HASIL PENELITIAN
6.1. Sarana Proteksi Aktif Kebakaran
6.2.2. Alarm Kebakaran
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak fasilitas gedung, didapatkan jenis alarm kebakaran di Gedung RUI yaitu alarm kebakaran audio yang memberikan isyarat berupa bunyi khusus.
Gambar 6.2 Alarm Kebakaran
Sumber : Gedung RUI, Tahun 2015
Alarm ini pernah di uji oleh pihak fasilitas dan berfungsi dengan kurang baik. Dari uji tersebut suara sirine terdengar dengan suara yang kecil. Setiap lantai memiliki alarm kebakaran ini yang satu tempat
dengan hydrant.
Tabel 6.2 Perbandingan Alarm dengan Standar pada Gedung RUI No. Standar NFPA 72 dan
Kepmen Pu No.
26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Alarm harus terdengar keseluruh ruangan, setiap lantai dan berbunyi
Kurang Sesuai karena pihak fasilitas pernah
mencoba dan
terdengar hanya sebagian kecil suara sirinenya karena tidak terdapat tenaga cadangan untuk menyalakan alarm
3. Alarm terpasang berdekatan dengan titik panggil manual (Kepmen PU No.
26/PRT/M/2008).
Alarm terpasang di atas titik panggil manual
Sesuai dengan standar yang ada karena alarm terletak diatas titik panggil manual 4. Alarm dan titik panggil
manual harus terlihat jelas dan mudah dijangkau
Sesuai dengan standar yang ada karena berwarna merah, model tombol ditekan, harus dilengkapi dengan kaca yang bila pecah tidak berbahaya, dan terdapat pemecah kaca khusus (Kepmen PU No.
26/PRT/M/2008).
Semua titik panggil manual berwarna dengan model ditekan dan kaca bila pecah tidak berbahaya bagi karyawan
Sesuai dengan standar yang ada karena semua titik panggil manual berwarna dengan model ditekan dan kaca bila ditekan tidak berbahaya bagi karyawan
6. Titik panggil manual ditempatkan pada lintasan jalur keluar dengan
Sesuai dengan standar yang ada karena titik panggil manual diletakan pada lintasan jalan keluar dengan ketinggian 1,4 meter dari lantai
7. Jarak titik panggil manual
Sesuai dengan standar yang ada karena jarak titik panggil manual 25 meter dari bangunan
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
6.2.3. Sprinkler
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan petugas maintance gedung, tidak adanya sprinkler pada Gedung RUI.
Berdasarkan hasil penilitian semua sprinkler pada Gedung RUI belum memenuhi dengan standar yang ada, namun semua sprinkler yang ada kurang dilakukan pemeriksaan secara rutin dan ada pula yang belum terpasang dengan baik. Hal ini dikarenakan gedung RUI yang berjumlah 4 lantai.
Tabel 6.3 Perbandingan Sprinkler dengan Standar Pada Gedung RUI
No. Standar NFPA 13 dan Kepmen Pu No.
26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Semua instalasi pipa jenis sprinkler pada gedung RUI
3. Jarak antara sprinkler jenis sprinkler pada gedung RUI 4. Jenis sprinkler
bangunan (NFPA 13). Gedung RUI RUI Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
Hal ini menyebabkan sprinkler yang ada tidak dalam keadaan baik sehingga dapat mengganggu kepekaan pada sprinkler tersebut.
6.2.4. Hydrant
Sistem hydrant adalah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media air bertekanan yang dialirkan melalui pipa-pipa dan selang kebakaran. Warna kotak hitam berwarna merah dengan tulisan berwarna putih sedangkan pilar hidran berwarna merah.
Sumber air yang digunakan sebagai pasokan air untuk instalasi hidran berasal dari air yang ditampung pada tangki dan letaknya berdekatan dengan rumah pompa. Sumber tekanan pada sistem hidran di Gedung RUI berasal dari pompa yang berada di dekat tanki.
Gambar 6.3 Hydrant didalam ruangan
Tabel 6.4 Perbandingan Hydrant Dengan Standar Pada Gedung RUI
No. Standar NFPA 14 dan Kepmen Pu No. 26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan 1. Kotak hydran berwarna merah dengan
tulisan “HYDRANT” berwarna putih (Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008 dan
karena panjang selang 30 meter
7. Selang dalam keadaan baik dan katup pembuka tidak bocor (NFPA 14 dan Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008).
Semua selang
kelengkapan komponen hydran setiap satu tahun sekali (NFPA 14).
Sudah
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
6.2.5. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR digunakan untuk memadamkan kebakaran tahap awal.
Jenis APAR digunakan sesuai dengan klasifikasi yang mungkin dapat terjadi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Gedung RUI adalah menyediakan APAR pada setiap sumber bahaya kebakaran.
Gambar 6.4 APAR (alat pemadam api ringan)
Sumber : Gedung RUI, Tahun 2015
APAR yang digunakan di gedung RUI ini memiliki jenis A, B, C, dan dalam keadaan baik bisa dikatakan demikian karena memiliki kriteria yang bagus seperti masa expired yang masih lama dan terkunci dengan baik.
Tabel 6.5 Perbandingan APAR Dengan Standar Pada Gedung RUI
No. Standar NFPA 10 dan Kepmen Pu No. 26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan 1. Pada APAR terdapat klasifikasi
kebakaran A, B dan C yang ditujukan untuk standar gedung (NFPA 10). 2. Jarak antara APAR berjarak
maksimal 15,25 meter (NFPA 10). dapat dioperasikan (NFPA 10).
Semua APAR
dapat dioperasikan 4. APAR ditempatkan dilokasi yang
mudah dilihat dan mudah dijangkau dan penempatannya tidak terhalangi oleh benda apapun (NFPA 10 dan Kepmen Pu runagan memiliki ruang kabinet tetapi tidak boleh terkunci (NFPA 10).
terhalang benda lain (NFPA 10).
sudah diberi tanda 8. Pemasangan dihindari dari bahaya
fisik (NFPA 10).
9. Bobot apar tidak lebih dari 18,14 kg dan ujung APAR berjarak 1,53 meter dari lantai, jika bobot lebih dipasang dengan ujung atas APAR berjarak < 1,07 meter dari lantai (NFPA 10). 10. Ada petunjuk pengoperasian
dibagian depan (NFPA 10). 11. Segel pengaman dan tutup tabung
terpasang kuat ((NFPA 10).
12. Lubang penyemprot tidak tersumbat, selang tidak bocor ((NFPA 10).
Semua lubang penyemprot tidak tersumbat, selang tidak bocor
Sudah sesuai dengan standar yang ada karena semua lubang penyemprot tidak tersumbat, selang tidak bocor 13. Setiap APAR harus diperiksa
secara berkala dengan waktu tidak lebih dari satu tahun (NFPA 10).
sudah ada pemeriksaan secara berkala
Sudah sesuai dengan standart di cek setiap bulannya
14. Tekanan APAR (NFPA 10). Indikator berada di warna merah
Sesuai dengan standar karena berada di indikator warna merah Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
85
6.2. Sarana Proteksi Pasif Kebakaran 6.2.1. Jalan Keluar Darurat
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, didapatkan pada Gedung RUI terdapat sarana jalan keluar yang dimiliki Gedung RUI berupa jalan yang menyatu dengan gedung secara permanen. Sarana jalan keluar mempunyai lebar 1.5 meter dan terhubung dengan pintu keluar yang menuju area terbuka.
Gambar 6.5 Jalan Keluar Darurat
Sumber : Gedung RUI, Tahun 2015
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti, diketahui sarana jalan keluar darurat yang terdapat pada Gedung RUI. Sarana jalan keluar darurat yang ada tidak terhalang oleh benda apapun atau barang apapun dan terhubung langsung
Tabel 6.6 Perbandingan Jalan Keluar Darurat Dengan Standar Pada Gedung RUI No. Standar NFPA 101 dan
Kepmen Pu No.
26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Terdapat sarana jalan keluar (NFPA 101 dan Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008).
Mempunyai jalan keluar Sesuai dengan standar karena Gedung RUI sudah mempunyai jalan keluar
2. Setiap bangunan sedikitnya memiliki satu sarana jalan keluar disetiap lantai (Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008).
sarana jalan keluar minimum dua meter (NFPA 101).
Lebar minimum 1,5 meter
Tidak sesuai dengan standar karena lebar hanya 1,5 meter 4. Jumlah jalan keluar terdapat
lebih dari satu dengan letak berjauhan (NFPA 101).
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
6.2.2. Tanda Petunjuk Keluar
Berdasarkan hasil observasi, didapatkan pada Gedung RUI telah terdapat peetunjuk atau tanda jalan keluar yang berupa papan yang disertai denga lampu yang bertuliskan “EXIT” dengan dasar hijau dan tulisan berwarna putih pada setiap pintu keluar. Warna hijau menurut ISO 3864-4 adalah untuk emergency exit.
Tanda “EXIT” berwarna hijau memiliki keuntungan yang penting, dimana ketika ada asap di udara dan semua tanda tersebut berwarna merah ada kemungkinan bahwa petugas pemadam kebakaran akan sulit membedakan warna merah pada tanda dengan merah api yang sedang menyala. Maka, dengan tanda berwarna hijau,
orang jadi tahu itu bukan api melainkan tanda/rambu untuk keselamatan.
Gambar 6.6 Tanda Petunjuk keluar
Sumber : Gedung RUI, Tahun 2015
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti, diketahui tanda keluar darurat sudah sesuai dengan standar yang ada seperti ada papan bertuliskan “EXIT” pada setiap pintu keluar darurat dan diberi penerangan papan tersebut.
Tabel 6.7 Perbandingan Tanda Petunjuk Jalan Keluar Dengan Standar Pada Gedung RUI
No. Standar NFPA 101 dan Kepmen Pu No. 26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Terdapat tanda petunjuk jalan keluar (NFPA 101 dan Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008).
Mempunyai tanda petunjuk jalan keluar
Sesuai dengan standar yang ada karena Gedung RUI mempunyai tanda petunjuk jalan keluar
2. Tanda petunjuk keluar diberi penerangan dari sumber daya listrik darurat (NFPA 101).
Ada papan
3. Petunjuk jalan keluar ditempatkan yang mudah terlihat atau dekat
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
6.2.3. Pintu Darurat
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, didapatkan pada Gedung RUI terdapat dua pintu darurat.semua jalur atau jalan keluar darurat ini langsung menuju area terbuka. Pintu darurat tersebut terbuat dari besi dan dapat dibuka kearah luar.
Gambar 6.7 Pintu Darurat
Sumber : Gedung RUI, Tahun 2015
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti, diketahui pintu darurat pada Gedung RUI merupakan pintu darurat yang sesuai dengan Kepmen PU No. 26/PRT/M/2008 dan NPFA 10. Sudah sesuai dengan standar NFPA pintu mudah terbuka dan tidak terkunci serta warna pintu yang sesuai. Dan pintu darurat juga sudah memiliki tanda sign pintu darurat atau berwarna menolok agar mudah terlihat jika dalam keadaan darurat.
Tabel 6.8 Perbandingan Pintu Darurat Dengan Standar Pada Gedung RUI
No. Standar NFPA 101 dan Kepmen Pu No. 26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Terdapat pintu darurat keluar (NFPA 101 dan Kepmen PU No.
26/PRT/M/2008).
Memiliki pintu darurat keluar
Sesuai dengan standar yang ada karena Gedung RUI memiliki pintu darurat keluar
2. Pintu dapat dibuka tanpa anak kunci
Keadaan pintu tidak terkunci
Sesuai dengan standart karena pintu Gedung RUI dapat dibuka
Kepmen PU No. dengan self closing door
5 Pintu darurat dibuka pintu satu arah dan mengarah keluar
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
6.2.4. Penerangan Darurat
Berdasarkan hasil observasi, didapatkan pada Gedung RUI dilengkapi penerangan darurat. Lampu-lampu tersebut diletakkan pada bangunan-bangunan sehingga jika terjadi bahaya kebakaran dapat menerangi jalan keluar darurat.
6.2.5. Tempat Berhimpun
Tempat berhimpun yang digunakan apabila terjadi kebakaran adalah berupa lahan kosong yang terletak di kawasan berjarak 100 dari bangunan. Ditempatkan sign yang bertuliskan tempat berkumpul darurat dengan tulisan berwarna putih dengan dasar hijau.
Tabel 6.9 Perbandingan Tempat Berhimpun Darurat Dengan Standar Pada Gedung RUI No. Standar NFPA 101 dan
Kepmen PU No. 26/PRT/M/
2008).
Gedung RUI Keterangan
1. Tersedia tempat berhimpun
Tempat berhimpun tidak terlalu luas dan tempat berhimpun digunakan juga sebagai lahan parkir tambahan Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti, diketahui tempat berhimpun yang terdapat di Gedung RUI kurang sesuai dengan standar.
Tabel 6.10 Perbandingan Penerangan Darurat Dengan Standar Pada Gedung RUI No. Standar NFPA 101 dan
Kepmen Pu No.
26/PRT/M/2008
Gedung RUI Keterangan
1. Terdapat penerangan
2. Lampu penerangan darurat berwarna kuning dengan kekuatan minimal 10 lux (NFPA 10).
Lampu berwarna kuning
Sesuai dengan standar karena pada Gedung RUI lampu sudah berwarna kuning dan memiliki kekuatan yang sesuai
3. Penempatan lampu darurat baik sehingga bila salah satu bohlam mati tidak meninbulkan gelap (NFPA 10).
Penempatan sudah baik
Sesuai dengan standar untuk penempatan lampu darurat karena pada Gedung RUI
Sumber : Hasil observasi penelitian, tahun 2015
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti, diketahui penerangan darurat pada Gedung RUI sudah merupakan penerangan darurat yang sesuai dengan Kepmen PU No.
26/PRT/M/2008 dan NFPA 101.