• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Tentang pengajuan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum yang telah lewat waktu:

1.1. Bahwa para Pemohon dalam mengajukan Permohonan kepada Termohon secara hukum telah melampaui batas waktu dalam mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi terhadap surat keputusan KIP Aceh Tengah Nomor 67/KPTS/KIP-AT.001.434492/2012 tanggal, 15 Mei 2012 dan Nomor 33/BA/V/2012 tanggal 15 Mei 2012 tentang Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kab. Aceh Tengah Tahun 2012;

1.2. Hal ini Termohon kemukakan dengan mengacu kepada ketentuan UU Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana yang yang telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi Pasal 74 ayat (3) berbunyi: “Permohonan hanya dapat diajukan dalam jangka waktu paling lambat 3 x 24 jam (tiga kali dua puluh empat jam) sejak Komisi Pemilihan mengumumkan penetapan hasil Pemilihan Umum secara nasional ”;

1.3. Bahwa, surat Keputusan KIP Nomor 67/KPTS/KIP-AT.001.434492/2012 ditetapkan tanggal 15 Mei 2012, selanjutnya para Pemohon mengajukan Permohonan keberatan atas penetapan tersebut ke Mahkamah Konstitusi terhadap Termohon tanggal 22 Mei 2012. Waktu telah mencapi 7 x 24 Jam (tujuh kali dua puluh empat) jam hal ini jelas bertentangan dengan Pasal 74 ayat (3);

1.4. Bahwa, UU Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2011 pada Pasal 74 ayat (3) tentang jangka waktu telah cukup tegas dinyatakan jangka waktu permohonan suatu perkara ke Mahkamah Konstitusi paling lambat adalah 3 x 24 jam. Undang-Undang adalah merupakan hukum positif yang harus dipatuhi oleh masyarakat Indonesia dan tidak dapat ditafsirkan lain;

1.5. Demikian halnya dalam peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah pada Mahkamah Konstitusi pada

Pasal 5 ayat (1) mengatakan, “Permohonan pembatalan penetapan hasil pemungutan suara Pemilukada diajukan ke Mahkamah Konstitusi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah Termohon menetapkan hari hasil penghitungan suara Pemilukada didaerah yang bersangkutan”;

2. Tentang Permohonan para Pemohon tidak memenuhi syarat sebagai sengketa Pemilihan Umum dan Salah Objek (error in objecto).

2.1. Bahwa objek utama keberatan dalam Permohonan para Pemohon adalah terhadap Keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah tertanggal 15 Mei 2012 Nomor 67/KPTS/KIP-AT.001.434492/2012 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah terpilih Hasil Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kab. Aceh Tengah Tahun 2012 juncto Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012 berupa Berita Acara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah tertanggal 15 Mei 2012 Nomor 33/BA/V/2012 tentang Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kab. Aceh Tengah Tahun 2012;

2.2. Bahwa selanjutnya pada petitum angka 2 para Pemohon meminta pembatalan terhadap Surat KIP Aceh Tengah Nomor 33/BA/V/2012 tertanggal 15 Mei 2012 tentang Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tengah oleh KIP Kabupaten Aceh Tengah. Dalam hal ini para Pemohon telah salah (error in Objecto) menjadikan surat Nomor 33/BA/V/2012 karena berita acara tersebut adalah merupakan kesepakatan dimulainya penghitungan suara rekapitulasi ditingkat KIP Kabupaten Aceh Tengah yang ditandatangani oleh seluruh saksi yang hadir dan KIP Aceh Tengah dengan menunjukkan jam dimulainya perekapan yaitu pukul 14.00 WIB hingga ditutup puluk 21.35 WIB;

2.3. Bahwa selanjutnya Termohon mulai merekap hasil penghitungan suara se-Kabupaten Aceh Tengah sampai dengan selesai dituangkan

dalam Formulir DB-1.KWK.KIP.AT yang mana Formulir tersebut dibagikan kepada seluruh saksi kandidat yang hadir. Maka yang seharusnya menjadi objek Permohonan adalah juga Formulir DB-1.KWK.KIP.AT bukan saja surat keputusan Nomor 67/KPTS/KIP-AT.001.434492/2012 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah terpilih Hasil Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012 juncto Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012 berupa Berita Acara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah tertanggal 15 Mei 2012 Nomor 32/BA/V/2012 tentang Berita Acara Rapat Pleno Tertutup Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tengah (Bukti T-2);

2.4. Bahwa mengenai objek permohonan para Pemohon yang error in objecto bukanlah sesuatu yang mengada-ada namun memiliki landasan hukum yang jelas yakni merujuk pada yurispruden Mahkamah Konstitusi Nomor 74/PHPU-D.VIII/2010 dalam perkara Pemilukada Kabupaten Luwu Timur yang menyatakan:

“...Berdasarkan objek permohonan a quo, Mahkamah berpendapat bahwa yang menjadi objek utama permohonan Pemohon adalah Keputusan Termohon Nomor 30/SK/P.KWK/KPU-LT/VII/2010 tanggal 1 Juli 2010 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2010, sedangkan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Tingkat Kabupaten/Kota oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur, tertanggal 28 Juni 2010 merupakan objek permohonan Pemohon yang kedua dengan demikian, Pemohon telah salah dalam menempatkan dan menjadikan objek utama permohonannya berupa keputusan KPU Luwu Timur tentang Pasangan Calon Terpilih. Hasil Rekapitulasi suara pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Luwu Timur dituangkan oleh KPU Kabupaten Luwu Timur dalam bentuk

berita acara rapat pleno pengkitungan rekapitulasi suara. Oleh karena itu, seharusnya yang menjadi objek sengketa perselisihan pemilukada berdasarkan Pasal 106 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Pasal 4 PMK Nomor 15 Tahun 2008 adalah Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Luwu Timur, tanggal, 28 Juni 2010 berikut lampirannya. Karena KPU Kabupaten Luwu Timur tidak menerbitkan Keputusan tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka permohonan Pemohon salah mengenai objeknya (error in objecto)”;

2.5. Mencermati putusan tersebut di atas dan berbagai putusan Mahkamah lainnya mengenai objek sengketa dapat disimpulkan bahwa standar objek sengketa adalah hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh Termohon dalam perkara a quo adalah Berita Acara Komisi Independen Pemilhan (KIP) Kabupaten Aceh Tengah tertanggal 15 Mei 2012 Nomor 32/BA/V/2012 dan juga Formulir DB-1.KWK.KIP.AT vide eksepsi Termohon poin 2.1, poin 2.2 dan poin 2.3 di atas dan bukan objek sengketa sebagaimana yang terdapat dalam perubahan Permohonan para Pemohon tentang Berita Acara Komisi Independen Pemilihan Nomor 33/BA/V/2012 tanggal,15 Mei 2012 ; 2.6. Berdasarkan uraian tersebut di atas, Pihak Termohon memohon

keadilan formil sekaligus substantif kepada Mahkamah Konstitusi agar mengabulkan eksepsi Termohon meskipun diakui eksepsi bersifat formil/prosedural namun merupakan pintu masuk bagi keadilan substantif. Apalagi eksepsi Termohon sangat beralasan dan memiliki dasar hukum yang kuat yaitu Pasal 106 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 4 Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 15 Tahun 2008 dan Yurisprudensi Mahkamah Konstitusi sebagaimana disebutkan di atas; 3. Tentang perbaikan dan perubahan Permohonan para Pemohon.

3.1. Bahwa, para Pemohon dalam perkara a quo mengajukan Permohonan tertanggal 23 Mei 2012 memohonkan pembatalan Berita Acara Nomor 32/BA/V/2012 tanggal 15 Mei 2012 tentang

Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012 selanjutnya dalam perubahan Permohonan para Pemohon tanggal, 30 Mei 2012 pada persidangan pertama di Mahkamah Konstitusi mengganti objek sengketa menjadi Berita Acara Nomor 33/BA/V/2012 tanggal 15 Mei 2012 tentang berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tengah oleh KIP Kabupaten Aceh Tengah;

3.2. Sehubungan poin 3.1 bantahan ini maka perubahan Permohonan para Pemohon secara yuridis tidak dapat dibenarkan oleh karena merubah materi (objek sengketa) dan Petitum Permohonan sehingga permohonan para Pemohon secara yuridis harus dinyatakan tidak dapat diterima;

4. Bahwa para Pemohon tidak menguraikan secara jelas, cermat, dan lengkap mengenai alasan-alasan yang dapat membatalkan dan/atau mengulang Pemilukada di Kabupaten Aceh Tengah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi;

5. Oleh karena itu secara hukum Mahkamah Konstitusi menyatakan dalam putusannya bahwa Permohonan para Pemohon dinyatakan tidak dapat diterima;

Dokumen terkait