• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Akuntansi Pertanggungjawan Pusat Biaya Kebijakan…

Adapun tahap-tahap dalam akuntansi pertanggungjawaban adalah penyusunan program, penyusunan anggaran, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban. Penyusunan program merupakan bagian dari tahapan perencanaan yang memuat rancangan aktivitas pusat pertanggungjawaban tersebut selama periode mendatang. Penyusunan anggaran merupakan perencanaan pembiayaan program-program yang telah disusun. Laporan pertanggungjawaban merupakan mekanisme pengawasan atas pelaksanaan program dan realisasi anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

1. Sistem Penyusunan Program Pusat Biaya Kebijakan

Sistem penyusunan program secara formal diperlukan setiap organisasi, baik dalam kegiatan peninjauan kembali program-program yang sedang dilaksanakan maupun dalam pengambilan keputusan atas usulan program baru.

Proses penyusunan program umumnya dimulai beberapa bulan menjelang dimulainya proses penyusunan anggaran. Halim dan Supomo (2005:165) mengatakan penyusunan program yang formal umumnya melalui tahap-tahap sebagai berikut:

a. Penentuan tujuan dan strategi dasar oleh manajemen puncak, yang

hasilnya disebarkan kepada para manajer operasi.

b. Berpedoman pada tujuan dan strategi yang ditetapkan, para manajer

operasi membuat usulan-usualan program untuk didiskusikan dengna manajemen puncak.

c. Usulan program tersebut didiskusikan oleh manajemen puncak dan

para manajer operasi, jika perlu diadakan revisi, penambahan penggunaannya sehingga ditetapkan sebagai suatu program perusahaan secara keseluruhan.

Setiap perusahaan harus melakukan perencanaan sebagai langkah awal dalam menjalankan aktivitasnya. Hasil dari perencanaan adalah tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Alat untuk mencapai tujuan tersebut adalah strategi. Implemen strategi adalah program yang berupa kegiatan perusahaan dalam jangka waktu panjang.

Program adalah kegiatan pokok yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk mengimplementasikan strategi-strategi yang telah ditetapkan dalam perumusan strategi. Perumusan strategi adalah proses pembuatan keputusan mengenai tujuan-tujuan dan strategi-strategi baru. Program terbagi atas dua bagian yaitu program berjalan (program yang masih dilaksanakan untuk menjabarkan strategi yang ditetapkan pada masa lalu) dan program baru.

Kegiatan pokok dalam penyusunan program dapat berupa mempertimbangkan usulan program baru. Manajemen dalam mempertimbangkan ususlan program baru harus lebih berhati-hati, karena program baru berkaitan

dengan investasi modal baru yang umunya memerlukan dana dalam jumlah relatif besar dan terkait dalam jangka waktu lama. Program yang telah ditetapkan tersebut selanjutnya menjadi pedoman bagi proses anggaran perusahaan.

a. Analisis Program Berjalan

Perubahan lingkungan luar mungkin mengakibatkan program yang sedang berjalan tidak dapat dipertahankan. Oleh karena itu program tersebut masih dapat dipertahankan atau direvisi. Contoh-contoh perubahan lingkungan luar adalah perubahan kebutuhan dan selera masyarakat, perubahan kondisi persaingan, perubahan metode produksi, perubahan kondisi ekonomi, perubahan politik dan kebijaksanaan pemerintah, dan sebagainya.

Penelahaan program yang sedang berjalan adalah peninjauan secara berkesinambungan dan sistematis terhadap program yang ada untuk menjamin bahwa kondisi-kondisi lingkungan luar yang baru telah diperkirakan dan tindakan yang tepat terhadap kondisi tersebut telah diputuskan. Salah satu cara untuk menelaah program yang sedang berjalan adalah telaah dasar

nol(zero-base-review).

Menurut Supriyono (2001:10) “zero-base-review adalah cara-cara sistematis untuk menelaah program yang sedang berjalan dengan cara menentukan sumber (biaya) untuk menyelesaikan program tersebut berdasarkan tahun penelahaan sebagai kondisi titik awal untuk menyelesaikan program dan tidak dari tingkatan biaya program yang sudah dikeluarkan.

Dan manfaat-manfaat zero-base-review adalah :

1. Untuk menanggulangi kecenderungan ke arah cepat puas diri terhadap

pelaksanaan program utama yang ada sehingga mengubah program yang seharusnya sudah memerlukan perubahan.

2. Untuk menelaah secara individual pusat biaya yang mempunyai biaya

Supriyono (2001:10) menyatakan bahwa untuk pusat biaya kebijakan, tinjauan program dengan zero-base-review dirumuskan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Haruskah program atau kegiatan dilaksanakan?

2. Apakah program yang dilaksanakan terlalu banyak atau terlalu sedikit?

3. Haruskah program tersebut dilaksanakan sendiri atau harus

dikontrakkan kepada pihak luar?

4. Apakah ada cara-cara yang lebih efisien untuk mencapai hasil yang

diharapakan?

5. Berapa biaya yang diperlukan untuk melaksanakan program tersebut? b. Penyusunan Program Baru

Manajemen harus selalu siap untuk mengusulkan program-program baru. Usulan ini dalam rangka menghadapi ancaman terhadap program yang sedang berjalan dan untuk memanfaatkan keunggulan dan kesempatan baru yang diperoleh dari lingkungan luarnya.

Kegiatan pokok dalam penyusunan program dapat berupa mempertimbangkan usulan program baru. Manajemen dalam mempertimbangkan usulan program baru harus lebih berhati-hati, karena program baru berkaitan dengan investasi modal baru yang umumnya memerlukan dana dalam jumlah relatif besar dan terkait dalam jangka waktu lama. Program yang telah ditetapkan tersebut selanjutnya menjadi pedoman bagi proses anggaran perusahaan.

Usulan program baru dapat bersifat reaktif dan proaktif. Usulan program reaktif adalah usulan program sebagai reaksi atas tantangan yang dihadapi perusahaan. Usulan program proaktif adalah usulan program yang timbul karena perusahaan tersebut secara aktif berinisiatif merancang kesempatan baru.

Sistem yang biasanya digunakan untuk menganalisis program baru adalah sistem penyusunan anggaran. Sistem penyusunan anggaran modal adalah proses pembuatan keputusan mengenai pembelanjaan proyek-proyek investasi. Hal ini disebabkan usulan program baru memerlukan komitmen dana modal dalam jumlah besar dan tertanam dalam jangka panjang.

Menurut Supriyono (2001:3-4) “proses penyusunan program pada hakikatnya adalah proses pembuatan keputusan mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan taksiran jumlah sumber-sumber yang akan dialokasikan untuk setiap program.”

Prosedur penyusunan anggaran modal terdiri dari:

1. Pada tahap awal penyusunan program menyusun deskripsi usulan

program dan alasan-alasannya.

2. Staf manajemen puncak menganalisis usulan tersebut dan

menyampaikan rekomendasi bagi pengambilan keputusan.

3. Bagian anggaran menyusun anggaran pengeluaran modal (biasanya

sekali setahun) dan terpisah dari anggaran operasi.

4. Manajemen puncak mempertimbangkan, merevisi (jika perlu) dan

mensyahkan anggarang pengeluaran modal. Pengesahan anggaran penanaman modal menetapkan pengesahan program secara prinsip. Menurut Mulyadi (2001:545) “Penyusunan program harus menjabarkan inisiatif strategi dengan meliputi tiga perspektif yaitu customer, proses bisnis/intern serta pembelajaran dan pertumbuhan.”

Perspektif customer artinya dalam program yang disusun harus memiliki unsur peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Perspektif bisnis/intern merupakan bagian program reorganisasi dari organisai yang bermasalah. Hal ini diperlukan agar kinerja organisasi tidak terganggu. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Usulan program yang telah disusun oleh manajemen lalu disampaikan kepada komite penyediaan modal untuk direview dan disahkan. Review awal dilakukan oleh staf dan hanya mencakup apakah program telah disusun berdasarkan panduan program dan apakah terdapat konsistensi dalam program yang diusulkan. Kemudian usulan program tersebut didiskusikan dengan manajemen puncak yang mencakup apakah program yang diusulkan telah mencukupi dalam menjabarkan strategi perusahaan. Pada diskusi ini dapat terjadi revisi terhadap usulan program. Setelah usulan program disetujui oleh manajemen puncak maka program ini disahkan menjadi program.

2. Sistem Penyusunan Anggaran Pusat Biaya Kebijakan a. Pengertian Anggaran

Menurut Halim dan Supomo (2005:166) “Anggaran adalah suatu rencana yang dinyatakan secara kuantitatif, umumnya dalam bentuk satuan uang untuk jangka waktu tertentu.” Periode anggaran umumnya satu tahun, atau dikenal dengan nama Anggaran Tahunan. Anggaran memuat tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh suatu perusahaan, yang penyusunannya biasanya berdasarkan setiap pusat pertanggungjawaban yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan.

Penyusunan anggaran dilakukan, baik oleh organisasi yang berorientasi mencari keuntungan maupun oleh organisasi yang orientasinya tidak semata-mata mencari keuntungan. Bagi organisasi yang berorientasi laba anggaran tahunan umumnya dimasukkan sebagai perencanaan laba.

b. Manfaat Anggaran

Manfaat anggaran menurut Halim dan Supomo (2005:166-167) antara lain:

1) Sebagai alat bantu untuk membuat dan mengkoordinasi perencanaan

jangka pendek (short-range-plans)

2) Sebagai alat komunikasi antara rencana yang disusun dengan para manajer pusat pertanggungjawaban.

3) Sebagai lat untuk memotivasi para manajer dalam mencapai tujuan pusat

pertanggungjawaban yang dipimpinnya.

4) Sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan-kegiatan yang sedang

dilaksanakan.

5) Sebagai pedoman untuk mengevaluasi prestasi para manajer dan pusat

pertanggungjawaban yang dipimpinnya. 6) Sebagai piranti pendidikan bagi para manajer.

c. Fungsi-fungsi Anggaran 1) Perencanaan

Anggaran merupakan salah satu kegiatanyang berkaitan dengan perencanaan. Para manajer dalam menyusun anggarang harus mempertimbangkan kemungkinan perubahan kondisi pada masa yang akan datang dan menentukan langkah yang diperlukan untuk menghadapi perubahan kondisi tersebut. Rencana kegiatan suatu pusat pertanggungjawaban akan mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh rencana kegiatan yang disusun oleh pusat pertanggungjawaban yang lain. Dalam hal ini anggaran berfungsi untuk menyelaraskan masing-masing rencana kegiatan yang disusun oleh setiap pusat pertanggungjawaban yang ada di dalam perusahaan.

2) Komunikasi

Rencana kegiatan yagn telah disusun oleh manajemen tidak akandapat dilaksanakan dengan baik, jika manajemen yang bersangkutan tidak cukup memahami apa yang dimaksud dalam rencana tersebut. Anggaran dalam hal ini

mempunyai peranan sebagai penyebar informasi dan batasan-batasannya mengenai rencana kegiatan yang telah disusun. Dengan demikian anggaran memuat informasi yang penting dari suatu rencana kegiatan, dan mengkonsumsikan kepada para manajer pusat pertanggungjawaban.

3) Motivasi

Anggaran berfungsi juga sebagai alat pendorong yang dapat membangkitkan motivasi para manajer dalam mencapai tujuan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya dan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Motivasi tersebut akan semakin meningkat, jika para manajer berperan secara aktif dalam menyusun dan melaksanakan anggran perusahaan. 4) Pengendalian

Suatu anggaran memuat tentang hasil-hasil yang diinginkan oleh suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Anggarn perlu disusun secara cernat, agar dapat digunakan sebagaidasar pembanding bagi realisasi anggaran. Dalam proses pengendalian, seperti yang telah dikemukakan terdahulu, manajemen menjamin bahwa kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan hasil-hasil yang diinginkan seperti yang termuat dalam anggaran.

5) Evaluasi

Hasil perbandingan anatar realisasi dengan anggaran selama satu tahun, umumnya merupakan faktor yang menentukan untuk mengevalusi setiap manajer dan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Bagi manajer yang berprestasi biasanya akan memperoleh bonus atau penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.

6) Pendidikan

Anggaran berfungsi sebagai piranti pendidikan para manajer, terutama dalam kaitannya dengan segala macam pekerjaan yang ada di dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya dan pertaliannya dengan pusat- pusat pertanggungjawaban yang lain di dalam organisasi.

d. Keunggulan, Keterbatasan, Dan Syarat Anggaran

Supriyono (2001:44) mengemukakan keunggulan anggaran sebagai berikut:

1) Menyediakan suatu pendekatan disiplin untuk menyelesaikan masalah.

2) Membantu manajemen membuat studi awal terhadap masalah-masalah

yang dihadapi oleh suatu organisasi dan membiasakan manajemen untuk mempelajari secara seksama suatu masalah sebelum diputuskan.

3) Menyediakan cara-cara untuk memformalisasikan usaha perencanaan.

4) Menutup kemacetan potensial sebelum kemacetan tersebut terjadi.

5) Mengembangkan iklim sadar laba dalm perusahaan, mendorong sikap

kesadaran terhadap pentingnya biaya dan memaksimalkan pemanfaat sumber-sumber perusahaan.

6) Membantu mengkoordinasi dan mengintegrasikan penyusunan rencana

operasi berbagai bagian yang ada pada organisasi sehingga keputusan akhir dan rencana-rencana tersebut dapat terintegrasi dan komprehensif.

7) Memberikan kesempatan pada organisasi untuk meninjau kembali secara

sistematis terhadap kebijaksanaan dan pedoman dasar yang sudah ditentukan.

8) Mengkoordinasi, menghubungkan, dan membantu mengarahkan investasi

dan semua usaha organisasi ke saluran yang paling menguntungkan.

9) Mendorong suatu standar prestasi yang tinggi dengan membangkitkan

semangat bersaing yang sehat, menimbulkan perasaan berguna dan menyediakan perangsang (insentif) untuk pelaksanaan yang efektif.

10)Menyediakan tujuan dan sasaran yang merupakan alat pengukur atau

standar untuk mengukur prestasi dan ukuran pertimbangan manajemen dan sikap eksekutif secara individual.

Meskipun anggaran memiliki banyak keunggulan, namun anggaran juga memiliki beberapa keterbatasan sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukarno (2002:175-176) yaitu:

1) Anggaran berdasarkan taksiran sehingga tidak selalu akurat. Aspek

2) Dalam penyusunan anggaran diperlukan partisipasi dan berbagai tingkatan manajemen. Kondisi demikian cenderung menimbulkan permasalahan karena adanya ketidakselarasan hubungan antar karyawan.

3) Sekarang intuisi bisnis juga merupakan faktor penting yang senantiasa

dipertimbangkan dan hakikat anggaran adalah membantu dan bukan satu-satunya atau yang tertinggi dalam kebijakan manajemen.

Agar anggaran dapat memanfaatkan keunggulannya sebaik mungkin dan menekankan keterbatasan seminimal mungkin maka anggaran yang baik memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi seperti yang dikemukakan oleh Supriyono (2001:45) sebagai berikut:

1) Adanya organisai perusahaan yang sehat

Organisasi yangn sehat adalah organisasi yang membagi tugas dan fungsional dengan jelas dan memerlukan garis wewenang dan tanggung jawab yang tegas.

2) Adanya sistem akuntansi yang memadai Sistem akuntansi yang memadai meliputi:

a. Penggolongan rekening yang sama antara anggaran dan realisasi

sehingga dapat dibandingkan dan dihitung penyimpangannya.

b. Pencatatan akuntansi memberikan informasi mengenai realisasi,

anggaran dan selisih.

c. Laporan didasarkan kepada akuntansi pertanggungjawaban.

3) Adanya penelitian dan analisis

Penelitian dan analisis diperlukan untuk menetapkan alat pengukur prestasi sehingga anggaran dapat dipakai untuk menganalisis prestasi. 4) Adanya dukungan para pelaksana

Anggaran dapat dipakai sebagai alat yang baik bagi manajemen jika ada dukungan dari para pelaksana, baik dari tingkat atas maupun tingkat bawah.

e. Jenis-jenis Anggaran

Anggaran dapat dibuat untuk setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan. Anggaran yang bersifat komprehensif tersebut disebut anggran induk. Oleh karena itu penganggaran memerlukan waktu dan perhatian manajemen yang cukup besar, ada perusahaan yang hanya membuat anggaran untuk kegiatan yang dianggap kritis saja. Anggaran tersebut disebut anggaran perencanaan, misalnya anggaran

kas. Jenis anggaran yang lain adalah anggaran operasional misalnya anggaran fleksibel yaitu anggran biaya yang jumlahnya disesuaikan dengan volume kegiatan produksi.

f. Proses Penyusunan Anggaran

Anggaran memerlukan proses penyusunan. Penyususnan anggaran adalah proses akuntansi dan juga proses manajemen. Proses akuntansi berarti penyusunan anggaran merupakan proses mempelajari mekanisme, prosedur untuk merakit data dan membentuk anggaran. Proses manajemen berarti penyusunan anggaran merupakan proses penetapan peran setiap manajer dalam melaksanakan program.

Penyususnan anggaran perusahaan biasanya dikoordinir oleh departemen anggaran atau oleh komite anggaran yang anggotanya terdiri seorang atau beberapa direktur atau para manajer pusat pertanggungjawaban. Proses penyusunan anggaran yang dikoordinir oleh komite anggaran yaitu:

1) Komite Anggaran, berdasarkan program perusahaan yang telah ditetapkan,

membuat pedoman umum penyusunan anggaran, yang selanjutnya dimintakan persetujuan direksi.

2) Komite anggaran mendistribusikan pedoman umum penyusunan anggaran

yang telah disetujui direksi kepada setiap pusat pertanggungjawaban.

3) Manajer pusat pertanggungjawaban beserta staf dalam unit yang bersangkutan membuat usulan anggaran, dan selanjutnya mengajukan kepada Komite Anggaran.

4) Komite Anggaran membahas usaha anggaran setiap pusat

kepada pusat pertanggungjawaban untuk merevisi usulan anggarannya. Revisi tersebut diperlukan agar ada kesesuaian dengan program perusahaan atau dengan usulan anggaran pusat pertanggungjawaban lain.

5) Komite Anggaran mengajukan usulan anggaran yang final kepada direksi

untuk disahkan.

6) Komite Anggaran mendistribusikan anggaran yang telah disetujui direksi

kepada setiap pusat pertanggungjawaban. g. Tahap-tahap Penyususn Anggaran

1) Memahami SWOT

Manajemen puncak menganalisis SWOT(Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats) yang memiliki organisasi dari lingkungannya.

2) Memahami perumusan Strategi dan Perencanaan Strategis

Atas dasar SWOT, manajemen puncak menyusun perumusan strategi yaitu proses penentuan tujuan dan strategi pokok yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

3) Mengkomunikasikan Tujuan, strategi Pokok dan Program

manajemen puncak selanjutnya mengkomunikasikan SWOT, tujuan, strategi, dan program yang telah ditetapkan kepada Komite Anggaran, para manajer divisi dan manajer di bawahnya.

4) Memilih Taktik, Mengkoordinasikan dan Mengawasi Operasi

Setelah menetapkan tujuan, strategi dan program atas dasar SWOT, Manajer divisi selanjutnya memilih taktik yang akan digunakan.

5) Menyusun Usulan Anggaran

Setiap manajer, baik manajer departemen maupaun manajer seksi harus menyusun dan menyerahkan ususlan anggaran kepada Komite Anggaran. 6) Menyarankan Revisi Usulan Anggaran

Komite Anggaran menyarankan revisi terhadap usulan anggaran setiap divisi agar terdapat keselarasan dengan anggaran divisi yang lain dan agar sesuai dengan rencana jangka panjang dan tujuan organisasi yang telah ditentukan oleh manajemen puncak.

7) Menyetujui Revisi Usulan Anggaran dan Merakit menjadi Anggaran Perusahaan

Setelah usulan anggaran direvisi oleh setiap divisi yang bersangkutan dan revisinya telah disetujui oleh Komite Anggaran, maka Komite Anggaran merakit usulan tersebut menjadi anggaran perusahaan.

8) Revisi dan pengesahan Anggaran Perusahaan

Anggaran perusahaan mungkin masih memerlukan revisi sebelum disahkan oleh manjemen puncak menjadi anggaran perusahaan.

h. Hubungan Anggaran dengan Akuntansi Pertanggungjawaban

Ide pokok akuntansi pertanggungjawaban adalah bahwa pusat pertanggungjawaban harus bertanggung jawab terhadap elemen-elemen secara langsung di bawah pengendaliannya. Akuntansi pertanggungjawaban adalah akuntansi yang didesain secara khusus dan diimplementasikan untuk menilai kinerja manajer pusat-pusat pertanggungjawaban. Tanggung jawab manajer adalah pendapatan, biaya, laba, dan investasi. Agar manfaat akuntansi

pertanggungjawaban tercapai, suatu organisasi harus secara cermat mengamati dan menggolongkan pendapatan, biaya, laba, dan investasi sesuai dengan jenjang manajemen pusat pertanggungjawaban.

Sesuai dengan ide pokok tersebut, anggaran harus disusun untuk setiap jenjang manajemen pusat pertanggungjawaban yang dibebani tanggung jawab atas pendapatan, biaya, laba, dan investasi. Melalui laporan kinerja, anggaran setiap pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan realisasinya sehingga dapat ditentukan kinerja manajer setiap pusat pertanggungjawaban. Sebagai akibatnya, sistem akuntansi pertanggungjawaban memandang pendapatan, biaya, laba, dan investasi dari sudut pengendalian pribadi atau kinerja manajer dan bukan dipandang dari kinerja ekonomi. Kinerja manajer aalah kinerja untuk menunjukkan seberapa baik manajer tersebut mangelola pusat pertanggungjawaban. Kinerja ekonomi adalah kinerja untuk menunjukkan kemampuan pusat pertanggungjawaban sebagai suatu entitas ekonomi.

Anggaran dapat menunjukkan sumber daya yang boleh dipakai sebuah pusat pertanggungjawaban, sumber daya yang harus diperoleh sebuah pusat pertanggungjawaban ataupun keduanya. Menurut Suadi (2001:150)”Sumber daya yang dipakai menunjukkan wewenang pusat pertanggungjawaban, sedangkan sumber daya yang harus diperoleh menunjukkan tanggung jawab pusat pertanggungjawaban.”

Pada awal tahun anggaran, anggaran merupakan harapan bagi manajemen. Pada akhir tahun anggaran, anggaran merupakan standar untuk mengevaluasi kinerja pusat pertanggungjawaban.

i. Hubungan Anggaran dengan Program

Menurut Halim dan Supomo (2005:175), penyusunan program dan penyusunan anggaran merupakan proses perencanaan dalam suatu organisasi dan antara keduanya mempunyai perbedaan yaitu:

1. Program disusun sebelum penyusunan anggaran. Sedangkan anggaran

disusun setelah dan berdasarkan program.

2. Program disusun untuk jangka waktu beberapa tahun, sedangkan anggaran

disusun untuk jangka waktu satu tahun

3. Program biasanya disusun berdasarkan jenis produk yang dihasilkan

perusahaan. Sedangkan anggaran umumnya disusun berdasarkan pusat pertanggungjawaban yang ada dalam perusahaan.

j. Penyusunan Anggaran Untuk Pusat Biaya

Penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penetapan peran setiap manajer dalam melaksanakan program atau bagian dari program. Dalam proses penyusunan anggaran, manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negisiasi dengan manajer diatasnya yang memberikan peran kepadanya. Oleh karena itu anggaran yang sudah disahkan merupakan kesanggupan atau komitmen manajer pusat pertanggungjawaban tersebut.

Penyusunan anggaran dapat dilakukan secara top down yaitu anggaran yang disusun oleh manajemen puncak untuk manajemen dibawahnya. Menurut Nafarin (2004:56) langkah-langkah yang diambil dalam penyusunan anggaran secara top down adalah:

a. Manajemen puncak mengirim prinsip-prinsip penyusunan anggaran

(termasuk tujuan umum perusahaan) ke masing-masing bagian serta membentuk komite anggaran jika belum memiliki komite.

b. Masing-masing bagian menyusun anggaran operasional (rencana laba)

dimulai dengan membuat anggaran penjualan.

d. Koordinasi dan pembahasan kembali terhadap rancangan anggaran yang diajukan masing-masing departemen oleh Komite Anggaran.

e. Persetujuan akhir dari manajemen puncak

Pada umumnya dalam suatu perusahaan yang sudah cukup besar, terdapat tiga pihak utama yang terkait dalam penyusunan anggaran yang terdiri dari komite anggaran, departemen anggaran, dan para manajer pusat pertanggungjawaban dan diadministrasikan oleh komite anggaran dan departemen anggaran.

Komite anggaran adalah suatu unit organisasi yang mengkoordinasikan berbagai jenis usulan anggaran dari berbagai pusat pertanggungjawaban untuk kemudian disusun menjadi rancangan anggaran induk. Komite anggaran mempunyai tugas sebagai berikut:

a. Merumuskan sasaran anggaran dan kebijakan pokok perusahaan untuk tahun

anggaran.

b. Menyampaikan informasi mengenai tujuan dan kebijakan pokok tersebut

kepada para manajer pusat pertanggungjawaban.

c. Menelaah rancangan anggaran yang diajukan oleh para manajer pusat

pertanggungjawaban.

d. Melakukan negosiasi dengan para manajer pusat pertanggungjawaban

mengenai rancangan anggaran yang mereka ajukan.

3. Sistem Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Pusat Biaya Kebijakan

Langkah pertama dalam sistem pelaporan pertanggungjawaban adalah pembentukan garis dan bidang pertanggungjawaban elemen-elemen yang terdapat

pada struktur organisasi mewakili segmen organisasi yang membuat atau menerima laporan sesuai dengan fungsi dan tanggungjawabnya.

Agar dapat memantau hasil kerja pusat pertanggungjawaban, diperlukan sebuah sistem pelaporan. Dalam laporan pertanggungjawaban harus ditunjukkan hasil kerja pusat pertanggungjawaban beserta anggarannya sehingga dapat diketahui penyimpangan terhadap anggaran. Agar lebih bermanfaat, laporan pertanggungjawaban harus disertai dengan analisis tentang penyebab timbulnya penyimpangan. Laporan pertanggungjawaban biasanya dibuat secara berkala dengan dasar bentuk dan format yang tetap dariu waktu ke waktu serta disesuaikan dengan tingkat manajemen yang menerimanya.

Mulyadi (2001:194) mengatakan bahwa dasar-dasar yang melandasi penyusunan laporan pertanggungjawaban biaya adalah:

Dokumen terkait