• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KEUANGAN

Akuntabilitas Kinerja

C. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Realisasi anggaran tahun 2019 sebesar Rp15.837.737.314,00 atau sebesar 98,43% dari anggaran yang tersedia sebesar

Rp16.089.908.000,00. Realisasi penggunaan anggaran pada masing-masing IKU disajikan dalam Tabel berikut ini

:

No. Indikator Kinerja Utama Target 2019 (Rp) Realisasi 2019 (Rp)

Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (4)/(3)

Tujuan 1: Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional yang Bersih dan Efektif

Sasaran Strategis 1: Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional 1. Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita

10.331.291.000,00 9.934.582.389,00 1111

Tujuan 2: Peningkatan Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Sasaran Strategis 2:Meningkatnya Maturitas SPIP

No. Indikator Kinerja Utama Target 2019 (Rp) Realisasi 2019 (Rp)

Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (4)/(3)

1 Persentase Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3

1.841.723.000,00 1.828.600.114,00 99,29

Tujuan 3: Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten Sasaran Strategis 3: Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda

1 Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3

656.167.000,00 583.568.800,00 88,94

Subjumlah IKU 12.829.181.000,00 12.327.551.603,00 96,24

Dukungan Manajemen 1.000.000.000,00 998.543.327,00 99,85

JUMLAH 13.829.181.000,00 13.345.294.630,00 96,50

Laporan Kinerja Deputi Bidang PIP Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, disamping merupakan pertanggungjawaban kinerja Deputi Bidang PIP Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dalam rangka pencapaian tujuan/sasaran strategis tahun 2019, sekaligus juga merupakan sarana penilaian implementasi Sistem AKIP.

Beberapa perbaikan mendasar telah dilakukan terhadap seluruh komponen Sistem AKIP yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Capaian dari tiga sasaran strategis dan tiga sasaran program Deputi Bidang PIP Bidang Perekonomian dan

Kemaritiman pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:

1. Sasaran Strategis 1,

“Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional” dengan indikator kinerja

“Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita” realisasi indikator adalah 3 atau 100,00% dari target 3 dari skala 1 sampai dengan 5.

2. Sasaran Strategis 2,

“Meningkatnya Maturitas SPIP”

dengan indikator kinerja

“Persentase Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3” realisasi indikator

Bab IV

Penutup

adalah sebesar 77,78% atau mencapai 84,00% dari target yang ditetapkan sebesar 92,59%.

3. Sasaran Strategis 3,

“Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda” dengan indikator kinerja “Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3”

realisasi indikator adalah sebesar 70,37% atau mencapai 79,17%

dari target yang ditetapkan sebesar 88,89%.

4. Sasaran Program 1.1, “Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Perekonomian dan Kemaritiman”

dengan indikator kinerja

“Persentase Program

Perekonomian dan Kemaritiman yang memperoleh Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dengan level 3”

realisasi indikator adalah sebesar 100% atau mencapai 100,00% dari target yang ditetapkan sebesar 100%.

5. Sasaran Program 2,

“Meningkatnya Kualitas Penerapan

SPIP K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman” dengan indikator kinerja sebagai berikut:

- Persentase K/L Bidang

Perekonomian dan

Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3, realisasi indikator adalah sebesar 77,78% atau mencapai 84,00% dari target yang ditetapkan sebesar 92,59%.

- Persentase K/L Bidang

Perekonomian dan

Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 2, realisasi indikator adalah sebesar 18,52% atau mencapai 100,00% dari target yang ditetapkan sebesar 7,41%.

6. Sasaran Program 3,

“Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman”

dengan tiga indikator kinerja sebagai berikut:

- Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3, realisasi indikator kinerja sasaran program adalah sebesar 77,78% atau mencapai

87,50% dari target yang ditetapkan sebesar 88,89%.

- Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 2, realisasi indikator kinerja adalah sebesar 11,11% atau mencapai 100% dari target yang ditetapkan sebesar 11,11%.

Meskipun beberapa target indikator masih belum berhasil tercapai diantaranya Persentase Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3 dan Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3, namun secara keseluruhan capaian Kinerja Deputi Bidang PIP Bidang Perekonomian tahun 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun–tahun sebelumnya.

Beberapa langkah penting untuk pengawalan prorgam prioritas K/L/P yang akan dijadikan masukan atau

bahan pertimbangan untuk merumuskan Rencana Kinerja Tahun mendatang adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan nasional pada program prioritas nasional.

2. Melakukan kegiatan pengawasan yang berfokus kepada upaya dalam rangka mendukung peningkatan ruang fiskal (fiscal space).

3. Melakukan maturity level assessment dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan SPIP.

4. Melakukan pendampingan peningkatan kapabilitas APIP Kementerian/Lembaga/Pemda dalam rangka pencapaian level 3 pada tahun 2020.

Sebagai penutup, kami berharap Laporan Kinerja Tahun 2019 dapat memenuhi kewajiban berakuntabilitas dan dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan.

ANGGARAN REALISASI % POTENSI REALISASI %

1 1) Indeks Akuntabilitas

Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita

Skala 1-5 3 3 100.00 Perbaikan pengelolaan program

Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Perekonomian dan Kemaritiman

1.1 Persentase Program Perekonomian dan Kemaritiman yang memperoleh Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dengan level 2

% 100 100.00 100.00 10,331,291,000 9,934,582,389 96.16 33,778 24,439 72.35

2 2) % 92.59 77.78 84.00 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP

K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman

2.1 Persentase K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3

% 92.59 77.78 84.00

2.2 Persentase K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 2

% 7.41 18.52 100.00

Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3

% 88.89 77.78 87.50 Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan

Intern K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman

3.1 Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3

% 88.89 77.78 87.50

3.2 Persentase APIP Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 2

% 11.11 11.11 100.00

1. Rp 12,829,181,000.00 12,346,751,303.00 96.24

2. Rp 1,000,000,000.00 998,059,327.00 99.81 Rp 13,829,181,000.00 13,344,810,630.00 96.50 Jumlah

Persentase Instansi Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3

Dukungan Manajemen

Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Pada Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman

3) 3

CAPAIAN

80.94

39,058 28,355 1,841,723,000 1,828,600,114 99.29 2,985 2,416

2,295 1,500 65.36 656,167,000 583,568,800 88.94

72.60

(3) (4) (5) (6) (7)= (5)-(4) (8)=(5)/(6)*100

1 1) Indeks Akuntabilitas

Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita

Skala 1-5 2 3 3 1 100.00

2 2) Persentase Instansi Pemerintah

(K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Maturitas SPIP Level 3

% 59.26 77.78 92.59 18.52 84.00

3 4) Persentase APIP Instansi

Pemerintah (K/L) Bidang Perekonomian dan Kemaritiman dengan Kapabilitas Level 3

% 55.56 77.78 88.89 22.22 87.50

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN

KINERJA TAHUN

2018

KINERJA TAHUN

2019

TARGET 2019 KENAIKAN/

(PENURUNAN)

Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

Meningkatnya Maturitas SPIP

Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda

% CAPAIAN KINERJA 2018 TERHADAP TARGET

2018

(1) (2)

Rencana Realisasi % Target Realisasi % Tersedianya Informasi Hasil

Pengawasan Proyek Strategis dan Prioritas Presiden (Pengawasan PS & PP)

Jumlah Laporan Hasil Pengawasan Proyek Strategis dan Prioritas Presiden

Laporan 100 107 107.00 5,661,266,000.00 5,533,024,728.00 97.73 11,495 9,848 85.67

Tersedianya informasi hasil pengawasan pembangunan Prioritas Nasional

Jumlah Laporan Hasil Pengawasan

Pembangunan prioritas Nasional

Laporan 229 221 96.51 3,771,796,000.00 3,503,454,561.00 92.89 20,712 12,071 58.28

Tersedianya informasi hasil pengawasan kegiatan yang dibiayai pinjaman dan bantuan luar negeri

Jumlah Laporan Hasil Audit kegiatan yang dibiayai Pinjaman dan Bantuan Luar Negeri

Jumlah Laporan Hasil penilaian kualitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

Jumlah Laporan Hasil Peningkatan Kapabilitas APIP

Laporan 35 34 97.14 656,167,000.00 583,568,800.00 88.94 2,295 1,500 65.36

421 424 100.71 12,829,181,000 12,346,751,303 96.24 39,058 28,355 72.60

SDM (OH) No Sasaran Strategis Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja

Kegiatan (IKK) Satuan Target Realisasi

Jumlah Deputi 1

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)= (7)-(6) (10)= (7)/(8)*100 1 Meningkatnya Kualitas

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan

Pembangunan Nasional

Tersedianya Informasi Hasil Pengawasan

Jumlah Laporan Hasil Pengawasan

Laporan 419 349 347 -70 100.58

2 Meningkatnya Maturitas SPIP

Tersedianya informasi penilaian kualitas penyelenggaraan SPIP

Jumlah Laporan Hasil penilaian kualitas penyelenggaraan SPIP

Laporan 37 41 39 4 105.13

3 Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda

Tersedianya informasi peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

Jumlah Laporan Hasil Peningkatan Kapabilitas APIP

Laporan 37 34 35 -3 97.14

493 424 421 -69 100.71

No Sasaran Strategis Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja

Kegiatan (IKK) Satuan Kenaikan/

Penurunan

Jumlah

% Realisasi 2019 dibanding Target 2019 Realisasi 2018 Realisasi 2019 Target 2019

Perekonomian

2 Badan Pusat Statistik 3.310 3 Terdefinisi 5 5 4 3 5 3 3 3 3 3 4 3

3 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

3.053 3 Terdefinisi 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3

4 Badan Koordinasi Penanaman Modal 3.106 3 Terdefinisi 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 5

5 Kementerian Keuangan 4.2750 4 Terkelola dan

Terstruktur 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5

6 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 3.6760 3 Terdefinisi 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3

7 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

3.114 3 Terdefinisi 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3

8 Kementerian Pertanian 3.0370 3 Terdefinisi 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3

9 Kementerian Kelautan dan Perikanan 3.4620 3 Terdefinisi 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 2

10 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 2.7020 2 Berkembang 3 2 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3

11 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 3.3866 3 Terdefinisi 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3

12 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

3.0370 3 Terdefinisi 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3

13 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

3.052 3 Terdefinisi 3 0 5 4 3 3 3 3 3 3 5 3

14 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

2.336 2 Berkembang 5 5 3 3 4 4 0 2 0 0 2 3

15 Kementerian Perhubungan 3.192 3 Terdefinisi 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3

16 Badan Meteorologi, Kalimatologi dan Geofisika

3.227 3 Terdefinisi 3 3 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3

17 Kementerian Pariwisata 3.342 3 Terdefinisi 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3

18 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

2.169 2 Berkembang 3 2 3 3 2 2 3 3 0 0 3 2

19 Badan Ekonomi Kreatif 2.069 2 Berkembang 2 2 2 3 1 2 2 3 2 2 3 2

20 Kementerian Perindustrian 3.805 3 Terdefinisi 4 4 5 4 3 4 3 5 4 4 4 4

21 Kementerian Perdagangan 3.220 3 Terdefinisi 5 4 5 4 4 5 4 4 2 2 5 5

22 Kementerian Ketenagakerjaan 3.120 3 Terdefinisi 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3

23 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia

3.418 3 Terdefinisi 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 5 5

24 Komisi Pengawas Persaingan Usaha 2.069 2 Berkembang 2 2 2 2 3 2 3 3 0 0 3 3

25 Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura

3.038 3 Berkembang 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

26 Badan Pengusahaan Batam 3.000 3 Berkembang 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

27 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang 1.300 1 Rintisan 2 2 0 4 3 3 2 3 0 0 5 4

Rekapitulasi Jumlah K/L % Level 1 1 3.70 Level 2 5 18.52 Level 3 20 74.07 Level 4 1 3.70 Level 5 - -Jumlah 27 100.00

Perekonomian Badan Pusat Statistik

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Badan Koordinasi Penanaman Modal Kementerian Keuangan

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Kementerian Pertanian

Kementerian Kelautan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

Kementerian Perhubungan Badan Meteorologi, Kalimatologi dan Geofisika

Kementerian Pariwisata

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Badan Ekonomi Kreatif Kementerian Perindustrian Kementerian Perdagangan Kementerian Ketenagakerjaan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Komisi Pengawas Persaingan Usaha Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura

Badan Pengusahaan Batam Badan Pengusahaan Kawasan Sabang

3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

Peran dan Layanan

Pengelolaan SDM

Praktik Profesional

as dan Manajemen

Kinerja

Budaya dan Hubungan Organisasi

Struktur Tata Kelola

1 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 3 DC 2 2 2 3 3 3

2 Badan Pusat Statistik 3 DC 2 3 2 3 3 2

3 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 3 DC 3 2 2 3 3 2

4 Badan Koordinasi Penanaman Modal 3 DC 2 3 2 3 3 2

5 Kementerian Keuangan 3 3 3 3 3 4 3

6 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 3 3 3 3 3 3 3

7 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan 3 DC 3 2 2 3 3 3

8 Kementerian Pertanian 3 3 3 3 3 3 3

9 Kementerian Kelautan dan Perikanan 3 3 3 3 3 3 3

10 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 3 DC 3 3 2 3 3 3

11 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 3 3 3 3 3 3 3

12 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 3 3 3 3 3 3 3

13 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 3 DC 3 3 2 3 3 2

14 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 2 DC 2 1 1 1 1 1

15 Kementerian Perhubungan 3 DC 2 3 2 3 3 3

16 Badan Meteorologi, Kalimatologi dan Geofisika 3 DC 2 3 2 3 3 3

17 Kementerian Pariwisata 3 DC 2 2 2 3 3 3

18 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 2 2 2 2 2 2 2

19 Badan Ekonomi Kreatif 2 DC 2 1 2 1 1 2

20 Kementerian Perindustrian 3 DC 2 2 2 3 3 2

21 Kementerian Perdagangan 3 DC 2 2 2 3 3 2

22 Kementerian Ketenagakerjaan 3 DC 3 3 2 3 3 2

23 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia 3 DC 3 3 2 3 3 3

24 Komisi Pengawas Persaingan Usaha 1 1 1 1 1 1 1

25 Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura 1 1 1 1 1 1 1

26 Badan Pengusahaan Batam 3 DC 3 2 3 3 2 2

27 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang 1 1 1 1 1 1 1

Rekapitulasi Jumlah K/L Persentase

Level 1 3 11.11

Level 2 3 11.11

Level 3 21 77.78

No WILAYAH KERJA/MITRA KERJA Kapabilitas

APIP

No Uraian Tenaga Kerja

Konsums

i Pangan Industri Sistem Logistik

Konekti vitas dan

TIK 1. Kebijakan

a. Penanggungjawab Program Pembangunan Nasional belum ditetapkan secara tertulis V V V V V b. Koordinator di setiap layer PN/PP/KP belum ditetapkan secara tertulis (formal) V V V V V c. Belum sepenuhnya ada penetapan K/L/P pelaksana program yang dituangkan secara tertulis

(formal) V V - V V

d. Aransemen kelembagaan belum ditetapkan secara tertulis V V V V V

e. Kebijakan program pembangunan nasional satu tahunan belum sepenuhnya disahkan secara tepat

waktu V V - V

-f. Kebijakan mengenai pengelolaan risiko program nasional belum ditetapkan V V V V V

g. Sudah ada kebijakan kepada pemangku kepentingan melalui berbagai media (media masa, website, media elektronik), namun belum termasuk kebijakan mengenai aransemen kelembagaan yang

komprehensif V V - V V

h. Para pemangku kepentingan dapat mengakses kebijakan melalui berbagai media tersebut, namun

belum termasuk kebijakan tentang aransemen kelembagaan. V V - V V

i. Belum ada kebijakan yang mengatur penghargaan dan sanksi dalam pengelolaan program

pembangunan nasional. - - V -

-2. Perencanaan Penganggaran

a. Perencanaan penganggaran jangka menengah (lima tahun) belum sepenuhnya menggambarkan

integrasi/sinkronisasi/sinergi program pembangunan nasional V V V V V

b. Perencanaan-penganggaran tahunan dalam RKP belum sepenuhnya terintegrasi/sinkron/sinergi

dengan perencanaan-penganggaran 5 tahunan. V V V V V

c. Perencanaan-penganggaran program pembangunan nasional belum sepenuhnya mengakomodasi

kebutuhan pemangku kepentingan V V - V V

d. Perencanaan-penganggaran program pembangunan nasional belum sepenuhnya didasarkan pada baseline dan database yang valid dan update, seperti belum adanya baseline maupun database

penganggaran V V V V V

e. Perencanaan-penganggaran program pembangunan nasional lima tahunan dan satu tahunan belum

sepenuhnya disahkan secara tepat waktu V V V V

-a. Pelaksanaan program pembangunan nasional belum sepenuhnya memberikan manfaat kepada para

pemangku kepentingan V V V V V

b. Pengelolaan risiko belum sepenuhnya ada dalam pelaksanaan program pembangunan nasional. V V V V V c. Penghargaan dan sanksi belum diterapkan dalam pelaksanaan program pembangunan nasional. V V V V V 4. Pelaporan Pertanggungjawaban

a. Pelaporan-pertanggungjawaban program pembangunan nasional belum sepenuhnya relevan dengan

kebutuhan pemangku kepentingan V V - V

-b. Pelaporan-pertanggungjawaban program pembangunan nasional belum sepenuhnya dilaksanakan

sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. V V V V

-c. Pelaporan-pertanggungjawaban program pembangunan nasional belum sepenuhnya memenuhi

prinsip pelaporan yang baik V V V V

-d. Pelaporan-pertanggungjawaban program pembangunan nasional belum mengungkapkan mengenai

pengelolaan risiko dalam pelaksanaan program. V V V V V

e. Pelaporan-pertanggungjawaban program pembangunan nasional belum mengungkapkan praktik

penghargaan dan sanksi atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program. V V V V V

5. Pengawasan

a. Pengawasan atas pengelolaan risiko belum ada pada program pembangunan nasional; V V V V V b. Pengawasan atas penerapan penghargaan dan sanksi belum ada dalam pelaksanaan program

pembangunan nasional V V V V V

c. Koordinator program belum mengkomunikasikan hasil pengawasan program pembangunan nasional

kepada pemangku kepentingan V V - V

-d. Hasil pengawasan program pembangunan nasional dapat diakses sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku, namun tidak dapat diakses oleh setiap orang V V - V

-e. Kebijakan pengawasan telah ada dan pengawasan lintas sektoral telah dilaksanakan namun belum

secara berjenjang untuk setiap level KP, PP, PN secara integral. - - V -

Dokumen terkait