PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN
B. AMDAL - Andal
a) Definisi, fungsi, dan tujuan
Analisis dampak lingkungan hidup selanjutnya disebut Andal adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Fungsi pedoman penyusunan dokumen Andal Pedoman penyusunan Andal digunakan sebagai dasar penyusunan Andal.
Tujuan dan fungsi Andal disusun dengan tujuan untuk menyampaikan telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Hasil kajian dalam Andal berfungsi untuk memberikan pertimbangan guna pengambilan keputusan kelayakan atau ketidaklayakan dari rencana usaha dan/atau kegiatan yang diusulkan.
b) Muatan dokumen andal
35
Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1. Pendahuluan
Pendahuluan ini memuat ringkasan deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan, dampak penting hipotetik, batas wilayah studi dan batas waktu kajian berdasarkan hasil pelingkupan dalam kerangka acuan (termasuk bila ada alternatif-alternatif). Pada dasarnya berisikan info-info mengenai:
a. Ringkasan deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan PLTS;
Kesesuaian lokasi rencana/usaha
Deskripsi rencana usaha/kegiatan yang berpotensi menyebabkan dampak lingkungan (tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi).
b. Ringkasan dampak penting hipotetik PLTS yang ditelaah/dikaji
Setiap tahap kegiatan tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi dibuat ringkasan evaluasi dampak potensial.
c. Batas wilayah studi dan batas wilayah kajian PLTS
Batas wilayah studi (batas proyek, batas administratif, batas ekologis, batas sosial).
Batas waktu kajian
2. Deskripsi rinci rona lingkungan hidup awal
Komponen lingkungan terkena dampak penting rencana usaha dan/atau kegiatan (komponen/features lingkungan yang ada disekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan serta kondisi lingkungannya), yang pada dasarnya paling sedikit memuat:
1. Komponen lingkungan terkena dampak (komponen/features lingkungan yang ada disekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan serta kondisi lingkungannya), yang pada dasarnya paling sedikit memuat:
a) Komponen geo-fisik-kimia:
Iklim: meliputi data radiasi matahari, curah hujan, kecepatan dan arah angin, kelembapan relatif dan suhu udara dapat dilihat dari pengukuran mandiri atau lembaga terkait.
Kualitas udara: Mutu udara ambient adalah kadar zat, energi, dan atau komponen lain yang ada di udara bebas. Pencemaran udara
adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dari komponen lain kedalam udara ambient oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan udara ambient tidak dapat memenuhi fungsinya.
Kebisingan: Kebisingan diartikan sebagai bentuk suara yang tidak diinginkan atau yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya.
Kebisingan juga diartikan sebagai suara yang pada frekuensi dan besaran tertentu dapat mengganggu kenyamanan.
Geologi: Struktur geologi akan berbeda disetiap lokasi pembangunan PLTS, sehingga perlu melihat kondisi di lokasi PLTS.
Tanah: Secara fisik tanah terdiri atas campuran partikel anorganik, bahan organik yang melapuk, air dan udara. Partikel anorganik berupa bahan padatan yang terdiri atas kumpulan dari beberapa jenis mineral.
Air larian: permukaan tanah menuju ke sungai, danau dan lautan.
Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah ada yang langsung masuk ke dalam tanah atau disebut air infiltrasi. Sebagian lagi tidak sempat masuk ke dalam tanah dan oleh karenanya mengalir di atas permukaan tanah ke tempat yang lebih rendah. Ada juga bagian dari air hujan yang telah masuk ke dalam tanah, terutama pada tanah yang hampir atau telah jenuh, air tersebut ke luar ke permukaan tanah lagi dan lalu mengalir ke bagian yang lebih rendah. Aliran air permukaan yang disebut terakhir sering juga disebut air larian atau limpasan.
Erosi: Perhitungan tingkat bahaya erosi pada suatu wilayah atau lahan didasarkan pada perkiraan jumlah tanah hilang maksimum yang terjadi pada lahan atau volume sedimen yang dihasilkannya.
Kuaitas air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling penting, karena tanpa air berbagai proses tidak dapat berlangsung. Untuk mengetahui kualitas air diwilayah kegiatan dilakukan pengamatan dan pengukuran kualitas air berdasarkan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).
37
Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) b) Komponen biologi
Flora: vegetasi alamiah dan vegetasi budidaya
Fauna darat: jika PLTS dibangun di lingkungan hutan maka akan mempengaruhi fauna disekitarnya.
c) Komponen sosio-ekonomi-budaya
Perilaku dan persepsi masyarakat, padat istiadat, warisan budaya, jumlah dan kepadatan peduduk, mata pencaharian penduduk, kesempatan kerja dan berusaha, pendapatan masyarakat
d) Komponen kesehatan masyarakat.
Tingkat kualitas masyarakat, sanitasi, pusat layanan kesehatan.
3. Prakiraan dampak penting
Analisis prakiraan dampak penting pada dasarnya menghasilkan informasi mengenai besaran dan sifat penting dampak untuk setiap dampak penting hipotetik (DPH) yang dikaji. Karena itu dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal menguraikan hasil prakiraan secara cermat mengenai besaran dan sifat penting dampak untuk setiap dampak penting hipotetik (DPH) yang dikaji.
Perhitungan dan analisis prakiraan dampak penting hipotetik tersebut menggunakan metode prakiraan dampak yang tercantum dalam kerangka acuan. Metode prakiraan dampak penting menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau internasional di berbagai literatur yang sesuai dengan kaidah ilmiah metode prakiraan dampak penting dalam Amdal.
Besaran dan sifat penting dampak untuk masing-masing DPH mengacu kepada UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal- hal yang perlu dicantumkan adalah sebagai berikut:
Jumlah manusia yang terkena dampak
Luas wilayah penyebaran dampak
Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
Sifat kumulatif dampak
Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
Kriteria lain sesuai ilmu dan teknologi
4. Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan
Dalam bagian ini, pada dasarnya penyusun dokumen Amdal menguraikan hasil evaluasi atau telaahan keterkaitan dan interaksi seluruh dampak penting hipotetik (DPH) dalam rangka penentuan karakteristik dampak rencana usaha dan/atau kegiatan secara total terhadap lingkungan hidup. Dalam melakukan evaluasi secara holistik terhadap DPH tersebut, penyusun dokumen Amdal menggunakan metode evaluasi dampak yang tercantum dalam kerangka acuan.
Identifikasi dampak dan mengevaluasi dampak penting dan dilanjutkan dengan prediksi besaran dan sifat penting pada tahap (tahap pra konstruksi, tapak konstruksi, tahap operasi, dan tahap pasca operasi).
Wilayah yang perlu mendapatkan perhatian/ wilayah yang menerima dampak.
Arahan pengelolaan lingkungan/ seluruh kegiatan yang terkena dampak (pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi, pendekatan institusi, SOP).
Kesimpulan kelayakan lingkungan dari pemrakarsa.
5. Daftar pustaka
Menuliskan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan dokumen Andal.
6. Lampiran
Pada bagian lampiran, penyusun dokumen Andal dapat melampirkan hal-hal sebagai berikut:
Surat Persetujuan Kesepakatan Kerangka Acuan atau Pernyataan Kelengkapan Administrasi Dokumen Kerangka Acuan.
Data dan informasi rinci mengenai rona lingkungan hidup, antara lain berupa tabel, data, grafik, foto rona lingkungan hidup, jika diperlukan.
Ringkasan dasar-dasar teori, asumsi-asumsi yang digunakan, tata cara, rincian proses dan hasil perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam prakiraan dampak.
39
Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Ringkasan dasar-dasar teori, asumsi-asumsi yang digunakan, tata cara, rincian proses dan hasil perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan.
Data dan informasi lain yang dianggap perlu atau relevan.
C. AMDAL- RKL-RPL