• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

Skema 4.2 Alur Pembiayaan Melalui Struktur Organisasi Bank

Skema 4.2

Alur Pembiayaan Melalui Struktur Organisasi Bank

Dalam relationship manager terdapat kriteria pada nasabah yang mengajukan pembiayaan yang terdiri dari 5 C+ 1 S (Character, Capital,

Condition of economic, Capacity, Collateral, Syariah). Dan nasabah mengajukan sebuah persyaratan diantaranya:

1. Data pribadi (KTP, Kartu Keluarga, Pasport, Sim)

2. Data pengahilan (slip gaji, surat keterangan bila pegawai tetap) 3. Perusahaan (neraca perusahaan dan data pengurus)

4. Data jaminan/collateral (serifikat, PBB)

Nasabah Relationship

Manager Suport

Operation Manager

Setelah ditransaksi atau proses lalu membuat surat proposal UP (usulan pembiayaan) lalu diajukan dalam sebuah komite, yang minimal terdiri dari 3 orang (2 angggota dan 1 limit) dalam komite pembiayaan disetujui lalu diserahkan pada bagian legal.

Untuk support itu melakukan tugasnya sebagai berikut: 1. BI (Bank Indonesia) cek

2. Transaksi data jaminan 3. Legal dan cek

4. Administrasi/laporan dokumen

Baru diserahkan kepada OP(Operational Pembiayaan) diantaranya: 1. Mencatat pembukuan dan pencairan pembiayaan

2. Melakukan pendebetan setiap bulannya

3. Membuat laporan pelunasan apabila terdapat pelunasan sebagian atau keseluruhan berdasarkan memo yang diberikan dari

relationship manager.

C. Pendapatan Margin pihak Bank Muamalat dalam akad Murabahah Besaran dalam penentuan margin dalam akad murabahah itu berdasarkan berapa lama nasabah melakukan pembiayaan tersebut. Pada akad

murabahah, jangka waktu 5 tahun dengan margin 13%, jangka waktu 10 tahun dengan margin 14%, dan jangka waktu 15 tahun dengan margin 15%.

72

A. Murabahah

Kegunaan : Untuk pembelian Satu unit kendaraan roda

empat

Jumlah : Rp 250.000.000

Droping : Maret 2010

Tgl angsuran : 10

Jangka waktu (bulan) : 60

Grace period (bulan) : 0

Margin (p.a) : 17.00% JADWAL ANGSURAN

Nasabah : Jk. Waktu : 60 bulan

Harga beli : Rp. 200.000.000 Grace period : bulan

Margin : Rp. 98.230.900 Dropping : Maret 2010

Harga Jual : Rp. 298.230.900 Margin 17.00% (p.a)

Perhitungan Pembiayaan 1. Pembiayaan Murabahah

Perhitungan margin pada akad murabahah;

A.Mencari total angsuran= Harga jual = 298.230.900 = 4.970.515 Jk. Waktu 60

B. Pokok = Total Angsuran–Margin=4.970.515 –2.833.330 = 2.137.190

Bln Tgl Pokok Margin Total Angsuran Sisa Pokok Sisa Margin Sisa Angsuran

1 10/4/10 2.137.190 2.833.330 4.970.515 197.862.810 95.397.570 293.260.385 2 10/5/10 2.167.460 2.803.060 4.970.515 195.695.350 92.594.510 288.289.870 3 10/6/10 2.198.165 2.772.350 4.970.515 193.497.185 89.822.160 283.319.355

C.Margin=Harga Beli x Margin= 200.000.000 x 17% = 2.833.330 i 12

D.Sisa Margin= Margin–(Harga Beli x Margin) = 98.230.900 – 12

2.833.330 = 95.397.57

E. Sisa Pokok = Harga Beli – Pokok = 200.000.000 – 2.137.190 = 197.862.810

F. Sisa angsuran = Harga Jual – total angsuran =298.230.900 –

4.970.515 = 293.260.385

Berikut data jumlah nasabah yang melakukan pembiayaan murabahah

pada tahun 2010 di Bank Muamalat cabang Kupang:2

Tabel Jumlah nasabah yang mengajukan pembiayaan murabahah tahun 2010 Bank Muamalat cabang Kupang

Jumlah pembiayaan yang diajukan (Rp)

Jumlah nasabah (bulan) Januari - Maret April - Juni July- September Oktober-Desember Total jumlah nasabah 1jt – 15jt 5 8 18 15 56 15jt-50jt 7 10 13 17 30 50jt-100jt 3 5 8 12 28 100jt > 2 7 9 5 23 Total nasabah (tahun) 137

Dari data diatas dapat diketahui bahwa jumlah pembiayaan yang diajukan dari 1 juta s/d 15 juta per tiga bulan sepanjang tahun 2010 sebanyak 56 nasabah. Adapun jumlah pembiayaan yang diajukan dari 15 juta s/d 50 juta berjumlah 30 nasabah dan pembiayaan 50 juta s/d 100 juta total nasabah berjumlah 28 nasabah. Sedangkan untuk jumlah pembiayaan yang diajukan diatas 100 juta sepanjang tahun 2010 itu berjumlah total 23 nasabah.

2

Wawancara Pribadi dengan Nur sebagai Relationship Manager. Kupang, 17 September 2013

74

Dari Hasil wawancara Jumlah total pembiayaan sepanjang tahun 2010 baik jumlah pembiayaan yang diajukan dan total jumlah nasabah Bank Muamalat cabang Kupang terdapat 2 nasabah yang bermasalah yang kaitannya dengan pembiayaan kendaraan bermotor yang diatas 100 juta dalam hal angsuran dikarenakan nasabah terkendala faktor usaha, yang kemudian pihak Bank Muamalat mengadakan reschedule dalam pengaturan waktu angsuran sehingga memberi nasabah kesempatan untuk menyelesaikan masalah internal yang terjadi pada nasabah tersebut yang telah mempengaruhi pembiayaanya terdahap bank.

D. Faktor-Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah

Dari Hasil wawancara, faktor-faktor umum yang mempengaruhi dan menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah adalah sebagai berikut:3

1. Faktor dari debitur

a. Faktor dari debitur ini, bisa disebut juga faktor dari nasabah itu sendiri, dalam hal ini dijelaskan bahwa setiap nasabah atau debitur memiliki kualitas dan karakter yang berbeda antara satu nasabah dengan nasabah lainnya.

b. Faktor Double Financing, atau peminjaman yang diajukan langsung ke dua bank atau lebih. Sebagai contoh Pegawai Negeri Sipil atau PNS yang mengajukan peminjaman dari bank NTT lalu mengajukan peminjaman lagi kebank Muamalat.

3

Wawancara Pribadi dengan Syarifuddin sebagai Head Lending, Kupang, 16 September 2013

c. Faktor kondisi usaha, atau pengajuan pembiayaan untuk usaha produktif, namum usaha yang diajukan mendapat masalah atau macet ditengah jalan.

d. Faktor penyalahgunaan pembiayaan, hal ini terjadi dimana nasabah yang melakukan pembiayaan untuk usaha produktif namun dipakai untuk pembiayaan konsumtif.

2. Karakter Nasabah Debitur

Tidak semua debitur mempunyai itikad baik pada saat mengajukan kredit ataupun pada saat kredit yang diberikan sedang berjalan. Itikad tidak baik inilah memang sulit untuk diketahui dan dianalisis oleh pihak bank, karena hal ini menyangkut soal moral ataupun akhlak dari debitur. Bisa saja debitur saat mengajukan kredit menutup-nutupi kebobrokan keuangan perusahaannya dan hanya mengharapkan dana segar dari bank, atau debitur memberikan data keuangan palsu atau berbagai tindakan-tindakan lainnya.

3. Perbandingan Tingkat Modal dengan Hutang

Aspek capital atau modal sebagai kontribusi dari kekayaan (equity)

oleh pemilik perusahaan dan rasionya terhadap utang (leverage). Ini dipandang sebagai predictor kebangkrutan yang baik. Leverage yang tinggi dipandang mempunyai probabilitas kebangkrutan yang lebih besar.

76

4. Faktor dari kreditor

a. Tingkat Jumlah Jaminan

Berbagai ketentuan perundang-undangan yang menjadi koridor bagi bank dalam melakukan kegiatan usaha penyaluran dana. Seperti ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit atau BMPK, rasio pemberian kredit dilihat dari nilai jaminan yang diberikan dan berbagai aturan lainnya.

Namun kadang kala petugas dan pengambil keputusan pemberian kredit tidak memperhatikan hal tersebut, dimana untuk mengejar target, bank sangat agresif untuk menyalurkan dananya tanpa mempertimbangkan faktor risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.

E. Langkah-langkah Penyelesaian Pembiayaan yang Bermasalah 1. Penanganan Apabila Terjadi Tidak Mampu Bayar

Risiko yang tekait dengan pembayaran risiko lain yang mungkin terjadi dalam kontrak murabahah adalah risiko yang terkait dengan pembayaran angsuran dari nasabahnya. Karenanya untuk menghindari risiko ini, dalam klausul kotrak tertulis yang dibuat sebagian besar bank Islam mengharuskan adanya jaminan.

Kaitannya dengan risiko yang terkait dengan pembayaran ini atau kemungkinan penunggakan nasabah untuk membayar kewajibannya, Bank Muamalat cabang Kupang membedakannya sebagai berikut 4:

4

a) Jika tidak adanya pembayaran atau ketidakmampuan seorang nasabah dalam membayar diakibatkan oleh adanya faktor-faktor di luar kemampuan nasabah untuk mengontrolnya, maka bank Islam secara moral berkewajiban menjadwal ulang pembayaran hutang tersebut.

b) Jika nasabah memiliki kemampuan untuk membayar tepat waktu dan tidak melakukannya, maka bank Islam dalam kondisi ini menggunakan sistem denda kepada nasabahnya, yang jumlahnya

disesuaikan dengan “tingkat laba yang wajar” pada dana bank yang

diinvestasikan sebagai opportunity cost (biaya untuk menutupi peluang yang hilang) dari modal tersebut.

c) Jika pelunasan pinjaman tidak mungkin dilakukan, maka bank Islam dalam sebagian besar prakteknya akan menyita jaminan yang diberikan beserta barang-barang yang diserahkan kepada nasabah. Melihat beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Bank Islam dalam menyikapi risiko pembayaran yang timbul dari pinjaman

murabahah yang diberikan, pada dasarnya memiliki kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh bank konvensional ketika debiturnya tidak mampu mengembalikan atau melunasi pinjamannya sesuai kontrak yang dibuat, seperti adanya penjadwalan hutang ataupun semacam denda yang diberikan. Termasuk adanya keharusan untuk mengajukan jaminan dari

78

pinjaman yang diajukan, untuk memastikan pengembalian pinjaman ketika jatuh tempo.

Pada proses penanganan masalah nasabah yang mengalami tidak mampu bayar terdapat beberapa bagian:

1) Call 1, lancar, Nasabah masih membayar cicilan angsuran hanya saja tidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

2) Call 2, kurang lancar, nasabah menunggak pembayaran angsuran selama 1 bulan. Dalam call 2 ini pihak Bank Muamalat Indonesia memberikan surat peringantan kepada nasabah dan nasabah pun dianjurkan untuk datang langsung ke Bank Muamalat Indonesia.

3) Call 3, dalam perhatian, sudah terjadi keterlambatan selama 2 bulan. Pihak Bank Muamalat meberikan surat peringatan ke 2 dan ke 3 dan pemanggilan kembali ke Bank Muamalat dan bank bertanya atas dasar apa terjadinya keterlambatan dan bank akan memberikan solusi yaitu dengan adanya restruktur,

reschedule.

4) Call 4, perhatian khusus, nasabah melakukan eksekusi terhadap kendaraan yang dibeli nasabah atau bank memberikan keringanan kepada nasabah agar nasabah sendiri yang mejual kendaraannya dalam waktu 3 bulan. Apabila, selama 3 bulan tersebut nasabah tidak mampu menjualnya sendiri maka pihak Bank Muamalat yang akan menjualnya. Pada saat kendaraan

sudah terjual maka uang tersebut akan dikurangi dengan jumlah sisa angsuran pembayaran nasabah apabila terdapat sisa maka uang tersebut akan dikembalikan kepada pihak nasabah. 5) Call 5, macet, sehingga bank melakukan penghapusan

80

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan paparan diatas maka penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan diantaranya:

1. Mekanisme operasional akad murabahah pada pembiayaan kendaraaan bermotor yang diterapkan oleh Bank Muamalat cabang Kupang yaitu, nasabah yang akan melakukan pembiayaan akan datang kebank untuk memesan kendaraan dan yang dibutuhkan pada langkah pertama adalah negosiasi terjadi antara nasabah dan bank, berkenaan dengan jenis atau spesifikasi barang yang akan dipesan serta pola pembayaran dan syarat-syarat yang diajukan oleh bank, lalu bank akan memesan barang sesuai dengan permintaan nasabah kepada supplier, selanjutnya barang kemudian dikirim kepada nasabah, dan terakhir nasabah akan memulai pembayaran dengan pola pembayaran yang telah disepakati.

2. Penerapan manajemen risiko yang dilakukan oleh Bank Muamalat cabang Kupang dalam mengantisipasi pembiayaan yang bermasalah pada kendaraan bermotor yaitu dengan melakukan analisis kelayakan nasabah, ketika mengajukan pembiayaan dengan sistem 5C + 1S yaitu Character, Capacity, Colateral,

Capital, Condition dan Syariah. Lalu apabila terjadi dalam prosesnya ada nasabah yang mengalami masalah dalam pembiayaannya, maka pihak Bank Muamalat akan melakukan

sistem call 1 sampai call 5 sebagai solusi untuk menyelesaikan pembiayaan yang didapati oleh nasabah tersebut.

3. Perhitungan margin oleh Bank Muamalat cabang Kupang dalam pembiayaan murabahah pada kendaraan bermotor adalah pada

murabahah, Besaran dalam penentuan margin dalam akad

murabahah itu berdasarkan berapa lama nasabah melakukan pembiayaan tersebut. Pada akad murabahah, jangka waktu 5 tahun dengan margin 13%, jangka waktu 10 tahun dengan margin 14%, dan jangka waktu 15 tahun dengan margin 15%. Mencari total angsuran, harga jual/jangka waktu. Mencari pokok, total

angsuran-margin. Margin, harga beli x margin/12. Sisa margin, margin -(harga beli x margin)/12. Sisa pokok, harga beli-pokok. Sisa angsuran, harga jual-total angsuran.

B. Saran

Namun ada beberapa hal yang menjadi cacatan penting dan perlu dilakukan oleh Bank Muamalat mengenai pembahasan yang telah di uraikan diatas, yaitu:

1. Perlunya adanya penambahan media untuk mensosialisasikan keberadaan Bank Muamalat dan produk-produk yang tersedia khususnya dalam pembiayaan murabahah dikarenakan mayoritas masyarakat belum terlalu mengerti dan paham mengenai perbankan syariah dan produk-produk yang ditawarkan di dalamnya.

82

2. Membuat suatu inovasi dalam produk perbankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar dapat menyentuh pada semua kalangan masyarakat.

3. Melakukan pembinaan dan pendampingan yang mandiri dan berkelanjutan bagi para nasabah.

4. Pentingnya pembuatan profil Bank Muamalat untuk cabang Kupang, agar lebih memudahkan mahasiswa yang ingin mengkaji dan mengenal Bank Muamalat cabang Kupang.

83

DAFTAR PUSTAKA

Ade Arthesa & Edie Handiaman, Bank & Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Jakarta: PT. Indeks, 2006.

Adiwarman A Karim, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keunangan. Jakarta : PT Jasa Grafindo Persada, 2008.

Ah. Lathif Azharuddin, Fiqh Muamalat, Jakarta: UIN Jakarta Press, cet, 1. 2005. Ahmad Anwari, Bank Rekan Terpercaya dalam Usaha Anda. Jakarta: Balai

Pustaka, 1987.

Andi Soemitra, Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana 2009. Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah .Jakarta, PT. Rajagrafindo Persada,2008

Hasbi Ramli, “Teori Dasar Akuntansi Syariah”, Jakarta: Renaisan, 2005. Herman Darmawi, Manajemen Risik. Jakarta, Bumi Aksara,2004.

Indonesia, Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Murabahah, No. 04/DSN-MUI/IV/2000, bagian pertama angka 1 s/d 6.

Indonesia, Fatwa Dewan Syari’ah Nasional tentang Potongan Tagihan

Murabahah, No.46/DSN-MUI/II/2005, bagian pertama angka 1.

Kasmir,S.E.,MM. Manajemen Perbankan. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, M.Amin.Azis, Mengembangkan Bank Islam di Indonesia .Jakarta:Bangkit,1992. Mahmudunnasir Syed, Islam Konsepsi dan Sejarahnya, Bandung: Remaja

Rosdakarya, 1994.

Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah. Yogyakarta: Ekonisia, 2004.

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Depok, Gema Insani ,2001.

Peraturan Menteri Keuangan No 84/PMK.012/2006, Tentang Perusahaan Pembiayaan.

Prof.Dr.H. Hadari Nawawi,Manajemen strategik organisasi non profit bidang pemerintahan dengan ilustrasi dibidan pendidikan. Yogyakarta:Gadjah mada university press, 2000.

84

Prof. Dr. H. Veithzal Rifai,S.E., M.M., M.B.A. dan Rifki Ismail, S.E., M.Ec. , Ph. D., Islamic Risk Management For Islamic Bank Jakarta, Gramedia pustaka utama, 2013.

Taktik Suryani, Perilaku Konsumen Implikasi pada strategi pemasaran .Yogyakarta , graha ilmu 2008.

Tariqullah Khan dan Habib Ahmed, Manajemen risiko lembaga keuangan syariah, Jakarta: Bumi aksara, 2008.

Tim Pengembangan Perbankan Syariah: Institut Bankir Indonesia, Konsep, Produk dan Implementasi Operasional Bank Syariah. Jakarta: Djambatan, 2001.

Wiroso, Jual Beli Murabahah. Yogyakarta: UII Press, Vol, 1. 2005.

Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet,2006.

Zulkifli Sunarto, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah. Jakarta: Zikrul Hakim. 2003.

Zulkifli Sutarno, “Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah”, Jakarta: Zikrul Hakim, 2003.

http://bankirnews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=103 http://freyacatatanku.blogspot.com/2013/01/pembiayaan-dalam

kendaraan bermotor” (Studi pada Bank Muamalat Cabang Kupang , Provinsi Nusa Tenggara Timur).

Pertanyaan

1. Bagaimana sejarah awal BMI cabang Kupang berdiri? Jawab:

Bank Muamalat cabang Kupang. BMI hadir di Kota Kupang Sejak 09 September 2006. Bank Muamalat ini telah diresmikan oleh gubernur Nusa Tenggara Timur yang menjabat pada tahun tersebut yaitu Piet Alexander Tallo, SH. Modal awal pembukaan cabang sebesar 1 Miliar rupiah dan Jumlah karyawan atau kru adalah 33 orang termasuk pimpinan cabang serta banking staff dan non banking staff. BMI cabang Kupang mempunyai 1 (satu) kantor cabang yang beralamat di Jln. Soekarno No.27 Fontein Kupang, NTT (Nusa Tenggara Timur).

2. Bagaimana persyaratan yang diberikan pihak BMI terdahap calon nasabah pembiayaan Murabahah pada pembiayaan Kendaraan bermotor?

Jawab:

Mengisi permohonan pembiayaan untuk individu, Fotocopy Ktp dan Kartu Keluarga, Fotocopy NPWP untuk plafond pembiayaan diatas Rp 100 juta, Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah), Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan), Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statment giro 3 bulan terakhir, Laporan keuangan atau

laporan usaha (untuk wiraswasta dan profesional), Fotocopy dokumen atau Informasi Kendaraan yang akan dibeli.

3. Berapa besaran dana yang dikeluarkan untuk pembiayaan Murabahah

pada pembiayaan Kendaraan bermotor? Jawab:

Pembiayaan pada sektor riil ini Bank Muamalat Indonesia memberikan hingga Rp. 25 Milliar, dan batas minimum pembiayaan Rp. 100 juta. 4. Berapa lama jangka waktu pembiayaan yang diberikan BMI untuk

pembiayaan Murabahah pada pembiayaan Kendaraan bermotor? Jawab:

Pembiayaan murabahah apabila nasabah mengambil pembiayaan 5 tahun

margin 13 % pembiayaan 10 tahun margin 14% dam pembiayaan 15 tahun

margin 15%.

5. Pada pembiayaan Murabahah apakah ada spesifikasi peruntukannya pembiayaan kepada calon nasabah?

Jawab:

Pegawai Swasta, Pegawai Negeri dan pengusaha

6. Faktor-Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pembiayaan yang bermasalah?

a. Faktor dari debitur ini, bisa disebut juga faktor dari nasabah itu sendiri, dalam hal ini dijelaskan bahwa setiap nasabah atau debitur memiliki kualitas dan karakter yang berbeda antara satu nasabah dengan nasabah lainnya.

b. Faktor Double Financing, atau peminjaman yang diajukan langsung ke dua bank atau lebih. Sebagai contoh Pegawai Negeri Sipil atau PNS

produktif, namum usaha yang diajukan mendapat masalah atau macet ditengah jalan.

d. Faktor penyalahgunaan pembiayaan, hal ini terjadi dimana nasabah yang melakukan pembiayaan untuk usaha produktif namun dipakai untuk pembiayaan konsumtif.

7. Bagaimana langkah yang dilakukan BMI apabila dalam pembiayaan

Murabahah terjadi gagal bayar? Jawab:

a. Call 1, lancar, Nasabah masih membayar cicilan angsuran hanya saja tidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

b. Call 2, kurang lancar, nasabah menuggak pembayaran angsuran selama 1-2 bulan. Dalam call 2 ini pihak Bank Muamalat Indonesia memberikan surat peringantan 1 kepada nasabah.

c. Call 3, dalam perhatian, sudah terjadi keterlambatan selama 3-4 bulan. Pihak Bank Muamalat meberikan surat peringatan ke 2 dan pemanggilan kembali ke Bank Muamalat dan bank bertanya atas dasar apa terjadinya keterlambatan dan bank akan memberikan solusi yaitu dengan adanya retruktur, reschedule.

d. Call 4, perhatian khusus, nasabah melakukan eksekusi terhadap kendaraan bermotor yang dibeli nasabah atau bank memberikan keringanan kepada nasabah agar nasabah sendiri yang mejual

Kendaraannya dalam waktu 3 bulan. Apabila, selama 3 bulan tersebut nasabah tidak mampu menjualnya sendiri maka pihak Bank Muamalat yang akan menjualnya. Pada saat kendaraan sudah terjual maka uang tersebut akan dikurangi dengan jumlah sisa angsuran pembayaran nasabah apabila terdapat sisa maka uang tersebut akan dikembalikan kepada pihak nasabah.

e. Call 5, macet, sehingga bank melakukan penghapusan pembiayaan (right off) terhadap nasabah yang bermasalah.

8. Bagaimana penentuan margin dalam akad Murabahah? Jawab:

Berdasarkan jangka waktu yang akan diambil nasabah.

9. Asuransi seperti apa yang pihak BMI berikan kepada pembiayaan

Murabahah dan bagaimana spesifikasi asuransi ini? Jawab:

Asuransi jiwa yang diberikan kepada nasabah apabila terjadi insident seiring berjalannya pembiayaan nasabah meninggal dunia maka pembiayaan ini akan dilunasi oleh pihak asuransi.

10.Bagaimana menentukan uang muka dalam pembiayaan Murabahah? Jawab:

Untuk kedua pembiayaan ini minimal uang muka 10%, namun untuk

murabahah uang muka bisa 0% apabila nasabah memberikan jaminan lebih.

Jawab:

Untuk dispensasi atau potongan hanya ada pada pembiayaan murabahah

dimana nasabah hanya perlu membayar angsuran pokoknya saja tanpa harus membayar besaran margin,

Dokumen terkait