• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI DAMPAK DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Identifikasi dampak lingkungan adalah pengenalan terhadap penyebab dampak dan komponen yang diduga terkena dampak dari suatu aktifitas/proyek yang dilaksanakan.

Identifikasi dampak yang merupakan awal dari proses analisis dampak mempunyai kedudukan yang sangat menentukan. Baik buruknya atau tajam tidaknya kajian dampak lingkungan bergantung pada identifikasi dampak sehingga memerlukan banyak diskusi dengan para ahli maupun stakeholder.

Identifikasi dampak umumnya difokuskan pada kegiatan suatu usaha atau proyek yang diperkirakan akan menjadi sumber dampak serta komponen-komponen/parameter-parameter lingkungan yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana kegiatan/usaha/proyek. Penyebab dampak atau sumber perubahan lingkungan harus ditetapkan saat proses identifikasi terutama pada tahapan atau proses yang terjadi pada komponen lingkungan yang terkena dampak. Selanjutnya dilakukan upaya penanganan dampak lingkungan baik berupa upaya pencegahan, penanggulangan maupun pengendalian. Upaya-upaya ini diarahkan agar dapat mengurangi dampak yang bersifat negatif serta mengembalikan dampak-dampak yang bersifat positif.

Kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya juga tidak terlepas dari aktifitas yang memberikan dampak lingkungan. Akan tetapi, dampak-dampak yang ditimbulkan dalam setiap tahapan mulai dari perencanaan sampai tahapan pasca operasi telah diidentifikasi dan secara umum dijelaskan pada Tabel 4. Masing-masing kegiatan diidentifikasi jenis dampaknya untuk dilakukan upaya pengelolaan serta pemantauan pada setiap aktifitas yang umumnya dilakukan secara berkala setiap 6 (enam) bulan. Tabel 4 menjelaskan secara umum mengenai identifikasi dampak dan bentuk pengelolaan serta periode pemantauan lingkungan di sekitar PLTS. Aktifitas lain yang berlum teridentifikasi dalam kegiatan pembangunan dan pemanfatan PLTS pada Tabel 4 dapat ditambahkan sesuai dengan kondisi/aktifitas masing-masing tahapan.

57

Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Tabel 4 – Identifikasi dampak dan bentuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan PLTS

NO KEGIATAN JENIS DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN UPAYA

PEMANTAUAN KETERANGAN TAHAP PRA-KONSTRUKSI

1 Survei kesiapan lokasi (topografi, hidrologi, masyarakat sekitar yang disampaikan pada saat sosialisasi rencana kegiatan.

2. Menyediakan fasilitas pusat informasi dan posko pengaduan untuk menerima masukan dan keluhan dari masyarakat sekitar terkait dengan pelaksanaan kegiatan.

3. Menjalin komunikasi yang harmonis serta menjaga kemitraan dengan masyarakat sekitar untuk memudahkan keberlanjutan proyek.

4. Selalu melakukan koordinasi dan penyampaian informasi yang tepat terkait rencana kegiatan dalam setiap tahapannya dengan melibatkan aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat sehingga terbentuk komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik antara pihak pemrakarsa kegiatan dengan masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan.

Dilakukan selama

2 Pengadaan lahan dan peruntukannya

Sosialisasi pada masyarakat yang lahannya akan dibebaskan untuk PLTS sesuai UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan tanah bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

3 Sosialisasi Persepsi masyarakat 1. Mengakomodir saran dan tanggapan dari masyarakat sekitar yang disampaikan pada saat sosialisasi rencana kegiatan.

2. Menyediakan fasilitas pusat informasi dan posko pengaduan untuk menerima masukan dan keluhan dari masyarakat sekitar terkait dengan pelaksanaan kegiatan.

3. Menjalin komunikasi yang harmonis serta menjaga kemitraan dengan masyarakat sekitar untuk memudahkan keberlanjutan proyek.

4. Selalu melakukan koordinasi dan penyampaian informasi yang tepat terkait rencana kegiatan dalam setiap tahapannya dengan melibatkan aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat sehingga terbentuk komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik antara pihak pemrakarsa kegiatan dengan masyarakat di sekitar lokasi rencana kegiatan.

Dilakukan selama 1 Perekrutan Tenaga

Kerja Persepsi masyarakat 1. Memprioritaskan dan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan melalui kontraktor terkait.

2. Mensyaratkan kontraktor dan sub-kontraktor untuk melakukan sosialisasi mengenai kesempatan kerja sebagai tenaga kerja konstruksi; jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, persyaratan yang dibutuhkan, dan mekanisme penerimaan.

3. Melakukan Sosialisasi penerimaan tenaga kerja dengan dilakukan bekerja sama dengan kepala desa/lurah.

59

Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2 Pembuatan dan menggunakan teknik konstruksi yang benar sehingga tingkat kebisingannya rendah.

2. Tidak ada kegiatan konstruksi antara jam 22.00-05.00 (jam istirahat malam) kecuali keadaan tertentu yang mengharuskan dilakukan pada malam hari. Dengan berkoordinasi dengan kelurahan/desa dan masyarakat sekitar kegiatan konstruksi.

Penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan

1. Mengatur kecepatan kendaraan pengangkut material dan kendaraan proyek lainnya dengan kecepatan <40 km/jam saat melewati daerah permukiman penduduk yang dapat mereduksi kebisingan hingga 5 dBA.

2. Melakukan perawatan berkala pada peralatan konstruksi dan kendaraan pengangkut material dan kendaraan proyek lainnya untuk mengurangi kebisingan mesin peralatan dan kendaraan.

3. Membatasi jadwal mobilisasi hingga sore hari untuk mencegah kebisingan di malam hari di lingkungan permukiman pada saat waktu istirahat.

4. Menggunakan kendaraan proyek yang memiliki kelayakan teknis operasional berdasarkan hasil uji kelaikan.

5. Menyediakan fasilitas pusat informasi dan posko pengaduan untuk menerima masukan dan keluhan dari masyarakat sekitar terkait dengan pelaksanaan kegiatan di lokasi kegiatan

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap konstruksi

6. Koordinasi dan pemberitahuan kepada Kepala Desa dan Camat serta instansi terkait selama berlangsungnya pelaksanaan kegiatan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

4 Penyiapan/pematangan

Pencemaran udara, tanah, dan air

1. Melakukan pembersihan lahan hanya pada lahan proyek.

2. Melakukan identifikasi dan inventarisasi jenis tumbuhan sebelum melakukan pembersihan lahan.

3. Melaksanakan penghijauan pada lahan terbuka disekitar areal proyek.

4. Tidak melakukan penebangan pohon jika tidak diperlukan, khususnya pada areal terganggu.

5. Menyediakan septic tank di basecamp.

6. Melakukan penyedotan septic tank secara berkala oleh pihak ke-3 apabila septic tank dalam keadaan penuh.

7. Melakukan penyiraman di sekitar tapak proyek, khususnya pada area yang berdekatan dengan masyarakat atau di area terdekat dengan pemukiman.

8. Pemasangan pagar pembatas proyek di area yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.

9. Mempersyaratkan kepada kontraktor untuk menggunakan kendaraan/alat berat yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Dilakukan selama

61

Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Penurunan kualitas udara, air, dan tanah

2. Melakukan identifikasi dan inventarisasi jenis tumbuhan sebelum melakukan pembersihan lahan.

3. Melaksanakan penghijauan pada lahan terbuka disekitar areal proyek.

4. Tidak melakukan penebangan pohon jika tidak diperlukan, khususnya pada areal terganggu.

5. Menyediakan septic tank di basecamp

6. Melakukan penyedotan septic tank secara berkala oleh pihak ke-3 apabila septic tank dalam keadaan penuh.

7. Melakukan penyiraman di sekitar tapak proyek, khususnya pada area yang berdekatan dengan masyarakat atau di area terdekat dengan pemukiman.

8. Pemasangan pagar pembatas proyek di area yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.

9. Mempersyaratkan kepada kontraktor untuk menggunakan kendaraan/alat berat yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).

kegiatan pada tahap

2. Melakukan identifikasi dan inventarisasi jenis tumbuhan sebelum melakukan pembersihan lahan.

3. Melaksanakan penghijauan pada lahan terbuka disekitar areal proyek.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap konstruksi

Gangguan

keanekaragaman hayati

4. Tidak melakukan penebangan pohon jika tidak diperlukan, khususnya pada areal terganggu.

5. Menyediakan septic tank di basecamp.

6. Melakukan penyedotan septic tank secara berkala oleh pihak ke-3 apabila septic tank dalam keadaan penuh.

7. Melakukan penyiraman di sekitar tapak proyek, khususnya pada area yang berdekatan dengan masyarakat atau di area terdekat dengan pemukiman.

8. Pemasangan pagar pembatas proyek di area yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.

9. Mempersyaratkan kepada kontraktor untuk menggunakan kendaraan/alat berat yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).

10. Melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan melalui program CD bidang kesehatan masyarakat, termasuk vector penyakit malaria.

11. Terlibat aktif dalam tanggap darurat bidang kesehatan masyarakat.

TAHAP OPERASI

1 Rekrutmen tenaga kerja Persepsi masyarakat 1. Memprioritaskan dan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan melalui kontraktor terkait.

2. Mensyaratkan kontraktor dan sub-kontraktor untuk melakukan sosialisasi mengenai kesempatan kerja sebagai tenaga kerja

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap operasi dan pelaporan setiap 6 (enam) bulan sekali atau setiap semester

63

Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) konstruksi; jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, persyaratan yang dibutuhkan, dan mekanisme penerimaan.

3. Melakukan Sosialisasi penerimaan tenaga kerja dengan dilakukan bekerja sama dengan kepala desa/lurah.

2 Pengoperasian

pembangkit Kemungkinan kebakaran akibat

1. Menyiapkan IPAL Domestik.

2. Menyiapkan TPS sampah padat

3. Melakukan pemilahan sampahberdasarkan jenisnya, organik, anorganik.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap operasi

3 Pemeliharaan baterai Kemungkinan kebakaran akibat kegagalan sistem

Pencemaran akibat tumpahan cairan elektrolit baterai dan limbah baterai

1. Menyiapkan dan mengurus izin TPS Limbah B3.

2. Melakukan koordinasi dengan pihak ketiga pengumpul limbah b3 berizin untuk pengumpulan limbah b3.

pembangkit Peningkatan

Limbah B3 1. Menyiapkan dan mengurus izin TPS limbah B3.

2. Melakukan koordinasi dengan pihak ketiga pengumpul limbah b3 berizin untuk pengumpulan limbah b3.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap operasi

5 Pengelolaan sistem

sanitasi lingkungan Persepsi

masyarakat 1. Menyiapkan IPAL domestic.

2. Menyiapkan TPS sampah padat.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap operasi

TAHAP PASCA OPERASI 1 Pemutusan hubungan

kerja Sumber penghasilan

dan pendapatan masyarakat

1. Melakukan sosialisasi pemutusan tenaga kerja dengan dilakukan bekerja sama dengan kepala desa/lurah.

2. Memberikan pesangon kepada tenaga kerja yang diputus kontraknya.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap pasca operasi

2 Pembongkaran sisa

PLTS Penumpukan limbah

sampah, sipil maupun sisa material PLTS

1. Menyiapkan TPS sampah padat.

2. Melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, organik, anorganik.

3. Menyiapkan dan mengurus izin TPS limbah B3.

Dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pada tahap pasca operasi

65

Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

BAB VII

PERHITUNGAN

NILAI PENURUNAN EMISI CO

2

Dokumen terkait