• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN Meliputi simpulan dan saran

TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Intensitas

D. Anak Jalanan

1. Definisi Anak Jalanan

Definisi anak jalanan yang diterangkan di dalam

“Modul Pelatihan Pekerja Sosial” adalah anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya di jalan untuk mencari nafkah dan atau berkeliaran di tempat umum lainnya.54 Definisi lain dari anak jalanan yang dikemukakan oleh Lusk dalam Tesis Tandeng K.

Maryam, yang berjudul Pelaksanaan Program Peningkatan Kesejahteraan Anak di DKI Jakarta, bahwa yang dimaksud dengan anak jalanan ialah setiap anak laki-laki dan perempuan yang memanfaatkan jalanan dalam pandangan yang luas ditulis, meskipun tidak punya tempat tinggal sementara dan sumber kehidupan, dan tidak dilindungi, disupervisi atau diatur oleh orang dewasa yang bertanggung jawab.55

Jadi, setiap anak yang berada dijalan dan memang hidup dijalan dalam mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidupnya berasal dari jalan. Maka dapat

54 Badan Kesejahteraan Sosial Naional, (BKSN), Modul Pelatihan Pekerja Sosial Rumah Singgah, (Jakarta: Direktorat Kesejahteraan Anak, Keluarga Anak Terlantar dan Lanjut Usia , Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial, 2000),hlm. 23.

55 Abu Tandeng K. Maryam, Pelaksanaan Program Peningkatan Kesejahteraan Anak di DKI Jakarta, (Jakarta: FISIP UI, 2002), hlm. 34.

58

disebut sebagai anak jalanan. Anak jalanan yang berada dalam Panti Bina Remaja Sosial Taruna Jaya 2 Dinas Sosial DKI Jakarta ini merupakan anak jalanan yang berusia 16 hingga 40 tahun yang memang berada di jalan dan rata-rata tidak memiliki rumah untuk pulang.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Munculnya Anak Jalanan

Fenomena anak jalanan memang mejadi suatu hal yang belum dapat dihilangkan dari Indonesia. Urbanisasi yang tinggi, kemiskinan, kurangnya Pendidikan dan perlindungan dari orang tua menjadi salah satu alasan munculnya anak jalanan. Faktor-faktor fenomena munculnya masalah anak jalanan adalah sebagai berikut:

1. Kemiskinan

Kemiskinan selalu diasosiasikan dengan munculnya berbagai gejala sosial yang dianggap fatologis oleh masyarakat seperti gelandangan, pelacuran, dan tindakan kriminal lainnya. Sulitnya akses pada sumber daya dasar (sandang, papan, pangan) menyebabkan sekelompok masyarakat harus melakukan tindakan normatif (tidak sesuai prosedur) untuk memperoleh sumber daya tersebut.

2. Disfungsi Keluarga

Penelitian yang khusus mengacu pada anak-anak yang dikategorikan sebagai off the street oleh UNICEF,

59

menunjukkan bahwa motivasi mereka dijalanan bukanlah sekedar ekonomi. Kekerasan dan keretakan keluarga merupakan salah satu faktor menyebakan mereka turun kejalan. Jika dijalan mereka dapat berlari, dirumah mereka sering kali harus menerima saja saat dipukuli oleh orang-orang dewasa sekitarnya.56 Namun pada umumnya faktor dari munculnya anak jalanan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:57

a. Tingkat Mikro (Imadiate Causes)

Merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi anak dan keluarga, misalnya adanya ketidak harmonisan dalam keluarga, penolakan orang tua terhadap anak, dan adanya kekerasan dalam keluarga.

b. Tingkat Meso (Undelying Causes)

Merupakan faktor-faktor yang ada dimasyarakat yaitu tempat anak dan keluarga berada, misalnya anak yang ikut berimigrasi Bersama keluarganya dan tinggal di daerah-daerah kumuh.

c. Tingkat Makro (Basic Causes)

Merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan struktur makro dari masyarakat seperti ekonomi, politik dan budaya.

56 Mhd. Ridha Haykal Kamal, Program Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Rumah Singgah (Tesis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), (Jakarta: Universitas Indonesia, 2002), h. 21-23.

57 Maydian Werdiastuti, Kebutuhan Pendidikan Jalanan (Tesis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), (Jakarta: Universitas Indonesia, 2002), h. 30-31.

60 3. Klasifikasi Anak Jalanan

Dalam kehidupan anak jalanan juga memiliki klasifikasi umum, yakni sebagai berikut:58

1. Anak-anak yang hidup di jalan (children off the street) Adalah anak-anak yang tumbuh di jalanan dan seluruh waktunya dihabiskan dijalanan. Cirinya adalah biasanya tinggal dan bekerja di jalan, tidak memiliki rumah, dan jarang atau bahkan bertemu dengan keluarganya. Mereka umumnya berasal dari keluarga yang berkonflik dan mereka lebih sering berpindah-pindah tempat tinggal.

2. Anak-anak yang bekerja di jalan (children work on the street)

Adalah anak-anak yang menghabiskan waktu di jalan dan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Anak jalanan tersebut mempunyai kategori sebagai pekerja anak. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama masih berhubungan kuat dengan orang tua mereka sehingga memberikan hasil dari bekerja di jalanan dan kedua adalah mereka yang benar-benar sudah tidak tinggal bersama orang tua sehingga bekerja di jalan memang untuk kebutuhan individu itu ketika menjalani hidup di jalanan.

58Mhd. Ridha Haykal Kamal, Program Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Rumah Singgah (Tesis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), (Jakarta: Universitas Indonesia, 2002), h. 20.

61

3. Anak yang memiliki resiko tinggi (children at high risk) Adalah anak yang memiliki resiko tinggi untuk menjadi anak jalanan. Dimana mereka belum menjadi anak jalanan yang sesungguhnya, melainkan masih tinggal bersama orang tuanya. Kondisi ekonomi orang tua yang rentan sehingga suatu saat bisa menjadi anak jalanan.

4. Karakteristik Anak Jalanan

Menurut Asmawati anak jalanan memiliki karakterisitik yang dikelompokkan menjadi dua, sebagai berikut:59

1. Anak semi jalanan yang diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan mencari penghidupan di jalanan, tetapi tetap mempunyai hubungan dengan keluarga.

2. Anak jalanan murni yang diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan menjalani kehidupannya di jalan tanpa mempunyai hubungan dengan keluarganya.

Berdasarkan wawancara dengan Ibu Darmi selaku bagian pelayanan penerimaan anak jalanan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2 Dinas Sosial DKI Jakarta bahwa anak jalanan yang diterima di panti ini kebanyakan tidak mempunyai hubungan lagi dengan keluarganya, ada juga yang sampai tidak tahu alama

59 Herlina Astri, Kehidupan Anak Jalanan di Indonesia: Faktor Penyebab, Tatanan Hidup dan Kerentanan Berperilaku Menyimpang, Jurnal Masalah-Masalah Sosial, Vol 5 No 2 tahun 2014.

62

lengkap rumahnya karena sudah tidak berada di rumah sedari kecil.60

Dokumen terkait