• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CIPS

Bab 7 | Perencanaan Pembelajaran Berbasis CIPS

C. Alat-alat Penilaian

Dalam pendidikan, terdapat dua istilah yang sering digunakan dalam melakukan penilaian, yakni ―evaluasi‖ dan ―assessment‖. Evaluasi berarti kegiatan yang dirancang untuk mengukur atau menilai keefektifan sistem pendidikan secara keseluruhan. Evaluasi lebih menitikberatkan pada pelaksanaan program atau sistem pendidikan.

―Assessment‖ merupakan kegiatan memperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar siswa, perseorangan atau kelompok, dan mengefektifkan penggunaan informasi tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan penilaian dengan ―assessment‖ difokuskan prestasi belajar siswa (Purba, Simbolon, & Manalu, 2015). Oleh karenanya, alat penilaian yang dimaksudkan di sini adalah alat atau instrumen ―assessment‖.

Penilaian memiliki peran besar dalam menentukan kesuksesan pendidikan. Penilaian yang baik memberikan dampak pada proses pembelajaran dan menjadi rujukan untuk kebijakan selanjutnya. Ketepatan pemilihan metode penilaian sangat berpengaruh terhadap objektivitas dan validitas hasil penilaian yang ujungnya adalah informasi objektif dan valid atas kualitas pendidikan. Sebaliknya, kesalahan dalam memilih dan menerapkan metode penilaian berimbas informasi yang tidak valid mengenai hasil belajar dan pendidikan (Setiadi, 2016).

Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyatakan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan.

Menurut Purba, Simbolon, & Manalu, (2015), tujuan penilaian secara umum dapat dikatakan ialah untuk mengetahui atau memperoleh informasi tentang perkembangan dan kemajuan yang diperoleh siswa dalam rangka mencapai tugas yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Ada beberapa prinsip penilaian menurut Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2016, berikut:

1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.

Model Pembelajaran CIPS 'Creative, Independent Problem Solving' 2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria

yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.

3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

4. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik.

7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.

Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2016 juga menyatakan bahwa mekanisme penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah sebagai berikut:

1. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus.

2. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggung jawab wali kelas atau guru kelas.

3. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

4. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Bab 7 | Perencanaan Pembelajaran Berbasis CIPS

125 5. Peserta didik yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus

mengikuti pembelajaran remedi.

6. Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan peserta didik disampaikan dalam bentuk angka atau deskripsi.

Menurut Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2016, prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan urutan berikut ini.

1. Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun.

2. Menyusun kisi-kisi penilaian.

3. Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penilaian.

4. Melakukan analisis kualitas instrumen.

5. Melakukan penilaian.

6. Mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian.

7. Melaporkan hasil penilaian.

8. Memanfaatkan laporan hasil penilaian.

Secara jenis, umumnya penilaian terbagi dua, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Di samping penilaian ini, masih dikenal penilaian penempatan (―placement test‖) dan penilaian diagnostik (―diagnostic test‖).

Sebenarnya, masih banyak jenis penilaian yang dikenal dalam penilaian pendidikan, namun yang dianggap sangat erat hubungannya dengan proses pembelajaran adalah penilaian yang disebut di atas, dan itupun yang paling sering dilakukan adalah penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian penempatan dan penilaian diagnostik jarang dilaksanakan karena alat untuk jenis penilaian ini memerlukan tes-tes yang sudah standar (Purba, Simbolon,

& Manalu, 2015).

Secara teknik, penilaian dibagi dua, yaitu teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes adalah penilaian yang dilakukan dengan mempergunakan tes atau yang telah ditentukan terlebih dahulu (metode tes) umumnya dipergunakan dalam rangka pengukuran/penilaian terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dengan cara tes tertulis, tes lisan, atau tes perbuatan. Teknik non teks adalah teknik yang tidak

Model Pembelajaran CIPS 'Creative, Independent Problem Solving' menggunakan tes dengan cara angket, wawancara, atau observasi

(Purba, Simbolon, & Manalu, 2015).

Sesuai dengan pembagian teknik penilaian, alat penilaian umumnya dibagi dua, yaitu alat penilaian teknik tes dan alat penilaian teknik nantes (Purba, Simbolon, & Manalu, 2015). Berikut urainnya.

1. Alat penilaian teknik tes

Alat penilaian teknik tes dimaksudkan ialah alat penialain yang mempergunakan soal-soal tes sebagai berikut.

a. "Objective test"

"Objective test" sering dikatakan "short answer achievement test". Respons/jawaban diberikan siswa dapat berbentuk pengisian kalimat atau kata-kata yang belum lengkap, pemilihan kata-kata atau kalimat yang sesuai menggambarkan sesuatu, memberikan jawaban "Ya" atau "Tidak", menandai setuju atau tidak setuju tentang pandangan dan lain-lain.

Bentuk-bentuk soal/item "objective tes" sebagai berikut.

1) "True False Items"

"True false items" disebut "true false questions" atau dalam bahasa Indonesia disebut soal benar salah. Bentuk item ini merupakan serangkaian pertanyaan yang harus ditentukan siswa benar atau salah.

2) "Completion Items"

"Completion items" atau disebut bentuk soal melengkapi, yaitu tes yang mengharuskan siswa melengkapi atau mengisi titik-titik yang ada di dalam soal dengan jawaban sederhana mungkin berupa kata atau data tertentu.

3) "Multiple chaise items"

"Multiple chaise items" atau disebut juga "multiple chaise questions" atau tes pilihan berganda, yaitu soal- soal berbentuk pertanyaan atau pernyataan diberikan kemungkinan jawaban. Kemungkinan jawaban itu harus lebih dari dua macam, namun pilihan hanya satu kemungkinan saja.

Bab 7 | Perencanaan Pembelajaran Berbasis CIPS

127 2. Ala

disebut essay examination. t penilaian teknik nontes a. Metode Rating

Metode ini adalah salah satu alat mengadakan observasi langsung. Misalnya, deskripsi kepribadian disusun berdasarkan indikator-indikator tertentu sebagai ciri-ciri kepribadian tertentu.

Untuk ciri kepribadian jujur, indikatornya adalah berkata terus terang, tidak merasa takut, dan lain-lain. Setiap indikator itu diberi penilaian 0 dan 1, yang menyokong diberi nilai 1, dan yang tak sesuai dengan diberi nilai 0.

b. Sosiometri

Perkataan sosiometri berasal dari bahasa Inggris, yaitu ―sosio‖ dan

―meterik‖, Sosio = hubungan, metrik = pengukuran. Sosiometrik bermakna suatu teknik pengukuran dipergunakan untuk mengetahui struktur hubungan individu dalam suatu kelompok. Sosiometrik dikembangkan Jacob L. Moreno dilakukan melalui tingkah laku, yaitu (1) memilih teman; (2) pentabelan (tabulating); (3) pembuatan peta (diagramming).

c. Observasi

Observasi adalah suatu teknik mempelajari jenis tingkah laku secara individual dalam situasi tertentu atau suatu situasi yang bebas.

Mengamati merupakan pekerjaan disengaja dan memakai suatu sistem serta dilakukan teratur dan sistematis, bersifat ilmiah.

4) Matching Items

Matching items atau matching questions atau tes menjodohkan, yaitu tes mencocokkan kalimat atau kata-kata dari kolom yang satu dengan kalimat yang lain.

b. Oral and Essay Examination

Oral and Essay examination atau disebut ujian lisan dan ujian essay, yaitu ujian yang meminta jawaban-jawaban bersifat menguraikan, menerangkan, menunjukkan bagaim ana suatu masalah terjadi atau menilai, suatu hal. Bila pelaksanaannya secara lisan, disebut oral examination dan bila secara tertulis,

Model Pembelajaran CIPS 'Creative, Independent Problem Solving' Ada dua macam observasi, (1) Nonparticipant observation ialah observasi dengan jalan tidak turut serta pengamat sebagai orang luar dan individu atau kelompok yang diobservasi tidak mengetahui mereka diobservasi. (2) Participant observation adalah observasi dengan jalan turut serta karena pengamat harus memainkan peranan yang dapat dimainkan dalam mengamati situasi sosial tertentu.

d. Interview (Wawancara)

Interview (wawancara) adalah suatu percakapan yang tujuannya mencapai pada percakapan di luar tujuan yang akan di capai, karena pengonstraksian pertanyaan diajukan tidak secara langsung berhubungan erat dengan tujuan yang akan dicapai.

Ada tiga macam, berikut (1) Non Structured interview, yaitu wawancara yang arah pembicaraan tidak tertentu dan tidak terbimbing pada suatu tema yang terukur, (2) structured interview, yaitu wawancara di mana hal-hal yang akan dibicarakan telah ditentukan lebih dahulu pada awal pembicaraan, (3) semi structured interview, yaitu wawancara yang merupakan sinthesa/penghubungan dari dua bentuk yang dikemukakan terdahulu biasanya dimulai dari yang non structured interview untuk menimbulkan suasana bebas dan akrab, selanjutnya diteruskan dengan wawancara berstuktur sehingga pembicaraan dapat terarah kepada sasaran.

e. Kuesioner/Angket

Kuesioner/angket adalah suatu daftar pertanyaan yang disampaikan kepada orang yang dinilai. Ada dua macam kuesioner, berikut: (1) Kuesioner tertutup ialah pertanyaan yang j awabannya setiap pertanyaan telah dicantumkan sekaligus pada angket dan hanya memilih salah satu atau lebih jawaban yang sesuai menurut pendapatnya. (2) Kuesioner terbuka mengandung pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan orang memberi uraian, keterangan terperinci, atau jawaban bebas yang berupa pendapat.

Selain berbagai bentuk penilaian di atas, ada beberapa alat penilaian teknik nantes lain, yaitu penilaian unjuk kerja (performance

Bab 7 | Perencanaan Pembelajaran Berbasis CIPS

129 assessment), proyek dan investasi (projects and investigation), dan portofolio (Purba, Simbolon, & Manalu, 2015).

a. Penilaian unjuk kerja

Penilaian unjuk kerja diberikan dalam bentuk tugas yang digunakan untuk mengetahui penguasaan materi dan keterampilan siswa tentang materi pelajaran dan apa yang mereka kerjakan. Tugas harus bermakna, otentik, dan dapat mengukur penguasaan peserta didik akan keterampilan atau kemampuan dan materi yang harus dikuasai.

b. Proyek dan investigasi

Proyek dan investigasi adalah salah satu jenis tugas unjuk kerja, lebih kompleks dan rumit. Tugas diberikan untuk memperkaya pengetahuan dan menguji kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas yang kompleks dan rumit.

c. Portofolio

Portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas yang dilakukan siswa bertujuan untuk m endoku m entasik an perkembangan suatu proses pembelajaran dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Alat atau instrumen penilaian yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran berbasis CIPS dapat mempergunakan pelbagai cara sebagaimana telah dijelaskan dihalaman sebelumnya atau cara lain yang sesuai dengan karakteristik, kompetensi dan tingkat perkembangan siswa. Perlu dipahami bahwa alat-alat penilaian tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan, aspek yang diukur, materi yang diukur, peserta pengukuran, waktu yang tersedia, dan sarana dan prasarana (Purba, Simbolon, & Manalu,

2015).

[Halarnan ini senga;a dikosongkan]

8

PENGORGANISASIAN

PEMBELAJARAN BERBASIS CIPS