4.1. Per hitungan Har ga Pokok Penjualan
Perusahaan atau pengembang disala, menentukan harga pokok produksinya menggunakan metode full costing. Biaya-biaya yang ada didalam produksi antara lain adalah biaya pengadaan lahan, biaya pembangunan/konstruksi dan biaya-biaya oprasional pengembang.
Saat ini lahan yang telah dibebaskan adalah lebih kurang 160.858 m2. Pembangunan ini dibagi untuk 3 jenis tipe perumahan yaitu perumahan tipe 30, tipe 36, dan tipe 45. Untuk tipe 30 sebanyak 797 unit, untuk tipe 36 sebanyak 235 unit,dan untuk tipe 45 sebanyak 135 unit.pemnbangunan perumahan ini dilaksanakan secara bertahap untuk setiap tahunnya. Pematangan tanah keseluruhan lahan dilakukan pada tahun 2009 dan pembangunan pertama dilakukan pada tahun 2010 dan berakhir pada tahun 2014.
Berdasarkan hasil penelitian dilapangan didapatkan informasi mengenai kebijaksanaan cara perhitungan harga pokok penjualan sebagai berikut :
4.1.1 Perhitungan Har ga Pokok Tanah
Pemakaian tanah dihitung dari luas tanah yang diperuntukan untuk
perumahan ditambah dengan beban tanah yang dipakai untuk fasilitas umum, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya.
Perhitungan harga pokok tanah dihitung berdasarkan harga pasar tanah mentah ditambah dengan harga satuan pematangan tanah serta biaya perijinan dan biaya overhead lainnya. Harga pengadaan tanah sesuai dengan biaya perolehannya dapat dilihat pada tabel 4.1. sebesar Rp 285.000,-/m2 dan biaya pematangan tanah sebesar Rp 7250,-/m2 (2008).
Tabel 4.1 Harga Perolehan Tanah dan Pematangan Tanah Tahun 2008
Keterangan Harga/m2
Pengadaan tanah Rp 285.000
Pematangan Tanah Rp 7.250
4.1.2. Evaluasi Harga Pokok Tanah
Pada harga pokok tanah, penulis memberikan tambahan nilai harga pokok tanah dengan menambahkan realisasi biaya inflasi yang terjadi selama tahun 2009 ke harga pokok tanah. Tingkat inflasi yang dipakai selama tahun pembangunan oleh penulis sebesar 10% pertahun. Inflasi yang terjadi akan meningkat nilai dari harga pokok tanah yang telah dibuat oleh pengembang. (Lihat Tabel 4.1).
Compound amount factor Compound interest factor : 10% Rumus = (1 + i)n Dimana : • i = inflasi 10% • n = tahun ke Tahun ke 1 : 1,1000 Tahun ke 2 : 1,2100 Tahun ke 3 : 1,3310 Tahun ke 4 : 1,4641 Tahun ke 5 : 1,6105 Tahun ke 6 : 1,7716 • Harga/m2 pengadaan lahan th. 2009
= Rp 285.000 x 1,1000 = Rp 313.500
• Harga/m2 pematangan tanah th 2009
= Harga/m2 pematangan tanah th 2008 x Compound amount factor = Rp. 7.250 x 1,1000
= Rp. 7.975
Tabel 4.2. Evaluasi Harga Pokok Tanah Tahun 2009 Inflasi 10% pertahun
Keterangan % Luas m2 Harga/m2 Harga perolehan
tanah Harga/m
2
Pengadaan Lahan 160.868 313.500 Rp.50.432.118.000 Pematangan Lahan 160.868 7.975 Rp.1.282.922.300
Notaris dan Perijinan 5 Rp.2.521.605.900
Overhead 5 Rp.2.521.605.900
Total Rp.56.758.252.100
Harga Pokok Rp.352.825
• Harga Pokok/m2 th 2009
= Harga Perolehan tanah Total : Luas Pengadaan Tanah = Rp.56.758.252.100 : 160.868
= Rp. 352.825
• Harga pokok Tanah tahun 2010
= Harga pokok th 2009 x Compound amound factor = Rp. 352.825 x 1,1000
= Rp. 388.107
• Harga pokok Tanah tahun 2011
= Rp. 352.825 x 1,2100 = Rp. 426.918
• Harga pokok Tanah tahun 2012
= Harga pokok tanah th 2009 x Compound amound factor = Rp. 352.825 x 1,331
= Rp. 469.610
• Harga pokok tanah tahun 2013
= Harga pokok tanah th 2009 x Compound amound factor = Rp. 352.825 x 1,4641
= Rp. 516.571
• Harga pokok tanah tahun 2014
= Harga pokok tanah th 2009 x Compound amound factor = Rp. 352.825 x 1,6105
= Rp. 568.224
4.2 Per hitungan Biaya Konstr uksi / Pembangunan
Biaya konstruksi / pembangunan dihitung berdasarkan jumlah biaya konstruksi bangunan yang direalisasikan untuk tiap unit perumahan. Biaya konstruksi bangunan dihitung berdasarkan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan dalam pembangunan tersebut. Biaya konstruksi bangunan tersebut dapat dilihat pada rencana anggaran yang dibuat oleh pengembang pada tahun 2009 (Tabel 4.3)
Tabel 4.3 Rencana anggaran biaya Konstruksi (2009)
Keterangan
Biaya Konstruksi / m2 Biaya
Konstuksi /m2 Type
30 36 45
Unit Pembangunan 797 235 135
Bangunan Dalam Pelaksanaan
1 Lantai Rp. 980.000 Rp. 1.350.000 Rp.1.675.000 Rp.1.335.000 4.2.1 Perhitungan Biaya Konstr uksi
Pada biaya konstruksi penulis memberikan tambahan nilai biaya konstruksi dengan menambahkam inflasi yang terjadi selama tahun 2009 kebiaya konstruksi. Tingkat inflasi yang digunakan penulis adalah 10% pertahun. Penambahan nilai akibat inflasi pada biaya konstruksi dihitung selama masa pekerjaan konstruksi. Perhitungan evaluasi dapat dilihat pada tabel 4.4 – 4.8.
(Lihat tabel 4.3).
Compound amount factor Compound interest factor : 10% Rumus = (1 + i)n Dimana : • i = inflasi 10% • n = tahun ke Tahun ke 1 : 1,1000 Tahun ke 2 : 1,2100 Tahun ke 3 : 1,3310 Tahun ke 4 : 1,4641 Tahun ke 5 : 1,6105
Tabel 4.4. Evaluasi biaya konstr uksi tahun 2010 Inflasi 10%
Keterangan
Biaya Konstruksi/m2 Type
Total biaya Total unit 30 36 Unit Pembangunan 142 18 160 Bangunan dalam pelaksanaan termasuk (IMB
1% dan jasa perancangan 1%)perlantai
Rp. 1.497.870 1 lantai Rp. 6.380.926.200 Rp. 970.619.760
Rp. 7.351.545.960
TOTAL Rp. 7.351.545.960
Biaya Konstruksi /m2 tahun 2010 = (Biaya konstruksi/m2 tahun 2009 x CAF) + IMB 1% (biaya konstruksi thn 2009 x CAF) + jasa perancangan 1%( Biy. Konstuksi x CAF)
Untuk 1 lantai = (Rp.1.335.000 x 1,100) + 1% (Rp.1.335.000 x 1,100) + 1% (Rp.1.335.000 x 1,100) = Rp. 1.497.870
Biaya pembangunan type 30 = Biaya konstruksi/m2 th 2010 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 142 unit = Rp. 1.497.870 x 30 x142
= Rp. 6.380.926.200
Biaya pembangunan type 36 = Biaya konstruksi/m2 th 2010 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 18 unit = Rp. 1.497.870 x 36 x 18
Tabel 4.5. Evaluasi biaya konstr uksi tahun 2011 Inflasi 10%
Keterangan
Biaya Konstruksi/m2 Type
Total biaya Total unit 30 36 Unit Pembangunan 153 23 176 Bangunan dalam pelaksanaan termasuk (IMB
1% dan jasa perancangan 1%)perlantai
Rp. 1.647.657 1 lantai Rp. 7.562.745.630 Rp. 1.364.259.996 Rp. 8.927.005.625
TOTAL Rp. 8.927.005.625
Biaya Konstruksi /m2 tahun 2011 = (Biaya konstruksi/m2 tahun 2009 x CAF) + IMB 1% (biaya konstruksi thn 2009 x CAF) + jasa perancangan 1%( Biy. Konstuksi x CAF)
Untuk 1 lantai = (Rp. 1.335.000 x 1,2100) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,2100) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,2100) = Rp. 1.647.657
Biaya pembangunan type 30 = Biaya konstruksi/m2 th 2011 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 153 unit = Rp. 1.647.657 x 30 x153
= Rp. 7.562.745.630
Biaya pembangunan type 36 = Biaya konstruksi/m2 th 2011 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 23 unit = Rp. 1.647.657 x 36 x 23
Tabel 4.5. Evaluasi biaya konstr uksi tahun 2012 Inflasi 10%
Keterangan
Biaya Konstruksi/m2 Type
Total biaya Total unit 30 36 45 Unit Pembangunan 195 136 29 360 Bangunan dalam pelaksanaan termasuk (IMB
1% dan jasa perancangan 1%)perlantai Rp. 1.812.423 1 lantai Rp. 10.602.674.550 Rp. 8.873.623.008 Rp. 2.365.212.015 Rp. 21.841.509.570 TOTAL Rp. 21.841509.570
Biaya Konstruksi /m2 tahun 2012 = (Biaya konstruksi/m2 tahun 2009 x CAF) + IMB 1% (biaya konstruksi thn 2009 x CAF) + jasa perancangan 1%( Biy. Konstuksi x CAF)
Unt uk 1 lant ai = (Rp. 1.335.000 x 1,3310) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,3310) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,3310) = Rp. 1.812.423
Biaya pembangunan t ype 30 = Biaya konst ruksi/ m2 t h 2012 x luas lant ai x jumlah unit Sebanyak 195 unit = Rp. 1.812.423 x 30 x195
= Rp. 10.602.674.550
Biaya pembangunan t ype 36 = Biaya konst ruksi/ m2 t h 2012 x luas lant ai x jumlah unit Sebanyak 136 unit = Rp. 1.812.423 x 36 x 136
= Rp. 8.873.623.008
Biaya pembangunan type 45 = Biaya konstruksi/m2 th 2012 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 29 unit = Rp. 1.812.423 x 45 x 29
Tabel 4.5. Evaluasi biaya konstr uksi tahun 2013 Inflasi 10%
Keterangan
Biaya Konstruksi/m2 Type
Total biaya Total unit 30 36 Unit Pembangunan 205 38 243 Bangunan dalam pelaksanaan termasuk (IMB
1% dan jasa perancangan 1%)perlantai
Rp. 1.993.664
1 lantai Rp. 12.261.033.600 Rp. 2.727.332.352 Rp. 14.988.365.950
TOTAL Rp. 14.988.365.950
Biaya Konstruksi /m2 tahun 2013 = (Biaya konstruksi/m2 tahun 2009 x CAF) + IMB 1% (biaya konstruksi thn 2009 x CAF) + jasa perancangan 1%( Biy. Konstuksi x CAF)
Untuk 1 lantai = (Rp. 1.335.000 x 1,4641) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,4641) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,4641)
= Rp. 1.993.664
Biaya pembangunan type 30 = Biaya konstruksi/m2 th 2013 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 205 unit = Rp. 1.993.664 x 30 x205
= Rp. 12.261.033.600
Biaya pembangunan type 36 = Biaya konstruksi/m2 th 2013 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 38 unit = Rp. 1.993.664x 36 x 38
Tabel 4.5. Evaluasi biaya konstr uksi tahun 2014 Inflasi 10%
Keterangan
Biaya Konstruksi/m2 Type
Total biaya Total unit 30 36 45 Unit Pembangunan 144 20 94 228 Bangunan dalam pelaksanaan termasuk (IMB
1% dan jasa perancangan 1%)perlantai Rp. 2.193.017 1 lantai Rp. 9.473.833.440 Rp. 1.578.972.240 Rp. 9.276.461.910 Rp. 20.329.267.590 TOTAL Rp. 20.329.267.590
Biaya Konstruksi /m2 tahun 2014 = (Biaya konstruksi/m2 tahun 2009 x CAF) + IMB 1% (biaya konstruksi thn 2009 x CAF) + jasa perancangan 1%( Biy. Konstuksi x CAF)
Untuk 1 lantai = (Rp. 1.335.000 x 1,6105) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,6105) + 1% (Rp. 1.335.000 x 1,6105)
= Rp. 2.193.017
Biaya pembangunan type 30 = Biaya konstruksi/m2 th 2014 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 144 unit = Rp. 2.193.017 x 30 x144
= Rp. 9.473.833.440
Biaya pembangunan type 36 = Biaya konstruksi/m2 th 2014 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 20 unit = Rp 2.193.017 x 36 x 20
= Rp. 1.578.972.240
Biaya pembangunan type 45 = Biaya konstruksi/m2 th 2014 x luas lantai x jumlah unit Sebanyak 94 unit = Rp 2.193.017 x 45 x 94
4.3 Biaya Oper asional
Perhitungan biaya operasional berdasarkan kebutuhan operasional dari pengembang selama melakukan pelaksanaan pekerjaan. Biaya operasional meliputi biaya pengeluaran biaya sarana dan prasarana, gaji karyawan, tramsport, serta biaya tak terduga lainnya dan tetap memperhatikan nilai waktu dan uang ( time value of money ).
Perhitungan selengkapnya biaya sarana dan prasarana dapat dilihat pada tabel 4.9. dan biaya operasional dapat dilihat pada tabel 4.15.
Tabel 4.9 Rencana Anggaran Biaya Sarana dan Prasarana (2009)
J enis pek er jaan J umlah Satuan Har ga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 33238,8 m2 Rp. 96.500 Rp. 3.207.544.200 Peker jaan Per siapan Pasangan Bowplank 53813,6 m1 Rp. 5.200 Rp. 279.830.720 Pembersihan 1167 ls Rp. 90.000 Rp. 105.030.000 Direksi keet 40 ls Rp. 420.000 Rp. 16.800.000 Galian Tanah 17131,38 m3 Rp. 15.500 Rp. 265.536.390 Urugan Pasir Bawah
pondasi 2927,61 m3 Rp. 17.700 Rp. 51.818.697 Urugan sirtu 33764,09 m3 Rp. 16.500 Rp.557.107.485 Peker jaan lain-lain
Tata hijau
lingkungan 3693 m2 Rp. 7.500 Rp. 27.697.500 Peker jaan jar ingan
Air Rp. 87.300.000
Listrik Rp. 65.500.000
Biaya sarana &
pr asar ana Rp. 4.664.164.992
4.3.1. Per hitungan Biaya Sar ana dan Pr asar ana
Untuk biaya sarana dan prasarana, penulis memberitakan tambahan nilai biaya sarana dan prasarana dengan menambahkan realisasi biaya inflasi yang terjadi selama tahun 2009 ke biaya sarana dan prasarana. Tingkat inflasi yang dipakai
penulis selama tahun 2009 adalah 10% pertahun. Inflasi yang terjadi akan meningkatkan nilai dari biaya sarana dan prasarana yang telah dibuat oleh pengembang. Adapun biaya sarana dan prasarana setelah evaluasi dapat dilihat pada tabel 4.10.
Compound amount factor Compound interest factor : 10% Rumus = (1 + i)n Dimana : • i = inflasi 10% • n = tahun ke Tahun ke 1 : 1,1000 Tahun ke 2 : 1,2100 Tahun ke 3 : 1,3310 Tahun ke 4 : 1,4641 Tahun ke 5 : 1,6105 Tahun ke 6 : 1,7716
Tabel 4.10 Biaya Sarana dan Prasarana tahun 2010
J enis pek er jaan J umlah Satuan Harga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 4424 m2 Rp 106.150 Rp 469.607.600
Pekr jaan Per siapan
Pasangan Bowplank 7162,59 m1 Rp 5.720 Rp 40.970.014
Pembersihan 160 ls Rp 99.000 Rp 15.840.000
Direksi keet 6 ls Rp 462.000 Rp 2.772.000
Galian Tanah 2280,18 m3 Rp 17.050 Rp 38.877.069 Urugan Pasir Bawah
pondasi
389,66 m3 Rp 19.470 Rp 7.586.680 Urugan sirtu 4494 m3 Rp. 18.150 Rp 81.566.100 Peker jaan lain-lain
Tata hijau lingkungan 491,53 m2 Rp. 8.250 Rp 4.055.122 Peker jaan jar ingan
Air Rp. 96.030.000
Listrik Rp. 72.050.000
Biaya sar ana & pr asar ana
Rp. 829.354.585
Tabel 4.11 Biaya Sarana dan Prasarana tahun 2011
J enis peker jaan J umlah Satuan Har ga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 4866 m2 Rp 116.765 Rp. 568.178.490
Pekr jaan Per siapan
Pasangan Bowplank 7878,31 m1 Rp 6.292 Rp. 49.570.326
Pembersihan 176 Ls Rp 108.900 Rp 19.166.400
Direksi keet 6 Ls Rp 508.200 Rp. 3.049.200
Galian Tanah 2508,03 m3 Rp 18.755 Rp 47.038.102 Urugan Pasir Bawah
pondasi
428,6 m3 Rp 21.417 Rp 9.179.326 Urugan sirtu 4943,06 m3 Rp. 19.965 Rp 98.688.192 Peker jaan lain-lain
Tata hijau lingkungan 540,6 m2 Rp. 9.075 Rp.4.905.945 Pek er jaan jar ingan
Air Rp. 105.633.000
Listrik Rp. 79.255.000
Biaya sar ana & pr asar ana
Tabel 4.12 Biaya Sarana dan Prasarana tahun 2012
J enis peker jaan J umlah Satuan Har ga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 9502,9 m2 Rp 128.442 Rp. 1.220.571.482
Pekr jaan Per siapan
Pasangan Bowplank 15385,3 m1 Rp 6.922 Rp.106.497.046
Pembersihan 334 Ls Rp 119.790 Rp 40.009.860
Direksi keet 12 Ls Rp 559.020 Rp 6.708.240
Galian Tanah 4897,86 m3 Rp 20.631 Rp 101.047.749 Urugan Pasir Bawah
pondasi
837 m3 Rp 23.559 Rp 19.718.883
Urugan sirtu 9653,15 m3 Rp 21.962 Rp 212.002.480 Peker jaan lain-lain
Tata hijau lingkungan 1055,83 m2 Rp 9.983 Rp 10.540.350 Pek er jaan jar ingan
Air Rp 116.196.300
Listrik Rp 87.180.500
Biaya sar ana & pr asar ana
Rp 1.920.472.890
Tabel 4.13 Biaya Sarana dan Prasarana tahun 2013
J enis peker jaan J umlah Satuan Har ga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 6458,6 m2 Rp 141.286 Rp. 912.509.759
Pekr jaan Per siapan
Pasangan Bowplank 10429,1 m1 Rp 7.614 Rp 79.407.167
Pembersihan 233 Ls Rp 131.769 Rp 30.702.177
Direksi keet 8 Ls Rp 614.922 Rp 4.919.376
Galian Tanah 3320,06 m3 Rp 22.694 Rp 75.345.441 Urugan Pasir Bawah
pondasi
567,37 m3 Rp 25.915 Rp 14.703.393 Urugan sirtu 6543,48 m3 Rp 24.158 Rp 158.077.389 Peker jaan lain-lain
Tata hijau lingkungan 715,7 m2 Rp 10.981 Rp 7.859.101 Pek er jaan jar ingan
Air Rp 127.815.930
Listrik Rp 95.898.550
Biaya sar ana & pr asar ana
Tabel 4.14 Biaya Sarana dan Prasarana tahun 2014
J enis peker jaan J umlah Satuan Har ga Satuan J umlah Total Peker jaan Paving
Paving 7977,3 m2 Rp 155.365 Rp. 1.239.393.215
Pekr jaan Per siapan
Pasangan Bowplank 12915,26 m1 Rp 8.372 Rp 108.126.556
Pembersihan 228 Ls Rp 144.900 Rp 33.037.200
Direksi keet 8 Ls Rp 676.200 Rp 5.409.600
Galian Tanah 4111,53 m3 Rp 24.955 Rp. 102.603.231 Urugan Pasir Bawah
pondasi
702,62 m3 Rp 28.497 Rp. 20.022.562 Urugan sirtu 8103,38 m3 Rp 26.565 Rp. 215.266.289 Peker jaan lain-lain
Tata hijau lingkungan 886,32 m2 Rp 12.075 Rp. 10.702.314 Pek er jaan jar ingan
Air Rp 140.553.000
Listrik Rp 105.455.000
Biaya sar ana & pr asar ana
Rp. 1.980.568.967
4.3.2. Per hitungan Biaya Oper asional
Untuk biaya operasional, penulis memberikan tambahan nilai biaya operasioanal dengan menambahkan realisasi biaya inflasi yang terjadi selama tahun 2009 ke biaya operasional. Tingkat inflasi yang dipakai oleh penulis selama tahun 2009 adalah 10% pertahun. Inflasi yang terjadi akan meningkatkan nilai dari biaya operasional yang telah dibuat oleh pengembang. Adapun biaya operasional setelah evaluasi dapat dilihat pada tabel 4.15
Compound amount factor Compound interest factor : 10% Rumus = (1 + i)n
Dimana :
• i = inflasi 10% • n = tahun ke
Tahun ke 1 : 1,1000 Tahun ke 2 : 1,2100 Tahun ke 3 : 1,3310 Tahun ke 4 : 1,4641 Tahun ke 5 : 1,6105 Tahun ke 6 : 1,7716 Tabel 4.15. Biaya Operasional (2009)
Keterangan Jumlah
Gaji Rp. 404.000.000
Transport Rp. 42.000.000
Alat Tulis kantor Rp. 4.500.000
Lain-lain Rp. 10.000.000
Sarana&Prasarana Rp. 4.664.164.992 Biaya Operasional Rp. 5.124.664.992
Unit hunian 1167
Biaya Operasional tiap unit Rp. 4.391.316 • Biaya operasional : Rp. 5.124.664.992
• Unit hunian : 1167
• Biaya Operasional tiap unit = Biaya operasional : unit hunian = Rp. 5.124.664.992 : 1167 = Rp. 4.391.316
v Biaya operasional tiap unit pada tahun 2010
= Rp. 4.830.447
v Biaya operasional tiap unit pada tahun 2011
= Biaya Operasional tiap unit x Compound Amount factor = Rp. 4.391.316 x 1,2100
= Rp. 5.313.492
v Biaya operasional tiap unit pada tahun 2012
= Biaya Operasional tiap unit x Compound Amount factor = Rp. 4.391.316 x 1,3310
= Rp. 5.844.841
v Biaya operasional tiap unit pada tahun 2013
= Biaya Operasional tiap unit x Compound Amount factor = Rp. 4.391.316 x 1,4641
= Rp. 6.429.325
v Biaya operasional tiap unit pada tahun 2014
= Biaya Operasional tiap unit x Compound Amount factor = Rp. 4.391.316 x 1,6105
= Rp. 7.072.214 Biaya Operasional Inflasi 10%
Keterangan Jumlah
Biaya Operasional tahun 2009 Rp. 4.391.316 Biaya Operasional tahun 2010 Rp. 4.830.447 Biaya Operasional tahun 2011 Rp. 5.313.492 Biaya Operasional tahun 2012 Rp. 5.844.841 Biaya Operasional tahun 2013 Rp. 6.429.325 Biaya Operasional tahun 2014 Rp. 7.072.214
4.3.3. Per hitungan Harga Pokok Penjualan
Hasil-hasil yang diperoleh dari perhitungan atas harga pokok tanah, biaya konstruksi/ pembangunan, biaya sarana dan prasarana serta biaya operasional kemudian dilakukan suatu perhitungan secara bersama atas biaya-biaya tersebut untuk mendapatkan harga pokok penjualan yang telah mengalami kenaikan akibat inflasi.
Harga pokok pejualan diperhitungkan untuk setiap type hunian dengan tetap memperthatikan nilai waktu dan uang (Time valeu of money). Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.16 – 4.20.