1 SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Hukum (S.H.) Fakultas Syariah
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Oleh:
SULHAN MABRURI NIM : S20182071
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER
FAKULTAS SYARIAH TAHUN 2022
ii SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Hukum (S.H.) Fakultas Syariah
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Oleh:
Sulhan Mabruri Nim: S20182071
Disetujui Pembimbing
Zainul Hakim, S.E.I., M.Pd.I.
NIP. 197405232014111001
ANALISIS KEPUTUSAN LEMBAGA BAHTSUL MASAIL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YANG MEMBOLEHKAN TRANSAKSI CRYPTOCURRENCY (Studi Perbandingan dengan KeputusanIjtima’ Ulama
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency )
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu Persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H)
Fakultas Syariah
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Hari : Kamis
Tanggal : 28 Desember 2022 Jam : 09.30 -11.00
Tim Penguji Ketua
Dr. Busriyanti, M.Ag.
NIP. 19710610 199803 2 002
Sekretaris
Afrik Yunari, M.H.
NIP. 19920113 202012 2 010 Anggota
1. Dr. H. Pujiono, M.Ag. ( )
2. Zainul Hakim, S.E.I., M.Pd.I. ( )
Menyetujui, Dekan Fakultas Syariah
Prof. Dr. Muhammad Noor Harisudin, M.Fil.I NIP.19780925 200501 1 002
i iii
MOTTO
ُ ٰلللا ُفِّل اكُي الَ
ااااه ًعُس ا ولَِّا ا اًساه ًتاب اااتًكا اام اا ًيْالاعاس ًتاب اااك اام اااام
اان ًذِّخااؤُث الَ اانا وبار ااانًي ِّاا وو ًنِّا
ًس اا
ۚ انْأ اطًخاا ااانًيالاع ًلِّمً اتَ الَ اس اانا وبار
ا اكَم ا ًصِّْا هاتًلا احَ
ۚ اانِّلًباق ًنِّم انًيِّ ا ولَّا الَاع ۚ هِّب اانام اةاقا اط الَ اام اانًلِّلما ُتَ الَ اس اانا وبار
اا وناع ُفًعااس اانام ًرِّسًغااس
اانً احًَرااس ٰمًوام اتًهاا
ًما الَاع ان ً ُصًُهااف اانى ٰكًما ِّمًواق
انًيِّرِّس
Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”1 (Q.S Al-Baqarah 286)
1 Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahnya, (Surabaya : CV. Pustaka Agung Harapan, 2006
i iv
PERSEMBAHAN
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya saya bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Sebagai ungkapan rasa syukur saya, skripsi ini saya persembahkan untuk:
1. Ayahanda Bambang Hadi Sucipto dan Ibunda Rini Rumiyati yang tiada henti selalu mendoakan, memberikan dukungan, semangat serta motivasi untuk saya dalam penelitian ini maupun saat saya menempuh pendidikan;
2. Adikku Fajri Fais Akbar Mabruri dan Fajar Maulana Mabruri, kakekku H.
Sulaiman Al-Farisi, dan nenekku Hj. Siti Fatimah Halimatus Zahro serta seluruh keluargaku di Jember yang selalu memberikan doa dan dukungan untuk segera menyelesaikan kuliah;
3. Para dosen dan Teman-teman seperjuangan khususnya kelas HES 1 yang telah menemani perjalan selama kuliah di kampus tercinta;
4. Pengasuh PP. Darus Sholah Jember Ibu Nyai Hj. Siti Rosyidah Yusuf, yang selalu memberikan nasihat dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini;
5. Sahabat-sahabat saya, pengurus Pondok Pesantren Darus Sholah Jember, Cak Dika, Cak Arifin, Cak Hanif, Cak Noval yang tidak dapat disebutkan satu- persatu;
6. Almamater yang saya banggakan, UIN KH Achmad Siddiq Jember Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
v
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, dalam penulisan skripsi ini telah selesai. Semua ini tidak mungkin terwujud tanpa taufik dan hidayah dari Allah SWT, beserta inayah dan ma‟unah-Nya. Tak lupa pula Sholawat beriring dengan salam selalu dimohonkan untuk Nabi Muhammad SAW, atas jasa beliau dalam menyampaikan risalah dan keilmuan Allah, kita dapat terbimbing menempuh jalan yang lurus dan dapat merasakan betapa manisnya suatu buah keilmuan.
Dengan telah rampungnya Skripsi ini dengan judul “ANALISIS KEPUTUSAN LEMBAGA BAHTSUL MASAIL DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA YANG MEMBOLEHKAN TRANSAKSI
CRYPTOCURRENCY (Studi Perbandingan Dengan Keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency )”.Tiada lain yang diharap selain untuk memperdalam Khazanah keilmuan dijalan Allah SWT.
Sepenuhnya penulis sadari, sekalipun telah diusahakan dengan teleti dan serapi mungkin, tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan serta kekeliruan.
Untuk itu penulis membutuhkan masukan dan kritikan yang konstruktif guna menjadi pendorong agar menjadi baik dan lebih baik lagi kedepannya.
Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih yang tiada batas atas selesainya Skripsi ini kepada
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E, M.M. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Universitas Kyai Haji Achmad Siddiq Jember.
2. Bapak Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. selaku Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Universitas Kyai Haji Achmad Siddiq Jember.
3. Dr. Muhammad Faisol, S.S., M.Ag. selaku Wakil Dekan bidang akademik dan kelembagaan.
4. Dr. Busriyanti, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Hukum Islam
5. Dr. H. Ahmad Junaidi, S.Pd., M.Ag. selaku Koordinator Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Universitas Kyai Haji Achmad Siddiq Jember.
vi
6. Dosen Pembimbing, Zainul Hakim, S.E.I., M.Pd.I. dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan keikhlasannya di tengah-tengah kesibukannya meluangkan waktu memberikan bimbingan hingga sampai pada saat ini.
7. Alm. KH. Yusuf Muhammad, Ibu Nyai Hj. Rosidah Yusuf selaku pengasuh pondok pesantren Darus Sholah Jember serta segenap dewan asatid asatidzah, segenap dewan guru dan segenap jajaran pengurus. Dengan berkah doa dan bimbingannya, penulis bisa menempuh pendidikan dengan lancar.
8. Terimakasih penulis sampaikan kepada Mas Dika, Mas Noval, dan kawan- kawan yang telah senantiasa memberikan kelancaran kepada penulis dalam menggali data lebih dalam untuk melengkapi penulisan skripsi.
Demikian, meskipun penulisan ini jauh dari kata sempurna, bagaikan setetes embun disamudra ilmu dalam semesta yang luas, namun senantiasa diharapakan dapat memberi manfaat bagi pembaca khususnya bagi penulis.Terimakasih.
Jember, 29 Desember 2022
Sulhan Mabruri NIM. 20182071
vii
ABSTRAK
Sulhan Mabruri, 2022: ANALISIS KEPUTUSAN LEMBAGA BAHTSUL MASAIL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YANG MEMBOLEHKAN TRANSAKSI CRYPTOCURRENCY (Studi Perbandingan Dengan Keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency )
Kata kunci : Cryptocurrency , Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Bahtsul Masail
Cryptocurrency adalah suatu perkembangan alat transaksi digital yang memberikan sebuah perbaruan dalam bidang ekonomi yang sampai pada ranah fiqh. Suatu persoalan yang baru ini mungkin harus memiliki sudut pandang yang tajam mengenai hukumnya, seperti keputusan yang diberikan oleh Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia bahwasannya cryptocurrency dihukumi haram, sedangkan dalam sebuah keputusan yang diberikan oleh Lembaga Bahtsul Masail Yogyakarta menghukumi cryptocurrency halal.
Fokus masalah dalam penelitian ini 1) Mengapa LBM DIY membolehkan transaksi cryptocurrency? 2). Bagaimana perbandingan hasil keputusan LBM PWNU DIY dengan keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency?.
Tujuan penelitian ini 1) Untuk mendeskripsikan alasan keputusan LBM DIY yang membolehkan transaksi cryptucurrency dalam bertransaksi. 2) Untuk mendeskripsikan analisis perbandingan hasil keputusan LBM DIY dengan keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency.
Penelitian ini menggunakan metode normativ. Jenis penelitian menggunakan pendekatan konseptual untuk mengetahui bahan hukum sehingga dapat diketahui makna yang terkandung pada istilah-istilah hukum. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan bukti melalui studi dokumen, studi primer, sekunder tersier akan keputusan bahtsul masail DIY tentang criptocurrency dan hasil Ijtima‟ Fatwa MUI.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) cryptocurrency dibolehkan dalam hukum islam. Ia memenuhi syarat baik sebagai sebuah alat tukar (al-tsaman) maupun sebagai komoditas (al-mutsman) diantaranya : memiliki manfaat (muntafa‟) bisa diserahterimakan (ma‟qdur ala taslimih) dan bisa diakses jenis serta sifatnya oleh kedua belah pihak (ma‟luman lil aqidain). 2) Hasil perbandingan keputusan LBM DIY menganggap cryptocurrency termasuk salah satu bentuk alat tukar yang mengikuti kebiasaan atau komunitas. Selain itu cryptocurrency diakui sebagai aset digital, tidak adanya unsur gharar, qimar, dan memenuhi syarat sil‟ah serta fluktuatif nilainya mengikuti harga pasar sedangkan ijtima‟ ulama komisi fatwa majelis ulama indonesia menyatakan bahwa cryptocurrency tidak termasuk sebagai alat tukar karena belum diatur dalam UU No. 17 tahun 2015 tentang mata uang. Selain itu, cryptocurrency tidak bisa dikatakan sebagai aset digital karena mengandung gharar, qimar dan syarat sebagai sil‟ah serta fluktuatif nilainya naik turun.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK……….. ... viii
DAFTAR ISI ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus penelitian ... 5
C. Tujuan penelitian ... 5
D. Manfaat penelitian ... 5
E. Definisi istilah ... 7
F. Sistematika Pembahasan ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 11
A. Penelitian terdahulu ... 11
B. Kajian teori ... 14
1. Tinjauan umum tentang jual beli dalam hukum islam ... 14
BAB III METODE PENELITIAN ... 35
A. Jenis penelitian ... 35
B. Sumber Data ... 36
C. Metode Pengumpulan Data ... 36 ix
D. Teknik Analisis Data ... 37
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA ... 38
A. Mengapa Lembaga Bahtsul Masail DIY yang membolehkan cryptrocurrency ... 38
B. Bagaimana perbandingan hasil keputusan LBM PWNU DIY dengan keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang cryptocurrency ... 44
1. Analisis keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang cryptocurrency ... 44
2. Analisis keputusan LBM DIY yang membolehkan cryptocurrency ... 51
3. Hasil Analisis peneliti terkait perbandingan hasil keputusan Lembaga Bahtsul Masail DIY dengan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ... 56
BAB V PENUTUP ... 62
A. Kesimpulan ... 62
B. Saran ... 64
DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN-LAMPIRAN
x
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Didalam aspek hukum keislaman muamalah merupakan kegiatan yaang tidak bisa pisahkan dalam aspek kehidupan.2 Muamalah adalah bagian yang sangat penting untuk menjalin sebuah hubungan antar manusia baik dalam ruang lingkup kecil ataupun besar3. Dengan seiring berkembangnya teknologi yang membawa manusia dalam era modernisasi, dalam sistem tukar menukar manusia sudah memiliki banyak cara untuk melakukan transaksi dengan praktis. Karena manusia menginginkan semuanya dalam aspek kehidupannya itu mudah dan cepat.
Islam lebih dulu mengenal sebuah transaksi dan alat tukar, tapi dengan berupa emas dan perak. Perkembangan diera milenial ini sudah tidak dapat kita cegah banyak perkembangan dalam sektor industri yang sekarang disebut dengan Revolusi Industri 4, dalam melakukan transaksi maupun hal- hal lainnya, salah satu yang akan dibahas yaitu kajian tentang jual beli atau muamalah, dalam aspek muamalah sudah banyak perkembangan digital yang sangat pesat seperti transaksi cryptocurrency . Cryptocurrency di indonesia semakin marak yang khususnya untuk generasi milenial ini. Cryptocurrency ini adalah cara untuk membuat uang digital dalam bentuk koin (kripto)
2 Harisah, Dkk. "Konsep Islam Tentang Keadilan Dalam Muamalah", Jurnal Syar‟I, Vol 3, no. 2 (2020): 172.
3 Dudi Badruzaman, "Prinsip-Prinsip Muamalah dan Inplementasinya dalam Hukum Perbankan Indonesia", Jurnal Ekonomi Syariah Dan Bisnis Vol. 1, No. 2, (2018): 109
4 Farid Abdullah, ―Fenomena Digital Era Revolusi Industri 4.0,‖ Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa Dan Desain, Vol. 4, no. 1 (2019): 48
1
sehingga dalam keamanan yang dimilikinya itu tidak bisa dipalsukan.
Tehnologi ini sudah ada sejak tahu 1998 yang dinamakan dengan Cypherpunk. Aset kripto di Indonesia sudah tercantum dalam Peraturan Mentri Perdagangan Nomor 99 tahun 2018 terkait kebijakan dalam menyelenggarakan perdagangan yang memiliki jangka aset kripto legalitas uang kripto yang diakui oleh negara.
Di indonesia tentang keberadaan Cryptocurrency ini masih banyak masyarakat yang kebingungan, sehingga masyarakat masih banyak yang menggunakan cryptocurrency ini selama dalam hukum tidak ada yang melarangnya. Salah satu cara untuk menemukan sebuah landasan hukum yaitu dengan melakukan metodologi atau istinbath hukum, karena istinbath ini Dilaksanakan ulama dengan menemui kebijakan terkait dengan objek yang akan dikaji dalam kajian nash.
Dengan seiring perkembangan zaman penentuan keputusan hukum mungkin masih banyak problem. Maka dari itu para ulama harus benar-benar mengkaji dan berijtihad untuk menemukan hukumnya. maka dari itu hukum menggunakan ijtihad dalam islam hukumnya fardu kifayah. Dan dasar diperbolehkannya berijtihad adalah Al-Quran Q.S. An-Nisa‟59:
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di
antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur„an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).”
Cryptocurrency merupakan suatu objek perlu dipecahkan ulama, karena masih belum bisa menemukan sebuah landasan hukum yang valid didalam al-Quran maupun Hadist. Maka dari itu banyak sebuah dasar hukum tentang penggunaan cryptocurrency ini, sehingga banyak sebuah perbedaan dalam segi hukumnya.
Perbedaan dalam pendapat para ulama ini mungkin menarik bagi penulis untuk mengkajinya. Ada perbedaan dalam penentuan keputusan hukum tentang penggunaan uang digital cryptocurrency yang telah terjadi antara Lembaga Bahtsul Masail Nahdatul Ulama Jawa Timur dan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 dengan hasil keputusan Lembaga Bahtsul Masail Nahdatul Ulama Yogyakarta yang mengemukakan bahwa keputusan tentang dasar hukum penggunaan cryptocurrency itu diperbolehkan, sedangkan dalam keputusan sebelumnya yang telah dikemukakan oleh Lembaga Bahtsul Masail Nahdatul Ulama Jawa Timur dan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 mengharamkannya.
Landasan hukum yang dipakai Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency oleh bahwasannya cryptocurrency ini tidak mengandung unsur dan syarat sil‟ah suatu objek yang bisa diakaji
melalui muamalah, dan juga cryptocurrency juga tidak mengandung unsur barang menurut fikih5.
1. Didalam cryptocurrency barangnya tidak memiliki fisik sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai ain musyahadah
2. Cryptocurreny bukan aset yang berjamin, sehingga belum bisa dikategorikan sebagai syaiin maushuf fi al-adzimmah
Berbeda dengan hasil keputusan yang dilakukan oleh Bahtsul Masail PWNU Yogyakarta bahwasannya cryptocurrency ini hukumnya boleh digunakan karena telah memenuhi syarat sah alat tukar. Dan cryptocurrency ini memiliki manfaat bisa diserahterimakan dan bisa diakses jenis maupun sifatnya oleh orang yang bersangkutan atau orang yang melakukan transaksi.
Alasan menyebabkan suatu terjadinya perbedaan dalam sebuah keputusan para ulama menjadi salah satu objek yang mungkin harus dianalisis lebih dalam tentang hukum yang berkaitan dengan cryptocurrency ini.
Dari uraian diatas penulis kaji tertarik dalam menganalisis sebuah sudut pandang hukum yang berbeda tentang transaksi cryptocurreny ini, dengan judul ANALISIS KEPUTUSAN LEMBAGA BAHTSUL MASAIL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YANG MEMBOLEHKAN TRANSAKSI CRYPTOCURRENCY . (Studi Perbandingan Dengan Keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency ).
5 Ijtima‟ fatwa majelis ulama Indonesia “ hukum cryptocurrency” jakarta 9-11 November 2021
B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah sebagai acuan bagi penulis agar tidak ada suatu kesalahan daalam pembahasannya. Rumusan masalah dalam kajian ini yakni:
1. Mengapa LBM DIY membolehkan transaksi cryptocurrency ?
2. Bagaimana perbandingan hasil keputusan LBM PWNU DIY dengan keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang harus diselesaikan yang Dikategorikan untuk meraih capaian penelitian yakni:
1. Untuk mendeskripsikan alasan keputusan LBM DIY yang membolehkan transaksi cryptucurrency dalam bertransaksi
2. Untuk mendeskripsikan analisis perbandingan hasil keputusan LBM DIY dengan keputusan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency .
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang bisa kita harapkan bagi kita semua terutama bagi kalangan masyarakat yang masih belum mengerti dengan suatu hukum yang telah diputuskan oleh sebagian para ulama tentang penggunaan cryptocurrency . Untuk bisa lebih berhati-hati dalam melakukan hal tersebut karena sebagian para ulama ada yang memboleh kan dan juga melarangnya.
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini memiliki harapan bisa memberikan rmanfaat untuk mengembangkan pengetahuan terkait dengan jual beli yang telah teratur pada keislaman dan Hukum Positif.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
1) Penelitian ini menjadi bahan untuk melengkapi persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
2) Penelitian ini adalah satu media dalam penambahan pengetahuan untuk keilmuan oleh peneliti.
3) Suatu perwujudan kegiatan pembelajaran dengan penulisan karya ilmiah sehingga benar memperoleh KTI yang sesuai dengan kaidah.
b. Bagi UIN KHAS Jember
1) Penelitian ini diharapkan bisa memberi kontribusi pada penambahan warna nuansa lingkungan kampus UIN KHAS Jember dalam penambahan pendidikan muamalah.
2) Penelitian ini bisa menjadi sumber bacaan untuk UIN KHAS Jember serta mahasiswa dalam pengembangan pendidikan muamalah.
c. Bagi pembaca
Penelitian ini menjadi bekal pengetahuan bagi pembaca agar dijadikan sebuah wawasan baru terkait dengan sebuah transaksi dengan Sistem cryptocurrency .
d. Bagi masyarakat
Penelitian ini bisa menjadi upaya dalam pemecahan problem supaya bisa melakukan analisis pada problem kesosialan yang ada pada masyarakat serta untuk memperoleh gambar terkait sebab akibat suatu kejadian yang ada di masyarakat terkait dengan jual beli dengan penggunaan sistem sistem cryptocurrency .
E. Definisi Istilah
Dalam judul skripsi yang diangkat oleh penulis kaji adalah Analisis Keputusan Lembaga Bahtsul Masail Daerah Istimewa Yogyakarta Yang Membolehkan Transaksi Cryptocurrency . (Studi Perbandingan Dengan Ijtima‟ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Cryptocurrency ) dan maka agar lebih mengetahui apa arti Pada skripsi ini supaya tidak ada salah.
1. Menurut kamus besar KBBI arti sebuah analisis merupakan kegiatan dilaksanakan dalam menyelidiki keadaan serta penganalisaan bertujuan untuk mencapai atau mendapatkan pencapaiannya dari sebuah penelitian atau penelitian yang telah dilakukan.
2. Pengertian Lajnah Bahtsul Masail (LBM) yaitu suatu lembaga yang memiliki tugas untuk membahas segala persoalan-persoalan mulai dari
aspek polii aspek politik, ekonomi sosial, dan budaya . LBM ini adalah institusi atau forum dalam pemberian fatwa hukuman agama untuk umat Islam.
3. Pengeritian ijtima‟ adalah sebuah keputusan atau kesepakatan yang diberikan oleh ulama dalam memutuskan hukum pada lingkup agama sesuai dengan dalil Quran Hadis. Biasanya kaitannya dengan ijtima‟ para ulama tentang fiqih, Karena pada dasar ilmu fiqih ijtima‟ sendiri berada dalam dalam nomer 3 dalam sumber hukum yang dipegang untuk menjadi sumber hukum yang sah dan diakui dalam Al-Qur‟an dan hadist
4. Pengertian Fatwa MUI yaitu Sumber hukum yang sah serta diakui pada Alquran serta hadis. fatwa bermula dari bahasa Arab mempunyai arti nasehat, petuah, jawaban yang berkait dengan aspek hukum yang arti jamak adalah fatwa. dengan memberikan fatwa. pada istilah fiqh dikatakan dengan mufti dalam orang yang meminta fatwa disebut mustafi.
pemerintah fatwa bukan hanya dari orang ataupun suatu institusi ataupun grup sosial pada ushul fiqih fatwa adalah sebuah ungkapan dikemukakan oleh mufti ataupun mujtahid yang sesuai dengan problem yang di hadapi oleh mustafi yang tidak terikat tergantung pada keyakinan mustafi atas kasus yang diajukannya.6
5. Pengertian cryptocurrency , Cryptocurrency adalah Satu elemen teknologi dengan memiliki basis algoritma serta kriptografi yang diatur dalam sistematis sehingga akan menghasilkan sebuah kode yang selanjutnya akan
6 Abdul Wahab Afif, Pengantar Studi Alfatawa, (Serang: Yayasan Ulumul Qur‟an, Thn 2000) hal 1.
tercpta uang virtual7. Kriptografi sendiri memiliki arti program mempunyai kegunaan dalam peningkatan kegiatan virtual pada SIM melalui standar keamanan pada perkembangan masyarakat dengan meningkatkan salah satu dari sistem cryptocurrency yang memilii nilai sangat tinggi adalah Bitcoin.
Cryptocurrency menjadi realisasi pertama adanya teknologi Blockchain dengan berbagai potensi yang tidak hanya terbatas pada sistem pembayaran saja. Blockchain merupakan sebuah blok data yg saling terhubung sebagai akibatnya terlihat misalnya rantai, secara singkatnya akan menghubungkan pengguna tanpa melalui mediator apapun jadi setiap pengguna akan menyimpan masing-masing blok data pengguna lainnya.
Sistem yg dipakai dalam blockhain hanya bisa menambah data jadi nir terdapat data yg akan diubah lantaran setiap transaksi hanya akan menambah blok- blok baru ke setiap perangkat pengguna pada bentuk data.
Tahun 2008, Satoshi Nakatomo merupakan nama samaran dari seseorang yang merilis paper sebagai awal era cryptocurrency . dengan pengenalan pertama, cryptocurrency populer sebagai bitcoin. Beroperasi sekitar tahun 2009. Kepopuleran Bitcoin membuat Cryptocurrency dikenal dikalangan investor serta konsumen ritel. Bitcoin sendiri adalah sebuah jaringan sebagai sistem pembayaran dengan teknologi peer-to peer dan open source. Bitcoin menawarkan sistem pembayaran yang mudah
7 Ibrahim Nubika, 2018,Bitcoin : Mengenal Cara Baru Berinvestasi Generasi Milenial, Yogyakarta, Tim Rancang Rupa Genesis,
tanpa melalui rekening bank, kartu kredit atau perantara. Bisa dibilang bahwa bitcoin adalah uang tunai digital yang disimpan dalam komputer.
F. Sistematika Penulisan
Pada penyusunan laporan ini sistematika bahasan yang dipakai pada penelitian yakni:
Bab I Pendahuluan pada bab ini penulis mengungkapkan terkait dengan konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat definisi makna beserta sistem alur bahasan.
Bab II Kajian teori pada sub ini penulis membahas terkait penelitian dahulu serta kajian teori yang memiliki kaitan terkait penelitian ini.
Bab III Metode penelitian dalam bagian ini penulis membahas mengenai pendekatan yang dipakai Sumber Teknik beserta keabsahan tahap-tahap serta sistematika bahasan.
Bab IV Pada bagian ini membahas terkait penjelasan terkait pemaparan jawaban dari fokus permasalahan yang diteliti diantaranya mengenai hukum transaksi cryptocurrency di indonesia serta pandangan hukum ekonomi syariah dalam perilaku tersebut.
Bab V Pada sub ini penulis membahas terkait simpulan serta saran yang tersimpul pada bahasan kesimpulan diperoleh melalui penganalisisan yang sudah dilaksanakan dalam bab bab-sebelumnya. Sedangkan saran merupakan uraian yang bertujuan untuk memberi tahu terkait langkah- langkah atau arahan khusus yang dapat diambil oleh beberapa pihak yang berkaitan penelitian sub ini di akhir terkait dengan rujukan serta lampiran sebagai pendukung kelengkapan data dari studi kepustakaan ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
Pembahasan yang dilakukan melalui kajian terkait penelitian yang dahulu yang ditulis dalam skripsi, tesis, disertasi yang saling berhubungan terkait program yang akan dikaji pada penelitian ini.
Pertama, Penelitian yang dilaksanakan oleh Ahmad Damas Ghandayas Lu‟ay Aga Khan yang ditulis pada tahun 2020 yang berjudul “Penggunaan Cryptocurrency Bitcoin Dalam Transaksi Menurut Perspektif Hukum Islam”8 dalam skripsi ini bahwasanya hal ini dikarenakan bahwasannya bitcoin masih belum memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh hukum islam serta ketentuan fatwa DSN MUI menjadi uang digital. Pada penelitian mengandung persamaan dengan yang penulis kaji yaitu terkait pembahasan transaksi cryptocurrency . Tetapi dengan perbedaan penelitian yakni penelitian terdahulu fokus akan pembahasan cryptocurrency Bitcoin pada transaksi sesuai dengan syariat Islam sedangkan pada penelitian ini lebih ke studi perbandingan keputusan LBM DIY dengan Keputusan Fatwa hukum Uang Kripto Oleh Komisi Fatwa MUI
Kedua,Penelitian yang dilakukan oleh Alvia Rahayu Puspita yang ditulis dalam skripsinya pada tahun Penelitian yang telah dilakukan 2021 yang berjudul “Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Investasi Digital
8 Ahmad Damas Ghandayas Lu‟ay Aga Khan, “Penggunaan Cryptocurrency Bitcoin Dalam Transaksi Menurut Perspektif Hukum Islam” (Skripsi, Universitas Muhammaddiyah Malang, 2020)
11
Cryptocurrency Pada Mata Uang Digital Bitcoin”9 dalam hasil skripsi ini bahwasannya praktik dalam investasi digital bahwasannya dalam hukum islam tidak sah dikarenakan ada unsur yang tidak membolehkan seperti gharar atau ketidak jelasan antara pihak penjual dan juga tidak mempunyai regulasi yang sesuai terkait dengan kebijakan serta tidak dikuatkan akan hukum. Adapun persamaan pada kajian oleh penulis bahwasannya sama membahas tentang penggunaan transaksi cryptocurrency . Sedangkan untuk perbedaannya penelitian terdahulu ini analisis hukum terkait dengan praktek penanaman digital cryptourrency pada uang digital Bitcoin sedangkan penelitian yang ditulis lebih memfokuskan pada studi perbandingan keputusan LBM DIY dengan Keputusan Fatwa hukum Uang Kripto Oleh Komisi Fatwa MUI
Ketiga,Penelitian yang dilakukan oleh Azhar Wijaya dalam penilitian skripsinya pada tahun 2022 yang berjudul “Studi Tentang Transaksi Perdagangan Cryptocurrency Pada Aplikasi Tokocrypto Ditinjau Dari Perspektif Hukum Indonesia Dan Islam”10 dalam hasil skripsi ini bahwasannya crptocurrency Adalah mata uang dengan mempunyai fungsi yang kesamaan dengan lainnya tapi penggunaan cryptocurrency melakukan pemberian terhadap aplikasi dengan toko crypto yakni sebuah aplikasi dalam perubahan ruang dalam uang digital. Persamaan peneliti terdahulu dengan skripsi dengan penulis tulis yaitu sama-sama membahas tentang
9 Alvia Rahayu Puspita, “Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Investasi Digital Cryptocurrency Pada Mata Uang Digital Bitcoin” (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunnan Ampel Surabaya, 2021)
10 Azhar Wijaya, “Studi Tentang Transaksi Perdagangan Cryptocurrency Pada Aplikasi Tokocrypto Ditinjau Dari Perspektif Hukum Indonesia Dan Islam” (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2022).
cryptocurrency . Sedangkan untuk perbedaannya peneliti terdahulu difokuskan pada hukum dan cryptocurrency studi pada aplikasi toko cryptocurrency . Sedangkan pembahasannya pada skripsi penulis tulis lebih fokus pada pada studi perbandingan keputusan LBM DIY dengan Keputusan Fatwa hukum Uang Kripto Oleh Komisi Fatwa MUI.
Keempat, penelitian yang dilaksanakan oleh Ahmad Wahyudi pada skripsi yang ditulisnya yakni pada tahun 2022 yang berjudul “Studi Komparatif Hasil Keputusan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Jawa Timur Dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Yogyakarta Tentang Hukum Cryptocurrency ” 11 dalam penilitian ini bahwasannya ada beberapa sebuah pendapat ulama yang memberikan sebuah keputusan tantang huku cryptocurrency maka dari itu penulis mencari sebuah perbandingannya letak landasan hukum yanng menjadi suatu acuan untuk melaraskan sebuah keputusan. Sedangkan pembahasannya pada skripsi penulis tulis lebih fokus pada pada studi perbandingan keputusan LBM DIY dengan Keputusan Fatwa hukum Uang Kripto Oleh Komisi Fatwa MUI.
Kelima. Skripsi Muhammad Arif dengan judul dengan judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Aset Kripto Sebagai Komoditi Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset)”12,Pada
11 Ahmad Wahyudi, “Studi Komparatif Hasil Keputusan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Jawa Timur Dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Yogyakarta Tentang Hukum Cryptocurrency”. (Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo, 2022)
12 Muhammad A„rif Su„udi, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Aset Kripto Sebagai Komoditi Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Kebijakan
penelitian ini fokusnya terkait dengan pandangan Islam terhadap aset kripto yang menjadi komoditi dan terkait hukum transaksi aset kripto dalam jangka hukum Islam. output penelitian ini mengungkapkan bahwasanya Sesuai dengan pasal 1 Nomor 2 UU PBK komoditi digital atau komoditi crypto serta sistem blokchain bisa dikhususkan untuk kepentingan yang pada UU Nomor 10 Tahun 2011 sesuai dengan Hukum keislaman. komoditi kripto dalam kategori jasa ataupun barang dengan mempunyai penilaian yang sesuai serta bisa ditetapkan serta juga prakteknya. aset kripto yang dipakai pada komoditi perdagangan dengan jangka yang memenuhi kegiatan Syariah.
B. Kajian Teori
1. Tinjauan umum tentang Jual beli dalam Hukum Islam a. Pengertian jual beli
Jual beli dikatakan sebagai sebuah alat tukar menukar yang bahasnya seperti bai‟ yang memiliki arti pertukaran secara mutlak13. Sedangkan secara istilah yang dijelaskan oleh para ahli sebagai berikut:
1) Manurut Sayyid Saqib merupakan bertukarnya objek terhadap kegiatan objek lain yang diridhoi atau dialihkan kepemilikannya sesuai dengan digantikannya atau dibolehkannya.14
Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset)”. (Skripsi, UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang, 2021)
13 Nizaruddin, Fiqih Muamalah, cet ke-1 (Yogyakarta: IDEA Press, 2013), h.5.
14 Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah jilid XII (Bandung: Alma‟arif, 1997), h. 45.
2) Menurut Wahhab az-Zuhaili
صوصمخ وجو ىلع لابم لام ةلدابم
“Jual beli adalah pertukaran suatu harta dengan melalui kegiatan yang telah ditentukan”
3) Menurut Imam Nawawi jual beli adalah
ّيعرش نذاب ةضواعبم ةّيلام ينع كيلتم
“Pemilikan harta benda dengan jalan tukar-menukar yang sesuai dengan aturan syara‟.”15
b. Dasar Hukum Jual beli
Secara umum media yang bisa dikatakan sebagai alat dalam mempermudah manusia untuk memenuhi kebutuhan yang memiliki patokan yang kuat pada Alquran dengan hukum:
1) Al-Qur‟an
Artinya : wahai orang-orang yang beriman ! jangan lah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” QS. An- nisa‟ ayat 2916.
َّلَحَأَو ُوَّللا اَبِّرلا َمَّرَحَو َعْيَ بْلا
Artinya: “Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan
15 Imam Abi Zakaria Muhyi al-Din bin Syarf al-Nawawi, al-Majmu‟ Syarh alMuhadzdzab, Juz IX, (Beirut: Dar al-Fikr), h. 149
16 Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahnya, (Surabaya : CV. Pustaka Agung Harapan, 2006). h. 59.
riba.”. QS. Al-baqarah ayat 275.17
Dari dua ayat al-Qur‟an tersebut dijelaskan bahwasannya individu boleh melaksanakan muamalah dalam batasan tidak ada pelanggaran terhadap ketentuan yakni seperti.18 Allah memberikan larangan untuk orang yang beriman dalam makan memanfaat memakai transaksi dengan yang tidak sesuai ketentuan dan bisa melaksanakan transaksi untuk harta dengan berdagang melalui keikhlasan.
2)
Sunnah/Hadistُلَمَع: َلاَقَ ف ُبَيْطَأ ِبْسَكْلا ُّيَأ: َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُللها ىّلَص ُِّبَِّنلا َلِئُس ِهِدَيِب ِلُجَّرلا
ُّلُك
ٍرْوُرْ بَم ٍعْيَ ب
Artinya: Rasulullah saw. ditanya salah seorang sahabat mengenai pekerjaan (profesi) apa yang paling baik. Rasulullah saw.
menjawab: usaha tangan manusia sendiri dan setiap jual beli yang diberkati.
Hadis ini merupakan hadis terkait jual beli yang memiliki kejujuran tanpa adanya kebohongan.
َلاَق ُلْوُقَ ي ْيِرْدُلخا َدْيِعَس اَبَأ ُتْعَِسَ : َلاَق ِوْيِبَأ ْنَع ،ِّنَِّدَمْلا ِحِلاَص ِنْب َدُواَد ْنَع ُلْوُسَر ِإَو : َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُللها ىَّلَص ُللها )وجام نبإ هاور( ٍضاَرَ ت ْنَع ُعْيَ بْلا اََّنَّ
Artinya: “Dari Abu Dawud Ibnu Shalih Al-Maddani dari ayahnya berkata saya mendengar Abu Sa‟id al-Qhudri berkata; bahwa Rasullullah Saw; jual beli atas dasar saling meridhai”. (HR.
Ibnu Majjah)19
17 Kementrian Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahnya, (Surabaya : CV. Pustaka Agung Harapan, 2006), h. 107-108.
18 Ibnu Katsir, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir 2, diterjemahkan oleh Salim Bahreisy dan Said Bahreisy, dari judul asli Mukhtasar Tafsir Ibnu Katsir, (Jakarta: PT. Bina Ilmu, 2005), h.
368-369.
19 Ibnu Majjah, Sunan Ibnu Majjah Juz II, (Libanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, t.t,), no 2185,
3) Ijma‟
Jumhur ulama menyepakati bahwasanya jual beli boleh dilakukan dengan individu akan kecukupan kebutuhan sendiri dengan tidak ada bantuan individu lain tetapi barang milik individu lain akan kebutuhan itu diganti dengan kepemilikannya yang sesuai.20
c. Rukun dan Syarat Jual beli
Pada syarat jual beli pendapat dari mazhub dan ulama pada umumnya mayoritas ulama terkait dengan rukun jual-beli ini ada ijab qobul, subjek atau pelaku transaksi yakni pembeli dan penjual dan objek.
Jumhur ulama mengatakan jual beli terdapat 4 yakni orang yang melakukan akad, sifat objek dan nilai pertukaran dalam pergantian barang21
Kegiatan jual beli memiliki syarat Akad yakni terlaksananya akad serta akad terkait dengan objek yang di jual belikan harus Memiliki kebermanfaatan semua persyaratan tersebut memiliki tujuan dalam penghindaran terkait pertentangannya individu dalam masalah yang melakukan akad dengan penghindaran jual beli seperti yang mengandung kegiatan menipu ataupun lainnya.
20 Rachmat Syafe‟i, Fiqh Muamalat, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), 75.
737
21, Shobirin. Jual Beli Dalam Pandangan Islam. BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 2016, 3.2: 239-261.
Ulama Fiqih mengatakan dosanya penetapan syarat jual beli yakni antara lain:
1) Mazhab Hanafi mengatakan syarat jual beli a) orang yang melakukan akad bisa memberikan perbedaan antara yang baik dan tidak. b) dilaksanakan pada suatu tempat sesuai dengan kesepakatan objek, c) bisa memberikan manfaat dengan milik sendiri, suci dan d) memiliki kejelasan dalam harga.
2) Mazhab Maliki mengatakan syarat jual beli yakni 1) individu yang melaksanakan akad bisa membedakan antara yang baik dan yang tidak memiliki akal sehat dan mempunyai benda 2) mengucapkan lafad dilaksanakan dengan hijab dan qobul 3) akad yang dilakukan jual beli memiliki manfaat kebersucian dan jelas pemiliknya.
3) Mazhab Syafi'iyah mengatakan syarat jual beli yakni 1) orang yang melakukan akad harus mumayyiz, kehendak sendiri agama Islam memiliki akal. 2) benda yang dijual belikan suci dan bisa diterima kebermanfaatannya serta jelas. 3) ijab qobul tidak putus dengan kegiatan lainnya pada periode yang telah ditentukan.
4) Mazhab Hambali mengatakan syarat jual beli yakni 1) individu yang melakukan akad mubaligh, sehat dan rela. 2) akad yang dilangsungkan tidak terputus asapnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 3) objeknya yakni milik sendiri jelas serta tidak
terhalang oleh hukum22
5) Rukun syarat jual beli dalam kompilasi hukum ekonomi syariah yakni23,
a) Pihak-pihak
Individu yang memiliki keterikatan dalam jual beli yakni pembeli penjual yang melakukan kesepakatan.
b) Obyek
Objek jual beli yakni benda ataupun barang lainnya yang tidak bergerak dan tidak ada daftar.
c) Kesepakatan
Kesepakatan bisa dilaksanakan melalui lisan ataupun isyarat.
Dapat dikatakan bahwasanya tercapainya rukun dan syarat jual beli adalah suatu ukuran jual beli bisa dikatakan sah dalam Islam dengan dipenuhinya rukun dan syarat yang dijadikan sebagai kegiatan dalam melaksanakan transaksi dengan tanpa adanya paksaan sehingga tidak ada kerugian.
d. Macam-Macam Harta
Dalam kajian teori yang mengapa penulis kaji memasukan macam-macam harta didalamnya karena cryptocurrency adalah suatu harta yang dimiliki tetapi dalam bentuk digital. Harta pada bahasa
22Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, Juz 5, (Jakarta: Gema Insani Darul Fikir), 2011, halaman 29-34.
23 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nomor : 02 Tahun 2008, Tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari'ah, Pasal 56-67.
Arab yaitu al-mal yang jamaknya al-amwal yang memiliki makna sebagai keadaan yang bisa diambil manfaat untuk suatu yang dianggap legal, pinjaman hibah atau pemberian. Dalam aspek penilitian yang akan di kaji bahwasannya dalam sebuah interaksi sosial dalam sebuah transaksi yang didalam cryptocurrency itu sebut dengan sebuah harta, dalam harta ada berbagai macam-macamnya, dalam cryptocurrency ini masuk dalam kategori harta Iqar dan Manqul.24
Ulama hanafiyah dalam wahbah al-zuhaili, harta manqul yaitu harta yang memungkin kan dan bisa di pindahkan, ditransferkan dari satu tempat dalam bentuk zat perubahan atau tidak dengan dipindahkannya diantaranya serta uang ataupun lainnya yang dilakukan pertimbangan. sedangkan harta iqar adalah harta yang tidak bisa dipindahkan seperti tanah dan bangunan-bangunan.
Berbeda dalam madzhab malikiyah cenderung mempersempit sebuah arti yang didalamnya adalah arti harta manaqul bisa cenderung diluaskan dari harta iqar. mazhab malikiyah mengatakan mankul dalam pengertiannya bahwasannya cenderung memeberikan suatu arti yang relatif sempit, jika dilihat dalam artinya bahwa harta manqul merupakan harta yang bisa dipindahkan dari tempatnya yakni sesuai dengan bentuk fisiknya, yang dilihat itu harus tetap tidak ada perubahan didalamnya. Sebaliknya jika dilihat dalam arti harta iqrar adalah harta yang dalam arti asal yang memiliki arti tidak bisa berubah
24 Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, Juz 5, (Jakarta: Gema Insani Darul Fikir), 1989, halaman 44
dan dipindah. Tetapi ada sebuah perbedaan atas sebuah bentuk dalam wujudnya seperti hal nya pohon, jika dalam suatu waktu di pindah maka pohon tersebut akan berubah dalam wujudnya contohnya seperti kayu bakar .
Dalam segi perkembangan zaman, harta manqul dapat berubah dalam harta iqrar dan juga bisa terbalik seperti contohnya jendela, genteng dalam rumah merupakan harta manqul yang sifatnya bisa berubah dalam segi tempatnya akan tetapi, jika sebuah benda yang semula bisa berubah tempatnya, terus dalam melakukan pembangunan yang semulanya benda tersebut bisa berubah tidak akan berubah jika benda tersebut sudah menjadi suatu rumah maka berubahlah sebuah harta yang semulanya itu manqul menjadi harta iqrar.
Dari hal tersebut harta memiliki sebuah fungsi yang dimiliki oleh manusia dalam syariat islam :
1) Penyempurnaan ibadah mahdhah karena suatu keabsahan dalam menjalan kan suatu ibadah dibutuhkan sebuah sarana untuk menutup aurat, seperti kain, baju dan mukenah.
2) Untuk meningkatkan iman dan taqwa Kepada Allah.
3) Penerusan hidup ataupun generasi yang datang lebih maju karena Allah dengan pelarangan peninggalan generasi yang lemah akan kegiatan ekonominya.25
4) Bekal mencari dan mengembangkan sebuah kekayaan dan ilmu
25 Wening Purbatin Palupi, Harta Dalam Islam, At-Tahdzib Vol.1 Nomor 2 Tahun 2013, h. 167
yang barokah dan bermanfaat baik dunia maupun akhirat.
5) Menyeimbangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
e. Macam-macam Jual Beli
Jual beli dikatakan sebagai kacamata hukum Islam yang dijualbelikan yakni terdapat dua, jual beli yang tidak sah serta jual beli yang sah.26
Jual beli dapat dibatalkan dalam sebuah transaksi dalam Islam yakni a) jual beli yang diharamkan jual beli kategorinya haram bila satu Bendanya seperti menjual babi ataupun barang lainnya yang tidak halal b) seperti jual beli sperma hewan tidak boleh dalam Islam, menjual daging sapi yang belum dikuliti akan tetapi dengan menggunakan sistem timbangan.(c) jual beli dengan perantara, yang dimaksud ini adalah jika memesan barang dengan membayarnya sebelum mendapatkan barangnya, kadang ada dalam akad tersebut tiba-tiba membatalkan. Para ulama membolehkan dalam jual beli dikarenakan agar suatu benda tidak dimiliki orang individu lain. d) jual beli kehewanan yang ada pada perutnya,karena hewan yang berada didalam perut hewan tersebut belum tau apa melahirkan sesuai apa yang kita ingin kan atau tidak maka boleh dibatalkan.(e)jual beli muhaqqolah/baqallah yang dimaksud ini adalah jual beli tanaman yang ada di tanah salah satunya adalah sawah mengapa demikian karena tanaman yang berada disawah belum tentu pasti bentuknya , maka
26 FAUZI, Itang. Konsep Al-Mutajarah (Macam-Macam Jual Beli). Tsaqofah, 2008, 6.01:
102-112.
diragukan da;lam segi pembelian, maka dengan itu masuk pada kategori jual beli yang ghoror.(f)jual beli mukhadarhah masuk pada kategori jual beli yang horor di maka dalam islam itu dapat diragukan karena buah yang berada dalam pohon bisa jadi membusuk atau jatuh sehingga mengurangi nilainya.(g)jual beli mumassah yaitu jual beli yang menyentuh seperti kain yang dimana saat dipegang harus dibeli.(h)jual beli munabadzah sistem jual beli ini seperti pelelangan yang dimana jika yang memiliki uang yang lebih tinggi untuk membeli barang tersebut ,maka dalam islam diragukan karena ditakutkan ada suatu penipuan didalamnya.(i)jual beli muzabanah, jual beli ini seperti barang yang basah dan kering , mengapa jual beli ini dapat dibatalkan karena didalamnya ditakutkoan ada sebuah campuran dalam barang tersebut sehingga barang tersebut tidak semula seperti apa yang telah sebelumnya mau di transaksikan.
Sedangkan sebuah Jual beli terbagi dalam 3 yakni27 : 1) jual beli terlihat yakni jual beli ini pada saat akan melakukannya antara pembeli dan penjual dan benda yang dijual beli itu jelas ada. 2) jual beli yang disebutkan sifatnya dalam sebuah janjinya, seperti dalam melakukan pemebelian makanan tapi dalam sistem pesan tapi didalamnya diketahui bahwasannya makanan tersebut sesuai dengan sifat-sifatnya maka didala islam dibolehkan. 3) jual beli suatu objek yang tidak terlihat misal halnya membeli sebuah buah yang berada
27 Wati Susiati, “Jurnal Ekonomi Islam”. Vol. 8 No. 2 (November 2017), h. 179-180.
didalam tanah seperti singkong yang didalamnya kita belum tentu tau bahwa buah yang berada didalam tanah tersebut sesuai atau tidak , maka dalam islam tidak diperbolehkan, kecuali orang yang membelinya memiliki keahlian yang memang tau dan paham atas barang tersebut.
f. Unsur-Unsur Yang Harus Di Hindari Dalam Jual Beli Dalam melakukan akad Terdapat 6 macam aib yakni:
1) Ketidak jelasan. Elemen ketidak jelasan ini harus dihindari mengapa demikian, karena dalam suatu jual beli harus jelas apa yang mau dibeli. Tidak boleh pada jual beli ada tidak jelas.
2) Pemaksaan. Unsur pemaksaan tidak boleh dan tidak disahkan jual beli pemaksaan sendiri dibagi menjadi 2 macam yaitu: absolute dan relatif . jika pemaksaan dengan pemaksaan yang absolut maka dalam jual beli ada suatu ancaman yang sangat berat sampai pembunuhan. Dan pemaksaan yang relatif yaitu suatu pemaksaan yang dapat dilakukan tapi dalam kategori ringan seperti kekerasan dan pemukulan. Dalam hal ini tidak sah dalam jual belinya.
3) Penipuan. Kegiatan menipu dilaksanakan pihak penjual dengan pembeli semisal contoh nya adalah jika membeli sapi pada saat ada acara idhul adha maka kriteria sapi harus benar-benar seperti apa yang telah tertulis dalam syariat islam, tetapi jika setelah dibeli sapi tersebut tidak memenuhi kriteria apa yang sebenarnya telah dikatakan sebelumnya dalam hal ini tidak sah dalam jual belinya .
4) Kemudharatan. Unsur kemudharatan misal dalam pembelian suatu benda yang sudah pas misal tali yang tidak bisa dibagi menjadi dua dalam suatu akad pertama tetapi oleh pihak penjual tersebut dikurangi, tetapi oleh penjual dibagi menjadi dua walaupun hal tersebut merugikan.
5) Unsur yang merusak dalam kategori ini salah satu contohnya dalam suatu jual beli pihak dari penjual memeberikan izin untuk memakainya akan tetapi pada saat pembeli melakukannya yang terjadi adalah barang tersebut terdapat kerusakan maka akan mengurangi nilai jual yang sebelumnya.
6) Batasan waktu. Jika seoprang penjual melakukan transaksi yang unsurnya dalam jangka waktu maka hal itu tidak diperboleh kan karena mengandung unsur fasid dan transaksi itu tidak sah.
g. Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)
Pada berkembangnya zaman dalam segi apa saja kita sudah bisa dikatakan maju salah satunya dalam perkembangan segi perekonomian global. Dengan berjalannya waktu, kegiatan jual beli saat ini dipakai manusia yakni jual beli uang dalam bentuk berbagai macam apa saja dalam bentuk berbagai macam.28
Mata uang sendiri adalah suatu alat transaksi atau pembayaran dalam suatu negara baik menggunakan logam ataupun kertas.Jual beli uang yakni jual beli yang jenisnya sama dengan penukaran uang
28 Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah : Fiqh Muamalah (Jakarta: Kencana, 2012), h. 318
terhadap negara lain kepada Islam disebut dengan Al-shraf yang berawal dari syarofa memiliki arti pembayaran tambahan.29
Dalam istilah sharf merupakan kegiatan jual beli dengan jenis ataupun tidak sejenisnya seperti emas dengan emas.
Adapun pengertian yang dimaksuda ini adalah Al-sharf yang dikemukakan oleh para fuqaha adalah :
1) Dalam mazhab Maliki syarf merupakan kegiatan jual beli uang yang dalamnya penukarannya tidak memiliki kesamaan yakni menukarkan emas terhadap perak ataupun sebaliknya.
2) Madzhab hanafi, sharf merupakan ditetapkannya tsaman mutlak baik tsaman mutlak dengan sejenisnya ataupun beda jenisnya.
3) Mazhab Syafi'i merupakan kegiatan berjual belikan uang melalui uang baik jenis sama ataupun beda. Yang dimaksud dengan sharf ini adalah bagaimana kita menggunakan suatu jual beli uang dengan dzahir atau bisa dikatakan dilihat, dan di khusus kan pada mata uang yang dicetak.
4) Dalam istilah fiqh sharf adalah berjualan beli antara barang yang sejenis dengan benda yang tidak sama jenisnya seperti penjualan emas melalui emas ataupun jenis yang memiliki kesamaan mata uangnya.30
29 Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah Produk-produk dan aspekaspek hukumnya, (Jakarta: Kencana Prenadamedia group, 2014), h.279
30 Imam Asy-Syafi‟i Syarah Musnad Syafi‟i (Jakarta: Pustaka Azzam, 2011) h.650
a) Dasar Hukum Jual beli mata uang (sharf)
Dalam jual beli mata uang yang dilaksanakan sah pada ini Allah menjelaskan An-Nisa ayat 29.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu.
Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.
Ayat ini sangat melarang jika suatu transaksi atau perniagaan dalam jual beli yang dilaksanakan tidak sah, pada ini Allah melarang manusia memakan harta milik orang lain dengan secara batil. Yang dimaksud dengan secara batil ini dalah memakan harta orang lain secara luas maksudnya bukan hanya satu orang saja tetapi banyak orang dirugikannya. Seperti transaksi yang sifatnya seperti judi (ada suatu tambahan yang memiliki ketidak wajaran), transaksi dengan sifatnya (judi) ataupun jihadnya transaksi yang di dalamnya ada unsur risiko ketidakjelasan dan lainnya yang sama 31.
Sedangkan dalan ijma‟ para ulama bersepakat bahwa suatu transaksi ini yang dinamakan Al-sharf diperbolehkan.
31 Dimyauddin Djuwaini, Pengantar Fiqih Muamalah (Yogyakarta: Pustaka belajar, 2008) h.
Dalam hal ini kita dapat melihat suatu landasan hukum yang kuat dari Al-Qur‟an, Hadist, ijma‟, akan tetapi akad Al-sharf ini boleh dilakukan dengan syarat-syarat yang telah di syariatkan32. Al-Sharf ini juga ada dalam Fatwa DSN MUI tentang jual beli mata uang. Adapun isi dari Fatwa DSN bahwasannya penggunaan jual beli mata uang Al-Sharf ini diperbolehkan tapi dengan syarat:
1) Tidak mempunyai spekulasi ataupun keberuntungan 2) adanya pemenuhan kebutuhan untuk tabungan
3) jika individu melaksanakan dengan memulai dengan mata uang memiliki kesamaan
4) harus sama apabila memiliki kelainan pada varian yakni menggunakan penukaran 33
Adapun kaitannya dengan penulis kaji bahwasannya dalam suatu transaksi cryptocurrency itu adalah salah atau kegiatan jual beli uang pada bentuk elektronik pada kajian ini ini saya mengunakan Al-sharf karena sama katergori nya adalah jual beli mata uang.
b) Rukun Jual Beli Mata Uang Adapun rukun sharf dari yakni
1) Penjual merupakan seseorang yang memiliki barang untuk dijualnya biaya
32 Fatwa DSN MUI Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 Tentang Jual Beli Mata Uang (Jakarta : DSN MUI, 2002), h. 3
33 Imam Asy-Syafi‟i Syarah Musnad Syafi‟i (Jakarta: Pustaka Azzam, 2011) h.650
2) pembeli merupakan orang yang membutuhkan dan akan membeli barang
3) objek yang bisa dipilih dan 4) nilai penukaran
5) bersifat atau ijab kabul.34 c) Syarat Jual beli Mata uang (sharf).
1) Serah terima sebelum iftirak (berpisah)
Ini dimaknai dengan syarat pertama merupakan sebuah transaksi konsepnya tukar menukar dilaksanakan oleh keduanya dengan pelaksanaan transaksi maka antara keduanya harus melakukan penerimaan sebelum dipisah.
jika hal ini tidak dilaksanakan semisalnya ditunda dari keduanya syarat itu tidak bisa dan hukum tidak akan disahkan.
2) Tamatsul (sama rata)
Di tukarnya nilai tidak sama hukumnya haram misalnya uang yang ditukarkan sama sejenisnya antar rupiah dan rupiah oleh karenanya nilai haruskah sama jika ditukar dengan uang atau dolar maka tidak di syaratkan untuk sama karena mata uang di negara-negara lain pastinya berbeda.
3) Pembayaran dengan tunai
Tidaklah sah hukum jika ada suatu penundaan dalam
34 Ascarya, Akad & Produk Bank Syariah, h. 110
pembayaran baik dari satu dengan yang lain.
4) Tidak mengandung khiyar syarat
Karena pada akad sharf tidak boleh khayar syarat karena dalam melakukan akad ini tidak boleh ada penundaan. Karena syarat yang digunakan harus serah terima.35
5) Motif Pertukaran
Pada kegiatan pendukungan transaksi komersial yakni transaksi perdagangan barang ataupun jasa.
6) Barang tersebut harus dikuasai atau ada kepemilikannya.
Tidak dibenarkan melakukan penjualan barang yang tidak dikuasai jual beli tanpa ada yang memilikinya.Transaksi ini diperbolehkan oleh nabi karena komoditas ribawi satu sama lain jenis memiliki kesamaan baik ukuran serta jenis. Hikmah disyariatkan melakukan transaksi mata uang memberikan kemudahan kepada muslim dalam penukaran uang yang lain sesuai akan apa yang dibutuhkannya.
h. Pengertian sil‟ah dan at-tsaman
Sil‟ah secara ekonomi adalah sesuatu yang di pergunakan guna mencukupi suatu kebutuhan dan manyimpan adanya sebuah manfaat yang terdapat didalamnya. Adapun syarat sil‟ah secara syar‟i yaitu ada
35 Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah Produk-produk dan aspekaspek hukumnya, h.286
wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik, dan bisa diserah terimakan.
At-tsaman adalah harga terhadap suatu barang yang mengikuti harga pasar yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Adapun syarat as-tsaman yaitu harga yang harus disepakati oleh kedua belah pihak harus disepakati dengan jelas jumlahnya, dan boleh diserahkan pada saat akad apabila harag barang itu diserahkan kemudian (berhutang) maka waktu pembayarannya harus jelas.
i. Cryptocurrency
Melalui adanya teknologi dengan digital berkembangnya ekonomi yang sangat berpengaruh bukan hanya dalam transaksi yang melakukan perubahan tetapi penukaran serta bisa berubah bentuk dengan tertutup dan efektif. majunya teknologi diciptakan criptocurrency ataupun uang yang sesuai dengan pembaruan yang menjadi ukuran di perkembangan zaman dengan adanya alat tukar dengan berbagai teknologi mempunyai keutamaan yang memiliki hampir sama terhadap uang lainnya hanya yang membedakan yakni kripto serta uang bukan pada bentuknya.
Pada tahun 1983, David Chaum seorang ahli kriptografi dari Amerika menggunakan uang elektronik (e-money) yang disebut e- cash. Setelah itu, pada tahun 1995, David Chaum mengimplementasikan e-cash melalui digicash. pada awalnya, bentuk pembayaran elektronik kripto membutuhkan perangkat lunak
pengguna untuk menarik catatan dari bank dan menunjuk kunci terenkripsi tertentu sebelum dapat dikirim kepada penerima. Sehingga sangat memungkinkan mata uang digital sebagaimana crypto ini tidak dapat dilacak oleh bank penerbit, pemerintah atau pihak ketiga manapun.
Crypto merupakan uang yang bentuknya blok data terikat oleh khas dengan validnya. beda dengan uang umum yang memiliki bentuk uang kartal hari ini banyak yang menggunakan dash, monero dan lainnya .36
Crypto merupakan realisasi yang awal untuk teknologi blokchain melalui kemampuan yang tidak ada Batasan. Pada pelaksanaan transaksi blokchain adalah blok data yang memiliki hubungan akhirnya terlihat contoh rantai yang singkatnya bisa melakukan perhubungan digunakan dengan mediator untuk penyimpanan blok data. penggunaan lain sistem pada pemakaian blokchain bisa melakukan penambahan pendataan terdapat pada transaksi yang bisa memberikan tambahan pada blog baru untuk perangkat penggunaan bentuknya data deskripsi. yang memiliki perbedaan blokchain merupakan aplikasi desentralisasi dengan penciptaan yang bisa memberikan pengaruh pada hidup pada bidang lain serta terpengaruh bidang pengetahuan pendidikan seni budaya dan lainnya.
36 Joey Conway, Beginners Guide to Cryptocurrencies, 2014.
Cryptocurrency populer sebagai Bitcoin dengan dioperasikan tahun 2009 populernya Bitcoin ini dikenal melalui investor ritel.
Bitcoin merupakan hubungan dalam membayar dengan berbasis teknologi. Bitcoin memberikan penawaran dengan kemudahan dengan rekening kredit. Bitcoin merupakan uang tunai digital yang dilakukan penyimpanan pada komputer dengan keinginan interaksinya dengan online dan cepat tanpa barang yang ketika merupakan alasan yang diciptakannya Bitcoin supaya Bitcoin ini menarik untuk ke duniaan finansial. 37
Untuk penggunaan mata uang cryptocurrency yang tersebar dan banyak dikenal di indonesia adalah mata uang cryptocurrency berbentuk bitcoin. Hal ini dibuktikan dengan adanya izin berdirinya Bitcoin Indonesia yang kini berganti nama (Indonesia Digital Asset Exchange). Namun keberadaan mata uang cyrptocurrency berbentuk bitcoin masih illegal digunakan untuk bertransaksi. Namun apabila mereka yang tertarik untuk berinvestasi cryptocurrency , Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia, melalui peraturan No.5 Tahun 2019 mengeluarkan pengaturan mengenai teknis penyelenggaraan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka.
Adanya Bitcoin ini merupakan satu yang memberikan ketertarikan pada uang digital melalui pengaksesan Tanpa Orang Ketiga. di Indonesia adanya tentang uang ini menjadi satu hal yang
37 Tai Hoon Kim, A study of digital currency cryptography for business marketing and finance security, (Asiapacific Journal of Multimedia Services Convergent with Art, Humanities, and Sociology Vol.6 No.1 January, 2016 ) , h. 365.
dibuat debat dari regulasi syariat Islam dengan adanya transaksi pemakaian referensi bisa diterima pedagang di Indonesia supaya pada hal memutuskan penggunaan uang tertentu arahan Bank Indonesia dengan pembayar desentralisasi membutuhkan pihak ketiga yakni bank.