PEMERINTAH DAERAH 3
IV.2. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LO 1
IV.2.4. Ilustrasi Akuntansi Pendapatan Pajak Daerah-LO 11
12 Penerimaan Dana Penyesuaian XXX XXX
13 Penerimaan Hibah XXX XXX
14 Penerimaan Dana Darurat XXX XXX
15 Penerimaan Lainnya XXX XXX
16 Penerimaan dari Pendapatan Luar Biasa
17 Jumlah Arus Masuk Kas (3 s/d 16) XXX XXX
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 20X1 dan 20X0 Metode Langsung (Dalam Rupiah) Uraian
1
2
3
Hal-hal yang perlu diungkapkan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
4
mengenai Pendapatan Pajak Daerah-LO antara lain adalah sebagai berikut:
5
a.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan, pengukuran Pendapatan Pajak6
Daerah-LO;
7
b.
Rincian realiasi Pendapatan Pajak Daerah-LO per jenis pajak.8
9
10
IV.2.4. Ilustrasi Akuntansi Pendapatan Pajak Daerah-LO
11
Pendapatan Pajak Daerah-LO akan dicatat pada saat adanya hak telah dipenuhi dan/atau
12
adanya aliran sumber daya ekonomi dalam hal ini kas.
13
Ilustrasi Transaksi:
14
Contoh 1: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib
15
Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD
16
a.
Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk17
Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan
18
diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:
19
Uraian Jurnal Debet Kredit Piutang Pajak Daerah
Pendapatan PBB P2– LO
500.000,00
1
b.
Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar2
Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke DPPKAD Kabupaten XY, maka
3
pada tanggal 31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:
4
Uraian Jurnal Debet Kredit
Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Pajak Daerah
500.000,00
500.000,00
5
c.
Pada hari yang sama Bendahara Penerimaan DPPKAD Kabupaten XY melakukan6
penyetoran ke Kas Daerah atas penerimaan PBB P2, maka pada tanggal 31 Agustus
7
2015 DPPKAD akan mencatat:
8
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Kas di Bendahara Penerimaan
500.000,00
500.000,00
9
10
Contoh 2: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib
11
Pajak Membayar Langsung ke Rekening Kas Daerah
12
a.
Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk13
Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan
14
diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:
15
Uraian Jurnal Debet Kredit Piutang Pajak Daerah
Pendapatan PBB P2– LO
500.000,00
500.000,00
16
b.
Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar17
Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke Kas Daerah, maka pada tanggal
18
31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:
19
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Piutang Pajak Daerah
500.000,00
500.000,00
20
21
Contoh 3: Penerimaan Pajak Daerah melalui Bendahara Penerimaan tanpa Didahului
22
Surat Ketetapan
23
24
a.
Wajib Pajak Restoran pada tanggal 5 Mei 2015 menyetorkan Pajak Restoran yang25
dipungutnya untuk masa pajak bulan April 2015 sebesar Rp750.000,00 ke Bendahara
26
Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC, maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC
27
akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 5 Mei 2015 sebagai berikut:
28
Uraian Jurnal Debet Kredit
Kas di Bendahara Penerimaan Pendapatan Restoran-LO
750.000,00
750.000,00
29
b.
Pada hari yang sama, Bendahara Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC1
menyetorkan penerimaan yang diterimanya ke Kas Daerah, maka jurnalnya:
2
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Kas di Bendahara Penerimaan
750.000,00
750.000,00
3
Contoh 4: Penerimaan Pajak Daerah melalui Kas Daerah tanpa Didahului Surat
4
Ketetapan
5
Wajib Pajak Hotel Kota CC pada tanggal 3 Pebruari 2015 menyetorkan Pajak Hotel yang
6
dipungutnya untuk masa pajak bulan Januari 2015 sebesar Rp1.250.000,00 ke Kas Daerah,
7
maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 3
8
Pebruari 2015 sebagai berikut:
9
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Pendapatan Pajak Hotel-LO
1.250.000,00
1.250.000,00
10
Contoh 5: Denda Pajak Daerah
11
a.
Pada tanggal 15 Maret bahwa keberatan pembayaran Pajak Parkir terutang yang12
diajukan oleh PT. SUV sebagai pengelola parkir di Mal LAM pada Kota DA di tolak dan
13
berdasarkan keputusan penolakan tersebut diterbitkan STPD yang menyatakan PT.
14
SUV harus mebayar denda pajak sebesar Rp100.000.000,00. Berdasarkan hal tersebut,
15
maka DPPKAD Kota DA akan mencatat sebagai berikut:
16
Uraian Jurnal Debet Kredit
Piutang Denda Pajak
Pendapatan Denda Pajak– LO
100.000.000,00
100.000.000,00
17
b.
Apabila Wajib Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD18
Uraian Jurnal Debet Kredit
Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Denda Pajak
100.000.000,00
100.000.000,00
19
Saat Penyetoran Kas Ke Rekening Kas Daerah
20
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Kas di Bendahara Penerimaan
100.000.000,00
100.000.000,00
21
c.
Apabila Wajib Pajak membayar ke Kas Daerah22
Uraian Jurnal Debet Kredit
RK PPKD
Piutang Denda Pajak
100.000.000,00
100.000.000,00
23
Contoh 6: Pengembalian Pajak Daerah
24
a.
Berdasarkan Keputusan Walikota XW, keberatan besaran BPHTB terutang yang25
diajukan oleh Wajib Pajak Bapak AM diterima, atas hal tersebut diterbitkan SKPDLB
26
pada tanggal 15 Juni 2015 yang menyatakan Bapak AM berhak menerima
1
pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB sebesar Rp900.000,00. Dinas Pelayanan
2
PBB dan BHTB Kota XW akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut:
3
Uraian Jurnal Debet Kredit
Pendapatan BPHTB-LO Utang Jangka Pendek Lainnya
900.000,00
900.000,00
4
b.
Saat pembayaran melalui Kas Daerah:5
Uraian Jurnal Debet Kredit
Utang Jangka Pendek Lainnya RK PPKD
900.000,00
900.000,00
6
7
1. Pajak rokok adalah pajak daerah yang pemungutannya dilakukan oleh instansi
8
Pemerintah Pusat.
9
Jurnal di Pemerintah Pusat
10
Kas (D) XXX
11
Hutang Fihak Ketiga (K) XXX
12
13
Pada saat penyetoran oleh instansi Pemerintah Pusat kepada Propinsi/Kabupaten:
14
Jurnal di Pemerintah Pusat:
15
Hutang Fihak Ketiga (D) XXX
16
Kas (K) XXX
17
18
Jurnal di Pemerintah Daerah:
19
• Jurnal Pendapatan-LO yaitu pada saat diterima RKUD:
20
Kas-LO (D) XXX21
Pendapatan-LO (K) XXX22
23
• Jurnal Pendapatan-LRA yaitu pada saat kas di terima Rekening Kas Umum Daerah
24
(RKUD):25
Akun antara (D) XXX26
Pendapatan-LO (K) XXX27
28
Dalam hal akhir periode pelaporan terdapat pemberitahuan dari iinstansi Pemerintah
29
Pusat bahwa masih terdapat saldo Pajak Rokok yang disimpan di RKUN, maka atas
30
saldo tersebut diakui sebagai pendapatan dengan jurnal:
31
Piutang Pendapatan-LO (D) XXX
32
Pendapatan-LO (K) XXX33
34
Catatan: untuk Pajak Rokok disisipkan di bab II dan di Bab IV sebagai ilustrasi