• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.ALUR PIKIR RISET BIDANG TIK

LITBANG DAN TEKNOLOGI

4.ALUR PIKIR RISET BIDANG TIK

menjadi 7 topik riset yaitu Telekomunikasi berbasis IP, Penyiaran Mulitimedia berbasis digital, Aplikasi perangkat lunak berbasis open source (Koswara, 2005), Framework/platform perangkat lunak berbasis open source (Koswara, 2006), Teknologi digital untuk industri kreatif, Piranti teknologi informasi dan komunikasi, Manusia dalam pengembangan, pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Tema prioritas tersebut masing-masing mempunyai sasaran sampai dengan 2025, Rencana capaiannya dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Sasaran Tema Riset

No. Tema Riset Capaian 2025

1 Infrastruktur

1.Telekomunikasi berbasis IP Perangkat dan sistem telekomunikasi berbasis IP yang terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan rakyat serta kondisi alam Indonesia.

2.Penyiaran Myltimedia Berbasis Digital

1.Perangkat dan sistem penyiaran multimedia berbasis digital yang diproduksi industri dalam negeri.

2.Migrasi dari siaran analog ke digital oleh lembaga penyiaran dan masyarakat. 2 Aplikasi (Layanan)

1. Aplikasi Perangkat Lunak Berbasis Open Source

Kemandirian, kreatifitas dan inovasi perangkat lunak berbasis open source untuk public services, health care, education dan small medium

enterprise (UKM). 2. Framework/Platform

Perangkat Lunak Berbasis Open Source

Tersedianya berbagai application framework, development platform, repository yang berkualitas untuk perangkat lunak berbabasis open source 3 Konten

1. Teknologi Digital untuk Industri Kreatif

Kemandirian dan inovasi industri kretif berbasis digital untuk preservasi sistem nilai dan warisan budaya nasional.

4 Device

1. Piranti TIK Penyediaan piranti dan komponen pendukung maupun piranti-piranti khusus untuk pemanfaatan TIK fokus ke bidang pangan, energi dan

transportasi. 5 Manusia TIK

1. Manusia Dalam

Pengembangan Pendayagunaan Teknologi Informasi dan

Komunikasi

Masyarakat TIK yang informatif dan kreatif untuk menciptakan produk-produk yang inovatif.

4.ALUR PIKIR RISET BIDANG TIK

Alur pikir penelitian, pengembangan dan penerapan (litbangrap) Iptek di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat dilihat pada Gambar 1, dimulai dengan menjelaskan kondisi saat ini meliputi kebutuhan layanan TIK masyarakat meliputi kondisi

47 pasar layanan TIK, kondisi infrastruktur layanan, dan kondisi pasar TIK dunia; kondisi produksi peralatan layanan TIK nasional meliputi kondisi produksi peralatan TIK nasional, peta jaringan rantai produksi peralatan layanan, potensi pengembangan layanan, kegiatan layanan TIK yang ada saat ini, dan kegiatan layanan TIK dunia yang sedang menonjol; dan kondisi teknologi dan pengembangan TIK termasuk pasar global, meliputi kondisi teknologi produksi peralatan layanan TIK yang dipakai oleh produsen nasional; kondisi riset dalam negeri untuk mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi; kegiatan riset yang sudah, sedang berjalan dan sedang direncanakan, review teknologi informasi dan komunikasi yang paling frontier di dunia.

Kondisi awal ini dipakai sebagai titik tolak untuk menghitung kemajuan yang dicapai setiap tahun, sampai tahun 2025 atau merupakan kondisi yang diinginkan meiputi prediksi kebutuhan untuk layanan TK nasional, prediksi kebutuhan infrastruktur TIK nasional dan prediksi kebituhan TIK pasar dunia. Kondisi lain yang dinginkan adalah target produksi TIK nasional dan target riset pengembangan dan penerapan teknologi, meliputi pengembangan teknologi infrastruktur, pengembangan aplikasi dan layanan elektronika, pengembangan konten, peralatan hardware, pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan.

Akan terjadi delta atau gap dari kondisi yang ada ke kondisi yang diinginkan. Delta ini kemudian dianalisis. Dalam menganalisis dilihat kondisi framework, terdiri dari kondisi supra seperti SDM dan pendidikan, seperti kondisi SDM TIK, dukungan pendidikan dan infrastruktur khusus. Disamping itu, disampaikan kondisi perundang-undangan, kebijakan pemerintah di bidang TIK, dan kondisi lingkungan strategis internasional.

Hasil analisis framework digunakan untuk menentukan kebijakan dan roadmap dalam mencapai tujuan yang diinginkan, berupa rekomendasi kebijakan nasional; roadmap pengembangan produksi dan infrastruktur TIK terdiri dari roadmap industri telematika nasional 2010-2015 dan roadmap penyiaran TV digital. Salah satu roadmap yang terpenting yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian Riset dan Teknologi adalah roadmap pengembangan riset dan teknologi yang meliputi peta rencana riset TIK 2005-2025, arah kebijakan prioritas, pengembangan dan penelitian telekomunikasi berbasis internet protokol untuk masyarakat pedesaan, penembangan dan penelitian teknologi penyiaran berbasis digital, kajian regulasi untuk bidang TIK dan broadcasting, difusi dan pemanfaatan TIK untuk perangkat keras dan open source software, peningkatan kapasitas Iptek TIK untuk creative digital. Berbagai kegiatan yang dilakukan di bidnag TIK digunakan untuk mendukung program besar Kementrian Riset dan Teknologi berupa pengembangan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA).

48 Gambar 1 Alur Pikir Riset TIK

Kegiatan riset bidang fokus TIK yang dilaksanakan melalui program Insentif Riset tahun 2009 sebanyak 45 kegiatan. Pelaksananya berasal dari Perguruan Tinggi didominasi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB); dari Lembaga Penelitian Non Kementrian (LPNK) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Untuk tahun 2010 sebanyak 44 kegiatan. Pelaksananya berasal dari Perguruan Tinggi didominasi oleh ITB dan Universitas Indonesia (UI), dari LPNK didominasi oleh BPPT dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Terlihat bahwa ada sedikit penurunan jumlah kegiatan dari tahun 2009 ke 2010, sedangkan dominasi peleksana kegiatan riset hampir sama.

5. KESIMPULAN

Litbangrap bidang TIK diarahkan untuk mendukung masyarakat menuju knowledge-based society, sehingga masyarakat menjadi produktif, cerdas dan kreatif hal ini dapat mendukung percepatan program sistem inovasi nasional; mendukung pemerintah dalam penerapan program e-government, pada tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama agar roda pemerintahan dan layanan pemerintah dapat berjalan lancar, hemat dan transparan, beberapa pemerintah daerah/kota sudah melaksanakan kegiatan ini, seperti Pemkot Pekalongan, Pemda Jembrana, Sragen dan Kebumen;; mendukung pelayanan publik untuk menuju penerapan e-services; mendukung industri termasuk badan usaha milik negara untuk menuju industri yang berdaya saing global sehingga industri nasional dapat tumbuh berkembang; mendukung penelitian dan lembaganya menuju kelas dunia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prioritas utama kegiatan riset TIK meliputi bidang Infrastruktur yang terdiri dari telekomunikasi berbasis Internet Protocol dan penyiaran multimedia berbasis digital; aplikasi perangkat lunak dan framework atau flatform perangkat lunak berbasis open source, dimana Indonesia menjadi flagshipOSS untuk negara ASEAN; konten yang berupa teknologi data digital untuk industri kreatif, sejalan dengan program pengembangan ekonomi kreatif (Inpres

49 No.6, 2009); piranti untuk mendukung pengembangan TIK; dan sumber daya manusia untuk pengembangan dan pendayagunaan TIK.

Untuk mempunyai arah riset yang jelas, dibuat alur pikir litbangrap iptek di bidang TIK, dimulai dengan menjelaskan kondisi saat ini seperti kebutuhan layanan, kondisi pasar, kondisi infrastruktur layanan, kondisi produksi peralatan, peta jaringan rantai produksi, potensi pengembangan layanan, kegiatan layanan, kondisi teknologi dan pengembangannya, kegiatan riset. Seiring dengan semakin tingginya pemanfaatan TIK dalam berbagai sektor kehidupan, indikator pemanfaatan infrastruktur TIK seperti: penggunaan komputer (hardware, software), telepon tetap dan bergerak serta penggunaan internet menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, meskipun dari sisi penyebarannya masih terbatas pada wilayah perkotaan dan kawasan industri. Berdasarkan data pemanfaatan komputer di Indonesia, terlihat bahwa pertumbuhan penetrasi kepemilikan komputer baik yang berupa komputer personal (PC) maupun laptop untuk setiap rumah tangga meningkat.

Kondisi dan keadaan pasar infrastruktur telematika secara nasional dapat pula dilihat dari indikator penetrasi internet dari sisi pengguna dan pelanggan. Bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas komputer dan internet di rumah, keberadaan Warnet (warung internet) di desa/kelurahan sebagai unit wilayah administrasi terkecil sangat penting artinya. pengguna Warnet belum merata diseluruh wilayah Indonesia. Keadaan ini menunjukkan bahwa akses informasi masih sulit dilakukan masyarakat. Sehingga diperlukan riset yang mengarah pada produk telekomunikasi berbiaya murah dan terjangkau.

Arah litbangrap TIK perlu matriks program pengembangan dan penelitian telekomunikasi berbasis internet protocol untuk masyarakat pedesaan, teknologi penyiaran berbasis digital, regulasi untuk bidang teknologi informasi, komunikasi dan broadcasting, standardisasi, difusi dan pemanfaatan perangkat keras dan perangkat lunak berbasis open source software, dan peningkatan kapasitas untuk creative digital untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan sistem inovasi nasional dan daerah.

REFERENSI

DRN-RISTEK (2009), Pedoman Insentif Riset, Edisi 5, Jakarta: Dewan Riset Nasional-Kementrian Riset dan Teknologi;

BPPT (2009), Indikator TIK; Jakarta:Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; Inpres No 6 (2009) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif;

Inpres No. 6 (2001), Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia;

Koswara, E. (2005), Competitiveness Development and Innovation Strategy through IGOS (Indonesia, Go Open Source) Program. Regional Innovation Forum, Organized By Business Software Alliance (BSA). Putrajaya, Malaysia, November 22, 2005;

Koswara, E. (2006), Development of IGOS Program. Euro Southeast Asia 2006 Co-operation Forum on the Information Society, Shangri-La Hotel, Singapore, 19-23 June 2006;

Ristek (2006), Buku Putih Teknologi Informsi dan Komunikasi; Jakarta: Kementrian Riset dan Teknologi.

50

PERANAN PUSLIT BIOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PRODUKSI

JAMUR PANGAN DI INDONESIA