AKSES DAN KONTROL
TERHADAP SUMBERDAYA DAN MANFAAT
6.1. Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya
6.1.1. Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya pada Rumahtangga Petani Paprika
Pada rumahtangga petani paprika terdapat tiga sumberdaya yaitu sumberdaya fisik, sumberdaya pasar dan sumberdaya sosio budaya. Sumberdaya fisik mencakup tanah untuk green house tempat pollybag-pollybag paprika diletakkan, modal budidaya paprika (termasuk green house), kredit, peralatan/teknologi budidaya paprika. Sumberdaya pasar mencakup pasar komoditi (penjualan paprika).
Sumberdaya sosio budaya mencakup informasi komoditi paprika, penyuluhan dan pelatihan pertanian. Masuknya teknologi paprika telah memberikan perubahan dalam pengelolaan agribisnis paprika, semula perempuan banyak yang terlibat dalam pengelolaan usahatani namun telah digantingan fungsinya oleh teknologi. Tabel 18 memperlihatkan tentang tentang akses dan kontrol terhadap sumberdaya pada tiga kasus rumahtangga petani paprika yaitu Kasus Rumahtangga 1, Kasus Rumahtangga 2 dan Kasus Rumahtangga 3.
Tabel 18. Tabel Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya Pada Rumahtangga Petani Paprika
Sumberdaya Kasus 1 Kasus 2 Kasus 3
S I S I S I A K A K A K A K A K A K Sumberdaya Fisik : Tanah √√ √ √ √ √√ √ √ √ √√ √√ √ Modal budidaya paprika √√ √ √ √ √√ √√ √ √ √√ √√ √ Kredit √√ √√ √ √ √√ √ √ √ √√ √√ √ Peralatan/teknologi paprika √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ √√ √√ √ Sumberdaya Pasar : Pasar komoditi (pemasaran paprika) √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ Sumberdaya Sosio Budaya: Informasi komoditi paprika √√ √ √ √ √√ √ √ √ √√ √ √ √ Penyuluhan Pertanian √√ √ √ √√ √ √ √ √√ √√ √ Keterangan : S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 1 : Rumahtangga AB
Kasus 2 : Rumahtangga ABU Kasus 3 : Rumahtangga UD
Berdasarkan tabel 18 terlihat pada kasus 1 suami lebih dominan terhadap sumberdaya baik fisik, pasar maupun sosio-budaya. Pada sumberdaya fisik suami dan istri sama-sama mempunyai akses dan kontrol, dalam arti ketika akan mengambil suatu keputusan, rumahtangga ini akan mendiskusikannya terlebih dahulu. Kemudian untuk sumberdaya pasar, suami lebih dominan baik akses maupun kontrol karena suami bekerja dan juga merupakan anggota Koperasi, sehingga harga paprika ditentukan oleh koperasi. Pada sumberdaya sosio-budaya suami masih lebih dominan baik dalam informasi maupun terhadap penyuluhan. Informasi mengenai pertanian dan penyuluhan sering diikuti oleh anggota Koperasi Mitra Suka Maju, dan dalam hal
ini yang mempunyai akses dan kontrol lebih dominan adalah suami karena istri jarang dilibatkan dalam penyuluhan pertanian.
Kasus 2 mempunyai kesamaan dengan kasus 1 karena suami memiliki akses dan kontrol lebih besar terhadap istri baik dalam hal sumberdaya fisik berupa tanah, modal, kredit dan juga teknologi paprika. Pada sumberdaya pasar juga tidak berbeda jauh karena suami merupakan anggota Koperasi Mitra Suka Maju dan pasar penjualan paprika tidak mutlak ditentukan oleh koperasi. Pada sumberdaya sosio- budaya, istri selain mempunyai akses juga mempunyai kontrol karena istri mempunyai toko saprotan (sarana produksi pertanian) dan juga istri sering dilibatkan dalam penyuluhan pertanian sehingga istri memiliki pengetahuan tentang komoditi paprika.
Kasus 3 juga memiliki kesamaan dengan kasus 1 dan kasus 2 yaitu suami memiliki akses dan kontrol lebih dominan terhadap sumberdaya baik yang berkaitan dengan sumberdaya fisik, sumberdaya pasar maupun sumberdaya sosio-budaya. Pada sumberdaya pasar juga tidak berbeda jauh karena suami merupakan anggota Koperasi Mitra Suka Maju dan pasar penjualan paprika tidak mutlak ditentukan oleh koperasi. Istri tidak terlalu berperan dalam bidang pertanian, walaupun mempunyai akses terhadap seluruh sumberdaya, namun istri hanya mempunyai kontrol terhadap pasar dan informasi komoditi yang diberitahukan oleh suami.
6.1.2. Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya pada Rumahtangga Petani Papika dan Labu Siam
Sumberdaya pada rumahtangga petani paprika dan labu siam dibedakan menjadi tiga sumberdaya yaitu sumberdaya fisik, sumberdaya pasar dan sumberdaya sosio budaya. Sumberdaya fisik mencakup tanah untuk green house dan tanah untuk menanam labu siam, modal budidaya paprika dan labu siam, kredit, peralatan budidaya paprika dan labu siam. Sumberdaya pasar mencakup pasar komoditi (penjualan paprika dan labu siam) dan Sumberdaya sosio budaya mencakup informasi komoditi dan penyuluhan pertanian. Tabel 19 memperlihatkan akses dan kontrol terhadap sumberdaya pada tiga kasus petani paprika yaitu Kasus Rumahtangga 4, Kasus Rumahtangga 5 dan Kasus Rumahtangga 6.
Tabel 19. Tabel Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya Pada Rumahtangga Petani Paprika dan Labu Siam
Sumberdaya Kasus 4 Kasus 5
S I S I
A K A K A K A K Sumberdaya Fisik :
Tanah √√ √√ √ √√ √√ √
Modal budidaya paprika √√ √√ √ √√ √√ √ Modal budidaya labu siam √√ √√ √ √√ √√ √
Kredit √√ √√ √ √√ √√ √
Peralatan/teknologi paprika √√ √√ √ √√ √√ √
Peralatan labu siam √√ √√ √ √√ √√ √
Sumberdaya Pasar :
Pasar komoditi (pemasaran) √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ Sumberdaya Sosio Budaya :
Informasi komoditi √√ √√ √ √ √√ √√ √ √
Penyuluhan Pertanian √√ √√ √ √√ √√ √
Keterangan :
S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 4 : Rumahtangga DS
Berdasarkan Tabel 19 terlihat pada kasus 4 suami memiliki akses dan kontrol lebih dominan terhadap istri baik dalam sumberdaya fisik, sumberdaya pasar dan sumberdaya sosio-budaya. Istri mempunyai akses terhadap semua sumberdaya, namun hanya mempunyai kontrol pada pasar dan informasi mengenai komoditi paprika dan labu siam dari suami. Istri tidak terlibat dalam pengelolaan agribisnis paprika maupun budidaya labu siam karena istri lebih dominan dirumah dan mengurus keluarga.
Kasus 5 memiliki kesamaan dengan kasus 4 yaitu suami memiliki akses dan kontrol dominan terhadap sumberdaya baik yang berkaitan dengan budidaya paprika maupun labu siam, pasar komoditi serta informasi dan penyuluhan tentang paprika. Istri juga memiliki akses hampir pada semua sumberdaya baik sumberdaya fisik, sumberdaya pasar dan sumberdaya sosio-budaya, namun hanya mempunyai kontrol terhadap pasar dan informasi komoditi paprika dan labu siam. Istri tidak membantu suami secara langsung dalam pengelolaan agribisnis paprika maupun budidaya labu siam.
Pada kedua kasus, suami memiliki kontrol dominan terhadap harga kerena harga paprika ditentukan oleh kelompok tani tempat mereka bekerja dan menjadi anggota, namun untuk pasar labu siam harga ditentukan oleh bandar tempat mereka menitip untuk dijual ke pasar.
6.1.3. Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya pada Rumahtangga Petani Labu Siam
Sumberdaya pada rumahtangga petani labu siam dibedakan menjadi tiga yaitu sumberdaya fisik (tanah, modal dan peralatan), sumberdaya pasar, dan sumberdaya sosio budaya.
Tabel 20. Tabel Akses dan Kontrol Terhadap Sumberdaya Pada Rumahtangga Petani Labu Siam Sumberdaya Kasus 6 S I A K A K Sumberdaya Fisik : Tanah √√ √√ √√ √
Modal budidaya labu siam √√ √√ √√ √
Peralatan √√ √√ √√ √ Sumberdaya Pasar : Pasar komoditi (pemasaran) √√ √√ √√ √ Sumberdaya Sosio Budaya: Informasi komoditi √√ √√ √√ √ Keterangan : S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 6 : Rumahtangga LH
Berdasarkan Tabel 20 terlihat pada kasus 6 suami dan istri memiliki akses dan kontrol yang setara, karena istri membantu suami dalam pengelolaan usahatani labu siam baik berupa sumberdaya fisik (tanah, modal dan peralatan/teknologi) bahkan pasar komoditi dan juga informasi. Petani labu siam di Kampung Pasirlangu kebanyakan sudah beralih komoditi, sehingga jumlah petani yang membudidayakan labu siam sudah sangat jarang dan kalaupun ada mereka adalah rumahtangga ekspansi lanjut yang mempunyai anak usia dewasa atau sudah menikah.
6.2. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat
6.2.1. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Paprika
Manfaat yang dapat diambil pada rumahtangga petani paprika ada dua yaitu manfaat praktis dan manfaat strategis. Manfaat praktis mencakup: penghasilan yang diperoleh, pemilikan aset-aset pribadi dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan. Manfaat strategisnya mencakup: bertambahnya wawasan dalam agribisnis paprika dan status kerja. Di bawah ini tabel akses dan kontrol terhadap manfaat pada ketiga kasus petani paprika.
Tabel 21. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Paprika
Manfaat Kasus 1 Kasus 2 Kasus 3
S I S I S I A K A K A K A K A K A K Manfaat Praktis : Penghasilan √√ √√ √√ √ √√ √√ √√ √√ √√ √√ √ Pemilikan aset- aset pribadi √√ √√ √√ √ √√ √√ √√ √ √√ √√ √ Pemenuhan kebutuhan dasar √√ √ √ √ √√ √ √ √√ √√ √ √√ Manfaat Strategis : Bertambahnya wawasan agribisnis paprika √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ √√ √√ √ Status kerja √√ √√ √ √ √√ √√ √ √ √√ √√ Keterangan : S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 1 : Rumahtangga AB
Kasus 2 : Rumahtangga ABU Kasus 3 : Rumahtangga UD
Berdasarkan tebel 21. terlihat bahwa pada ketiga kasus yaitu kasus 1, kasus 2 dan kasus 3 suami lebih dominan dalam akses maupun kontrol terhadap manfaat
praktis maupun strategis. Namun perbedaannya pada kasus 1 dan kasus 2 istri lebih setara akses dan kontrolnya terhadap suami (berperan), berbeda dengan kasus 3 dimana istri hanya dominan pada kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan dasar dan tidak membantu suami dalam pengelolaan agribisnis paprika.
6.2.2. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Paprika dan labu siam
Manfaat yang dapat diambil pada rumahtangga petani paprika juga ada dua yaitu manfaat praktis dan manfaat strategis. Manfaat praktis mencakup: penghasilan yang diperoleh, pemilikan aset-aset pribadi dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan. Manfaat strategisnya mencakup: bertambahnya wawasan dalam agribisnis paprika dan status kerja. Akses dan kontrol terhadap manfaat pada ketiga kasus petani paprika dan labu siam dapat dilihat pada tabel 22..
Berdasarkan tebel 22. terlihat bahwa pada ketiga kedua yaitu kasus 4 dan kasus 5 suami lebih dominan dalam akses maupun kontrol terhadap manfaat praktis maupun strategis. Namun perbedaannya pada kasus 4 dan lebih setara akses dan kontrolnya terhadap suami (berperan), berbeda dengan kasus 5 dimana istri hanya dominan pada kontrol terhadap manfaat praktis dan bisa dikatakan tidak terlalu berperan dalam membantu suami pada pengelolaan agribisnis paprika dan budidaya labu siam.
Tabel 22. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Paprika dan Labu Siam
Manfaat Kasus 5 Kasus 6
S I S I A K A K A K A K Manfaat Praktis : Penghasilan √√ √√ √√ √√ √√ √√ √ √√ Pemilikan aset-aset pribadi √√ √√ √√ √ √√ √√ √ √√ Pemenuhan kebutuhan dasar √√ √ √ √√ √√ √ √ √√ Manfaat Strategis : Bertambahnya wawasan agribisnis paprika √√ √√ √ √ √√ √√ √ Status kerja √√ √√ √ √√ √√ √ Keterangan : S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 4 : Rumahtangga DS
Kasus 5 : Rumahtangga MS
6.2.3. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Labu Siam
Manfaat yang dapat diambil pada rumahtangga petani paprika ada dua yaitu manfaat praktis dan manfaat strategis. Manfaat praktis mencakup: penghasilan yang diperoleh, pemilikan aset-aset pribadi dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan. Manfaat strategisnya mencakup: bertambahnya wawasan dalam agribisnis paprika dan status kerja. Di bawah ini tabel akses dan kontrol terhadap manfaat pada kasus petani labu siam.
Tabel 23. Akses dan Kontrol Terhadap Manfaat pada Rumahtangga Petani Labu Siam
Manfaat Kasus 6
Suami Istri
Akses Kontrol Akses Kontrol Manfaat Praktis: Penghasilan √√ √√ √√ √ Pemilikan aset-aset pribadi √√ √√ √√ √ Pemenuhan kebutuhan dasar √√ √ √√ √√ Manfaat Strategis: Bertambahnya wawasan budidaya labu siam √√ √√ √√ √ Status kerja √√ √√ √ √ Keterangan : S : suami √ : pelaku
I : istri √√ : pelaku dominan Kasus 7 : Rumahtangga LH
Berdasarkan tabel 23 dapat dilihat bahwa akses dan kontrol terhadap manfaat praktis dan strategis bisa dianggap setara karena istri memang berperan aktif dalam pengelolaan usahatani labu siam. Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar istri mempunyai kontrol lebih dominan karena pengelolaan keuangan yang dipegang oleh istri hanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi, apabila ada kebutuhan yang mendesak lainnya harus dengan keputusan bersama.
BAB VII ISUE KETIDAKADILAN GENDER DAN