• Tidak ada hasil yang ditemukan

66 anak Atau

Dalam dokumen LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015 (Halaman 49-53)

126/100.000 KH

33 kasus

atau

114,73/100.000 KH

29 kasus

atau

100,6/

100.000KH

AKB 348 kasus

atau

12,4 / 1000 KH

258 kasus

atau

8,96/1000 KH

243 kasus

atau

8,4 /1000KH

GIZI

BURUK 88 anak atau

0,07%

72 anak

atau

0,056%

66 anak

Atau

0,051%

UHH 69,89/tahun 69,89/tahun 69,89/tahun

Tabel 3.6 Rencana dan Realisasi Sasaran Kualitas Kesehatan Masyarakat

Indikator Capaian 2014

2015

Target Realisasi Realisasi % Angka kematian ibu (per

100.000 KH ) 114 102/100.000 KH 106/100.000 KH 98,6 Angka kelangsungan

hidup bayi (%) 90 95 99 104,2

Angka kematian bayi (per

1.000 KH) 9,04 8,6 8,43 102,4

Angka harapan hidup

(Tahun) 69,89 70 69,89 99,9

Persentase balita gizi

buruk (%) 0,056 0,13 0.051 392

4. Sasaran Pendapatan Masyarakat Meningkat

Peningkatan pendapat merupakan salah satu penanda keberhasilan pembangunan, terutama dari sisi ekonomi. Pendapatan juga menggambarkan manfaat terhadap akses pembangunan telah dirasakan oleh warga. Pendapat masyarakat bisa dilihat pertumbuhan ekonomi. Dari tabel 3.4 nampak, bahwa realisasi capaian belum sesuai target RPJMD 2015, karena ada cara penghitungan yang berubah dan juga faktor eksternal. Akibat adanya penyesuaian dasar perhitungan PDRB menggunakan Tahun Dasar 2010 : Level PDRB Kab.

LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015

41 Banyumas lebih besar 2x lipat, struktur ekonomi berubah dari agraris menjadi industrialis dan Pertumbuhan Ekonomi mengalami koreksi. Di samping itu, perekonomian nasional secara umum sedang mengalami pelambatan pertumbuhan, sehingga berimbas langsung pada pelambatan perekonomian di tingkat regional.

Tabel 3.7 Target dan Realisasi Pertumbuhan Kab. Banyumas Ekonomi Tahun 2012 - 2014 Pertumbuhan Ekonomi

2012 2013 2014

Target 5,97 6,0 6,05

Realisasi 5,97 6,71 4,78

Gambar 3.10 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banyumas 2012 - 2014

Realisasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas tahun 2014 mengalami pelambatan hingga 4,78. Hal ini disebabkan penghitungan pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2014 menggunakan metode SNA yaitu menggunakan pendekatan pengukuran PDRB tahun dasar 2010. Apabila tetap menggunakan metode sebagaimana penetapan target RPJMD yaitu dengan menggunakan pendekatan pengukuran PDRB tahun dasar 2000, maka angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas tahun 2014 sebesar 6,8 atau melebihi target sebesar 6,5.

5. Sasaran Meningkatnya Ketahanan Pangan

Sebagai kebutuhan primer, penanganan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah kabupaten.Tak hanya itu, dengan mayoritas warga bekerja di sektor pangan, peningkatan sektor pangan juga merupakan penggerak utama peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah. Dari dua indikator, yakni (1) ketersediaan energi dan protein per kapita dan (2)penguatan cadangan pangan, nampak bahwa semua target RPJMD pada 2015 tercapai, bahkan indikator ketersediaan energi dan protein per kapita melebihi target (104,7% realisasi). Pencapaian target ini bermakna bahwa produksi bahan pangan baik hewani maupun nabati serta bahan pangan lainnya dari hasil industri (seperti garam dan bumbu lainnya) mampu menyediakan energi bagi masyarakat Kabupaten Banyumas untuk dikonsumsi sebesar 2.200 kkal per kapita per hari dan protein sebesar 57gram/kapita/hari. Data ketersediaan energi dan protein per kapita per hari Kabupaten Banyumas sebagai berikut : 0 1 2 3 4 5 6 7 8 2012 2013 2014 Target Realisasi

LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015

42 Tabel 3.8 Data ketersediaan energi dan protein per kapita per hari Kabupaten Banyumas Tahun

2013 – 2015

No Bahan Jenis

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Energ i/hari % Protei n % Energi/hari % Protei n % Energi/hari % Protei n % Gr/ha ri Gr/hari Gr/hari 1. Padi-padian 1.444 62,63 26,14 55,75 1.513 63,71 27,44 56,95 1.546 64,55 26,14 55,28 2. Makanan berpati 187 8,12 1,55 3,31 187 7,89 1,55 3,22 187 7,82 1,55 3,28 3. Gula 344 14,91 2,67 5,70 344 14,47 2,67 5,55 323 13,49 2,67 5,65 4. Buah/bi ji bermin yak 56 2,44 4,45 9,49 56 2,37 4,45 9,24 56 2,35 4,45 9,41 5. Buah-buahan 27 1,17 0,31 0,66 27 1,13 0,31 0,65 29 1,21 0,41 0,87 6. Sayur-sayuran 28 1,22 2,28 4,86 28 1,19 2,28 4,73 30 1,25 2,58 5,45 7. Daging 52 2,25 4,34 9,27 52 2,19 4,34 9,02 55 2,30 4,34 9,19 8. Telur 35 1,51 2,74 5,84 35 1,46 2,74 5,68 36 1,50 2,74 5,79 9. Susu 0,79 0,03 0,16 0,34 1 0,03 0,16 0,33 1 0,03 0,16 0,34 10. Ikan 14 0,61 2,10 4,49 14 0,59 2,10 4,37 14 0,58 2,10 4,45 11. Minyak dan lemak 118 5,11 0,14 0,29 118 4,96 0,14 0,28 118 4,92 0,14 0,29 Jumlah total 2.306 100 47 100 2.375 100 48 100 2.395 100 47 100

Pencapaian energi sebesar itu mampu digunakan oleh penduduk untuk hidup sehat dan produktif sehari-hari. Hanya saja proporsi energi tersebut masih didominasi dari padi-padian, sedangkan dari bahan pangan lain masih belum meningkat proporsinya. Oleh karena itu pada tahun yang akan datang, semestinya sudah diatur tentang produksi padi yang tetap menjamin surplus tetapi hanya menyumbang maksimal 50% dari pencapaian energi yang dikonsumsi. Produksi bahan pangan lain terutama sayuran, buah-buahan, ikan dan daging juga mestinya ditingkatkan, karena pencapaian ketersediaan protein belum seimbang antara protein nabati dan hewani.

Ke depan, pencapaian target ketersediaan energi dan protein akan dilakukan dengan lebih meningkatkan koordinasi lintas sektoral terutama yang membidangi produksi baik padi, palawija, sayuran, buah-buahan, pangan hewani maupun hasil industri berbasis pangan.

Tabel 3.9 Rencana dan Realisasi Sasaran Meningkatnya Ketahanan Pangan

Indikator Capaian 2014

2015

Target Realisasi % Realisasi Ketersediaan energi dan

LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015

43 Penguatan cadangan

pangan (%) 50 60 60 100

Penguatan cadangan pangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dilakukan melalui beberapa kegiatan, antara lain penguatan lumbung pangan masyarakat (LPM), penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM), dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah (CPPD). LPM sampai akhir tahun 2015 telah mencapai jumlah 24 unit sedangkan LDPM yang sudah diberdayakan sebanyak 13 unit. Masing-masing LPM telah mendapatkan penguatan kelembagaan melalui bantuan gabah dan atau bangunan fisik lumbung, sedangkan LDPM yang sudah diberdayakan telah mendapatkan penguatan kelembagaan berupa bantuan pembuatan fisik gudang dan bansos distribusi dan pengolahan gabah/beras. CPPD di Kabupaten Banyumas telah memiliki gudang berkapasitas 100 ton, tetapi sampai saat ini belum pernah dilakukan pengisian gudang CPPD tersebut. CPPD padahal berfungsi dalam penyediaan stok beras bagi kondisi rawan pangan baik kronis maupun transien.

Tabel 3.10 Jumlah Cadangan Pangan di Kab. Banyumas Tahun 2013 - 2015

Jumlah Cadangan Pangan di Kabupaten Banyumas

Item 2013 2014 2015

1 Produksi gabah (GKG) (ton) 355.097 362.690 381.092

2 Produksi beras (ton) 222.788 227.552 239.097

3

Penjualan ke luar daerah (ton) 0 0 0

Jml beras stl penjualan (ton) 222.788 227.552 239.097

4

Pembelian beras dari luar daerah

(ton) 0 0 0

Jumlah beras stl pembelian (ton) 222.788 227.552 239.097

5

Selisih stok awal - stok akhir di

Dolog Kab/Kota (ton) 0 0 0

Jumlah persediaan beras (ton) 222.788 227.552 239.097

6

Kecukupan konsumsi

beras/kapita/hari (gram) 362 362 362

Jumlah penduduk (jiwa) 1.568.186 1.582.602 1.603.037 Total konsumsi beras per tahun

(ton) 207.001 208.903 211.601

7

Jumlah Kecukupan Cadangan

Beras/Tahun (ton) 15.787 18.648 27.496

Jumlah Kecukupan Cadangan

LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015

44 Untuk memperkuat penguatan cadangan pangan, akan ditingkatkan aksi terpadu, baik oleh masyarakat (cadangan pangan masyarakat di Lumbung dan LDPM), cadangan pangan pemerintah desa (CPPD) dan cadangan pangan pemerintah kabupaten.

6. Sasaran Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Meningkat

Wajah perekonomian masyarakat akan nampak pada geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Semakin besar tingkat kewirausahaan sebuah masyarakat, semakin tinggi tingkat kemandirian ekonominya. Beberapa indikator yang menunjukkan progres UMKM, seperti persentase koperasi aktif, ekspor bersih perdagangan, dan pertumbuhan industri kecil, menunjukkan capaian positif. Semua target pada tahun 2015 sebagaimana ditentukan dalam RPJMD tercapa, bahkan lebih. Realisasi capaian tertinggi ada pada ekspor bersih perdagangan (122,7%)

Tabel 3.11 Rencana dan Realisasi Sasaran Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Meningkat

Indikator Capaian 2014

2015

Target Realisasi % Realisasi

Persentase koperasi aktif (%) 75,9 71 76.72 108

Ekspor Bersih Perdagangan

(US $) 21.229.327 19.700.000 24.181.103 122,7

Pertumbuhan Industri kecil

(buah) 2091 2097 2102 100,2

Dilihat dari persentase koperasi aktif, memang ada peningkatan signifikan dari tahun 2013 ke tahun 2014, namun kemudian mengalami penurunan pada tahun 2015. Hal ini dikarenakan pada tahun 2013 dilakukan pembinaan dan pembenahan koperasi tidak aktif, sehingga efeknya pada tahun 2104 terjadi peningkatan jumlah koperasi aktif. Sedangkan penurun pada tahun berikutnya, diakibatkan oleh kurang konsistennya koperasi dalam melaporkan kegiatan usaha ke Pemkab. Selain itu, keterbatasan SDM Pembina Koperasi juga mengakibatkan kurang efektifnya pembinaan pada koperasi.

Tabel 3.12 Data Koperasi di Kabupaten Banyumas Tahun 2011 - 2015

DATA KOPERASI DI KABUPATEN BANYUMAS

Dalam dokumen LKjIP KABUPATEN BANYUMAS 2015 (Halaman 49-53)

Dokumen terkait