• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LRA 5

Dalam dokumen KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (Halaman 40-45)

PEMERINTAH DAERAH 3

IV.1. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LRA 5

IV.1.1. Pengakuan

6

Berdasarkan Paragraf 21 PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Lampiran I,

7

Pendapatan-LRA diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah.

8

Lebih lanjut IPSAP 02, menyatakan bahwa pendapatan diakui pada saat diterima pada

9

RKUN/RKUD mencakup:

10

1. Pendapatan kas yang telah diterima pada RKUN/RKUD.

11

2. Pendapatan kas yang diterima oleh bendahara penerimaan yang sebagai pendapatan

12

negara/daerah dan hingga tanggal pelaporan belum disetorkan ke RKUN/RKUD, dengan

13

ketentuan bendahara penerimaan tersebut merupakan bagian dari BUN/BUD.

14

3. Pendapatan kas yang diterima satker/SKPD dan digunakan langsung tanpa disetor ke

15

RKUN/RKUD, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN/BUD

16

untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah.

17

4. Pendapatan kas yang berasal dari hibah langsung dalam/luar negeri yang digunakan

18

untuk mendanai pengeluaran entitas dengan syarat entitas penerima wajib

19

melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah.

20

5. Pendapatan kas yang diterima entitas lain di luar entitas pemerintah berdasarkan otoritas

21

yang diberikan oleh BUN/BUD, dan BUN/BUD mengakuinya sebagai pendapatan.

22

23

Sehingga berdasarkan hal tesebut, Pendapatan Pajak Daerah–LRA, diakui pada saat:

24

a. Pendapatan kas telah diterima pada RKUD.

25

b. Pendapatan kas diterima oleh bendahara penerimaan.

26

c. Pendapatan kas diterima entitas lain di luar entitas pemerintah daerah berdasarkan

27

otoritas yang diberikan oleh BUD.

28

29

Dokumen sumber pencatatan Pendapatan Pajak Daerah-LRA adalah bukti pembayaran

30

yang dilakukan oleh wajib pajak ke Kas Daerah atau melalui Bendahara Penerimaan. Jurnal

31

standar untuk mencatat Pendapatan Pajak Daerah-LRA adalah sebagai berikut:

32

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Perpajakan Daerah-LRA

XXX

XXX

33

Penggunaan akun antara tersebut diatas dapat dikembangkan sesuai dengan sistem

34

akuntansi pada Pemerintah Daerah.

35

36

Dalam hal Wajib Pajak terlambat memenuhi kewajibannya dalam pembayaran pajak, maka

37

Wajib Pajak bersangkutan akan dikenakan sanksi administratif berupa bunga/denda yang

38

umumnya dinyatakan dengan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD).

39

Pengakuan penerimaan denda pajak akan dicatat sebagai Lain-lain Pendapatan Asli Daerah

40

yang Sah-LRA pada saat kas denda pajak daerah tersebut diterima di Kas Daerah atau di

41

Bendahara Penerimaan. Jurnal untuk mencatat penerimaan Pendapatan Denda Pajak –LRA

1

adalah sebagai berikut:

2

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Denda Pajak-LRA

XXX

XXX

3

Dalam hal diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB) yang

4

menyatakan bahwa wajib pajak daerah bersangkutan berhak menerima pengembalian pajak

5

daerah yang dibayarkan oleh nya, maka perlu dilakukan koreksi atas pajak daerah yang

6

telah dicatat/diakutansikan.

7

Pencatatan untuk pengembalian pajak pada tahun bersamaan dengan tahun pengajuan

8

keberatan oleh Wajib Pajak maka akan dicatat pada SKPD penghasil pajak daerah yang

9

bersangkutan sebagai berikut:

10

Uraian Jurnal Debet Kredit

Pendapatan Pajak Daerah-LRA Akun antara

XXX

XXX

11

Apabila pembayaran SPDLB/retitusi dilakukan pada tahun berikutnya, PP 58 Tahun 2005

12

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 60 ayat (2) menyatakan bahwa Untuk

13

pengembalian kelebihan penerimaan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya

14

dibebankan pada rekening belanja tidak terduga, sehingga BUD/PPKD akan mencatat

15

transaksi tersebut dengan jurnal:

16

Uraian Jurnal Debet Kredit

Belanja Tidak Terduga Perubahan SAL XXX XXX

17

IV.1.2. Pengukuran

18

Pendapatan Perpajakan-LRA diukur sebesar nominal uang yang masuk ke kas negara dari

19

sumber pendapatan dengan menggunakan asas bruto, yaitu pendapatan dicatat tanpa

20

dikurangkan/ dikompensasikan dengan belanja yang dikeluarkan untuk memperoleh

21

pendapatan tersebut.

22

23

Pengembalian Pendapatan Perpajakan-LRA diukur sebesar nominal uang yang keluar dari

24

kas negara.

25

26

Akuntansi pendapatan Pajak Daerah-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu

27

dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah

28

dikompensasikan dengan pengeluaran).

29

Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan Pajak Daerah-LRA bruto (biaya)

30

bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat dianggarkan terlebih

31

dahulu dikarenakan proses belum selesai, maka asas bruto dapat dikecualikan.

32

33

IV.1.3. Penyajian dan Pengungkapan

34

Ilustrasi Penyajian Pendapatan Pajak Daerah-LRA

35

Pendapatan Perpajakan-LRA disajikan pada Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus

36

Kas per jenis pajak dalam mata uang rupiah.

37

Pendapatan Pajak Daerah-LRA disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dengan

1

membandingkan antara anggaran dan realisasi Pendapatan Pajak Daerah-LRA tahun

2

berkenaan serta realisasi Pendapatan Pajak Daerah-LRA tahun sebelumnya.

3

4

1 PENDAPATAN

2 PENDAPATAN ASLI DAERAH

3 Pendapatan Pajak Daerah xxx xxx xx xxx

4 Pendapatan Retribusi Daerah xxx xxx xx xxx

5 xxx xxx xx xxx

6 Lain-lain PAD yang sah xxx xxx xx xxx

7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s/d 6) xxxx xxxx xx xxxx

8

Realisasi 20X0

Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

PEMERINTAH PROVINSI

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0

(Dalam Rupiah)

NO. URAIAN Anggaran

20X1 Realisasi 20X1 (%)

5

6

1 PENDAPATAN

2 PENDAPATAN ASLI DAERAH

3 Pendapatan Pajak Daerah xxx xxx xx xxx

4 Pendapatan Retribusi Daerah xxx xxx xx xxx

5 xxx xxx xx xxx

6 Lain-lain PAD yang sah xxx xxx xx xxx

7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s/d 6) xxxx xxxx xx xxxx

8 URAIAN Anggaran 20X1 Realisasi 20X1 (%) Realisasi 20X0

Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0

(Dalam Rupiah)

NO.

7

8

Hal-hal yang perlu diungkapkan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

9

mengenai Pendapatan Pajak Daerah-LRA antara lain adalah sebagai berikut:

10

a.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan, pengukuran Pendapatan Pajak

11

Daerah-LRA; dan

12

b.

Rincian Anggaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah-LRA per jenis pajak;

13

14

IV.1.4. Ilustrasi Transaksi

15

Jurnal Standar

16

Pendapatan Pajak Daerah-LRA akan dicatat/diakuntansikan pada saat adanya kas diterima.

17

Contoh 1: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib

18

Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD

19

a.

Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk

20

Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan

21

diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:

22

Tidak ada Jurnal

1

2

b.

Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar

3

Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke DPPKAD Kabupaten XY, maka

4

pada tanggal 31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:

5

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan PBB P2-LRA

500.000,00

500.000,00

6

c.

Pada hari yang sama Bendahara Penerimaan DPPKAD Kabupaten XY melakukan

7

penyetoran ke Kas Daerah atas penerimaan PBB P2, maka pada tanggal 31 Agustus

8

2015 DPPKAD akan mencatat:

9

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Kas di Bendahara Penerimaan

500.000,00

500.000,00

10

11

Contoh 2: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib

12

Pajak Membayar Langsung ke Rekening Kas Daerah

13

a.

Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk

14

Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan

15

diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:

16

Tidak ada Jurnal

17

18

b.

Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar

19

Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke Kas Daerah, maka pada tanggal

20

31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:

21

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan PBB P2-LRA

500.000,00

500.000,00

22

Contoh 3: Penerimaan Pajak Daerah melalui Bendahara Penerimaan tanpa Didahului

23

Surat Ketetapan

24

25

Wajib Pajak Restoran pada tanggal 5 Mei 2015 menyetorkan Pajak Restoran yang

26

dipungutnya untuk masa pajak bulan April 2015 sebesar Rp750.000,00 ke Bendahara

27

Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC, maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan

28

mencatat transaksi tersebut pada tanggal 5 Mei 2015 sebagai berikut:

29

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Restoran-LRA

750.000,00

750.000,00

30

Contoh 4: Penerimaan Pajak Daerah melalui Kas Daerah tanpa Didahului Surat

31

Ketetapan

32

1

Wajib Pajak Hotel Kota CC pada tanggal 3 Pebruari 2015 menyetorkan Pajak Hotel yang

2

dipungutnya untuk masa pajak bulan Januari 2015 sebesar Rp1.250.000,00 ke Kas Daerah,

3

maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 3

4

Pebruari 2015 sebagai berikut:

5

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Pajak Hotel-LRA

1.250.000,00

1.250.000,00

6

Contoh 5: Denda Pajak Daerah

7

Pada tanggal 15 Maret bahwa keberatan pembayaran Pajak Parkir terutang yang diajukan

8

oleh PT. SUV sebagai pengelola parkir di Mal LAM pada Kota DA di tolak dan berdasarkan

9

keputusan penolakan tersebut diterbitkan STPD yang menyatakan PT. SUV harus mebayar

10

denda pajak sebesar Rp100.000.000,00. Berdasarkan hal tersebut, maka DPPKAD Kota DA

11

akan mencatat sebagai berikut

12

a.

Pada saat penerbitan Surat Ketetapan

13

Tidak ada Jurnal

14

b.

Apabila Wajib Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD

15

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Denda Pajak-LRA

100.000.000,00

100.000.000,00

16

c.

Apabila Wajib Pajak membayar ke Kas Daerah

17

Uraian Jurnal Debet Kredit

Akun antara

Pendapatan Denda Pajak-LRA

100.000.000,00

100.000.000,00

18

Contoh 6: Denda Pajak Daerah

19

Berdasarkan Keputusan Walikota XW, keberatan besaran BPHTB terutang yang diajukan

20

oleh Wajib Pajak Bapak AM diterima, atas hal tersebut diterbitkan SKPDLB pada tanggal 15

21

Juni 2015 yang menyatakan Bapak AM berhak menerima pengembalian kelebihan

22

pembayaran BPHTB sebesar Rp900.000,00. Dinas Pelayanan PBB dan BHTB Kota XW

23

akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut:

24

a.

Saat penerbitan Keputusan Walikota

25

Tidak ada Jurnal

26

27

b.

Saat pembayaran melalui Kas Daerah:

28

Uraian Jurnal Debet Kredit

Pendapatan Perpajakan-LRA Akun antara 900.000,00 900.000,00

29

30

31

IV.2. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LO

Dalam dokumen KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (Halaman 40-45)

Dokumen terkait