• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

1. Gambaran Umum Perusahaan

PT.Surisenia Plasmataruna Medan didirikan di Indonesia pada tanggal 30 Juni 1998 berdasarkan akta notaris nomor 17 yang dibuat dihadapan Munir Nasution, SH.. dan telah mengalami perubahan dengan akta notaris nomor 16 tanggal 28 Maret 2000 yang dibuat dihadapan Munir Nasution, SH. Akta pendirian perusahaan ini telah mendapat persetujuan dari Atas nama Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia oleh Dirjen Hukum dan Perundang-undangan melalui surat keputusan No.C-17725 HT.01.01/TH.2000, tanggal 14 Agustus 2000

Berdasarkan akta pendirian perusahaan mempunyai kegiatan perdagangan, perindustrian, jasa dan konsultasi, jasa, dan kontraktor peralatan. Perusahaan berpusat di Jakarta dan memiliki 5 cabang.

b. Struktur Organisasi Perusahaan

Untuk mecapai suatu tujuan dengan rencana perusahaan, maka diperlukan koordinasi yang baik agar para karyawan dan pimpinannya mempunyai hubungan yang baik. Oleh karena itu dibutuhkan manajer yang baik pula untuk mengkoordinasikan kegiatan perusahaan.

Manajer adalah orang yang menjalankan fungsi pokok manajemen, agar dapat bekerja dengan baik maka manajer tersebut harus diberikan sesuatu kekuasaan untuk mengelola perusahaan, merencanakan, mengatur, dan mengadakan pengawasan.

Perusahaan yang mempunyai struktur organisasi yang baik akan lebih mudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. PT.Surisenia Plasmataruna Medan mempunyai struktur organisasi garis dan staf yang dipimpin oleh seorang kepala cabang yang membawahi beberapa kepala bagian yang dibantu oleh kepala-kepala seksi. struktur organisasi PT.Surisenia Plasmataruna Medan dapat digambarkan pada lampiran dibagian akhir skripsi ini.

Tugas dan tanggung jawab bagian struktur organisasi PT.Surisenia Plasmataruna Medan adalah sebagai berikut:

a. Kepala Cabang

Kepala cabang memimpin serta bertanggung jawab atas segala sesuatunya dalam menjalankan perusahaan untuk cabang medan dan mempunyai tanggung jawab lini terhadap manajer pusat di Jakarta.

b. Kepala Bagian Teknik dan Pemasaran

Kepala bagian teknik dan pemasaran bertugas menerima data dan informasi mengenai perkiraan besarnya proyek, lokasi proyek, peserta tender, sumber dan penyediaan dana serta membantu kepala cabang dalam pengendalian proyek. Dan bertanggung jawab menyusun dan mengirim secara rutin dan tepat waktu laporan-laporan serta menyiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan yang diminta oleh kantor pusat.

c. Kepala bagian Administrasi

Kepala bagian administrasi memimpin dan bertanggung jawab atas pelaksanaan yang menyangkut hal-hal administrasi seperti keuangan, inventaris kantor, dan bagian kepegawaian.. mempunyai tanggung jawab kepada kepala cabang.

2. Tingkatan Rapat Pengambilan Keputusan

Pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan terdapat beberapa tingkatan rapat dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan anggaran dan biaya, yaitu:

a. Rapat Bulanan

Rapat bulanan adalah rapat yang dilakukan yang dilakukan yang dilakukan oleh para kepala bagian dengan pihak manajemen. Rapat ini dilakukan setiap bulan untuk membahas biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama satu bulan apakag telah sesuai dengan anggaran dan program yang telah dibuat. Pada rapat ini para kepala bagian juga diberi kesempatan untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapinya dan mengajukan program baru pada bagiannya bila ada penambahan.

b. Rapat Tahunan

Rapat ini adalah rapat yang dilakukan oleh manajer bagian masing-masing departemen dengan kepala cabang dan rapat ini dilakukan menjelang akhir tahun. Pada rapat ini para manajer akan memberikan program-program apa yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya beserta anggaran biayanya. Untuk kemudian didiskusikan dengan manajer cabang. Apabila telah disepakati persetujuan

terhadap program dan anggaran periode berikutnya maka akan dilaporkan kepada manajer puncak yang berada di Jakarta.

c. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Rapat ini biasa diadakan menjelang akhir tahun. Rapat ini biasanya membicarakan pembagian dividen yang dapat dilihat dari laporan pertanggungjawaban setiap perusahaan cabang. Perubahan struktur organisasi yang diperlukan untuk perbaikan efektivitas perusahaan dan memperhatikan varians antara anggaran dengan realisasi sehingga dapat juga sebagai alat pertimbangan pemikiran bagi para pemegang saham apakah akan tetap menanamkan saham di perusahaan tersebut atau menarik saham yang mereka tanamkan pada perusahaan itu.

3. Jenis Pusat Pertanggungjawaban Biaya Kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan

Dari hasil penelitian penulis dan setelah mempelajari struktur organisasi serta uraian tugas dari masing-masing unit kerja, maka dapat dikatakan perusahaan menggunakan struktur organisasi garis dan staf dalam menjalankan kegiatan operasi perusahaan. Pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan terdapat pusat biaya kebijakan, pusat pendapatan, pusat laba, dan pusat investasi.

Pusat biaya kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan terdapat pada bagian administrasi. Bagian administrasi merupakan pusat biaya dari bagian-bagian lain yang ada pada perusahaan, bagian-bagian ini hanya bertanggung jawab atas biaya-biaya yang bersifat umum. Jumlah biaya yang tepat untuk kegiatan pusat biaya kebijakan tidak ditentukan berdasarkan studi teknik, tetapi didasarkan

kebijakan manajemen. Oleh karena itu pusat biaya kebijakan sebagian besar biayanya tidak berhubungan erat dengan volume kegiatan, maka efisiensinya sulit diukur. Efektivitas bagian penelitian dan pengembangan dapat diukur dengan jalan membandingkan antara realisasi dan rencana manciptakan produk baru ataupun peningkatan teknologi

Pusat biaya pendapatan terdapat pada bagian pemasaran. Bagian pemasaran bertanggung jawab atas pendapatan yang terimanya atas pemasaran produk kepada konsumen.

Pusat laba terletak ditangan manajer cabang perusahaan. Hal ini disebabkan manajer bertanggung jawab atas besarnya laba yang diterima oleh perusahaan. Bagian keuangan memegang peranan penting dalam menentukan besarnya pengeluaran yaitu mengotorisasi biaya yang akan dikeluarkan pusat pertanggungjawaban lain yang ada dalam perusahaan. Untuk menentukan besarnya penerimaan.

Pusat investasi terletak pada manajer puncak, yang pada perusahaan ini berada di Jakarta.

4. Pertanggungjawaban Biaya Kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan

Manajer pusat pertanggungjawaban biaya kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan adalah kepala bagian administrasi. Dalam menjalankan tugas, kepala bagian administrasi menyususn program dan anggaran. Setelah rencana program dan anggran tersebut disahkan, barulah kepala bagian administrasi dapat mengerjakan program bidangnya sesuai dengan anggaran yang

telah ditentukan. Setiap bulan, kepala bagian adminstrasi harus membuat laporan pertanggungjawaban kepada kepala cabang dan pada akhir tahun menyajikan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada manajer puncak di Jakarta untuk ditindak lanjuti pada rapat tahunan.

5. Proses Penyusunan Program Sebagai Bagian dari Perencanaan

Bagian akuntansi menyusun program yang akan dikerjakan untuk periode berikutnya pada akhir tahun berjalan. Peyusunan program adalah proses pembuatan keputusan mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan taksiran jumlah sumber-sumber yang akan dilaksanakan untuk setiap program tersebut. Program merupakan bentuk dari perencanaan agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Kepala bagian administrasi menyusun program yang akan dikerjakannya untuk periode berikutnya menjelang akhir tahun. Akan tetapi rapat tersebut disusun sebelum dilaksanakan Rapat Tahunan dengan para kepala cabang yang biasanya diadakan di Jakarta bersama dengan manajer puncak.

Program pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan terbagi atas dua yaitu: a. Program Primer

Program primer adalah program yang merupakan prioritas utama perusahaan dan harus dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam program ini adalah kegiatan rutin perusahaan. Program ini sudah disusun dalam anggaran kerja tahunan bagian administrasi. Program primer bagian administrasi pembanyaran gaji pegawai ataupun penjurnalan semua penerimaan kas. Dalam proses penyusunannya, program ini akan dianalisis

apakah metode pencapaian program tersebut telah dijalankan sesuai dengan yang telah ditargetkan oleh bagian administrasi.

b. Program Sekunder

Program sekunder dapat diartikan sebagai program yang merupakan prioritas kedua perusahaan. Tujuan program ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang kemungkinan dapat mengganggu aktivitas rutin perusahaan. Contoh program sekunder pada bagian administrasi adalah pelatihan/traning karyawan. Hal ini tentu sangat mendukung program primer sehingga akan menjalankan segala kegiatan dengan lebih baik. Dalam penyusunan program sekunder, yang menjadi dasar penyusunannya adalah kebutuhan perusahaan yang mendesak dan trend yang sedang terjadin dalam masyarakat.

6. Proses Penyusunan Anggaran Pembiayaan Program

Salah satu manfaat akuntansi pertanggungjawaban adalah sebagai dasar penyusunan anggaran, dimana angaran merupakan suatu rencana kerja untuk jangka waktu satu tahun ataupun satu periode. Salah satu fungsi anggaran adalah sebagai alat penilai kerja manajer pusat pertanggungjawaban. Dapat juga ditarik suatu kesimpulan bahwa jika realisasi jauh lebih besar daripada anggaran maka diasumsikan bahwa manajer tidak bisa menjalankan program dengan efisien. Akan tetapi apabila realisasi jauh lebih kecil daripada anggaran belum berarti manajer bekerja secara efektif. Hal tersebut bisa terjadi karena program yang telah disusun tidak dijalankan oleh manajer.

Proses penyusunan anggaran pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan dilaksanakan pada rapat tahunan, dimana setelah rapat penyusunan program

selesai dilaksanakan, kemudian akan membahas penyusunan anggaran selama satu tahun dan kemudian membaginya menjadi anggaran bulanan. Setelah itu, rencana program dan rencana anggara tersebut akan diserahkan kepada kepala cabang yang nantinya akan diserahkan kepada manajer puncak di Jakarta, dimana keputusan pengesahannya berada di tangan manajer puncak. Anggaran PT.Surisenia Plasmataruna Medan merupakan rencana formal kegiatan perusahaan untuk mencapai suatu tujuan dimasa depan untuk jangka waktu tertentu, dan dinyatakan dalam nilai uang.

Pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan dikenal dua jenis anggaran, antara lain:

a. Anggaran Primer

Anggaran primer merupakan anggaran yang dipakai untuk membiayai kegiatan rutin perusahaan. Pada penyusunan anggaran primer, biasanya kepala bagian administrasi menjadikan biaya realisasi pada periode sebelumnya dan menjadikannya petokan untuk menentukan dasar anggaran untuk periode selanjutnya.

b. Anggaran Sekunder

Anggaran sekunder merupakan anggaran yang dipakai untuk membiayai program sekunder, sama halnya dengan anggaran primer, patokan untuk menentukan anggaran primer biasanya juga berdasarkan realisasi periode sebelumnya, dan biasanya juga didasarkan pada kebutuhan dewasa ini.

Adapun kegunaan anggaran pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan, yaitu: a. Pemberi Arah dan Pedoman bagi Manajemen

Mengingat dalam anggaran tercakup tujuan dan rencana manajemen jangka panjang, menengah, dan pendek yang telah ditentukan dengan pertimbangan yang masak, maka anggaran dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengetahui sampai dimanakah dan harus kemanakah arah yang harus ditempuh agar tujuan perusahaan dapat dicapai.

b. Mengukur prestasi

Anggaran merupakan komitmen dari manajemen, oleh karena itu dapat dipakai sebagai pengukur prestasi (manajemen), yaitu sampai sejauh manakah komitmen tersebut tercapai dalam kaitannya denganan perusahaan.

c. Melakukan Koordinasi

Karena anggaran meliputi keseluruhan kegiatan perusahaan yang dirancang secara harmonis, bagian demi bagian saling mendukung menuju tercapainya sasaran. Harus diusahakan bahwa bagian-bagian anggaran tersebut tidak saling bertentangan satu sama lain. Bilamana hal itu terjadi maka manfaat ari anggaran tersebut berkurang.

d. Unsur Mendidik

Dalam menyusun anggaran, manajemen dipaksa berpikir ke masa yang akan datang secara masak dan mendetail, jadi dengan sendirinya dididik untuk melaksanakan fungsi manajemen secara baik, yaitu planning, analyzing, dan

e. Alat Kontrol danAnalisis

Anggaran sebagai alat kontrol dilakukan dengan cara membandingkan anggaran dengan sesungguhnya maka akan didapatkan indikasi-indikasi mengenai penyimpangan-penyimpangan tersebut dan selanjutnya progran perbaikan dirancang

7. Proses Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban

Hampir di setiap perusahaan sistem pelaporan pertanggungjawaban menyajikan laporan pertanggungjawaban untuk pengendalian manjemen yang terdiri dari seperangkat laporan yang saling berhubungan yang disediakan bagi para manajer di berbagai pusat pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan. Laporan ini berisikan informasi pertanggungjawaban manajemen yang lebih rendah kepada tingkat manajemen yang lebih tinggi.

Dengan demikian pada setiap tingkatan manajemen, tingkatan yang lebih tinggi akan menerima laporan pertanggungjawaban dari tingkat lebih rendah. Dalam hal ini pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan, laporan pertanggungjawaban dari tingkat kepala bagian administrasi lalu dilaporkan ke kepala cabang untuk kemudian dilaporkan ke manajer puncak yang berada di Jakarta.

Dalam hubungannya dengan konsep management by exception, maka laporan pertanggungjawaban yang disajikan dengan membandingkan realisasi dengan anggaran, sehingga pengawasan dapat diarahkan pada penyimpangan saja, sedangkan bidang-bidang lain yang pelaksanaannya secara efektif mendekati

rencana yang telah disusun dapat diabaikan, sehingga tenaga dan waktu dapat dikonsentrasikan pada hal-hal yang lebih penting.

Setiap bulan kepala bagian administrasi membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program selama satu bulan, yang akan disampaikan pada kepala cabang pada rapat bulanan untuk diadakan analisis apakah telah terjadi perkembangan yang baik atau telah terjadi kemunduran sehingga dapat diambil suatu tindakan nyata untuk memperbaiki laju perusahaan. Laporan pertanggungjawaban terbagi atas dua:

a. Laporan Pertanggungjawaban Program

Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban atas program primer dan sekunder yang ditanggungjawabi oleh kepala bagian administrasi. Pada laporan ini disampaikan sejauh mana program tersebut telah dikerjakan dan masalah-masalah yang dihadapi dalam menjalankan program tersebut agar dapat didiskusikan sehingga didapatkan jalan keluar yang terbaik untuk keluar dari masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut.

b. Laporan Pertanggungjawaban Realisasi

Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban atas anggaran yang telah direalisasikan dalam membiayai program primer dan sekunder yang ditanggungjawabi oleh kepala sub bagian. Pada laporan ini disampaikan dana yang telah dihabiskan untuk menjalankan program tersebut. Apabila ada selisih antara anggaran dengan relalisasi, maka penyebab selisih tersebut harus dijelaskan pada laporan ini.

Setiap akhir tahun, kepala bagian administrasi menyusun laporan pertanggungjawaban tahunan yang merupakan laporan pertanggungjawaban bulanan yang telah dirangkum bersama manajer cabang Medan. Kemudian laporan pertanggungjawaban cabang Medan tersebut dipertanggungjawabkan kepada manajer puncak di Jakarta. Laporan tersebut terdiri dari:

a. Laporan Pertanggungjawaban Program

Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban atas semua pelaksanaan yang telah diprogramkan pada awal periode sampai akhir periode atau akhir tahun. Pada laporan ini juga disampaikan masalah-masalah yang dihadapi selama pelaksanaan program tersebut.

b. Laporan Pertanggungjawaban Realisasi

Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban atas anggaran yang telah direalisasikan dalam membiayai semua pelaksanaan program selama satu periode, dengan menbandingkannya dengan angaran yang telah disampaikan sebelumnya sehingga dapat dilihat perbedaan antara realisasi dan anggaran dan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Laporan pertanggungjawaban merupakan alat bantu yang dalam sistem

pengendalian manajemen dimana informasi akuntansi pertanggungjawaban tersebut digunakan oleh manajemen akuntansi sebagai alat peningkat kinerja untuk periode selanjutnya, sebagai alat pemotivasi yang dijelaskan dibawah ini: a. Laporan pertanggungjawaban digunakan sebagai tolak ukur kinerja yang dapat

bekerja secara maksimal dan juga laporan pertanggungjawaban ini dapat digunakan sebagai lat pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

b. Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan untuk memotivasi manajer

maupun karyawan dapat bekerja lebih baik untuk mendatangkan laba yang lebih maksimal lagi.

Informasi akuntansi pertanggungjawaban sangat penting diterapkan dalam suatu perusahaan untuk menunjang tercapainya tujuan umum perusahaan dan membantu pihak manajemen dalam menyusun kebijakan perusahaan di masa yang akan datang.

B. Analisis Hasil Penelitian

Berdasarkan pembahasan dalam tinjauan pustaka dan data-data dari PT.Surisenia Plasmataruna Medan yang menyangkut akuntansi pertanggungjawaban dan penerapannya pada perusahaan, khususnya dalam hal akuntansi pertanggungjawaban pusat biaya kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan maka penulis akan malakukan analisis dan evaluasi atas akuntansi pertanggungjawaban pusat biaya kebijakan pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan yang tepatnya diadakan di bagian administrasi perusahaan.

Adapun analisis dan evaluasi yang akan dilakukan penulis adalah :

1. Analisis dan Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan PT.Surisenia Plasmataruna Medan

Struktur organisasi adalah suatu pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dan dikelompokkan. Struktur organisasi menunjukkan suatu kerangka dan susunan hubungan antara fungsi-fungsi atau bagian-bagian ataupun

orang-orang yang memiliki kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi perusahaan.

Berdasarkan bagan struktur organisasi yang dimiliki PT.Surisenia Plasmataruna Medan, penulis menyimpulkan bahwa perusahaan menerapkan struktur organisasi fungsional. Struktur organisasi tersebut telah menggambarkan penyusunan tugas, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang berbentuk garis lurus mulai dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah

Struktur organisasi fungsional merupakan struktur organisasi yang tepat digunakan oleh perusahaan karena struktur ini, organisai berjalan lebih efisien dimana struktur ini pola spesifikasi. Dengan adanya spesifikasi, mutu pelayanan merupakan faktor sangat penting pada PT.Surisenia Plasmataruna Medan tetap terjaga dan terpelihara.

Dalam hubungannya dengan akuntansi pertanggungjawaban, struktur organisasi telah membagi bidang dan unit kerjanya atas pusat-pusat pertanggungjawaban. Setiap pusat pertanggungjawaban bertanggung jawab atas segala kejadian atau transaksi yang bersifat keuangan, termasuk biaya, dan harus mempertanggungjawabkan kepada kepala cabang. Keseluruhan pusat pertanggungjawaban juga tersebar di seluruh tingkat manajemen, mulai dari manajemen tingkat atas sampai tingkat bawah.

PT.Surisenia Plasmataruna Medan telah menerapkan uraian tugas dan tanggung jawab dengan jelas, tetapi dalam hal pendelegasian wewenang masih terdapat kelemahan. Hal ini dapat dilihat dari proses penyusunan program dan anggaran yang dilakukan pada rapat tahunan dengan para manajer cabang

perusahaan di Indonesia, dimana manjer tiap bagian tidak diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Para manajer tiap bagian memang ikut serta dalam pembuatan program dan anggaran, tetapi dalam hal keputusan pengesahaan, manajer tiap-tiap bagian tidak diikutsertakan. Apabila tidak diperhatikan dengan seksama tidak kelihatan adanya masalah, tetapi apabila dalam pengesahaan rancangan tersebut para manajer puncak membuat perubahan ataupun tidak mengesahkan beberapa program yang dianggap penting oleh para manajer bagian akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Dapat terjadi hal-hal seperti: para manajer tidak sanggup melaksanakan program yangtelah ditetapkan atau manajer bagian merasa kesulitan dalam mengelola dana anggaran karena dana yang telah dianggarkan sebelumnya dikurangi jumlahnya oleh manajemen puncak sewaktu pengesahan.

Dari uraian tersebut, dapat diketahui bahwa PT.Surisenia Plasmataruna Medan belum menerapkan akuntansi pertanggungjawaban yang efektif, ini dapat terlihat dari wewenanng dan tanggung jawab pembuat keputusan tidak tersusun dengan baik. Dimana penentuan luas dan wewenang tersebut merupakan salah satu kondisi yang dapat menunjang keefektipan akuntansi pertanggungjawaban biaya kebijakan pada pusat biaya kebijakan.

2. Analisis dan Evaluasi Program dan Realisasi Pusat Biaya Kebijakan pada Bagian Administrasi

Perencanaan mutkak diperlukan dalam perusahaan jika kita menginginkan roda organisasi berjalan dengan baik dan terkoordinir. Dalam perencanaan ditentukan sasaran yang dituju perusahaan tersebut. Salah satu bentuk dari

perencanaan itu adalah program. Program ini adalah kegiatan yang akan dikerjakan oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Bagian administrasi menyusun program menjelang akhir tahun. Program yang disusun yaitu program primer dan program sekunder. Pada penyusunan rancangan program primer, bagian administrasi menjalankannya menggunakan metode zero based review yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan harus juga di perhatikan apakah metode pelaksanaan program yang telah ditentukan tersebut tepat.

Selain itu, manajer bagian administrasi diberi kesempatan untuk memberikan penjelasaan manfaat yang akan diperoleh perusahaan dari program yang telah dijalankan, apakah program tersebut akan terus dilanjutkan atau harus dihentikan.

Pada proses penyusunan program sekunder, bagian administrasi membahas perkembangan apa yang sedang terjadi atau trend yang sedang banyak diperlukan pelanggan, dan bagaimana sebaiknya perusahaan menyikapi kebutuhan tersebut untuk dapat lebih memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Misalnya pada bagian administrasi, meminta adanya pelatihan atau pendidikan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk perusahaan terutama dalam hal ini perbaikan sistem yang ada pada perusahaan terutama yang berkaitan dengan administrasi maupun mengikuti pelatihan mengenai peraturan perpajakan.

Setelah rancangan program selesai disusun, maka manajer bagian administrasi akan mengusulkan rancangan program tersebut kepada kepala

cabang. Akan tetapi untuk proses selanjutnya para manajer cabang tidak diikutsertakan pada rapat tahunan dengan manajer pusat di Jakarta. Dan apabila rancangan yang telah dibahas dan disahkan oleh manajer pusat beserta dengan kepala cabang maka akan diserahkan ke bagian administrasi untuk ditidak lanjuti beserta perubahan pada rancangan awal yang mungkin terjadi pada rapat tahunan tersebut.

Dalam realisasi program, program kerja yang telah ditentukan dan telah dikerjakan akan dicatat oleh bagian administrasi serta waktu pengerjaan program kerja tersebut juga harus dicatat untuk laporan yang lebih konkret. Catatan-catatan tersebut akan dijumpai pada laporan pertanggungjawaban program. Laporan pertanggungjawaban program, berisikan informasi kualitatif tentang bagaimana dan waktu pelaksanaan program, hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan program tersebut.

Peran serta manajer pusat dalam pengesahan program sebenarnya tidak begitu nyata, tetapi hal tersebut dapat ditutupi apabila manajer pusat memahami dengan jelas setiap permasalahan yang terjadi di perusahaan.

3. Analisis dan Evaluasi Anggaran dan Realisasi Pusat Biaya Kebijakan pada Bagian Administrasi

Salah satu fungsi anggaran adalah sebagai alat penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. Proses penyusunan anggaran harus menjadikan program sebagai pedoman penyusunan anggaran. Angaran pada bagian administrasi digunakan sebagai acuan manajer agar menggunakan dana pusat kebijakan tidak melebihi dana yang telah dianggarkan. Data anggaran tahun

Dokumen terkait