PSC Myanmar
Medco Energi saat ini memiliki dua kontrak PSC di Myanmar. Dua sumur eksplorasi telah dibor pada tahun 2000, sehingga memenuhi komitmen pembiayaan hingga akhir Maret 2001. Pemboran salah satu sumur menemukan potensi gas, namun masih harus diuji lebih lanjut. Sumur lainnya ditutup dan ditinggalkan karena merupakan sumur kering.
Medco Energi tidak memiliki rencana untuk aktivitas pengeboran di Myanmar untuk tahun 2002. Sebaliknya, Perseroan bermaksud menawarkan kedua blok yang dimiliki kepada mitra investor. Komitmen kerja tahun ke-4 akan dimulai pada tahun 2002, dengan pembiayaan bagi eksplorasi baru diperkirakan dapat diperoleh dari calon mitra investor yang berminat.
PSC Cumi Cumi, Laut Natuna Barat
Pada tahun 2000, Exspan menjadi operator PSC Cumi-Cumi menyusul pengunduran diri operator terdahulu, Lasmo. Sejak itu, bersama-sama
2001, the status of relinquishment still awaits the approval of the Government of Indonesia.
Pasemah PSC
As planned, Medco Energi and its working partner, Petronas of Malaysia, drilled the Sekunyir-1 well in the Pasemah PSC block that turned out to be dry. Further study of the block shows that with previous dry holes already encountered, the potential of this block does not warrant the risks. As a result, the Company decided to relinquish the entire block. With concurrence from Petronas, a letter to that intent was sent to Pertamina. Total relinquishment of the Pasemah PSC block can be expected to take place in 2002.
Sulawesi PSC JOB
In March 2000, Medco Energi acquired the interest of Atlantic Richfield Company (Arco) in a PSC Joint Operating Body (JOB) of 475 sq. km. embracing two discrete areas, Senoro (onshore) and Toili (offshore) in one block. The onshore area includes the Senoro-1 gas discovery well drilled in 1999 and Senoro-2 delineation well drilled in 2001 that is interpreted to have reserve potential exceeding 7 TCF of gas. To date, GCA has credited proven plus probable reserves of 3.0 trillion cubic feet of gas and 62.5 MMBO condensate on an undiluted basis to this discovery, to be shared with Pertamina as the JOB partner. This equates to 281 MMBOE, on a net basis to the Company Similarly, the Toili offshore area includes the Tiaka oilfield, with estimated proven and probable reserves of 21.4 MMBO.
Other than the drilling of Senoro-2 delineation well, work activities in 2001 were directed toward the marketing of the Senoro gas potential, in addition to preparation of the Tiaka oil field development. In particular, the Company’s intention for the Toili block in 2001 was mainly to obtain government approval for the development of the Tiaka field and to achieve commercial production of the Senoro wells in the Senoro-Toili block.
The Company received this approval from the government only by January 10, 2002, including approval for the Tiaka oil field development plan. This will allow Pertamina and Medco Energi to embark on a six-well development drilling programs in Tiaka, to commence oil production by early 2003.
The approved 2002 work program at the Senoro block includes drilling of the Senoro-3 appraisal well, as a follow up to the successful drilling of the Senoro-2 appraisal well. This will aid further confirmation of gas reserves exceeding 7.0 TCF, which will be sufficient to support a production platform of 1.0 BCFD, equivalent to a two LNG train facility, over a 20-year contract period. Negotiations are underway with international consortiums to supply gas to LNG and DME plants that will be constructed adjacent to the Senoro field. So far, the Company
mitra usaha Premier Oil, Perseroan melakukan upaya untuk menarik minat mitra pemodal lainnya guna membiayai pengeboran sumur pengujian bagi kandungan prospek gas yang ditemukan dari studi terdahulu. Medco Energi telah memutuskan untuk mengembalikan PSC Cumi-Cumi serta mengalihkan dana eksplorasi yang tersedia pada wilayah kerja yang dinilai berpeluang menghasilkan pengembalian investasi yang lebih baik. Sampai dengan akhir tahun 2001, status pengembalian masih menunggu persetujuan Pemerintah Indonesia.
PSC Pasemah
Sesuai rencana, Medco Energi bersama mitra kerjanya, Petronas Malaysia, telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi Sekunyir-1 di blok PSC Pasemah, yang terbukti merupakan sumur kering. Dengan telah adanya beberapa temuan sumur kering lain sebelumnya, diambil kesimpulan bahwa blok Pasemah tidak memiliki potensi yang memadai. Akibatnya, Perseroan memutuskan untuk melepaskan kepemilikannya di blok tersebut. Dengan persetujuan Petronas, Perseroan telah mengirimkan surat permintaan pengunduran diri ke Pertamina. Pelepasan blok PSC Pasemah diperkirakan dapat dilakukan pada tahun 2002.
PSC JOB Sulawesi
Pada bulan Maret 2000, Medco Energi mengambil alih saham Atlantic Richfield Company (Arco) dalam kontrak PSC Joint Operating Body (JOB) seluas 475 km2 yang terletak di dua blok terpisah: Senoro (darat) dan Toili (lepas pantai). Blok darat mencakup temuan gas Senoro-1 yang dibor pada tahun 1999 dan sumur delineasi Senoro-2 yang dibor tahun 2001, yang diduga memiliki potensi cadangan gas alam melebihi 7 TCF. Sampai dengan saat ini, GCA memperkirakan cadangan Terbukti plus Terduga sebesar 3,0 TCF gas dan 62,5 MMBO kondensat untuk temuan ini, yang harus dibagi dengan Pertamina sebagai mitra JOB. Cadangan bersih setara minyak yang menjadi bagian Perseroan adalah 281 MMBOE. Sementara itu, blok lepas pantai Toili juga mencakup ladang minyak Tiaka, dengan perkiraan cadangan Terbukti dan Terduga sebesar 21,4 MMBO.
Selain pengeboran sumur delineasi Senoro-2, kegiatan tahun 2001 diarahkan pada pemasaran hasil gas, disamping persiapan rencana pengembangan ladang Tiaka. Secara khusus, sasaran tahun 2001 adalah memperoleh persetujuan pemerintah untuk pengembangan ladang Tiaka dan untuk memulai produksi komersial dari sumur-sumur Senoro di blok Senoro-Toili.
Persetujuan pemerintah tersebut baru diperoleh pada tanggal 10 Januari 2002, termasuk persetujuan untuk rencana pengembangan ladang Tiaka. Dengan demikian, Pertamina dan Medco Energi dapat memulai program pengeboran enam sumur pengembangan di Tiaka, yang diharapkan dapat mulai memproduksi minyak pada awal tahun 2003.
Program kerja yang disetujui di tahun 2002 untuk blok Senoro mencakup pengeboran sumur penilaian Senoro-3 sebagai lanjutan sumur penilaian Senoro-2, untuk mengkonfirmasikan cadangan gas sebesar lebih dari 7.0 TCF. Jumlah ini diperkirakan cukup mendukung produksi 1,0 BCFD, setara
OPERA
PT MEDCO ENERGI INTERNASIONAL
Tbk
has spent around US$ 9.4 million for exploration in Sulawesi PSC by end of 2001.
Simenggaris PSC JOB
Medco Energi acquired 75% shares of Western Simenggaris Petroleum Pty. Ltd., which has 50% working interest in Simenggaris PSC JOB from Cityview Energy Corporation Limited, Australia, in early 2000. The block is located in East Kalimantan. The activities in 2001 were mainly land acquisition, construction for drilling locations at Pidawan-1 and contracting for drilling services. Negotiations for land acquisition and dredging canals for access to locations took most of 2001.
Pidawan-1 drilling is set to start in the first quarter of 2002. This well is planned to reach 7,600 feet deep, expecting to find reserves of 28 MMBO and 50 BCF of gas. In addition to Pidawan-1, Medco Energi plans to drill several more wildcats in the area in 2002. The year 2002 will also see the first relinquishment of the Simenggaris block, encompassing as much as 25% of the original area. This relinquishment was actually due in 2001, but a one-year extension has been granted to the JOB contract.
Madura PSC JOB
In early 2000, Medco Energi acquired 75% shares of Western Madura Pty. Ltd from Cityview Energy Corporation Limited, Australia, which has 50% working interest in Madura PSC JOB. Medco Energi drilled wildcat Sebaya-1, reaching a depth of approximately 6,000 feet, in the year 2001. The well encountered several gas zones. However, testing of the zones proved inconclusive and a re-testing of the well is scheduled for 2002.
Drilling of another wildcat, Karasan-1, with a depth target of 4,200 feet, is also set for 2002. This is expected to encounter reserves of 155 BCF of gas. A few other wildcats, aside from the Karasan-1, are also set for drilling in 2002.
Bengara PSC
In late 2001, the Company acquired 95% shares of PT Petroner Bengara Energi, which holds the operatorship of the Bengara block in Northeast Kalimantan. This block shows several interesting oil and gas prospects that warrant a seismic program. For that purpose, the Company plans to acquire about 500 kms of 2D seismic and/or reprocess existing seismic line prior to drilling wells.
dengan dua jalur pengilangan LNG, selama masa kontrak 20 tahun. Penjajakan kini sedang dilakukan dengan konsorsium internasional untuk memasok gas ke pabrik LNG dan DME yang akan dibangun berdekatan dengan ladang Senoro. Hingga akhir tahun 2001, Perseroan telah mengeluarkan sekitar US$ 9,4 juta untuk mendanai aktivitas eksplorasi di PSC Sulawesi.
PSC JOB Simenggaris
Pada awal tahun 2000, Medco Energi mengambil alih dari Cityview Energy Corporation Limited, Australia, 75% saham Western Simenggaris Petroleum Pty. Ltd. yang memiliki 50% operasional kontrak PSC JOB Simenggaris di Kalimantan Timur. Kegiatan selama tahun 2001 lebih diarahkan kepada pengambilalihan lahan, pekerjaan konstruksi di lokasi pengeboran untuk sumur Pidawan-1, serta mencari kontraktor jasa pengeboran. Proses negosiasi untuk pembelian lahan dan penyiapan kanal untuk akses ke lokasi kerja menyita hampir sepanjang tahun 2001.
Rencana pengeboran sumur eksplorasi Pidawan-1 akan dilaksanakan pada triwulan pertama 2002. Sumur yang akan digali sedalam 7.600 kaki ini diharapkan dapat menemukan cadangan 28 MMBO dan 50 BCF gas. Selain sumur Pidawan-1, Medco Energi merencanakan pengeboran beberapa sumur eksplorasi lainnya di wilayah tersebut pada tahun 2002. Pada tahun 2002 juga akan dilaksanakan penyerahan pertama blok Simenggaris, meliputi wilayah seluas 25% dari luas wilayah semula. Penyerahan wilayah ini semula dijadwalkan pada tahun 2001, namun mendapatkan perpanjangan satu tahun untuk kontrak JOB bersangkutan.
PSC JOB Madura
Pada awal tahun 2000, Medco Energi mengambil alih dari Cityview Energy Corporation Limited, Australia, 75% saham Western Madura Petroleum Pty. Ltd. yang memiliki 50% operasional kontrak PSC JOB Madura, Pada tahun 2001, Medco Energi melaksanakan pengeboran sumur eksplorasi Sebaya-1 sampai kedalaman sekitar 6.000 kaki, yang menemukan beberapa zona kandungan gas. Namun, pengujian terhadap zona kandungan gas tersebut belum memberikan hasil konklusif, dan program pengujian selanjutnya dijadwalkan dilakukan pada tahun 2002.
Perseroan juga merencanakan pengeboran sumur eksplorasi Karasan-1 sedalam 4.200 kaki pada tahun 2002, yang diharapkan menemukan cadangan gas 155 BCF. Program pengeboran tahun 2002 juga mencakup beberapa sumur eksplorasi lain disamping Karasan-1.
PSC Bengara
Di akhir tahun 2001, Medco Energi mengambil alih 95% saham PT Petroner Bengara Energi, operator blok PSC Bengara di wilayah Kalimantan Timur. Blok PSC Bengara memiliki beberapa prospek migas yang masih memerlukan konfirmasi melalui survei seismik. Oleh karenanya, Perseroan merencanakan pelaksanaan sekitar 500 km survei seismik 2D dan/=atau memproses ulang data seismik yang telah ada, sebelum melakukan pengeboran eksplorasi.
Sebelum tahun 2001, Medco Energi menyediakan jasa pengeboran migas melalui dua anak perusahaan, yaitu PT Medco Antareja untuk pengeboran darat yang mulai beroperasi tahun 1983, dan PT Apexindo Pratama Duta untuk pengeboran lepas pantai yang mulai beroperasi tahun 1991. Sampai dengan akhir tahun 2001, kedua perusahaan tersebut mengoperasikan 12 anjungan pengeboran darat dan 3 anjungan pengeboran lepas pantai.
Pada tahun 2001, Perseroan merealisasikan rencana penggabungan kedua perusahaan tersebut, dalam rangka konsolidasi kelompok perusahaan Medco Energi ke arah perampingan operasional serta peningkatan efisiensi. Didahului tahap persiapan dan restrukturisasi yang intensif, proses merger secara hukum berlangsung pada bulan Desember 2001, dengan melebur PT Medco Antareja ke dalam PT Apexindo Pratama Duta (Apexindo).