• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMIMPINAN GAYA KOREA DI INDONESIA

A. Struktur Organisasi Office

4.1.4. Aktivitas dalam Perusahaan Semarang Garment

Setiap perusahaan menjalankan aktivitas untuk mendukung operasional perusahaan tersebut. PT. Semarang Garment memiliki berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan produk dan manajemen dalam perusahaan sendiri.

77 4.1.4.1. Aktivitas Produksi

Berbagai kegiatan terjadi pada perusahaan, khususnya untuk mendukung proses produksi. Perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen ini memiliki kegiatan produksi sebagai berikut :

Gambar 4.2

Proses Produksi pada PT. Semarang Garment

Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

Proses produksi dimulai dengan barang (bahan baku) yang datang disimpan dalam gudang atau penyimpanan. Setelah itu disusun sebuah sample yang akan disetujui oleh pusat dan dikonsultasikan dengan buyer. Jika telah didapat sample yang dibutuhkan, akan masuk ke tahap autocad yaitu penggambaran desain pasti yang akan digunakan sebagai acuan pembuatan produk. Selanjutnya melalui proses cutting, printing¸ embroidery (jika diperlukan materi atau produk yang berbordir) selanjutnya ke tahap penjahitan (sewing).

Setelah berupa pakaian jadi akan masuk ke tahap pengecekan (quality control)

Gudang Cutting

Embroidery

Sample Autocad

QC

Printing Sewing

Ironing Packing Gudang Finishing

Spot Cleaning

Export

78

untuk dilihat dan ditinjau mengenai kualitas produk dan selanjutnya spot cleaning hingga ironing. Setelah produk siap semuanya akan dilanjutkan ke tahap pengemasan (packing) dan masuk ke gudang (finishing) sebelum pada akhirnya akan diekspor.

Gambar 4.3

Beberapa Kegiatan Produksi Perusahaan PT. Semarang Garment

Sewing Department Embroidery Department

Warehouse Departement Cutting Department

Finishing Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

79 4.1.4.2. Aktivitas Pelatihan (Training)

Selain kegiatan produksi, juga terdapat kegiatan pelatihan pada PT.

Semarang Garment yang dilakukan secara berkala. Diantaranya terdapat pelatihan terhadap karyawan yang merupakan fungsional perusahaan sebagai penjaga keamanan (security) yaitu berupa pelatihan terkait dengan pengamanan di lingkungan perusahaan. Selain itu juga terdapat pelatihan bagi karyawan baru yang akan bergabung sebagai tenaga penjahit, pembordir, maupun tenaga untuk desain di bagian autocad dan lainnya. Bagi karyawan yang telah bekerja di PT.

Semarang Garment juga memperoleh pelatihan mengenai abuse & harrasment atau pelecehan dan kekerasan yang mungkin terjadi pada lingkungan kerja. Hal ini dilakukan untuk upaya mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan pada lingkungan kerja di PT. Semarang Garment.

Pelatihan lain yang juga diberikan pada karyawan di PT. Semarang Garment antara lain, pelatihan menganai sistem pinjaman atau lean system, juga pelatihan mengenai sistem gaji yang diterapkan di PT. Semarang Garment (payroll system) serta berbagai pelatihan lain untuk mencegah keamanan, kenyamanan serta kelancaran para karyawan dalam melakukan pekerjaan di PT.

Semarang Garment.

Keseluruhan pelatihan yang diberikan pada karyawan merupakan bentuk pelatihan yang meningkatkan kemampuan atau keahlian karyawan serta pelatihan untuk mengamankan diri dan menjadikan suasana kerja lebih nyaman serta bertujuan untuk melancarkan kegiatan operasional perusahaan.

80 Gambar 4.4

Beberapa Kegiatan Pelatihan PT. Semarang Garment

EVACUATION DRILL FIRE DRILL

TRAINING PAYROLL SYSTEM TRAINING ABUSE AND HARASSMENT TRAINING LEAN SYSTEM TRAINING CTPAT

Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

81 4.1.4.3. Aktivitas Penunjang Lainnya

PT. Semarang Garment juga memiliki kegiatan di dalam manajemen perusahaan, seperti rapat rutin komitte, rapat komitte HSE, rapat dan pelatihan dengan buyer. Selain itu, secara berkala akan ada kunjungan dan rapat dengan pihak pemerintah dan kegiatan sertifikasi tertentu bagi perusahaan. Ketika tiba waktunya peringatan hari buruh, juga terdapat acara yang diadakan perusahaan bagi seluruh karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas kinerja seluruh karyawan selama bekerja di PT. Semarang Garment.

Gambar 4.4

Beberapa Kegiatan Lain PT. Semarang Garment

Bipartite Comitte Meeting & Training with Buyer

Government Visitation & Training

Human Right Celebration Day Sumber : Hasil observasi peneliti, 2013

82 4.1.5. Produk PT. Semarang Garment

PT. Semarang Garment bergerak di bidang industri garmen dan telah menjalankan usahanya di Semarang selama sepuluh tahun. Perusahaan ini memiliki capital (paid up) sebesar US $ 2.000.000; dan line produksi sebanyak 33 sewing lines yqng terdiri dari 17 lines pada factory I dan 15 lines pada factory II.

Jumlah keseluruhan mesin yang digunakan untuk kegiatan produksi sebanyak 1447 mesin jahit (sewing machines) dengan 15 mesin komputer pembordiran.

Total produktivitas yang dilakukan pada PT. Semarang Garment kurang lebih 700.000 pieces per bulan. Item-item yang diproduksi pada perusahaan ini, antara lain knit sweat shirt, training suits, pants, polo shirts, T-shirts, dress skirtts, cardigan, overall, lycra pants, body suit, dan night wear (pyjamas, night gown).

Produk-produk yang telah selesai diproduksi dan dikemas selanjutnya akan diekspor ke negara-negara seperti Perancis, Jerman, Benelux, Inggris, Spanyol, Italia, Denmark, Belanda, Australia, Jepang dan Amerika.

4.1.6. Kondisi Lingkungan Kerja pada Office PT. Semarang Garment PT. Semarang Garment memiliki wilayah yang cukup luas namun sebagian besar wilayahnya digunakan untuk kegiatan operasional pabrik.

Sementara ruang-ruang yang digunakan untuk kantor hanya sebagian kecil wilayah dari keseluruhan bangunan di area Semarang Garment. Staff office yang bekerja pada PT. Semarang Garment berjumlah 34 orang dan merupakan karyawan lokal. Terdapat dua lantai yang merupakan bangunan office dan tempat karyawan melakukan pekerjaannya. Lantai pertama digunakan untuk administrasi, ruang autocad dan klinik kesehatan. Sementara lantai kedua digunakan untuk

83

kantor bagi staff yang lain. Terdapat pula ruangan bagi pimpinan utama perusahaan, wakil pimpinan dan beberapa ruangan manajer, serta sebuah ruang rapat atau meeting yang digunakan untuk rapat berkala dan menerima tamu-tamu dari instansi tertentu pada lantai kedua tersebut. Bangunan yang digunakan untuk office ini terletak di bagian depan dari area Semarang Garment dan terhubung langsung dengan pabrik, tempat produksi. Pada kantor ini juga terdapat beberapa pintu dan jendela yang langsung menghubungkan dengan pabrik sehingga kondisi pabrik dan setiap aktivitas yang dilakukan dalam proses produksi dapat dilihat secara langsung melalui jendela-jendela yang mengarah pada ruang-ruang operasional di pabrik.

Terdapat beberapa pajangan dinding yang menghiasi sepanjang ruangan yang digunakan untuk kantor tersebut. Diantaranya terdapat poster-poster mengenai pedoman dalam berperilaku bagi karyawan maupun bagi pihak manajemen yang dikeluarkan oleh Nike, Inc. yang merupakan buyer utama dari PT. Semarang Garment.

Selain beberapa hal tersebut, PT. Semarang Garment juga memberikan peringatan terhadap daerah atau area berbahaya tertentu dengan menggunakan tiga bahasa, diantaranya bahasa Korea, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini terjadi pula pada kalimat mutiara yang terdapat tidak hanya pada satu ruangan, tetapi terdapat hingga tiga buah pajangan sejenis di sepanjang kantor dimana menyerukan kalimat “Orang rajin selalu mencari cara, orang malas selalu mencari alasan.” Terdapat tiga bahasa dalam setiap pajangan yang ditempelkan pada sisi ruangan tertentu pada kantor tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut menjadi kalimat yang dipegang oleh diri mereka sendiri dan

84

mengharapkan karyawan lain mengikuti pemikiran yang demikian. Kerajinan dan semangat kerja sangat penting bagi orang Korea, khususnya para manajer dan pimpinan yang berada di PT. Semarang Garment.

Pada dinding kantor juga terpajang beberapa foto pimpinan beserta wakil pimpinan dengan seluruh jajaran manajer ekspatriat yang berkebangsaan Korea dan piagam serta sertifikat yang diberikan oleh perusahaan buyer yang telah bekerjasama dengan PT. Semarang Garment.

Ruangan pimpinan yang menyatu dengan bawahan juga ditemukan pada PT. Semarang Garment. Ruang khusus hanya diadakan untuk pimpinan utama atau presiden direktur dan wakil pimpinan atau wakil presiden direktur PT.

Semarang Garment. Untuk para manajer ruangan yang dimiliki terkesan menyatu dengan karyawan (staff) lain namun deng space atau area yang sedikit lebih luas.

Tidak terdapat penyekat khusus antara ruang manajer dengan karyawan atau staff yang lain.

Pada kantor tersebut hanya terdapat satu ruang rapat atau pertemuan yang memiliki jendela-jendela yang langsung menghadap pada pabrik, tempat produksi.

Pada ruang pertemuan ini terdapat beberapa display dari sample produk yang siap didistribusikan pada buyer, antara lain untuk Nike, Columbia, H&M, Walmart, Hema, D&D, Daiz, Elcorte Ingles dan VF Imagewear.

Para manajer pabrik, untuk factory I maupun factory II memiliki ruangan khusus yang terletak pada pabrik atau factory dan tidak memiliki ruangan khusus di kantor atau office tersebut.

85 Gambar 4.5

Kondisi Lingkungan Office

Sumber: Hasil observasi peneliti, 2013

Ruangan manajer yang tidak terpisah dengan staff; Ruang pertemuan dengan display sample produk dan jendela yang langsung menghadap ke pabrik, tempat produksi.

Serifikat dan piagam dari perusahaan buyer; kalimat mutiara sebagai filosofi kerja;

karyawan teladan 2012; peringatan; dan pedoman perilaku oleh Nike, Inc.

86 4.2. Pembahasan

Guna melengkapi penelitian mengenai kepemimpinan lintas budaya khususnya kepemimpinan gaya Korea di Indonesia ini selain melakukan observasi, menerangkan perilaku yang terlihat dan lingkungan fisik serta mencatat gejala atau fenomena yang terjadi pada objek penelitian, tetapi juga memperhatikan makna dari hal-hal tersebut bagi karyawan di perusahaan tersebut.

Untuk mengetahui kepemimpinan lintas budaya, khususnya kepemimpinan gaya Korea di Indonesia pada PT. Semarang Garment, diperlukan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi berbagai bentuk data yang dibutuhkan sebagai pendukung penelitian kualitatif. Analisis data terkait kepemimpinan gaya Korea di Indonesia pada penelitian ini mengacu kerangka pikir penelitian dan literatur yang mendukung. Mengenai sumber untuk mengkaji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini, guna menguji kredibilitas data tentang gaya kepemimpinan Korea di Indonesia, dilakukan terhadap bawahan yang dipimpin dan merupakan karyawan lokal dari Indonesia.