• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilustrasi Akuntansi Pendapatan Pajak Daerah-LO 11

Dalam dokumen KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (Halaman 49-53)

PEMERINTAH DAERAH 3

IV.2. AKUNTANSI PENDAPATAN PAJAK DAERAH-LO 1

IV.2.4. Ilustrasi Akuntansi Pendapatan Pajak Daerah-LO 11

12 Penerimaan Dana Penyesuaian XXX XXX

13 Penerimaan Hibah XXX XXX

14 Penerimaan Dana Darurat XXX XXX

15 Penerimaan Lainnya XXX XXX

16 Penerimaan dari Pendapatan Luar Biasa

17 Jumlah Arus Masuk Kas (3 s/d 16) XXX XXX

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA LAPORAN ARUS KAS

Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 20X1 dan 20X0 Metode Langsung (Dalam Rupiah) Uraian

1

2

3

Hal-hal yang perlu diungkapkan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

4

mengenai Pendapatan Pajak Daerah-LO antara lain adalah sebagai berikut:

5

a.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan, pengukuran Pendapatan Pajak

6

Daerah-LO;

7

b.

Rincian realiasi Pendapatan Pajak Daerah-LO per jenis pajak.

8

9

10

IV.2.4. Ilustrasi Akuntansi Pendapatan Pajak Daerah-LO

11

Pendapatan Pajak Daerah-LO akan dicatat pada saat adanya hak telah dipenuhi dan/atau

12

adanya aliran sumber daya ekonomi dalam hal ini kas.

13

Ilustrasi Transaksi:

14

Contoh 1: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib

15

Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD

16

a.

Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk

17

Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan

18

diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:

19

Uraian Jurnal Debet Kredit Piutang Pajak Daerah

Pendapatan PBB P2– LO

500.000,00

1

b.

Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar

2

Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke DPPKAD Kabupaten XY, maka

3

pada tanggal 31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:

4

Uraian Jurnal Debet Kredit

Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Pajak Daerah

500.000,00

500.000,00

5

c.

Pada hari yang sama Bendahara Penerimaan DPPKAD Kabupaten XY melakukan

6

penyetoran ke Kas Daerah atas penerimaan PBB P2, maka pada tanggal 31 Agustus

7

2015 DPPKAD akan mencatat:

8

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Kas di Bendahara Penerimaan

500.000,00

500.000,00

9

10

Contoh 2: Pajak Daerah yang Didahului dengan Penerbitan Surat Ketetapan dan Wajib

11

Pajak Membayar Langsung ke Rekening Kas Daerah

12

a.

Pada tanggal 1 April 2015, DPPKAD Kabupaten XY menerbitkan SPPT PBB P2 untuk

13

Wajib Pajak ABC sebesar Rp500.000,00 dengan jatuh tempo 31 Oktober 2015. Dengan

14

diterbitkannya SPPT tersebut, maka pada tanggal 1 April 2015 DPPKAD akan mencatat:

15

Uraian Jurnal Debet Kredit Piutang Pajak Daerah

Pendapatan PBB P2– LO

500.000,00

500.000,00

16

b.

Pada tanggal 31 Agustus 2015, untuk Wajib Pajak ABC melakukan pembayaran sebesar

17

Rp500.000,00 atas SPPT PBB P2 yang diterimanya ke Kas Daerah, maka pada tanggal

18

31 Agustus 2015 DPPKAD akan mencatat:

19

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Piutang Pajak Daerah

500.000,00

500.000,00

20

21

Contoh 3: Penerimaan Pajak Daerah melalui Bendahara Penerimaan tanpa Didahului

22

Surat Ketetapan

23

24

a.

Wajib Pajak Restoran pada tanggal 5 Mei 2015 menyetorkan Pajak Restoran yang

25

dipungutnya untuk masa pajak bulan April 2015 sebesar Rp750.000,00 ke Bendahara

26

Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC, maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC

27

akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 5 Mei 2015 sebagai berikut:

28

Uraian Jurnal Debet Kredit

Kas di Bendahara Penerimaan Pendapatan Restoran-LO

750.000,00

750.000,00

29

b.

Pada hari yang sama, Bendahara Penerimaan Dinas Pelayanan Pajak Kota CC

1

menyetorkan penerimaan yang diterimanya ke Kas Daerah, maka jurnalnya:

2

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Kas di Bendahara Penerimaan

750.000,00

750.000,00

3

Contoh 4: Penerimaan Pajak Daerah melalui Kas Daerah tanpa Didahului Surat

4

Ketetapan

5

Wajib Pajak Hotel Kota CC pada tanggal 3 Pebruari 2015 menyetorkan Pajak Hotel yang

6

dipungutnya untuk masa pajak bulan Januari 2015 sebesar Rp1.250.000,00 ke Kas Daerah,

7

maka Dinas Pelayanan Pajak Kota CC akan mencatat transaksi tersebut pada tanggal 3

8

Pebruari 2015 sebagai berikut:

9

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Pendapatan Pajak Hotel-LO

1.250.000,00

1.250.000,00

10

Contoh 5: Denda Pajak Daerah

11

a.

Pada tanggal 15 Maret bahwa keberatan pembayaran Pajak Parkir terutang yang

12

diajukan oleh PT. SUV sebagai pengelola parkir di Mal LAM pada Kota DA di tolak dan

13

berdasarkan keputusan penolakan tersebut diterbitkan STPD yang menyatakan PT.

14

SUV harus mebayar denda pajak sebesar Rp100.000.000,00. Berdasarkan hal tersebut,

15

maka DPPKAD Kota DA akan mencatat sebagai berikut:

16

Uraian Jurnal Debet Kredit

Piutang Denda Pajak

Pendapatan Denda Pajak– LO

100.000.000,00

100.000.000,00

17

b.

Apabila Wajib Pajak membayar ke Bendahara Penerimaan SKPD

18

Uraian Jurnal Debet Kredit

Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Denda Pajak

100.000.000,00

100.000.000,00

19

Saat Penyetoran Kas Ke Rekening Kas Daerah

20

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Kas di Bendahara Penerimaan

100.000.000,00

100.000.000,00

21

c.

Apabila Wajib Pajak membayar ke Kas Daerah

22

Uraian Jurnal Debet Kredit

RK PPKD

Piutang Denda Pajak

100.000.000,00

100.000.000,00

23

Contoh 6: Pengembalian Pajak Daerah

24

a.

Berdasarkan Keputusan Walikota XW, keberatan besaran BPHTB terutang yang

25

diajukan oleh Wajib Pajak Bapak AM diterima, atas hal tersebut diterbitkan SKPDLB

26

pada tanggal 15 Juni 2015 yang menyatakan Bapak AM berhak menerima

1

pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB sebesar Rp900.000,00. Dinas Pelayanan

2

PBB dan BHTB Kota XW akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut:

3

Uraian Jurnal Debet Kredit

Pendapatan BPHTB-LO Utang Jangka Pendek Lainnya

900.000,00

900.000,00

4

b.

Saat pembayaran melalui Kas Daerah:

5

Uraian Jurnal Debet Kredit

Utang Jangka Pendek Lainnya RK PPKD

900.000,00

900.000,00

6

7

1. Pajak rokok adalah pajak daerah yang pemungutannya dilakukan oleh instansi

8

Pemerintah Pusat.

9

Jurnal di Pemerintah Pusat

10

Kas (D) XXX

11

Hutang Fihak Ketiga (K) XXX

12

13

Pada saat penyetoran oleh instansi Pemerintah Pusat kepada Propinsi/Kabupaten:

14

Jurnal di Pemerintah Pusat:

15

Hutang Fihak Ketiga (D) XXX

16

Kas (K) XXX

17

18

Jurnal di Pemerintah Daerah:

19

• Jurnal Pendapatan-LO yaitu pada saat diterima RKUD:

20

Kas-LO (D) XXX

21

Pendapatan-LO (K) XXX

22

23

• Jurnal Pendapatan-LRA yaitu pada saat kas di terima Rekening Kas Umum Daerah

24

(RKUD):

25

Akun antara (D) XXX

26

Pendapatan-LO (K) XXX

27

28

Dalam hal akhir periode pelaporan terdapat pemberitahuan dari iinstansi Pemerintah

29

Pusat bahwa masih terdapat saldo Pajak Rokok yang disimpan di RKUN, maka atas

30

saldo tersebut diakui sebagai pendapatan dengan jurnal:

31

Piutang Pendapatan-LO (D) XXX

32

Pendapatan-LO (K) XXX

33

34

Catatan: untuk Pajak Rokok disisipkan di bab II dan di Bab IV sebagai ilustrasi

35

Dalam dokumen KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (Halaman 49-53)

Dokumen terkait