BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
3. Aktivitas Perusahaan
PT Telkom adalah penyedia utama layanan telekomunikassi sambungan telepon tidak bergerak yang merupakan operator telepon seluler terbesar di Indonesia. PT Telkom menyediakan beragam layanan telekomunikasi, yaitu :
a. Telepon tidak bergerak
PT Telkom adalah penyedia utama layanan sambungn telepon tidak bergerak. Layanan telepon tidak bergerak terutama terdiri dari lokal dan sambungan langsung jarak jauh. Layanan ini disediakan oleh seluruh divisi I, II, III, IV, V, VI, dan VII. Layanan ini terdiri dari :
1. Telepon tidak bergerak kabel
a. TELKOMLokal, secara khusus mengidentifikasi panggilan antar pelanggan tetap dalam jarak kurang dari 30 km atau di dalam satu wilayah (boundary) lokal. Nomor pemanggil dan nomor yang dipanggil masih dalam satu kode area.
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
b. TELKOMSLJJ atau panggilan SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) adalah layanan telepon jarak jauh dalam wilayah Indonesia. Nomor pemanggil dan nomor yang dipanggil berbeda wilayah kode area. Biaya penggunaannya tergantung pada jarak, waktu dan tanggal panggilan itu dilakukan.
c. TELKOMSLI 007, sebelumnya layanan ini dinamai TELKOM International Call (TIC) 007 dan diluncurkan pada bulan Juni 2004. Pada bulan Mei 2006, TELKOM mengubah namanya menjadi TELKOMSLI-007. Sambungan Langsung Internasional (SLI) 007 adalah layanan jasa komunikasi antar negara melalui SLI dengan menggunakan kode akses 007. Layanan ini juga dilengkapi panggilan melalui bantuan operator dengan memutar nomor akses 107. TELKOMSLI 007 memberikan tujuh manfaat nyata, yaitu real expert, real time and price, real simple, real value, real care, real sound dan real lifestyle.
d. TELKOMSpeedy. Speedy Broadband Access merupakan layanan internet broadband yang memanfaatkan teknologi Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dengan kecepatan tinggi hingga 1024 kbps (downstream). Speedy memberikan layanan data, multimedia dan telepon/fax secara bersamaan (simultan) dengan hanya menggunakan saluran telepon kabel yang sudah ada.
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
3. Telepon tidak bergerak nirkabel
TELKOMFlexi, adalah layanan jasa telekomunikasi suara dan data yang berbasis akses tanpa kabel dengan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) 2000 IX dan biaya pemakaiannya mengacu pada tarif telepon rumah (PSTN TELKOM). Izin penyelenggaraan layanan TELKOMFlexi terbatas pada satu kode area tertentu (limited mobility), karena produk ini tidak memiliki fasilitas roaming seperti halnya pada seluler.
b. Selular
PT Telkom menyediakan layanan telepon selular melalui Telkomsel yang sebesar 65% dimiliki oleh TELKOM Telkomsel menyediakan layanan selular GSM di Indonesia melalui jaringan sendiri dan dalam lingkup internasional melalui 463 jaringan yang dioperasikan oleh 268 mitra roaming internasional di 155 negara. Telkomsel menyediakan kepada pelanggannya pilihan layanan prabayar dengan merek dagang SimPATI atau layanan pascabayar dengan merek dagang KartuHALO. Pada bulan Mei 2004, Telkomsel meluncurkan merek prabayar baru Kartu As” yang ditargetkan pada segmen pasar yang lebih rendah serta pelanggan yang sering mengadakan perjalanan di dalam wilayah Indonesia dengan menawarkan roaming domestik gratis dan tarif yang lebih rendah untuk panggilan jarak jauh lokal dan domestik tanpa
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
perbedaan tarif untuk panggilan selama jam sibuk (peak period) dan bukan pada jam sibuk (off peak period).
c. Kerja Sama Operasi ( KSO )
TELKOM mengadakan perjanjian untuk pembangunan dengan skema KSO kepada konsorsium swasta, yang masing-masing melibatkan satu atau lebih operator telekomunikasi internasional terkemuka. Perjanjian KSO menetapkan mitra KSO bersangkutan untuk mengelola dan mengoperasikan Divisi Regional untuk periode waktu tetap, melaksanakan pembangunan sambungan telepon tidak bergerak dalam jumlah yang telah ditetapkan dan, pada akhir periode, mengalihkan fasilitas telekomunikasi existing dan yang baru dibangun di dalam wilayah yang bersangkutan kepada TELKOM dengan kompensasi yang telah disepakati dan telah ditentukan sebelumnya.
i. Interkoneksi
TELKOM menerima pendapatan dari operator telekomunikasi lain yang menyediakan layanan telepon tidak bergerak, selular, sambungan langsung jarak jauh, internasional dan layanan lain yang berinterkoneksi dengan jaringan TELKOM. TELKOM mengadakan perjanjian interkoneksi dengan jangka waktu satu sampai tiga tahun dengan operator jaringan telekomunikasi lain, termasuk Indosat dan Satelindo, para penyedia layanan SLI dan operator selular Indonesia, yang menetapkan biaya yang harus dibayar oleh masing-masing
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
operator dan prosedur untuk routing call melalui jaringan operator masing-masing. Pada tahun 2006, sebagai hasil dari regulasi baru berkenaan dengan layanan SLJJ dan SLI, TELKOM mengadakan perjanjian dengan Indosat yang mengatur biaya interkoneksi SLJJ. TELKOM juga mengadakan sejumlah perjanjian yang mengatur biaya interkoneksi SLI dengan seluruh operator jaringan, termasuk Indosat. Pada bulan Desember 2006, sebagai hasil dari pelaksanaan pola interkoneksi berbasis-biaya, yang diundangkan pada 8 Februari 2006, TELKOM mengubah seluruh perjanjian interkoneksinya dengan para operator jaringan domestik lainnya untuk mencakup pola interkoneksi berbasis biaya. Perubahan ini berlaku pada 1 Januari 2007. Pada 7 Juni 2004, TELKOM mulai menawarkan layanan sambungan telepon tidak bergerak SLI dengan merek dagang “TIC 007.” Pendapatan dari layanan SLI dilaporkan sebagai pendapatan interkoneksi internasional. Untuk memfasilitasi interkoneksi panggilan internasional, TELKOM mengadakan perjanjian layanan telekomunikasi internasional dengan operator telekomunikasi di beberapa negara. Selain itu, karena TELKOM tidak memiliki perjanjian dengan operator telekomunikasi di setiap tempat tujuan SLI-nya, maka TELKOM mengadakan perjanjian dengan operator utama tertentu seperti Singapore Telecommunications Limited (“SingTel”), Telekom Malaysia Berhad (“Telekom Malaysia”), MCI Inc. (“MCI”) dan pihak lain agar operator tersebut dapat bertindak
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
sebagai penghubung untuk mengalihkan panggilan internasional ke tempat tujuan mereka. Sebagai contoh produk dalam bidang interkoneksi adalah TELKOMIntercarrier, merupakan layanan interkoneksi untuk penyelenggara jasa dan jaringan lainnya other licensed operator (OLO). TELKOMIntercarrier meliputi layanan interkoneksi jasa, interkoneksi jasa internasional, jasa satelit, penyewaan jaringan (leased line), infrastruktur dan fasilitas sharing, layananvdata dan jasa akses jaringan domestik.
e. Jaringan
TELKOM menyediakan sewa transponder satelit, siaran satelit, VSAT, distribusi audio, sirkit langganan berbasis satelit dan sirkit langganan berbasis teresterial Pelanggan untuk layanan jaringan TELKOM mencakup para pelaku bisnis dan operator telekomunikasi lain. Pelanggan dapat mengadakan perjanjian untuk layanan singkat seperti siaran beberapa menit atau perjanjian jangka panjang untuk layanan satu sampai lima tahun. Sebagai contoh produk dalam bidang jaringan adalah TELKOMVision, yaitu merupakan brand name dari PT. Indonusa Telemedia yang termasuk anak perusahaan PT Telkom yang khusus bergerak di bidang TV berbayar. Layanan yang diberikan TELKOMvision adalah TV kabel,jasa internet yang cepat dan TV satelit.
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
f. Data dan Internet
1. TELKOMGlobal 01017, merupakan layanan premium untuk panggilan VoIP internasional yang memanfaatkan jaringan internet dengan kode akses 01017 untuk panggilan ke lebih dari 253 kode negara tujuan.
2. TELKOMSave, adalah layanan panggilan Internasional VoiP standar yang sejenis dengan TELKOMGlobal 01017 namun menggunakan metode dialing dua tahap. Agar dapat melakukan panggilan internasional atau panggilan jarak jauh, pelanggan terlebih dahulu harus memutar nomor akses, memasukkan nomor PIN, setelah itu baru memutar nomor tujuan.
3. TELKOMNet Instan, merupakan layanan akses internet dial-up tanpa perlu berlangganan dan khusus dirancang dengan konsep yang mudah dan sederhana untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas. Pada konfigurasi koneksi internet pelanggan mengisi dial number 0809-8- 9999, konfigurasi DNS dan proxy server dikosongkan. Untuk login, pelanggan mengisi username adalah telkomnet@instan dan password adalah TELKOM.
4. Plasa.com (www.plasa.com). Layanan portal web PT Telkom yang menyajikan layanan informasi serta komunitas internet berbahasa Indonesia dengan focus layanan pada komunitas pendidikan nasional. Plasa.com diharapkan menjadi portal informasi yang
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
komprehensif dan komunitas internet terlengkap yang didukung dengan akses internet yang cepat.
5. I-vAS Card. Untuk mendukung para pengguna internet, PT Telkom mengeluarkan internet value Added Service (i-vAS) Card yang merupakan alat pembayaran (micropayment) prabayar untuk mengakses berbagai konten atau layanan internet.
6. Ventus, merupakan layanan bernilai tambah dan konvergensi antara e-mail dan sistem seluler (mobile) atau lebih dikenal dengan istilah mobile pushe-mail yang memungkinkan pengguna seluler melakukan relay e-mail yang umumnya dihubungkan via desktop dan laptop di alihkan ke smartphone (telepon seluler) atau telepon PDA. Melalui Ventus, pemilik account e-mail dapat menerima atau mengirim pesan elektronik dan tidak hanya melalui SMS, melainkan melalui terminal telepon seluler atau PDA.
g. Pola Bagi Hasil ( PBH )
TELKOM telah mengadakan perjanjian terpisah dengan beberapa investor berdasarkan Pola Bagi Hasil ( PBH ) untuk mengembangkan sambungan telepon tidak bergerak, bilik telepon umum kartu (termasuk perawatan) dan fasilitas telekomunikasi pendukung terkait. Pola bagi hasil ditempatkan sebagian besar di Palembang, Pekanbaru, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Makasar, Parepare, Manado, Denpasar, Mataram dan Kupang dengan jangka waktu konsesi antara 24 sampai
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2009.
176 bulan. Berdasarkan pola bagi hasil, para investor membiayai dalam pembangunan fasilitas telekomunikasi. Setelah pembangunan selesai, TELKOM mengelola dan mengoperasikan fasilitas dan pada umumnya menanggung biaya perbaikan dan perawatan selama periode pola bagi hasil. Para investor memiliki hak atas aktiva tetap yang dibangun oleh mereka selama periode pola bagi hasil. Di akhir dari tiap periode pola bagi hasil, investor mengalihkan kepemilikan fasilitas kepada TELKOM. Umumnya pendapatan yang diperoleh dari pelanggan dalam bentuk biaya instalasi sambungan dialokasikan penuh kepada investor. Pendapatan dari pulsa telepon keluar dan biaya langganan bulanan dibagi di antara investor dan TELKOM berdasarkan rasio tertentu yang telah disepakati. Berdasarkan pola bagi hasil yang diadakan sebelum bulan Oktober 2002, TELKOM menjamin tingkat pengembalian internal tertentu untuk investor. Namun, sejak bulan Oktober 2002, TELKOM tidak lagi menjamin tingkat pengembalian internal untuk pola bagi hasil baru. Pada bulan Februari 2004, TELKOM mulai melaksanakan PPLT di Divisi Regional yang dikontrol oleh TELKOM. Sesuai program PPLT, kepala divisi diijinkan mengadakan perjanjian untuk pengembangan fasilitas telekomunikasi dengan mitra di dalam tiap divisi regional. Dalam memutuskan perjanjian yang akan diadakan, kepala divisi diharuskan mempertimbangkan faktor bisnis tertentu dan
Povi Irawan : Penerapan Tarif Interkoneksi Berbasis Biaya (Cost Based) Pada PT