• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALIH AKSARA GUGUS DAN DERET KONSONAN

Dalam dokumen BAB II ALIH AKSARA BUNYI KONSONAN SEPADAN (Halaman 51-56)

A. Alih Aksara Gugus Konsonan

Gugus fonem dalam bI ditandai dengan adanya dua huruf fonem yang berbeda dalam satu silabel atau suku kata (Chaer, 2009: 83). Akan tetapi, dalam bA tidak mengenal adanya gugus konsonan. Hal ini dikarenakan fonem konsonan bA selalu diikuti dengan bunyi vokal (harakat). Namun, pada penelitian ini ditemukan adanya representasi gugus konsonan bI yang direpresentasikan dalam bA. Penulisan gugus konsonan bA ini disesuaikan dengan cara pengucapan pada kosakata bI. Berikut ini merupakan bentuk representasi gugus konsonan dari fonem-fonem bI ke bA yang terdapat dalam majalah AI.

Gugus Konsonan /br/

No. bI bA Transliterasi Sumber

148 Bromo Bru>mu> E.110h.17

Gugus Konsonan /pr/

No. bI bA Transliterasi Sumber

149 Pratikno Ba>ra>ti>knu> E.110h.11 150 Priyono Briyu>nu> E.113h.26

Gugus Konsonan /pl/

No. bI bA Transliterasi Sumber

Gugus Konsonan /tr/

No. bI bA Transliterasi Sumber

152 Trawangan Tra>wa>nja>n E.107h.7 Trawa>ngha>n E.107h.6 153 Tri Rismaharini Tri> Ri>sma>ha>ri>ni> E.112h.40 Gugus Konsonan /dr/

No. bA bI Transliterasi Sumber

154 Sunan Drajat Su>na>n Dra>ja>t E.113h.18

155 Indroyono Soesilo Indru>yu>nu> Su>si>lu> E.110h.11 Gugus Konsonan /sr/

No. bI bA Transliterasi Sumber

156 Sriwijaya Sri>wi>ja>ya> E.107h.11

Gugus Konsonan /mr/

No. bI bA Transliterasi Sumber

157 Mrican Mri>tsya>n E.109h.9 Tabel 49. Alih Aksara Gugus Konsonan

Pada tabel 49 menunjukkan adanya beberapa kasus alih aksara gugus konsonan dalam bA. Penulisan gugus konsonan dalam bA ditentukan berdasarkan pola suku kata (silabel). Menurut Holes (2004: 49-50) pola suku kata dalam bA terbagi menjadi dua, yaitu (1) silabe terbuka: Cv atau Cv: dan (2) silabel tertutup: CvC, Cv:C, CvCC, dan Cv:CC. Adapun pola suku kata bI

ada sebelas, yakni (1) V, (2) VK, (3) KV, (4) KVK, (5) KVKK, (6) KVKKK, (7) KKV, (8) KKVK, (9) KKKV, (10) KKKVK, (11) KKVKK (Hadi, 2015: 30).

Gugus konsonan pada tabel 49 secara ortografis direpresentasikan dengan pola KKV:. Pola KKV: tersebut tidak terdapat dalam pola suku kata bA, melainkan salah satu pola suku kata dalam bI. Pola silabel dalam tabel 49 sebagian besar berasal dari bahasa asing. Hal ini dikarenakan pola silabel pada contoh tersebut sebagian besar berpola KKV, yakni dua buah konsonan beruntun. Menurut Chaer (2009: 59) untuk mengubah ke pola silabel asli bI maka pada pola KKV tersebut harus disisipi bunyi [∂]. Sebagai contoh, kata 149 [Pratikno] menjadi [P∂ratikno]. Seperti yang diketahui bahwa pola silabel dalam bA selalu menghadirkan bunyi vokal (harakat). Hal ini dapat dilihat ketika melafalkan kosakata bA. Gugus konsonan berdasarkan tabel 49 hanya ditemukan di awal dan tengah silabel. Pada penelitian ini ditemukan penulisan gugus fonem bA yang ditulis dengan pola suku kata KKV: seperti pola suku kata dalam bahasa asalnya yaitu bahasa Indonesia.

Gugus konsonan yang ditemukan dalam majalah AI sebagian besar merupakan gugus konsonan dengan perpaduan fonem /r/ dan /l/ di posisi konsonan kedua. Kedua konsonan ini merupakan konsonan yang bersifat apiko-alveolar bersuara. Pengartikulasian dengan apiko-alveolar ini dilakukan dengan cara ujung lidah menyentuh bagian gusi atas. Pengucapan fonem /r/ dan /l/ ini merupakan bentuk pengucapan bunyi tersulit yang dilakukan oleh anak kecil ketika sedang belajar berbicara.

Gugus konsonan bA yang ditemukan dalam majalah AI hanya merupakan bentuk pengalihan gugus konsonan bI ke dalam aksara Arab. Pada pengalihaksaraan latin ke Arab hanya ditulis biasa tanpa diberi diakritik khusus. Padahal sifat aksara latin (bI) dengan aksara Arab (huruf hijaiyah) memiliki perbedaan dalam tata cara menulis. Perbedaan mencolok yang terlihat yaitu huruf hijaiyah selalu ditulis dari kanan, sedangkan aksara latin ditulis dari sebelah kiri. Seharusnya penulisan gugus konsonan dalam bA disesuaikan dengan sifat yang dimilikinya, yaitu dengan menambahkan diakritik (harakat) atau bunyi vokal panjang (mad) [i:]. Bunyi mad [i:] dalam bA dapat direpresentasikan dengan fonem / / setelah fonem konsonan. Bentuk penghadiran bunyi vokal panjang dalam tabel 49 dapat dilihat pada contoh 149. Pada contoh 149 ‘Pratikno’, gugus konsonan /pr/ direpresentasikan dalam bA menjadi / /. Pada kata ‘Pratikno’ penulisan gugus konsonan bA direpresentasikan dengan menghadirkan bunyi vokal [a:] di antara fonem / / dan / /.

B. Alih Aksara Deret Konsonan

Deret konsonan dalam bI identik dengan adanya dua buah fonem konsonan yang berderet. Chaer (2009: 83) mendefinisikan deret konsonan sebagai dua fonem yang berbeda, berada dalam silabel berbeda, meskipun letaknya berdampingan. Sebaliknya, dalam bA tidak mengenal adanya istilah deret konsonan. Namun, deret konsonan dalam bI pada dasarnya ada yang berasal dari bA, seperti kata muslim, bahlul, takbir, dsb (Chaer, 2009: 85).

Pada penelitian ini ditemukan adanya bentuk deret konsonan dalam bA yang disepadankan dengan teori deret konsonan yang dimiliki dalam bI. Contoh deret konsonan tersebut dalam dilihat pada tabel berikut ini.

Deret Konsonan /bl/

No. bI bA Transliterasi Sumber

158 Seblat Si>bla>t E.109h.12

Deret Konsonan /km/

159 Cikmas Tsyi>kma>s E.109h.10

Deret Konsonan /mb/

160 Ambon Ambu>n E.106h.6

161 Kembar Ki>mba>r E.109h.9

162 Sumbing Su>mbi>ngh E.113h.10

163 Tanimbar Ta>ni>mba>r E.106h.8

Deret Konsonan /mp/

164 Ampel Ambi>l E.113h.18

165 Ciampea Tsyi>’amibiya> E.108h.26

Deret Konsonan /nd/

166 Kendari Ki>nda>ra> E.108h.14

167 Sindoro Si>ndu>ru> E.113h.10

168 Tayandu Ta>ya>ndu> E.106h.8

Deret Konsonan /nj/

169 Cianjur Syi>anju>r

E.109h.11, h.15

Deret Konsonan /nt/

170 Pontianak Fu>ntiya>nak E.113h.26

Deret Konsonan /rt/

171 Kartini Ka>rti>ni> E.110h.25

172 Martafons Ma>rta>fu>ns E.106h.8

Deret Konsonan /ngg/

173 Manggar Ma>njja>r

E.107h.10, h.11

174 Hinggi Hi>nji> E.106h.8

Tabel 50. Alih Aksara Deret Konsonan

Deret konsonan dalam bA pada tabel 50 merupakan deret konsonan yang mengacu pada bI. Meskipun demikian, penulisan secara ortografis pada tabel 50 tersebut menunjukkan bahwa antara deret konsonan bI dan bA sama, dalam penulisannya sama-sama tidak disisipi harakat maupun mad. Distribusi deret konsonan yang ditemukan dalam majalah AI hanya terletak di posisi tengah kata. Secara umum, bentuk deret konsonan yang ditemukan dalam bA hanyalah pengalihaksaraan biasa dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab tanpa ada perubahan ataupun penyesuaian sifat bahasa sasaran.

Dalam dokumen BAB II ALIH AKSARA BUNYI KONSONAN SEPADAN (Halaman 51-56)

Dokumen terkait