ALIH AKSARA BUNYI KONSONAN BERBEDA
A. Konsonan Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab yang Berbeda
Kategori bunyi konsonan selanjutnya yaitu konsonan yang memiliki titik artikulasi berbeda. Titik artikulasi yang dimiliki konsonan bI tentunya tidak sama atau tidak sepadan dengan konsonan yang dimiliki bA. Perbedaan titik artikulasi tersebut dikarenakan karakteristik kedua sifat bahasa yang berbeda. Bahasa Indonesia memiliki jumlah konsonan yang lebih sedikit dari pada bA. Terlebih lagi, dalam bI terdapat beberapa konsonan khas yang dalam bA tidak ditemukan bunyi konsonan tersebut. Berikut ini pemaparan analisis bunyi konsonan bI dan bA yang berbeda titik artikulasinya dalam majalah AI.
Perbedaan titik artikulasi fonem konsonan bI dan bA terlihat mencolok manakala digunakan dalam sebuah kosakata. Titik artikulasi pada bunyi konsonan menjadi penentu utama dalam hal perbedaan antara konsonan bI dan bA. Penggunaan fonem konsonan bA dalam merepresentasikan konsonan bI juga dapat mengakibatkan perubahan bunyi fonem konsonan menjadi bunyi fonem vokal. Bentuk pengalihaksaraan bunyi konsonan berbeda yang ditemukan dalam penelitian ini ada empat (4), yaitu <th> < >, <ch> < >, <a> < >, dan <ch> < >. Perbedaan konsonan-konsonan tersebut akan diuraikan lebih rinci pada pembahasan berikut ini.
1. Representasi Grafem <th> Grafem < >
Pada majalah AI ditemukan adanya penggunaan grafem <th> dengan grafem < >. Fonem / / termasuk konsonan apiko-alveolar, hambat, dan tidak bersuara. Menurut Verhaar (2006: 70) fonem [t] dan [th] disebut alofon-alofon dari fonem /t/. Perbedaan alofonemis yang terjadi pada fonem /t/ dipengaruhi oleh lingkungan alofon tersebut. Berikut ini adalah bentuk representasi grafem <th> yang dilambangkan menjadi grafem < > dalam majalah AI.
Grafem <th> di Awal Silabel
No. bI bA Transliterasi Sumber
93 Thamrin Ta>mri>n E.108h.10; E.112h.15, h.13 94 Thailand Ta>ila>nd E.113h.9
Grafem <th> di Tengah Silabel
No. bI bA Transliterasi Sumber
95 Artha Gading
Mall Arta> Ja>di>nj Mu>l E.112h.21 Tabel 33. Grafem <th> Grafem < >
Pada tabel 33 menunjukkan adanya representasi grafem <th> yang dilambangkan dengan grafem < >. Berdasarkan pengaruh lingkungan yang terjadi pada fonem /t/, bunyi [t] di awal kata yang diikuti vokal pelafalannya seperti mengandung bunyi /h/, sehingga pelafalan bunyinya menjadi [th]. Hal itu seperti yang terlihat pada contoh 93 ‘Thamrin’ < > dan contoh 94 ‘Thailand’ < >. Sementara itu, fonem /t/ yang tidak di awal kata pelafalannya menjadi bunyi [t], seperti pada contoh 95 ‘Artha’ < >.
2. Representasi Grafem <ch> Grafem < >
Grafem < > dapat digunakan untuk merepresentasikan grafem <ch>. Grafem <ch> yang dimaksudkan pada pembahasan ini bukan konsonan bA asli. Representasi grafem <ch> dengan grafem < > biasanya disesuaikan dengan cara pelafalan kosakata tersebut. Penggunaan grafem < > ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Grafem <ch> di Awal Silabel
No. bI bA Transliterasi Sumber
96 Andrinof
Chaniago
Anadiri>nu>fu
Sya>niya>ghu> E.110h.11, h.22 Tabel 34. Grafem <ch> Grafem < >
Pada tabel 34 menunjukkan bahwa grafem <ch> yang direpresentasikan dengan grafem < > hanya berposisi di awal silabel. Fonem / / dalam contoh tersebut diikuti oleh bunyi vokal panjang bA (mad). Penulisan fonem /ch/ dengan / / disesuaikan pada pelafalan kosakata tersebut. Menurut Gazali (2014b) huruf / / memiliki kedekatan fonetis dengan fonem /c/. Fonem / / tersebut merupakan bunyi dari langit-langit keras dengan sifat geseran tidak bersuara (Ryding, 2005: 14). Penggunaan fonem / / dalam melambangkan grafem <ch> ini dipengaruhi oleh fonem /c/ dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris melafalkan bunyi /c/ dengan [si:]. Representasi fonem /c/ dalam bahasa Inggris kuno dilambangkan dengan /ch/ (Wikipedia.org, 18 Mei 2016).
3. Representasi Grafem <a> Grafem < >
Grafem < > dapat digunakan untuk merepresentasikan grafem <a>. Fonem / / ini bersifat faringal, frikatif, dan bersuara. Pada ihwal ini terjadi perubahan status dari fonem konsonan
/ /
berubah menjadi fonem vokal /a/. Penyesuaian fonem vokal ke fonem konsonan dalam bA terjadi karena disesuaikan dengan pengucapan orang Arab (Zuvara, 2008: 88). Berikut adalah contoh yang menunjukkan representasi grafem <a> dengan grafem < > dalam majalah AI.Grafem <a> di Awal Silabel
No. bI bA Transliterasi Sumber
97 Pagar Alam Ba>ja>r ‘A>lam E.108h.12 Tabel 35. Grafem <a> Grafem < >
Tabel 35 menunjukkan adanya kasus penulisan grafem <a> yang direpresentasikan dengan grafem < >. Contoh 97 merupakan bentuk proper
name yang berupa kosakata sebuah tempat. Penulisan kata ‘Alam’ dalam bA
diwujudkan dengan menggunakan fonem / /, bukan menggunakan huruf alif sehingga kata ‘Alam ‘ dalam bA ditulis menjadi < >.
4. Representasi Grafem <ch> Grafem < >
Grafem < > dapat digunakan untuk merepresentasikan grafem <ch>. Pada majalah AI ditemukan bahwa grafem <ch> yang direpresentasikan dengan grafem < > pada posisi awal silabel. Berikut ini contoh yang menunjukkan grafem <ch> direpresentasikan dengan grafem < >.
Grafem <ch> di Awal Silabel
No. bI bA Transliterasi Sumber
98 Yuddy
Chrisnandi Yu>di> Kri>sna>dzi> E.110h.11 Tabel 36. Grafem <ch> Grafem < >
Tabel 36 menunjukkan bahwa grafem <ch> dapat direpresentasikan dengan grafem < >. Penggunaan fonem