• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALASAN PERTAMA :

Dalam dokumen RUQYAH dampak dan bahayanya pdf (Halaman 33-40)

Menjual Ayat dengan Harga Murah

Firman Allah  al-Qur‘an al-Karim Surat

al-Isra‘/ayat, 17/82-84.

“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”. QSAl-Isra‟:17/82-83. Ayat 82 di atas menunjukkan bahwa di dalam al-Qur‘an terdapat sesuatu yang dapat menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang yang beriman. Namun bagi orang-orang yang zalim, al-Qur‘an itu hanya menambah kerugian belaka. Siapakah yang dimaksud orang yang zalim tersebut…? Ayat selanjutnya menyatakan,

yaitu orang-orang yang: “Apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya mereka berpaling dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa”. QS:17/83.

Ayat-ayat di atas menegaskan dengan gamblang bahwa al-Qur‘an tidak hanya untuk mengobati jasmani manusia saja tetapi yang paling utama adalah ruhani dan kesadarannya. Terhadap orang yang zalim, yaitu orang-orang yang pola pikirnya tidak sehat karena di hatinya ada penyakit hasud kepada orang lain yang mendapatkan kenikmatan dari Allah dan mudah putus asa apabila mendapatkan musibah. Kepada orang tersebut al-Qur‘an itu bahkan hanya akan menambah kerugian belaka. Apabila ayat tersebut dikaitkan dengan hadits Rasulullah  di bawah ini :

مِلقُدَرمٔبوَقِصَأمِـٔعموّدوَغمٖنَأم:مُفِـَسمُفَّؾظامَلٔضَرمٚيِرُِّٓكْظامّٕٓقٔعَدملٔبَأمٌُؼَّٔٓح

مٔبََّٕعْظامٔءوَقِحَأمِـٔعمٍّلَقٔبماوَّٕٗؿَصمٍَّٕػَدملٔصماقُغوَطمَؿَّؾَدَومٔفِقَؾَسمُفَّؾظامكَّؾَصمٔفَّؾظا

َػمِؿُفَظماقُظوَؼَصمِؿُػقُػقٔضُؼمِؿَؾَصمِؿُػقُصوَضَؿِدوَص

مٚلَقْظامَّٓٚقَدمٖنِنَصمٍقاَرمِؿُؽقٔصمِؾ

مَإََّٔؾَصمٔبوَؿٔؽْظامٔيَقٔتوَػٔبمُهوَضََّٕصمُهوَتَلَصمِؿَعَغمِؿُفِـٔعمْؾُجَرمَلوَؼَصمْبوَصُعمِوَأمْغؼَّٔٓظ

مَؽٔظَذمَُّٕطِذَأمكٖؿَحمَلوَضَوموَفَؾَؾْؼَؼمِنَأمكَبَلَصمٍؿَـَشمِـٔعموّعقٔطَضمَلٔطِسُلَصمُؾُجّٖٕظا

مٚلٔؾٖـؾٔظ

مَؽٔظَذمََّٕطََّٔصمَؿَّؾَدَومٔفِقَؾَسمُفَّؾظامكَّؾَصمٖلٔؾٖـظامكَتَلَصمَؿَّؾَدَومٔفِقَؾَسمُفَّؾظامكَّؾَص

“RUQYAH” dampak dan bahayanya - 35

مَلوَضَومَؿٖلَؾَؿَصمٔبوَؿٔؽْظامٔيَقٔتوَػٔبموَّظِإمًُِقَضَرموَعمٔفَّؾظاَومٔفَّؾظامَلقُدَرموَؼمَلوَؼَصمُفَظ

ُخمَلوَضمٖؿُثمٌيَقْضُرموَفٖغَأمَكاَرِدَأموَعَو

*مِؿُؽَعَعمٍؿِفَلٔبملٔظماقُبِِّٕضاَومِؿُفِـٔعماؤُّ

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri berkata: Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah sedang berada dalam perjalanan. Mereka

pergi ke salah sebuah kampung Arab dan mereka berharap agar boleh menjadi tamu kepada penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk kampung

itu tidak mau menerima mereka. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang bisa menjampi? Karena ketua atau penghulu kampung kami

terkena sengat. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya, ada. Lalu beliau menemui ketua kampung

tersebut dan menjampinya dengan surah al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh, maka Sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Beliau tidak mau menerimanya dan mengajukan syarat: Aku akan menyampaikannya kepada Nabi , beliau pun pulang menemui Nabi  dan menyatakan pengalaman tersebut. Beliau berkata: Ya Rasulullah! Demi Allah, aku

hanya menjampi dengan surah al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu, Rasulullah tersenyum dan bersabda:

Tahukah engkau, bahawa al-Fatihah itu memang

merupakan jampi (Ruqyah). Kemudian baginda

bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kamu.

Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295.

Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080.

Dengan itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa di dalam al-Qur‘an al-Karim terdapat dua kemanfaatan bagi manusia, yaitu kemanfaatan batin dan kemanfaatan lahir. Kemanfaatan batin sebagai ilmu pengetahuan dan hidayah, maka hanya kepada orang-orang yang beriman saja al-Qur‘an dapat menjadi penawar (obat), rahmat dan juga petunjuk (hidayah) sebagaimana yang telah ditegaskan Allah  dengan firman-Nya yang lain:

Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, - (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, QS..Al-Baqoroh:2/2-3.

Namun bagi orang-orang yang berbuat zalim atau orang-orang yang pola pikirnya tidak sehat karena di dalam hatinya ada penyakit hasud dan putus asa, al-Qur‘an al-Karim itu tidak akan membawa kemanfaatan apa-apa kecuali hanya menambah kerugian belaka.

Adapun kemanfaatan yang lahir, yaitu sebagai jampi atau ruqyah. Katika al-Qur‘an

“RUQYAH” dampak dan bahayanya - 37

(surat al-Fatihah) dibacakan kepada orang yang jasmaninya sedang sakit, dengan izin Allah  orang tersebut menjadi sembuh.

Jadi, di dalam memahami ayat-ayat al-

Qur‘an al-Karim seharusnya orang tidak hanya

melihat aspek yang lahir saja, tetapi juga yang batin. Hal itu karena al-Qur‘an diturunkan di dunia bukan hanya untuk menyembuhkan jasmani manusia saja tetapi yang lebih penting adalah ruhaninya. Artinya untuk keselamatan hidup umat manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Para orientalis barat—yang keahliannya tentang al-Qur‘an dan ilmu keislaman melebihi orang-orang beriman—sengaja mempelajari al- Qur‘an dan agama Islam bukan untuk kepentingan membela agama Islam tetapi justru untuk menghancurkannya. Mereka membuka lembaga-lembaga tinggi pendidikan Islam tetapi dengan tujuan supaya dapat meracuni aqidah orang-orang Islam melalui murid-murid yang mereka didik.

Hal itu karena mereka tidak mampu menghancurkan Islam dari luar, maka mereka berusaha menghancurkannya dari dalam. Yaitu dengan ilmu Islam dan orang-orang Islam yang

mereka didik dan mereka persiapkan dengan segala perencanaan yang matang. Untuk itu seyogyanya setiap pribadi yang beriman harus waspada terhadap gerakan mereka, barangkali tanpa kita sadari mereka telah menyusupkan rencara jahatnya itu di dalam sendi-sendi kehidupan umat Islam, yaitu melalui pelaksanaan ruqyah—yang mereka sebut sebagai amaliyah yang paling sesuai dengan syari‘at islam(ruqyah

syar‘iyah)—yang mereka kembangkan secara

besar-besaran dewasa ini.

Apabila orientasi orang dalam memandang

al-Qur‘an al-Karim hanya terbatas pada aspek

yang lahir saja. Hanya untuk menyembuhkan penyakit manusia yang lahir saja bukan penyakit yang batin sebagaimana pelaksanaan “Ruqyah” yang sekarang sedang marak di mana-mana. Maka jadilah akhir-akhir ini kita lihat di sana-sini banyak bermuculan orang menjual dan menawarkan rekaman wahyu Ilahi yang suci dan mulia itu dengan pola dagang seperti tukang dagang obat di pinggir jalan, yakni dengan melaksanakana atraksi sulap terlebih dahulu baru kemudian menjual obatnya.

Mereka bahkan berdagang dengan pola penawaran marketing biaya tinggi melalui promosi yang dimuat dihalaman-halamam depan

“RUQYAH” dampak dan bahayanya - 39

majalah-majalah yang bersifat islami…?. Seperti paranormal menawarkan jasa-jasa perdukunan di majalah-majalah perdukunan yang telah mentradisi selama ini. Gejala apakah gerangan yang sedang terjadi ……? Bukankah model seperti itu justru melecehkan ayat-ayat yang suci? Karena ayat-ayat itu dijual hanya untuk memenuhi keuntungan pribadi dan golongan….? Itulah yang dimaksud menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah yang terlarang oleh al- Qur‘an itu sendiri…..? sebagaimana yang telah ditegaskan Allah  dengan firman-Nya:

“Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa”. QS.Al-Baqoroh:2/41. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan perlindungan Allah  dari kesalahan fatal yang tidak kita sadari sehingga dapat menghancurkan diri sendiri serta umat manusia secara keseluruhan.

Dalam dokumen RUQYAH dampak dan bahayanya pdf (Halaman 33-40)