2. AKU : MUHAMMAD 3. KARENA : HAMBA : ALLAH : IRADAT : UJUD —oo0oo—
UNTUK HALAMAN YG TERAKHIR INI ; saya gali sejarah KALIMANTAN SELATAN pada abad ke 18 (delapan belas) Ada beberapa tokoh yang terkenal ditengah-tengah
PERTAMA ialah Syeh ABDUL HAMID TATAKAN/RANTAU, yaitu dengan gelar DATUK SANGGUL / DATUK KUNING.
KEDUA ialah SYEH MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI KETIGA ialah SYEH ABDUL HAMID ABULUNG
KEEMPAT ialah SYEH MUHAMMAD NAFIS AL BANJARI
Dan pada abad ke-19 bertambah banyak lagi tokoh-tokoh agama di Kalimantan ini. Dan akhirnya pada abad ke-20 banyak lagi melahirkan tokoh-tokoh baru untuk penerus perjuangan beliau itu.
Jadi tokoh-tokoh empat besar itu tadi patut kita warisi, karena adalah berdasarkan Al-Qur‘an dan hadist dan ijma Ulama yang ahlus sunnah wal jama‘ah yang hak.
Bagaimana kita hendak ingkar dengan ajaran-ajarannya yang berbau dengan kebenaran itu.
Demikian pula wali-wali itu adalah di bawah nabi sebagai halifah didalam bumi ini, sedang nabi-nabi itu beroleh wahyu dan wali-wali beroleh ilham.
Marilah kita teruskan perjuangan yang gigih itu untuk merebut kembali kemenangan yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dahulu. Beranikanlah dirimu untuk terjun dimedan laga, untuk meraih kemenangan yang gilang-gemilang. Serahkanlah dirimu bulat-bulat kepadanya, niscaya Tuhan berdiri dihadapanmu sekaliannya. Kita semua harus berani jangan pengecut ; karena pengecut itu adalah bibit segala dosa durhaka. Kalau siapa pengecut dalam perjuangan, itu namanya pahlawan syaiton namanya. Dan siapa berani berjuang dengan Allah, ia akan mendapat gelar pahlawan Tuhan. Pilihlah antara dua, inign jadi pahlawan Tuhan atau jadi pahlawan shaiton.
Marilah kita menuju kebenaran ; insya Allah, Tuhan akan menunjukkan jalannya. Lihat contoh sebagai pahlawan Tuhan yaitu ;
DATUK ABULUNG mati dalam mempertahankan agamanya. Dan beliau meninggalkan warisan yaitu sebuah kata-kata mutiara yang lebih berharga daripada harta benda dunia, apakah kata-kata itu ;
TIADA YANG MAUJUD, MELAINKAN HANYALAH DIA DIA ADALAH AKU
DAN AKU ADALAH DIA Inilah inti sari tasauf beliau
Dan DATUK SANGGUL mewariskan kalimat ; A, I, U Dan DATUK KELAMPAIAN mewariskan kalimat ; L, L, L
Dan DATUK MUHAMMAD NAFIS mewariskan sebuah kitab yang bernama ADDURUN NAFIS
Dengan intisarrinya yang berbunyi ; A, A, A Apakah arti dan makna A, L, U, itu ?
Apakah arti dan makna L, L, L, itu ? Dan apakah arti dan makna dari A, A, A
Marilah kita gali selanjutnya sampai tuntas, siapa beroleh Petunjuk, dialah yang beruntung
DEMIKIANLAH RIWAYAT SINGKAT TENTANG TOKOH ― KEAGAMAAN DI KALIMANTAN SELATAN, KHUSUSNYA, DAN KALIMANTAN UMUMNYA. Sekian.
WASSALAM INSAN KAMIL
1. Jadi insan kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantinya jadi yang awal sekali.
2. Yang disebut rahul hajat ialah pintu Tuhan hakikatnya dikatakan pintu-pintu zat itulah dia lobang yang dinamakan mekar dan kkuncupnya marnas atau buka tutupnya mahid. 3. Syiratal mustaqim ialah maksudnya menamakan hilang perginya atau, sempat diakhirat atau diakhirat ilahi robbi dan tuhan kita mengatakan bahwa ayat yang diatas ini tadi maksudnya adalah keluarnya perkataan kita.
4. Arsiullah artinya muka pada hakikatnya wadah persidangan zat yaitu berada di kepala dan di dada kita
5. Kursi artinya tempat duduk pada hakikatnya tempat duduk zat yaitu berada pada otak dan jantung
6. Luch machfut / luch kalam artinya luch tempat machfut dijaga pada hakikatnya adalah sifat-sifat zat. tempatnya berada di jasad serta dijaga oleh malaikat katibin. Jadi yang dimaksud puncak hidup itu ialah berada di badan kita pribadi (pahmakanlah) 7. Mizan artinya timbangan, pada hakikatnya pertimbangan zat yang berada di penglihat, pendengar, pencium, pengrasa dan perkataan maksudnya mengatakan terhadap pertimbangan hidup kita yang berada di panca indra.
Ibarat wahana zat dengan sifat itu, seperti sendiri-sendiri saja. Jelasnya mengatakan terhadap berdirinya hamba dan Tuhan. Seolah-olah berdiri sendiri-sendiri padahal yang
sebenarnya adalah tetap satu (esa). Jadilah kesimpulannya adalah tidak ada sifat yang berdiri diatas zat atau yang bertambah dengan sifat ma‘ani yaitu gazlikun bizatihi, maridun bizatihi, alimun bizatihi, dan seterusnya sampai kalam.
Jadi disini duduknya kepada JIBU artinya tiada huruf dan tiada suara, zat dirinya. Ibarat roh dengan badan, tetap kekal. Inilah yang dinamakan alip mutakalimun wahid. Artinya yang berkata-kata jadi ucapan tanpa mulut itu adalah yang mempunya rupa yang sejati, dan tempatnya berada didalam sukma/nyawa kita pribadi, dan suara. Inilah yang disbut zikir batin yang sesungguhnya dan yang sebenarnya serta azali dan qadimdan yang baqa. Sedang malaikat pun tidak boleh tahu apapun yang keluar itu : semua malaikat dan zipun bisa tahu. Tetapi yang disebut mudawatuhzukri itu tak ada seorangpun yang tahu kecuali dia sendiri inilah puncak segala puncak ilmu dan amal ma‘rifat. Dan inilah zikir yang senantiasa dan tiada pernah lupa walau sekejap matapun. Maka ada seorang wali pernah berkata : apabila aku lupa sekejap juapun sengaja atau tidak sengaja, maka aku hukumnya diriku itu murtad. Demikianlah adanya kepada kita ini semuanya, bila lupa berarti belum sempurna ilmnya. Dengan sdanya keterangan ini itulah apa adanya dapat hamba sampaikan semoga Allah meridhoinya amin ya robbal alamin. TENTANG NAFSU
Nafsu itu ada empat martabat :
1. Nafsu amarah tempatnya pada empedu 2. Nafsu lawwamah tempatnya pada perut 3. Nafsu sawiyah tempatnya pada limpa 4. Nafsu mutmainah tempatnya pada tulang
Inilah nafsu zat haq ta‘ala. Kenyataannya pada/diri hidung kejadiannya dalam cahaya putih : kelihatan segala macam sesuatu dikalam laut Rachmad jadi kesempurnaan dari ke 4 macam tersebut diatas tadi adalah bersatu di dalam alam nur/ cahaya kita pribadi. Demikianlah uraian ringkas dari hamba semoga kita semua beroleh petunjuk, serta taufik dan hidayahnya dari pada Tuhan azzawazallah. Amin
Hati itu ada dua bagian :
1. Hati sanubari : juga disebut hati nabati 2. Hati nurani : juga disebut hati cahaya
Sebab disebut hati nabati, karena ia daging segumpal berhenti dibawah lambung kiri diantara dua jari di bawah susu kiri di dalam dada kita. Dan adapun hati nabati itu mempunyai beberapa nama. Namanya Halifatullah artinya ganti Allah karena ia memerintah tubuh manusia dan lain-lainnya. Namanya amisu mu‘minin artinya raja yang nyata karena kuasa akan sesuatu. Namanya arsyullah artinya mahligai Allah, karena ia tempat taajalli allah ta‘ala kepadanya. Namanya Zarrotul Haq artinya cermin haq ta‘ala karena ia haq ta‘ala kepadanya. Namanya iradatul ujud artinya kehendak yang nyata ada atau kehendak dari. Karena ia tiada luput daripadanya. Adapun hati nurani itu amat besar dan amat luasnya daripada segala alam. Tetapi amat/halus maka ialah menerima tadjali zat allah, sifat allah, asma allah, af‘al allah. Maka daripadanya lampah kepada yang lainnya Karena hati nurani itulah yang memakai sifat 7 yaitu: hayat, ilmu, kudrat, iradat, sama, besar dan kalam, jadi kalau terhenti kepada hati nurani karena hidupnya hati nurani itu adalah kenyataan hayat.
Zatullah ta‘ala. Tahu hati nurani kenyataan ilmu Zatullah ta‘ala. Kuasa hati nurani kenyataan kudrat Zatullah ta‘ala. Berkehendak hati nurani kenyataan pendengaran Zatullah ta‘ala melihat hati nurani kenyataan penglihat Zatullah ta‘ala. berkata hati nurani kenyataan alam Zatullah ta‘ala. jadi pernahkah susunan/gugurnya kepada diri kita sendiri atau diri pribadi.
Arti dan Makna
Jadi baiklah kita uraikan arti dan makna sebenarnya apa yang berlaku kepada hati nurani itulah kelakuan Zatullah ta‘ala maknanya apabila kelakuan Zatullah ta‘ala pada hati nurani itu tiada di dalam da tiada diluar hamba tiada dengan nyata-nyatanya hati nurani karena hati nurani itu adalah sifat zattullah dan daripada hati nurani itulah
lampah kepada tubuh kita ini. Maka nyatalah tubuh kalimah daripada hati nurani. Maka karena hidup tubuh kita ini sebab hidup hati nurani tahu tubuh kita ini sebab tahu hati nurani. Kuasa tubuh kita ini sebab kuasa hati nurani. Berkehendak tubuh kita ini sebab berkehendak hati nurani. Mendengar tubuh kita ini, sebab mendengar hati nurani. Melihat tubuh kita ini. Sebab melihat hati nurani. Berkata tubuh kita ini sebab melihat
hati nurani. Berkata tubuh kita ini sebab berkata hati nurani. Bergerak tubuh kita ini sebab bergerak hati nurani. Gerak dan diam tubuh kita ini sebab gerak diam hati nurani jua. Maka nyatalah hidup kita dan tahu, kuasa kita, bergerak dan mendengar/melihat serta berkata-kata ini kenyataan hati nurani artinya kelakuan hati nurani. Maka apabila kelakuan hati nurani pada tubuh kita yang kasar ini, tiada nyatanya kepada tubuh kita yang kasar ini karena tubuh kita yang kasar ini. Sifat hati nurani dan hati nurani itulah kenyataan zat Allah Ta‘ala yang tiada baginya ialah yang di per-ujudileh sekalian yang maujud adapun sebenarnya hamba itu yaitu : mata tiada melihat, telinga tiada
mendengar, mulut tiada berkata-kata, hidung tiada mencium, maka mata dapat melihat, telinga dapat mendengar hidung dapat mencium mulut dapat berkata-kata. Hanya pekerjaannya jua. Sabda rasulullah saw yang artinya : lidah itu juru bicara hati dan hati itu juru bahasa lidah, hidayah itu daripada cahaya yang qadim dan azali. Adapun arti hidayah itu ialah sifat tubuh yang nyata pada hati nurani adapun sifat itu adalah kenyataan zat yang wajibal wujud. Tuhan Allah ada menerangkan didalam al-Qur‘an yang artinya kenyataan Allah didalam diri kamu melengkapi, mengapakah kamu tidak melihat. Dan lagi Allah Ta‘ala serta kamu, dimana saja kamu berada
Maka nyatalah bahwa kelakuan yang nyata kepada dirimu itu ialah nafsumu itu
semuanya kenyataan keadaan zatullah ta‘ala yang meutlak, adapun hamba tak punya. Jadi yang mempunyai kelakuan itu tiada huruf dan tiada suara.dan tiada isyarat itulah dirimu dunia dan akhirat itulah Jibu. Adapun pahamnya segala yang tersebut didalam akibat yang lain-lainnya, ang dinaakan kitab maksudi tasauf itu yaitu jikalau kita ada bisa mengembalikan amanah allah atau berlaku barang sebgainya sama didalam sembahyang, didalam ziki atau barang pekerjaan dunia, maka sudah karamlah kita didalma laut qadim ang haqiqi. Manakal karam hapuslah namanya, manakala hapus lenyaplah baginya namapun tiada itulah yang dikata Esa dan meliputi. Jadi kalau tiada demikian, tiadalah hasil ma‘rifat seperti ini barulah benar-benar cinta dan rindu dendam dengan zat hayat yang hidup sendirinya. Maka berkasih-kasih dan berinjak-jinakan, karena sudah sauju senyawa, serta serasa dan serahasia. Inilah walaupun sembarang saja kelakuannya, tiada diketahuinya dirinya karena pekerjaan itu atau kelakuannya didunia dan diakhirat sama dibuatnya adapun arti rindu itu belum berjumpa dan arti dendam itu sudah bertemu.
Dan arti rindu itu hamba, dan dendam ialah Tuhan maksudnya. Yang artinya berjumpa itu sudah bertemu nyatalah dengan nyatanya, manakala nyata datanglah laut rahmat dan nikmat itulah jibu.
KARENA itu tidaklah BERDIRI SENDIRI. TETAPI SEMUANYA BERHAJAT KEPADA ALLAH. MAKANYA ADANYA ALAM INI TIDAK MENARIK PERHATIANNYA. KARENA ITU MEREKA ANGGAP BAGAIKAN TIDAK ADA. INILAH CAHAYA ILAHI ROBBI YANG MENYINARI DIRINYA LAHIR BATIN.
DUA KALIMAH SYAHADAT
Dua kalimah syahadat itu ada dua bagian : pertama yang disebut syahadat tauhid, kedua syahadat rasul. Dua kalimah syahadah itu kita sudah maklum yang artinya menurut logat umum ialah aku naik saksi tiada tuhan melainkan allah. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusan Allah.
Maksudnya ialah : yang dinamakan tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup kita pribadi. Sebab sebenar-benarnya yang kita sebut itu tidak ada. Itulah disebut tiada tuhan itu menetapkan hanya hidup kita pribadi. Sebab yang menyebut itu juga yang menyebut atau yang menyaksikan itu juga yang disaksikan. Berdasarkan dalil Qur‘an dan al-Hadist al-insanu sari wa ana sirrohu. Artinya : insan itu rahasiaku dan akupun
rahasianya.
Dan lagi firmannya : al-insan sirri wa ana sirri sifatin wa sifatun ligoirih, artinya : insan itu rahasiaku, rahasiaku itu sifatku, dan sifatku itu tiada lain daripada aku jua. Jadi nyatalah kepada kita bahwa allah, Muhammad, adam (insan) adalah satu. Insan kamil pun allah jua. Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi pada hakikatnya manusia ini adalah tuhan (dalam rahasia) atau rahasia dalam ketuhanan.
Johiro abdi bathinu abdi artinya : pemeliharaan tuhan pada bathin tuhannya yakni kepada ilmu hakikat kenyataannya, adanya tiadanya dan Esanya huwal awwalu wal ahiru wadjohiro wal bathinu wahuwa ala kulli sya‘in qadir. Dia yang awal dia yang akhir, dia yang johir dia yang batin. Adapun yang dinamakan Muhammad itu bukannya
Muhammad yang di Madinah. Tetapi yang sebenarnya ialah cahaya kita pribadi. Itulah sebabnya diakui utusan, sebab cahaya kita itu pertandanya tuhan. Masalahnya adalah begini : apabila kita benar-benar sampai kepada tuhan, utsan tuhan keluar dari diri kita : bahwa utusan tuhan itu mendatangkan apa ciptamu, maka barang siapa percaya
mendapat kasih ampunan tuhan. Apabila sudah menerima petunjuk yang demikian itu. harap hati-hati dan waspadalah didalam hati. yang hidup kita pribadi itulah adanya nugraha dan anugrah. Artinya : nugraha itu tuhan dan anugrah itu hamba.Sebab usaha senyawa didalam badan pribadi. Janganlah sak dan ragu lagi.
—oo0oo—
Artinya : aku adalah suatu perbendaharaan yang tersembunyi, aku ingin dikenal, maka kujadikan makhluk, supaya mereka mengenal aku dengan aku. Maka disinilah kita membuatkan cita-cita yaitu : yang disebut jam-ul himmah dan ada lagi sebuah hadist yang berbunyi. Mal‘lam yazuq lam yarif, artinya barang siapa belum pernah merasai, maka belumlah ia akan tahu, dan lagi sebuah hadist yang berbunyi : Mal-lam bizuq lam yadir, artinya : barang siapa tiada merasai niscaya tiadalah ia mendapat dan tiada beroleh maqam arifinbillah, jadi dalam tingkat ini siapa tiada merasai dengan rasanya niscaya ia bergemilang dalam dosa durhaka kepada tuhan dan kepada rasulullah saw sekarang baiklah hamba teruskan kepada membicarkan tentang Hulul. Hulul artinya : yaitu ketuhanan atau lahu menjelma kedalam diri insan atau nasud. Nur Muhammad sebagai asal usul segala kejadian amal perbuatan dan ilmu pengetahuan dan dengan perantaraanya seluruhnya ala mini djadikan. Bila batin seorang insan telah suci di dalam
menempuh perjalanan dalam hidup kebathinan, niscaya akan naiklah tingkat hidupnya it dari satu makam ke makam yang lainnya yaitu yang dmulai makam yang paling bawah sampai ke makam yang paling atas yaitu makam Mukarrabin.
Mukarrabin artinya: orang yang paling dekat kepada tuhan di atas daripada makam mukarrabin itu tibalah di puncak sehingga bersatu dengan tuhan (tunggal dalam rahasia) maka tidak dapat lagi dibedakan atau dipisahkan diantara asyik dengan ma‘syuknya. Dan apabila ketuhanan itu telah menjelma atau tjih di badan dirinya maka tidaklah lagi kehendaknya yang sabda Rasulullah saw.
Sabda nabi: yang aku khawatirkan terhadap umatku, ialah kelemahan dalam iman keyakinan. Kalau lemah dalam ibadah lahir dapat diperbaiki dengan kesabaran. Kelemahan iman keyakinan bisa membawa lenyapnya semua amal yang lalu/ yang sekarang dan yang akan dating maka dari pada itu ma‘rifatlah lain tidak. Sebab ma‘rifat itu adalah puncak segala amal, dan puncak segala kebahagiaan dunia dan akhirat, puncak rasa menikmati ridhanya. Jadi kesempatan adalah sorga karena adanya ma‘rifat dan neraka itu karena terhijap artinya ; tidak kenal kepada Allah, dan tidak melihat allah dalam apa yang ia lihat.
Berbahagialah orang yang perkataannya zikir, diamnya berzikir panangannya penuh perhatian. Sesungguhnya orang yang sempurna akalnya ialah selalu mengoreksi dirinya sendiri, sebelum dikoreksi orang lain.
Dan selalu berakal untuk kemudian harinya rasulullah saw bersabda
Rasulullah saw membenarkan perkataan seorang pujangga yang berkata : bahwa segala sesuatu itu selain allah semuanya palsu belaka. Maksudnya ialah : apabila memandang kepada sesuatu apapun jua, maka pandangan itu tertuju kepada sesuatu itu saja, maka pandangan itu palsu belaka. Jadi yang benar ialah apabila kita
memandang kepada sesuatu itu maka pandangan kita lenyaplah sesuatu itu dalam pandangan basyirah hati itu. walaupun kita memandang kepada makhluk namun hati tetap memandang kepada Allah Ta‘ala. itulah pandangan yang benar yang hak. Jadi jelasnya begini : semua itu allah dan allah itu semuanya inilah yang disebut yang satu, memandang kepada yang satu (suhudul wahdah filwahdah).
Demikianlah tampak jelas sifat-sifat allah didalm tiap-tiap sesuatu didalam ala mini sehingga apabila masih ada manusia tidak dapat melihat allah dalam apa yang ia lihat dan ia dengar niscaya ia masih terdinding/terhijab.
Ciri-ciri nas seorang arif
Suatu tanda/ciri nas dari orang yang lulus dalam perjuangan mereka selalu menyerah kepada allah sejak awal perjuangannya mereka ridho kepada allah dan berbuat menurut kehendak allah.
Pertama : syua‘aa‘ul basyirah : cahaya akal Kedua : ainal basyirah : cahaya ilmu
Ketiga : haqqul basyirah : cahaya ilahi Keterangan-keterangan
Orang yang sampai kepada cahaya akal yakni : allah selalu meliputi dirinya dan mengurung mereka lahir dan bathin, artinya : ia yang meliputi dan ia yang meliputi, ia yang mengurung dan ia yang dikurung.
Orang yang sampai kepada cahaya ilmu, yakni : allah selalu bersamanya dimana saja ia berada. Ia merasa dirinya tidak ada lagi jika disbanding dengan adanya allah : artinya adanya adalah adanya allah, dan tiadanya adalah tiada makhluk. Karena pada
hakikatnya makhluk ini fana kepada / kedalam allah (fana zihir dan bathinlahir bathin). Inilah disebut seorang aribillah.
Karena ahli hakikat itu hanya melihat kepada allah saja walaupun matanya terbelalak melihat alam. Orang seperti itu bukanlah tidak melihat kepada sesuatu disampingnya karena itu tidaklah berdiri sendir-sendiri.
Maka tidaklah lagi kehendaknya yang berlaku, melainkan kehendak allah ta‘ala jua. Apabila ruh allah telah meliputi akan isa anak mariyam, demikian pula kita ini pada hakikatnya tiada berbeda-beda dengan isa a.s.Jadi apabila siapapun mampu
memfanakan dirinya ke dalam tuhan yaitu dengan pensucian ruh. Maka pada waktu itu ruh Allah masuk ke dalam badan insan maka dikala itu perbuatan dan iradat insani tadi menjadi perbuatan dan iradat tuhan. Tegasnya insan ain allah dan allah ain insan. Jadi pada hakikatnya manusia itu adalah tuhan tuhan dalam rahasia. Sebab insane jadi daripada zatnya jua (rahasia). Tuhan menurut bentuk dan surahnya sendiri. Itulah sebabnya maka tuhan menindahkan kepada malaikat supaya sujud kepada adam (manusia). Ini adalah bukti yata dalam al-Qur‘an. Tuhan itu menjelama atau tjli kepada insan yang telah sanggup mempanakan dirinya kedalam tuhan, sehingga mendapat baqa didalamnya, fana kedalam tuhan dan baqa dalam tuhan. Cinta kedalam tuhan adalah kecintaan tuhan. Sekarang kita lanjutkan pula kepada membicarakan tentang hakikat. Perkataan hakikat berpokok dari kata al-haqqu (sebenarnya) kemudian pindah menjadi muhaqqa (nyata kebenarannya). Sudah itu pindah menjadi ta haqio (benar tak salah lagi). Akhirnya menjadi hakikat (zat dari al-haqqu). Jadi ang disebut haikat dalam mutunya yang luhur itu ialah bebas lepas dari segala pengaruh berkuasa sendiri dan tidak satu misalpun di pendapat untuk dicontohnya. Hakikat yang kuhur itu hanya dapat dilihat oleh ilmu, ruh dan perasaan (ZAUQ). Sekarang kita dalami lagi tentang
mengenal hakikat.
Kata-kata hakikat tadi berpokok dari pada al-haqqu. Al-haqqu itulah yang memberikan nur cahaya dan aulia yang menjadikan segala yang ujud (segala yang ada) dialah yang Menjadikan segala yang ujud (segala yang ada). Dialah yang menjadikan alam
seluruhnya. Didalam alam itulah terletak sinar yang membukakan rahasia dari al-haqqu. Dengan kata lain al-haqqu itu ialah : allah ta‘ala. Jadi apabila manusia
berangsur-angsur mengetahui dan mengenal al-haqqu itu. Maka akhirnya al-haqqu itu pulalah yang menjadi buah kehidupan manusia itu. Demikianlah keterangan tentang mengenal Hakikat.
SAKSI DAN PENYAKSIAN
Yang dinamakan kesaksian ialah sebab diwaktu menyampaikan kewejangan atau ajaran, supaya disaksikan oleh sanak saudara kita sesama muslim. Yaitu semua titah yang dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya seperti bumi, langit, bulan, bintang, matahari, api, angin, air, hawa dan udara dan lain-lainnya. Semuanya menjadi saksi dan menyaksikan bahwa kita sekarang ini mengakui berdirinya dan adanya tuhan dan