencoret 54 pemilih;
• Bahwa dari pelaksanaan Pemilukada, sepegentahuan saksi, para pemilih semuanya melakukan pemilihan;
• Bahwa dalam Pemilukada Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012, KIP Kabupaten Aceh Tengah telah mencetak surat suara yang melebihi dari ketentuan. Sesuai dengan surat dari CV Cahaya Intan, Sidorojotok tanggal 15 Maret 2012. Pengiriman surat suara kepada KIP Aceh Tengah berjumlah 128.424, kemudian surat dari CV Cahaya Intan pada tanggal yang sama menyampaikan kepada KIP bahwa ada 808 kertas suara lebih dicetak harus dimusnahkan. Namun sampai hari ini belum dimusnahkan oleh KIP Kabupaten Aceh Tengah. Pada saat pencetak surat suara Anggota Panwas juga ikut mengawasi, pada tanggal 3 April 2012 membuat surat keterangan bahwa kertas surat suara yang dicetak berjumlah 129.227, akan tetapi Anggota Panwas tersebut diancam. Terhadap tindakan pengancaman itu, Anggota Panwas dimaksud sudah melaporkannya kepada pihak kepolisian; • Bahwa saksi melakukan uji petik di TPS tempat saksi memilih, saksi melihat
saksi mandat yang menyerahkan mandat tidak diberi bukti serah terima mandat dan tidak diberi salinan DPT. Meskipun DPT ditempel di TPS;
• Di di TPS 38, Kecamatan Bebesan DPTnya ada 308 orang, tetapi saksi tidak mengetahui jumlah suara sah dan suara tidak sah, karena setelah saksi memilih, saksi mengawasi TPS-TPS lain;
• Bahwa yang saksi ketahui, rekapitulasi pada tanggal 16 April 2012 dibatalkan. Kemudian saksi mendapat undangan tanggal 10 Mei 2012 untuk rekapitulasi tanggal 11 Met 2012 yang bertempat di Polres Aceh Tengah, namun rekapitulasi tanggal 11 Mei 2012 juga gagal karena ada lima kecamatan yang belum dihitung. Kemudian ditunda lagi pada tanggal 12 Mei 2012, namun rekapitulasi tetap gagal dilaksanakan. Terakhir rekapitulasi dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2012;
• Pada saat rekapitulasi tanggal 15 Mei 2012, saksi menyatakan keberatan karena TPS 6 dan TPS 7 belum dilakukan pemungutan suara ulang sesuai rekomendasi Panwas. Atas hal tersebut KIP Kabupaten Aceh Tengah menyatakan agar keberatan dituangkan dalam formulir keberatan. Demikian juga dengan janji KIP Aceh yang akan memberikan jawaban tertulis, KIP Kabupaten Aceh Tengah menyakan agar dituangkan dalam formulir keberatan.
• Pada saat rekapitulasi tingkat KIP Kabupaten Aceh Tengah, Panwas melakukan “walk out” karena rekomendasinya tidak ditanggapi oleh KIP Kabupaten Aceh Tengah;
• Saksi ketika rekapitulasi tingkat KIP Kabupaten Aceh Tengah hanya menandatangani daftar absensi. Hanya saksi Nomor Urut 10 saja yang menandatangani Formulir Model DA dan lampirannya;
• Bahwa menurut saksi Kandidat Nomor 10 melakukan berbagai pelanggaran seperti yang termuat dalam video yang disebarkan dalam bentuk CD;
• Bahwa sepengetahuan saksi ada perbedaan tanda tangan saksi-saksi dan dua anggota KPPS antara di Formulir C-KWK.KIP-AT dengan Formulir C1-KWK.KIP-AT di 9 kecamatan;
• Bahwa saksi mendengar dari Ivan Astavan, agar membuat catatan secara benar karena banyak terjadi pelanggaran;