PEMERINTAH DAERAH 3
IV.1. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LRA 5
IV.1.1. Pengakuan
6
Berdasarkan Paragraf 21 PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Lampiran I,
7
Pendapatan-LRA diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah.
8
Lebih lanjut IPSAP 02, menyatakan bahwa pendapatan diakui pada saat diterima pada
9
RKUN/RKUD mencakup:
10
1. Pendapatan kas yang telah diterima pada RKUN/RKUD.
11
2. Pendapatan kas yang diterima oleh bendahara penerimaan yang sebagai pendapatan
12
negara/daerah dan hingga tanggal pelaporan belum disetorkan ke RKUN/RKUD, dengan
13
ketentuan bendahara penerimaan tersebut merupakan bagian dari BUN/BUD.
14
3. Pendapatan kas yang diterima satker/SKPD dan digunakan langsung tanpa disetor ke
15
RKUN/RKUD, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN/BUD
16
untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah.
17
4. Pendapatan kas yang berasal dari hibah langsung dalam/luar negeri yang digunakan
18
untuk mendanai pengeluaran entitas dengan syarat entitas penerima wajib
19
melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah.
20
5. Pendapatan kas yang diterima entitas lain di luar entitas pemerintah berdasarkan otoritas
21
yang diberikan oleh BUN/BUD, dan BUN/BUD mengakuinya sebagai pendapatan.
22
23
Sehingga berdasarkan hal tesebut, Pendapatan Pajak Daerah–LRA, diakui pada saat:
24
a. Pendapatan kas telah diterima pada RKUD.
25
b. Pendapatan kas diterima oleh bendahara penerimaan.
26
c. Pendapatan kas diterima entitas lain di luar entitas pemerintah daerah berdasarkan
27
otoritas yang diberikan oleh BUD.
28
29
Dokumen sumber pencatatan Pendapatan Pajak Daerah-LRA adalah bukti pembayaran
30
yang dilakukan oleh wajib pajak ke Kas Daerah atau melalui Bendahara Penerimaan. Jurnal
31
standar untuk mencatat Pendapatan Pajak Daerah-LRA adalah sebagai berikut:
32
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Perpajakan Daerah-LRA
XXX
XXX
33
Penggunaan akun antara tersebut diatas dapat dikembangkan sesuai dengan sistem
34
akuntansi pada Pemerintah Daerah.
35
36
Dalam hal Wajib Pajak terlambat memenuhi kewajibannya dalam pembayaran pajak, maka
37
Wajib Pajak bersangkutan akan dikenakan sanksi administratif berupa bunga/denda yang
38
umumnya dinyatakan dengan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD).
39
Pengakuan penerimaan denda pajak akan dicatat sebagai Lain-lain Pendapatan Asli Daerah
40
yang Sah-LRA pada saat kas denda pajak daerah tersebut diterima di Kas Daerah atau di
41
Bendahara Penerimaan. Jurnal untuk mencatat penerimaan Pendapatan Denda Pajak –LRA
1
adalah sebagai berikut:
2
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Denda Pajak-LRA
XXX
XXX
3
Dalam hal diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB) yang
4
menyatakan bahwa wajib pajak daerah bersangkutan berhak menerima pengembalian pajak
5
daerah yang dibayarkan oleh nya, maka perlu dilakukan koreksi atas pajak daerah yang
6
telah dicatat/diakutansikan.
7
Pencatatan untuk pengembalian pajak pada tahun bersamaan dengan tahun pengajuan
8
keberatan oleh Wajib Pajak maka akan dicatat pada SKPD penghasil pajak daerah yang
9
bersangkutan sebagai berikut:
10
Uraian Jurnal Debet Kredit
Pendapatan Pajak Daerah-LRA Akun antara
XXX
XXX
11
Apabila pembayaran SPDLB/retitusi dilakukan pada tahun berikutnya, PP 58 Tahun 2005
12
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 60 ayat (2) menyatakan bahwa Untuk
13
pengembalian kelebihan penerimaan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya
14
dibebankan pada rekening belanja tidak terduga, sehingga BUD/PPKD akan mencatat
15
transaksi tersebut dengan jurnal:
16
Uraian Jurnal Debet Kredit
Belanja Tidak Terduga Perubahan SAL XXX XXX
17
IV.1.2. Pengukuran18
Pendapatan Perpajakan-LRA diukur sebesar nominal uang yang masuk ke kas negara dari
19
sumber pendapatan dengan menggunakan asas bruto, yaitu pendapatan dicatat tanpa
20
dikurangkan/ dikompensasikan dengan belanja yang dikeluarkan untuk memperoleh
21
pendapatan tersebut.
22
23
Pengembalian Pendapatan Perpajakan-LRA diukur sebesar nominal uang yang keluar dari
24
kas negara.
25
26
Akuntansi pendapatan Pajak Daerah-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu
27
dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah
28
dikompensasikan dengan pengeluaran).
29
Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan Pajak Daerah-LRA bruto (biaya)
30
bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat dianggarkan terlebih
31
dahulu dikarenakan proses belum selesai, maka asas bruto dapat dikecualikan.
32
33
IV.1.3. Penyajian dan Pengungkapan
34
Ilustrasi Penyajian Pendapatan Pajak Daerah-LRA
35
Pendapatan Perpajakan-LRA disajikan pada Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus
36
Kas per jenis pajak dalam mata uang rupiah.
37
Pendapatan Pajak Daerah-LRA disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dengan
1
membandingkan antara anggaran dan realisasi Pendapatan Pajak Daerah-LRA tahun
2
berkenaan serta realisasi Pendapatan Pajak Daerah-LRA tahun sebelumnya.
3
4
1 PENDAPATAN
2 PENDAPATAN ASLI DAERAH
3 Pendapatan Pajak Daerah xxx xxx xx xxx
4 Pendapatan Retribusi Daerah xxx xxx xx xxx
5 xxx xxx xx xxx
6 Lain-lain PAD yang sah xxx xxx xx xxx
7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s/d 6) xxxx xxxx xx xxxx
8
Realisasi 20X0
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
PEMERINTAH PROVINSI
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0
(Dalam Rupiah)
NO. URAIAN Anggaran
20X1 Realisasi 20X1 (%)
5
6
1 PENDAPATAN2 PENDAPATAN ASLI DAERAH
3 Pendapatan Pajak Daerah xxx xxx xx xxx
4 Pendapatan Retribusi Daerah xxx xxx xx xxx
5 xxx xxx xx xxx
6 Lain-lain PAD yang sah xxx xxx xx xxx
7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s/d 6) xxxx xxxx xx xxxx
8 URAIAN Anggaran 20X1 Realisasi 20X1 (%) Realisasi 20X0
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0
(Dalam Rupiah)
NO.
7
8
Hal-hal yang perlu diungkapkan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
9
mengenai Pendapatan Pajak Daerah-LRA antara lain adalah sebagai berikut:
10
a.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan, pengukuran Pendapatan Pajak11
Daerah-LRA; dan
12
b.
Rincian Anggaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah-LRA per jenis pajak;13
14
IV.1.4. Ilustrasi Transaksi
15
Jurnal Standar
16
Pendapatan Pajak Daerah-LRA akan dicatat/diakuntansikan pada saat adanya kas diterima.
17
Contoh 1: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib
18
Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD
19
a.
Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk20
Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan
21
diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:
22
Tidak ada Jurnal
1
2
b.
Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar3
Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke DPPKAD Kabupaten XY, maka
4
pada tanggal 31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:
5
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan PBB P2-LRA
500.000,00
500.000,00
6
c.
Pada hari yang sama Bendahara Penerimaan DPPKAD Kabupaten XY melakukan7
penyetoran ke Kas Daerah atas penerimaan PBB P2, maka pada tanggal 31 Agustus
8
2015 DPPKAD akan mencatat:
9
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Kas di Bendahara Penerimaan
500.000,00
500.000,00
10
11
Contoh 2: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib
12
Pajak Membayar Langsung ke Rekening Kas Daerah
13
a.
Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk14
Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan
15
diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:
16
Tidak ada Jurnal
17
18
b.
Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar19
Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke Kas Daerah, maka pada tanggal
20
31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:
21
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan PBB P2-LRA
500.000,00
500.000,00
22
Contoh 3: Penerimaan Pajak Daerah melalui Bendahara Penerimaan tanpa Didahului
23
Surat Ketetapan
24
25
Wajib Pajak Restoran pada tanggal 5 Mei 2015 menyetorkan Pajak Restoran yang
26
dipungutnya untuk masa pajak bulan April 2015 sebesar Rp750.000,00 ke Bendahara
27
Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC, maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan
28
mencatat transaksi tersebut pada tanggal 5 Mei 2015 sebagai berikut:
29
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Restoran-LRA
750.000,00
750.000,00
30
Contoh 4: Penerimaan Pajak Daerah melalui Kas Daerah tanpa Didahului Surat
31
Ketetapan
32
1
Wajib Pajak Hotel Kota CC pada tanggal 3 Pebruari 2015 menyetorkan Pajak Hotel yang
2
dipungutnya untuk masa pajak bulan Januari 2015 sebesar Rp1.250.000,00 ke Kas Daerah,
3
maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 3
4
Pebruari 2015 sebagai berikut:
5
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Pajak Hotel-LRA
1.250.000,00
1.250.000,00
6
Contoh 5: Denda Pajak Daerah
7
Pada tanggal 15 Maret bahwa keberatan pembayaran Pajak Parkir terutang yang diajukan
8
oleh PT. SUV sebagai pengelola parkir di Mal LAM pada Kota DA di tolak dan berdasarkan
9
keputusan penolakan tersebut diterbitkan STPD yang menyatakan PT. SUV harus mebayar
10
denda pajak sebesar Rp100.000.000,00. Berdasarkan hal tersebut, maka DPPKAD Kota DA
11
akan mencatat sebagai berikut
12
a.
Pada saat penerbitan Surat Ketetapan13
Tidak ada Jurnal
14
b.
Apabila Wajib Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD15
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Denda Pajak-LRA
100.000.000,00
100.000.000,00
16
c.
Apabila Wajib Pajak membayar ke Kas Daerah17
Uraian Jurnal Debet Kredit
Akun antara
Pendapatan Denda Pajak-LRA
100.000.000,00
100.000.000,00
18
Contoh 6: Denda Pajak Daerah
19
Berdasarkan Keputusan Walikota XW, keberatan besaran BPHTB terutang yang diajukan
20
oleh Wajib Pajak Bapak AM diterima, atas hal tersebut diterbitkan SKPDLB pada tanggal 15
21
Juni 2015 yang menyatakan Bapak AM berhak menerima pengembalian kelebihan
22
pembayaran BPHTB sebesar Rp900.000,00. Dinas Pelayanan PBB dan BHTB Kota XW
23
akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut:
24
a.
Saat penerbitan Keputusan Walikota25
Tidak ada Jurnal
26
27
b.
Saat pembayaran melalui Kas Daerah:28
Uraian Jurnal Debet Kredit
Pendapatan Perpajakan-LRA Akun antara 900.000,00 900.000,00
29
30
31
IV.2. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LO