MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM
D. Alam Kehidupan Manusia
Dari uraian tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk ciptaan Allah SWT yang terdiri dari jiwa dan raga, berwujud fisik dan ruh (ciptaan) Allah. Sebagai makhluk Ilahi hidup dan kehidupannya berjalan melalui lima tahap, masing-masing tahap disebut "alam" yaitu:
1. Di alam gaib (alam ruh) arwah 2. Di alam rahim
3. Di alam dunia (yang fana ini) 4. Di alam barzakh dan
5. Di alam akhirat (yang kekal = abadi) yakni alam tahapan terakhir hidup dan kehidupan (ruh) manusia.
Dari kelima tahapan kehidupan manusia itu tahap kehidupan ketiga yakni tahap kehidupan di dunia merupakan tahap kehidupan yang menentukan (melalui iman, takwa, amal dan sikap) nasib manusia dalam tahap-tahap kehidupan selanjutnya (4 dan 5) dan tempatnya di akhirat nanti.
87 | Agama dan Etika
Karena pentingnya kehidupan manusia di dunia, maka selama hayatnya di alam fana ini, seperti telah disebut di atas, manusia di karuniai Allah SWT dengan berbagai alat perlengkapan dan bekal supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai abdi dan sebagai khalifah Allah SWT di bumi (dunia) ini. Selain itu, Allah SWT juga meberi kepada manusia pedoman hidup yang mutlak kebenarannya, agar kehidupan manusia dapat selamat sejahtera di dunia ini dalam perjalanannya menuju tempatnya yang kekal di akhirat nanti. Pedoman itu adalah agama.
Namun, sebelum membicarakan soal agama, sebagai kesimpulan mengenai manusia menurut agama Islam ini adalah baik kalau kita ikuti penjelasan Profesor M. Quraish Shihab (penafsir al-Qur’an Indo-nesia terkemuka) tentang manusia yang beliau angkat langsung dari Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama Islam, walaupun apa yang beliau tulis ada yang sudah disebut di depan. Menurut beliau Al-Qur'an banyak memberi informasi tentang manusia dalam berbagai aspeknya.
Tidak sedikit ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang manusia, bahkan manusia adalah makhluk pertama yang disebut dua kali dalam rangkaian wahyu pertama
(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
(3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
(5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
Di satu sisi manusia sering mendapat pujian Tuhan. Dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain, ia mempunyai kapasitas yang paling tinggi (Q.S. Hud:3),
88 | Agama dan Etika
mempunyai kecenderungan untuk dekat kepada Tuhan melalui kesadarannya tentang kehadiran Tuhan yang terdapat jauh di bawah alam sadarnya (Q.S. Ar-Rum:
43).
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat
وُعهد هصَي ٖذِئَمۡوَي ُِۖ هللَّٱ َنِم ۥُ لَ هدَرَم َ ه
sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya):pada hari itu mereka terpisah-pisah”
Manusia diberi kebebasan dan kemerdekaan serta kepercayaan penuh untuk memilih jalannya masing-masing (Q.S. Al-Ahzab: 72; Al-Ihsan:2-3).
اَهۡنِم َنۡقَف ۡش َ
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”
Manusia diberi kesadaran moral untuk memilih mana yang baik mana yang buruk, sesuai dengan hati nuraninya atas bimbingan wahyu (Q.S. Asy-Syams (91): 7-8).
89 | Agama dan Etika
Manusia dimuliakan Tuhan dan diberi kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lainnya (Q.S. Al-Isra:70), diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q.S. At-Tin (95):4).
Namun di sisi lain, manusia ini juga mendapat celaan Tuhan, amat aniaya dan mengikari nikmat (Q.S. Ibrahim: 34), sangat banyak membantah (Q.S. Al-Hajj:67) dan kelemahan lain yang telah disebut di depan. Dengan mengemukakan sisi pujian dan celaan tidak berarti bahwa ayat-ayat Al-Qur'an bertentangan satu sama lain, tetapi hal itu menunjukkan potensi manusiawi untuk menempati tempat terpuji, atau meluncur ke tempat tercela.
Al-Qur'an seperti telah disebut di muka, menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian setelah sempurna kejadiannya, Tuhan menghembuskan kepadanya Ruh ciptaan-Nya.
ٖينِط نِيم اٗ َشََب ُُۢقِلَٰ َخ ِ ينَِّإ ِةَكِئََٰٓلَمۡلِل َكُّبَر َلاَق ۡذِإ ٧١
ْاوُعَقَف ِحَوُّر نِم ِهيِف ُتۡخَفَنَو ۥُهُتۡيهوَس اَذِإَف
َنيِدِجَٰ َس ۥُ لَ َ ٧٢
71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah"
72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
(Q.S. Sad: 71-72).
Dengan "tanah" manusia dipengaruhi oleh kekuatan alam seperti makhluk-makhluk lain, sehingga butuh makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya.
Dengan ruh (ciptaan) Tuhan ia diantar ke arah tujuan non-materi yang tidak berbobot, tidak bersubstansi dan tidak dapat diukur di laboratorium, tidak dikenal oleh alam materi.
90 | Agama dan Etika
Dimensi spiritual inilah yang mengantar manusia untuk cenderung kepada keindahan, pengorbanan, kesetiaan, pemujaan dan sebagainya. Ia mengantarkan mereka ke suatu realitas yang Maha Sempurna, tanpa cacat, tanpa batas dan tanpa akhir.
َٰ َهََتنُم ۡ
لٱ َكِيبَر َٰ لَِإ هن َ َ أَو ٤٢
“dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)”.
(Q.S. An-Najm: 42).
ِهيِقََٰلُمَف ا ٗحۡد َك َكِيبَر ََٰلَِإ ٌحِدَكَ َكهنِإ ُنَٰ َسنِۡلۡٱ اَهُّيَأََٰٓي ٦
“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya”. (Q.S. Al-Insyiqaq:6).
Dengan berpegang kepada pandangan ini, manusia akan berada dalam satu alam yang hidup, bermakna, serta tak terbatas, yang dimensinya melebar keluar melampui dimensi "tanah", yang material itu.
Al-Qur'an tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, atau tercipta dari kumpulan atom, tapi diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban tugas mengabdi dan menjadi khalifah yang telah disebutkan di atas.
ِلَخ ِضرۡ َ ۡ لۡٱ ِفِ لِعاَج ِينَِّإ ِةَكِئََٰٓلَمۡلِل َكُّبَر َلاَق ۡذوَإِ
ُكِف ۡسَيَو اَهيِف ُدِسۡفُي نَم اَهيِف ُلَعۡ تَ َ َ
أ ْآوُلاَق ُۖٗةَفي
َنوُمَلۡعَت لَ اَم ُمَلۡع َ َ أ ٓ ِينَِّإ َلاَق َُۖكَل ُسِيدَقُنَو َكِدۡمَ ِبِ ُحِيبَسُن ُنۡ َنََو َءٓاَمِيلَٱ ٣٠
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
91 | Agama dan Etika
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Q.S. Al-Baqarah:30).
Untuk mengemban tugas sebagai khalifah manusia dibekali Tuhan potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik (Q.S. Ar-Ra'd: 11).
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S. Ar-Ra'd: 11).
Ditundukkan dan dimudahkan Allah SWT baginya untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta (Q.S. Al-Jatsiyah: 12-13).
ۡمُكهلَعَلَو ۦِهِل ۡضَف نِم ْاوُغَتۡبَِلََو ۦِهِرۡمَأِب ِهيِف ُكۡلُفۡلٱ َيِرۡجَِلَ َرۡحَ ۡلۡٱ ُمُكَل َرهخَس يِ هلَّٱ ُ هللَّٱ۞
12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizinNya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur
13. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.
(Q.S. Al-Jatsiyah: 12-13).
92 | Agama dan Etika
Ditetapkan arah yang harus ia tuju (Q.S. Az-Zariyat:56) serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanannya (Q.S. Al-Baqarah:38), dan ditetapkan tujuan hidupnya, yakni mengabdi kepada Ilahi (Q.S. Az-Zariyat: 56).
ُتۡقَلَخ اَمَو ِنوُدُبۡعَ ِلَ ه
لَِإ َسنِ ۡ
لۡٱَو هنِ لۡٱ ۡ ٥٦
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Az-Zariyat:56)
َ لََو ۡمِهۡيَلَع ٌفۡوَخ َلََف َياَدُه َعِبَت نَمَف ىٗدُه ِينِِيم مُكهنَيِتۡأَي اهمِإَف ُۖاٗعيِ َجَ اَهۡنِم ْاوُطِبۡهٱ اَنۡلُق
ۡمُه
َنوُنَزۡ َيَ
٣٨
38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (Q.S. Al-Baqarah:38).
93 | Agama dan Etika