BAB IV PEMBAHASAN
A. Alasan Lembaga Bahtsul Masail DIY yang membolehkan transaksi cryptrocurrency
Hasil Keputusan Lembaga Bahtsul Masail PWNU DIY yang berlangsung pada hari minggu 21 november 2021 yang membolehkan transaksi cryptocurrency . Bahwasannya ekonomi sebagian hukum yang dalam kategorinya sifatnya dinamis, sehingga perkembangan digital ini membawa faktor ekonomi sangat mengubah semua aspek dari segi perubahan alat tukar, bentuk komoditas, maupun pola transaksi.39
Didalam sebuah hasil keputusan bahtsul masail yang dilaksanakan ada sebuah alasan-alasan yang menjadikan sebuah transaksi cryptocurrency boleh dilakukan.
1. Ekonomi merupakan bagian dari sebiuah ranah hukum islam yang sifatnya dinamis. Perkembangan teknologi digital sangat berpengaruh dalam perubahan alat tukar, bentuk komoditas, maupun pola transaksi. Hukum islam tidak mengatur jenis alat tukar yang harus digunakan. Dalam hukum islam, jenis alat tukar mengikuti sebuah kebiasaan suatu komunitas („urf).
Cryptocurrency merupakan sebuahu “anak kandung” transformasi teknologi digital yang penggunaannya semakin ekstensif. Sebagai alat tukar maupun sebagai komoditas cryptocurrency dibolehkan dalam
39 Ratna Ajeng Tejomukti “Beda dengan MUI dan NU Jatim NU Yogyakarta Bolehkan Kripto” Senin 22
Nov 2021, https://www.republika.co.id/berita/r2yxt7320/beda-dengan-mui-dan-nu-jatim-nu-yogyakarta-bolehkan-kripto.
38
hukum islam. Ia memenuhi syarat baik sebagai sebuah alat tukar (al-tsaman) maupun sebagai komoditas (al-mutsman) diantaranya : memiliki manfaat (muntafa‟) bisa diserahterimakan (ma‟qdur ala taslimih) dan bisa diakses jenis serta sifatnya oleh kedua belah pihak (ma‟luman lil aqidain.
Hah ini mengecualikan sebagai varian yang tidak memenuhi beberapa syarat tersebut.
2. Sebagaimana penjelasan dari pelaku dan para ahli blockchain, asumsi adanya unsur bahaya dan resiko akibat sebuah ketidak jelasan (gharar) serta perjudian (qimar) tidak ditemukan dalam praktik cryptocurrency . Fluktuasi harga mengikuti harga mengikuti hukum pasar (supply and demand ) yang dibolehkan secara hukum islam dengan teknologi digital blockchain dan cryptography ia juga memiliki tingkat kemanan yang tinggi, maupun terhindar dari upaya kecurangan dan manipulasi.
Cryptocurrency sudah terbukti beroprasi dalam jangka waktu yang lama dan bertahan sampai saat ini.
3. Seiring dengan bertumbuhnya cryptocurrency di dunia yang semakin ekstensif, menjadi tugas pemerintah negara Republik Indonesia untuk membuat regulasi yang mengatur cryptocurrency sebagai alat tukar (al-tsaman) maupun komoditas (al-mutsman) di indonesia
Dalam Proses yang dilakukan dalam mengambil hukum tentang cryptocurrency ini LBM DIY mengambil suatu rujukan dengan menggunakan kitab-kitab klasik maupun kontenporer, diantaranya adalah:
a. Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqh Islam wa adillatuhu. Adapun syarat-syarat untung barang dan harga ada lima.40
1) Barang yang tidak bertentangan dengan syara‟seperti menjual bangkai, darah, dan barang yang tidak ada ditangan itu hukumnya tidak sah.
2) Benda atau barangnya harus dalam keadaan suci dan bersih, tidak sah hukumnya menjual barang yang najis seperti minuman khamr.
Menurut imam maliki yakni tidak diperbolehkan menjual gading, kotoran binatang dan minyak najis.
3) Barangnya memiliki sebuah manfaat secara syariat. Menjual barang yang tidak memiliki manfaat didalamnya seperti menjual anjing, serangga, alat-alat musik. Berbeda dengan pendapat imam maliki yang membolehkan menjual belikan hewan anjing dengan alasan sebagai alat untuk berburu dan juga biasanya sebagai hewan untuk menjaga hewan ternak.
4) Barang yang diperjual belikan harus diketahui oleh kedua belah pihak, karena menjual barang yang toidak jelas itu hukumnya tidak boleh.
5) Diantaranya harus bisa diserahterimakan karean tidak sah hukum nya bila mana menjual belikan barang yang masih belum ada barangnya. Seperti menjual ikan yang masih ada dilaut.
40 Az-Zuhaili, ―Fiqh Islam Wa Adillatuhu, ‖ 856.
b. Abdul Aziz Azam dalam Bukunya Fiqih Muamalat.
Menurut Aziz Azam yang memberikan sebuah syarat dalam sebuah transaski jual beli. Ada 5 syarat barang dan harga dalam transaksi jual beli.41
1) Benda yang akan dijual belikan atau barang hukumnya harus dalam keadaan suci.
2) Mampu dimanfaatkan secara syariat dalam waktu yang panjang seperti halnya anak keledai,
3) Bisa menyerah terimakan barangnya.
4) Memiliki sebuah kuasa terhadap suatu barang yang akan dijual belikan.
5) Mengetahui barang yang akan diperjual belikan maupun bentuk dan sifatnya.
Menurut As-subki dalam kelima syarat tersebut merujuk pada suatu syarat 2 yaitu dimiliki dan bermanfaat karena adanya suatu kemampuan dalam menyerahkan, mengetahui segala hak-hak milik, dan syarat suci dikecualikan dari unsur kepemilikan karena najis dilarang menjadi hak milik.
c. Wahbah Zuhaili dalam Kitabnya Fiqh Islam Wa Adillatuhu
Bahwa dalam sebuah jual beli harus ada harga untuk dijakdikan sebuah kesepakatan oleh kedua orang yang melakukan nya sebagai salah satu syarat sebagai imbalan atas barang yang di jual.42
41 Abdul Aziz Azzam, Fiqh Muamalat (Maktabah al-Risalah al-Daulah li al-Thobaah, 1431), 28.
d. Menurut Asy-Suyuti dalam kitab al-asyibah wa an-Nadlo‟ir
Imam syafii bersabda “tidak ada suatu keberadaan harta jika dilihat dari barangnya tidak memiliki nilai berarti dalam sebuah ucapan yang dikatan imam syafii ini bahwa adanya suatu barang antara lain adalah memiliki harga”43
e. Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya‟ Ulum al-din jilid 2
“Sangat dilarang kepada seseorang untuk melakukan sebuah penipuan baik temennya maupun orang lain dan tidak boleh melakukan suatu tipu daya dengannya. Adapun salah satu bentuk tipudaya yang diperbolehkan adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan dan keuntungan yang diperoleh tersebut tidak mungkin, kecuali dengan cara tipu daya. Ada kalanya disaat pembeli memberikan harga diatas orang yang menjual ada kalanya si penjual harus menerimanya, maka lebihnya harga tersebut dikatakan ihsan. Dan tidak ada suatu penipuan dan tidak mengambil lebih atas itu dinamakan kezaliman.44
Dalam pendapat perumus yang membolehkan cryptocurrency adalah Gus Irawan Masduki, Gus Fajar Bashir, Gus Hilmy Muhammaddyah, Gus SofiyullahMuzammil dan Gus Anis Masduki.
Dalam sebuah keputusan Lembaga Bahtsul Masail Yogyakarta
“Bahwa dalam sistem ekonomi adalah suatu bagian hukum islam, dalam perkembangan di era milenial yang namanya dunia digital sudah masuk
42 Ibid 44.
43 Jalall ad-Din As-Suyuthi, Al-Asybah Wa an-Nadlo‟ir (Dar al-Kutb al-Ilmiyah, 1431), 258.
44 Al-Ghazali, Ihya Ulum Ad-Din (Beirut: Dar al-Ma„rifat, 1431), 81.
dan berkembang pesat, yang salah satunya yang dibahas tentang cryptocurrency yang dialamnya ada suatu mekanisme tentang bagaimana kita melakukan sebuah transaksi alat tukar, maupun bentuk komoditas. Didalam pandangan islam sendiri, islam tidak mengatur tentang alat tukar yang dopakai, tetapi islam mengatur mengikuti suatu perkembangan dan kebiasaan suatu komunitas.
Hasil keputusan LBM DIY merupakan gambaran suatu nalar progresif yang melihat tentang perkembangan zaman yang terus berubah.
Dengan seiring berjalannya zaman mungkin tidak sama dengan alat tukar pada zaman dulu yang sekarang menggunakan uang kertas dan terus berkembang saat ini dengan menggunakan uang digital untuk mempermudah dalam akses jual beli dan lai-lain yang hubungannya dengan sebuah transaksi. Yang saat ini menjadi sebuah persoalan baru yaitu lahirnya sebuah alat transaksi yang namanya cryptocurrency . Cryptocurrency adalah data dalam sistem yang bertujuan sebagai alat tukar. Dalam hal ini LBM DIY memberikan suatu keputusan
“cryptocurrency adalah suatu transformasi yang digunakan dalam sebuah transaksi yang memenuhi syarat alat tukar dan komoditas. Karena sudah jelas manfaatnya, bisa diserah terimakan, dan bias diakases dengan sangat mudah oleh kedua belah pihak yang melakukan transaksi.45
45 Husein Sanusi “Cryptocurrency dan Sikap Progresif LBM NU DIY” Selasa, 23 November 2021, https://www.tribunnews.com/tribunners/2021/11/23/cryptocurrency-dan-sikap-progresif-lbm-nu-diy?page=2.
B. Analisis perbandingan hasil keputusan Lembaga Bahtsul Masail DIY