BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2 Aktivitas Usaha Batu Bata Kembar
Aktivitas usaha pada Usaha Batu Bata Kembar adalah Sebagai berikut:
4.1.2.1 Produksi dan Operasional
Pembuatan batu bata pada usaha ini dilakukan jika ada pesanan dari pelanggan. Pesanan biasanya datang dari orang orang yang ingin membangun rumah dan membeli batu bata di usaha ini maupun dari pihak toko bangunan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Padang Lawas. Jika tidak ada pesanan, operasional dihentikan sampai nantinya ada pesanan. Jam kerja karyawan tidak ditentukan karena biasanya upah yang diperoleh karyawan didasarkan pada jumlah batu bata yang dihasilkannya, bukan harian atau mingguan.
Biasanya usaha ini telah menyediakan stok sebanyak 10.000 batu bata di gudang untuk melayani pesanan. Untuk mengisi stok itulah karyawan kembali bekerja membuat batu bata. Pemilik mengaku bisa menjual 15.000 batu bata setiap minggunya dengan keuntungan Rp 750.000- Rp 1.000.000 per minggu.
Produk yang dihasilkan adalah produk yang berkualitas baik karena menggunakan tanah merah yang kualitasnya baik. Pada saat mencampur tanah dengan air, karyawan biasanya memastikan tidak ada bahan lain seperti potongan kayu atau sampah yang tercampur karena itu akan mempengaruhi kualitas produk.
53
Kualitas produk juga dipengaruhi oleh proses pembakaran. Jika pembakaran dilakukan dengan baik dan sesuai waktu yang ditentukan akan diperoleh batu bata dengan kualitas baik. Kadang ada juga batu bata yang kuat tetapi dengan warna hitam pekat karena gosong. Batu bata seperti ini bisa juga dijual dengan harga yang lebih murah. Harga jual produk biasanya ditetpkan pada harga Rp 470,- per batang jika konsumen mengambil sendiri batu di usaha ini dan harga Rp 550,- jika diantar langsung ke tempat (tergantung jarak pemesan dan biasanya akan ada negosiasi harga jika pemesan berada berjarak jauh.
Aktivitas produksi pada Usaha Batu Bata kembar dibagi menjadi beberapa bagian:
a. Bagian Pencetak
Pada bagian ini karyawan ditugaskan untuk mencetak batu bata ke dalam cetakan yang telah ditentukan. Bahan yang digunakan adalah tanah yang berwarna merah yang sangat cocok sebagai bahan membuat batu bata.
b. Bagian penjemuran.
Pada bagian ini, batu bata yang dicetak harus dikeringkan di bawah sinar matahari. Jika tidak datang hujan, proses pengeringan ini biasanya memakan waktu 1-2 hari.
c. Bagian pembakaran
Pada bagian ini, batu bata yang telah dijemur akan dibakar untuk membuat batu bata menjadi keras. Proses pembakaran dilakukan di gudang dengan menggunakan kulit padi sebagai pembakar. Di awal membuka usaha, Pak Ato Menggunakan kayu untuk membakar batu bata, namun
54
karena kesulitan memperoleh kayu, ia menggantinya dengan kulit padi. Proses pembakaran biasanya memakan waktu satu hari satu malam.
Dalam operasional usaha ini, banyak kendala yang dihadapi oleh pemilik usaha. Misalnya pada saat menjemur batu bata, kadang hujan turun sehingga batu bata yang dijemur akan terkena air hujan sehingga merusak tekstur batu bata. Hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. Menurut pemilik, keterbatasan modal menjadi halangan baginya untuk membeli plastik untuk menutup batu bata yang dijemur pada saat hujan turun.
Selain itu, pemilik mengaku dalam beberapa tahun kedepan akan kehabisan bahan baku. Dengan aktivitas pembuatan batu bata yang menggunakan tanah sebagai bahan baku utama, lama–kelamaan tanah miliknya akan berkurang sehingga ia harus mencari lokasi baru untuk memperoleh bahan baku.
4.1.2.2 Sumber Daya Manusia
Jumlah karyawan pada Usaha Batu Bata Kembar sebanyak 6 orang dengan pembagian kerja dan tugas yang berbeda-beda. Enam orang karyawan ini dibagi dalam 3 tugas yaitu pencetakan, penjemuran dan pembakaran. Karyawan di usaha ini adalah karyawan yang terampil di bidangnya masing-masing dan tetap loyal meskipun pekerjaan dilakukan hanya jika ada pesanan.
Jika digambarkan, Usaha Batu Bata Kembar memiliki struktur organisasi yang sangat sederhana. Pemilik usaha mapun karyawan secara langsung bisa berinteraksi tentang aktivitas pada usaha ini.
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Usaha Batu Bata Kembar
Pemilik Usaha Batu Bata Kembar
55
(Sumber : Usaha Batu Bata Kembar, 2014, diolah Oleh Peneliti)
Dalam struktur organisasi tersebut, pemilik dan karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Tidak ada tertulis mengenai tugas pemilik dan karyawan, tetapi berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik dapat diketahui apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemilik dan karyawan. Pak Ato Sebagai pemilik Usaha Batu Bata Kembar memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Mengatur keuangan dalam biaya produksi, operasional dan penggajian. 2. Mengawasi kinerja karyawan agar menghasilkan produk yang berkualitas. 3. Mengawai kualitas produk yang dihasilkan.
4. Melayani konsumen yang memesan dan membeli batu bata.
Dalam Usaha Batu Bata Kembar, terdapat pembagian kerja menjadi 3 bagian, yaitu pencetakan, penjemuran dan pembakaran. Tugas karyawan bidang pencetakan adalah:
1. Menjaga dan merawat semua aset Usaha Batu Bata Kembar
2. Memastikan bahwa tanah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata adalah tanah merah yang tidak tercampur dengan sampah kayu ataupun plastik.
3. Memastikan takaran air dan tanah dalam campuran bahan baku yang akan dicetak benar. Karyawan bidang pencetakan Karyawan bidang penjemuran Karyawan bidang pembakaran
56
4. Memastikan cetakan dalam kondisi yang baik untuk digunakan.
5. Memastikan lumpur (tanah yang dicampu air) telah terisi dengan benar ke dalam cetakan. Kekosongan pada cetakan akan menghasilkan batu bata yang tidak baik kualitasnya.
Tugas karyawan bidang penjemuran adaah sebagai berikut: 1. Menjaga dan merawat semua aset Usaha Batu Bata Kembar
2. Menjemur batu bata di bawah sinar matahari sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
3. Memastikan batu bata yang dijemur tidak terkena air pada saat turun hujan.
Tugas karyawan bidang pembakaran adalah :
1. Menjaga dan merawat semua aset Usaha Batu Bata Kembar
2. Membakar batu bata yang telah dijemur sesuai dengan jangka waktu dan tingkat kekuatan batu bata.
3. Memastikan bahan bakar yang digunakan cukup saat pembakaran.
4.1.2.3 Manajemen
Pada Usaha Batu Bata Kembar, manajemen usaha dibagi menjadi 3 bagian yaitu modal, keuangan dan administrasi.
a. Modal
Usaha ini merupakan usaha keluarga sehingga modal usaha ini adalah milik sendiri. Kendala yang dihadapi oleh pemilik adalah
57
keterbatasan modal yang dimiliki dalam mengembangkan usaha. Menurut pemilik, ia tidak berani mengajukan pinjaman ke Bank karena kawatir tidak bisa membayar. Ia mengharapkan partisipasi pemerintah dalam membantunya memberikan pinjaman lunak.
b. Keuangan
Keuangan dalam usaha ini ditangani secara sederhana. Hal ini terlihat dari tidak lengkapnya catatan-catatan mengenai data-data keuangan usaha seperti jumlah gaji karyawan dan jumlah penjualan. c. Administrasi
Pencatatan administrasi dilakukan dengan sederhana. Tidak ada catatan mengenai sejarah berdiri, profil usaha, jumlah karyawan, dan pembagian tugas karyawan.
4.1.2.4 Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam aktivitas usaha ini. Jika pemasaran dlakukan secara tepat, maka akakn mendatangkan keuntungan yang maksimal bagi usaha. Adapun aktivitas pemasaran pada Usaha Batu Bata Kembar adalah menerima pesanan dari konsumen, baik dari konsumen yang ingin membangun rumah maupun konsumen yang ingin menjual kembali batu bata tersebut. Dalam hal ini pihak tersebut adalah toko bangunan yang berasal dari Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas.
58
Usaha ini mengandalkan promosi dari mulut ke mulut oleh konsumen yang pernah membeli batu bata di usaha ini. Banyak masyarakat mengetahui bahwa usaha ini menjual batu bata dari konsumen yang telah pernah membeli batu bata. Tidak ada strategi pemasaran dalam hal promosi yang dilakukan oleh usaha ini baik berupa merek dagang ataupun tanda nama usaha.