3.6 Analisa Kebutuhan Sistem
3.6.5 Analisa Basis Pengetahuan
Analisa basis pengetahuan merupakan inti dari sistem pakar identifikasi kerusakan mesin sepeda motor Yamaha RX King yang akan mempresentasikan pengetahuan dari seorang pakar mesin sepeda motor Yamaha RX King. Analisa basis pengetahuan dibangun untuk mengetahui jenis kerusakan yang
52
teridentifikasi dari 11 kerusakan yang termasuk ke dalam kategori kerusakan mesin sepeda motor Yamaha RX King. Setiap gejala (memiliki nilai bobot parameter) yang dialami oleh pengguna sepeda motor tersebut akan dicocokkan dengan basis pengetahuan yang akan dibangun sehingga menghasilkan hasil identifikasi kerusakan mesin yang dialami oleh pengguna sepeda motor tersebut.
Basis pengetahuan yang ada pada sistem pakar identifikasi kerusakan mesin sepeda motor Yamaha RX King adalah sebagai berikut :
1. Basis pengetahuan gejala kerusakan mesin 2. Basis pengetahuan jenis kerusakan mesin
3. Basis pengetahuan bobot parameter dari masing-masing gejala kerusakan mesin
4. Basis pengetahuan solusi perbaikan pada kerusakan mesin
Tahap pertama yang diperlukan dalam membangun sebuah sistem pakar adalah mendefinisikan struktur basis pengetahuan dari sistem pakar tersebut . Basis pengetahuan adalah kumpulan fakta beserta aturan-aturan yang digunakan untuk membangun sistem identifikasi kerusakan mesin sepeda motor Yamaha RX King. Berikut ini basis pengetahuan yang digunakan dalam membangun sistem pakar identifikasi kerusakan mesin sepeda motor Yamaha RX King :
1. Basis pengetahuan gejala kerusakan mesin
Pada basis pengetahuan gejala kerusakan mesin dibutuhkan data gejala untuk mengetahui dari salah satu jenis kerusakan mesin yang kemungkinan dialami oleh pengguna sepeda motor Yamaha RX King.
53
1. Kick starter ngelos
2. Kick starter tidak mau kembali ke posisi semula 3. Terdapat bunyi keras ketika sedang engkol kick starter 4. Percikan bunga api pada busi kecil
5. Coil rusak ( coil berfungsi untuk meneruskan dan memperbesar tegangan dari CDI ke busi, jika coil bermasalah maka busi tidak akan mampu memercikan bunga api sehingga proses pembakaran tidak dapat memulai proses pembakaran)
6. CDI rusak ( CDI berfungsi sebagai pengatur waktu aliran tegangan dari spul pengapian ke coil, jika CDI rusak maka tidak akan bisa meneruskan tegangan dari spul ke coil dan pada akhirnya busi tidak mampu memercikan bunga api untuk proses pembakaran)
7. Kumparan spul pengapian terbakar/meleleh ( korsleting ) 8. Mesin bagian atas berisik
9. Piston aus 10. Ring piston aus
11. Liner blok mesin (rumah piston) baret
12. Ukuran cekungan ruang bakar/squish head tidak sesuai kapasitas mesin 13. Lampu redup dan aki cepat tekor
14. Kumparan spul pengisian terbakar
15. Arus dari kiprok lemah (pengecekan termudah adalah dengan menghidupkan mesin kemudian menyambung kabel dari kiprok ke bohlam
54
kecil,jika bohlam redup maka kemungkinan besar bahwa kumparan spul pengisian rusak/putus)
16. Klakson tidak berbunyi/berbunyi pelan 17. Lampu sein redup/tidak menyala
18. Lampu indikator pada spedometer redup/tidak menyala 19. Suara berisik di bak mesin kanan
20. Kampas kopling aus
21. Rumah kopling (gigi primer) aus 22. Plat kopling aus
23. Suara berisik di bak mesin kiri 24. Kopling kurang maksimal (ngelos) 25. Oli mesin bocor masuk ke bak mesin kiri 26. Seal kruk as bocor
27. Spi (pengganjal kunci magnet dengan kruk as) pecah 28. Baut penahan magnet kendor
29. Suara berisik di mesin tengah 30. Kruk as tidak balance
31. Batang piston (stang seher) bengkok 32. Bearing kruk as pecah
33. Seal karburator bocor 34. Tenaga mesin kurang
35. Ketika mesin dihidupkan tidak langsam (brebet) 36. Filter udara kotor
55
37. Ketika turun gas knalpot nembak 38. Tuas transmisi (perseneleng) keras
39. Tuas transmisi (perseneleng) tidak dapat dipindah gigi 40. Suara keras ketika perpindahan gigi
41. Oli samping tidak tersuplai dengan lancar 42. Mesin cepat panas
43. Busi berwarna hitam kering
44. Busi mati (berwarna hitam basah terkena oli samping yang terlalu boros) 45. Oli samping menetes di dalam mesin kanan
2. Basis pengetahuan jenis kerusakan mesin a. Kerusakan pada kick starter
b. Kerusakan pada sistem pembakaran c. Kerusakan mesin atas
d. Kerusakan mesin kanan e. Kerusakan mesin kiri f. Kerusakan mesin tengah g. Kerusakan spul
h. Kerusakan aki
i. Kerusakan karburator j. Kerusakan transmisi
k. Kerusakan pompa oli samping
3. Basis pengetahuan bobot parameter dari masing-masing gejala kerusakan mesin :
56
A B C D E F G H I J K
G1 Kick starter ngelos x 3
G2 Kick starter tidak kembali ke posisi semula x 1
G3 Terdapat bunyi keras ketika engkol kick starter x 5
G4 Percikan bunga api pada busi kecil x 5
G5 Coil rusak x 3
G6 CDI rusak x 3
G7 Kumparan spul meleleh/terbakar x 5
G8 Mesin bagian atas berisik x 1
G9 Piston aus x 3
G10 Ring piston aus x 1
G11 Liner blok mesin (rumah piston) aus x 1
G12 Ukuran squish head tidak sesuai kapasitas x 3
G13 Lampu redup dan aki cepat tekor x 5
G14 Kumparan spul pengisian terbakar x 3
G15 Arus dari kiprok lemah x 1
G16 Klakson tidak berbunyi/bunyi pelan x 5
G17 Lampu sein redup/tidak menyala x 3
G18 Lampu indikator spedo redup x 1
G19 Suara brisik di bak mesin kanan x 5
G20 Kampas kopling aus x 3
G21 Plat kopling aus x 3
G22 Suara brisik di bak mesin kiri x 1
G23 Kopling kurang maksimal (ngelos) x 5
G24 Oli mesin bocor masuk ke bak mesin kiri x 3
G25 Seal kruk as bocor x 3
G26 Spi magnet pecah x 1
G27 Baut penahan magnet kendor x 5
G28 Rumah kopling (gigi primer) aus x 3
G29 Suara berisik di bak mesin tengah x 1
G30 Kruk as tidak balance x 3
G31 Batang piston (stang seher) bengkok x 5
G32 Bearing kruk as pecah x 3
G33 Seal karburator bocor x 3
G34 Tenaga mesin kurang x 1
G35 Ketika mesin dihidupkan tidak langsam x 1
G36 Filter udara kotor x 3
G37 Ketika turun gas knalpot nembak x 5
G38 Tuas transmisi keras x 1
G39 Tuas transmisi tidak dapat dipindah gigi x 5
G40 Suara keras ketika perpindahan gigi x 1
G41 Mesin cepat panas x 3
G42 Busi berwarna hitam kering x 5
G43 Busi mati (berwarna hitam basah) x 3
G44 Oli samping menetes di bak mesin kanan x 1
G45 Oli samping tidak tersuplai lancar x 5
Kode Gejala Kerusakan Jenis Kerusakan Bobot
57
Keterangan :
A : Kerusakan pada kick starter
B : Kerusakan pada sistem pembakaran C : Kerusakan pada mesin atas
D : Kerusakan pada spul E : Kerusakan pada aki
F : Kerusakan pada mesin kanan G : Kerusakan pada mesin kiri H : Kerusakan pada mesin tengah I : Kerusakan pada karburator J : Kerusakan pada transmisi
K : Kerusakan pada pompa oli samping 4. Basis solusi perbaikan pada kerusakan mesin
a. Kerusakan pada kick starter Perbaikan :
Periksa kondisi part dalam kick starter, caranya lepas kick starter dari as kemudian buka bak mesin kanan, pada as kick starter terdapat dua part penting yaitu ring (spi) dan pir, pastikan kondisi kedua part ini dalam kondisi baik, jika diantara keduanya rusak/pecah maka harus diganti dengan part baru.
b. Kerusakan pada sistem pembakaran Perbaikan :
58
Untuk perbaikan pada masalah di sistem pembakaran yaitu dengan memeriksa part-part pada sistem pembakaran, memastikan baut gron coil tidak kendor dan memastikan kabel dari spul pengapian hinggan busi tidak putus. apabila terdapat part di antara kumparan spul pengapian, coil, atau CDI yang rusak maka harus diganti baru.
c. Kerusakan mesin atas Perbaikan :
Untuk perbaikan pada masalah di mesin atas yaitu dengan memeriksa bagian blok mesin dan head mesin, caranya yaitu buka head mesin kemudian lepaskan blok mesin dari bak mesin tengah/crangkase, lepaskan piston dari batang piston. Setelah itu periksa kondisi piston, ring piston, liner blok mesin (rumah piston), dan squish head. Apabila terdapat baret pada piston dan liner piston maka harus menaikkan oversize (memperbesar kapasitas mesin) dengan cara dibubut dengan ukuran di atas kapasitas sebelumnya, misal sebelumnya mesin os 0 maka minimal harus dibubut menjadi os 25. Kemudian ganti semua part yaitu piston dan ring piston sesuai dengan ukuran setelah dilakukan oversize tersebut.
d. Kerusakan mesin kanan Perbaikan :
Untuk perbaikan pada masalah di mesin kanan yaitu dengan memeriksa part-part penting pada mesin kanan diantaranya rumah kopling, kampas kopling, dan plat kopling,pastikan tiga part tersebut belum aus dan tidak mengalami kerusakan (pecah). Apabila diantara ketiga part tersebut
59
aus/pecah maka harus diganti dengan part baru. Untuk antisipasi permasalahan yang sama, pastikan menggunakan oli mesin standar dan melakukan servis ganti oli mesin setiap pemakaian lebih dari 3000km. e. Kerusakan mesin kiri
Perbaikan :
Untuk perbaikan pada masalah di mesin kiri yaitu dengan memeriksa beberapa part-part pada bak mesin kiri dalam kondisi yang normal, caranya dengan membuka bak mesin bagian kiri, jika terdapat oli mesin yang bocor maka bisa dipastikan kemungkinan kerusakan terdapat pada dua part penting yaitu seal kruk as atau segitiga tutup rasio, ganti part tersebut dengan part baru. Untuk selanjutnya pastikan baut-baut penahan magnet terkunci dengan kuat, spi magnet masih utuh, dan drek kopling belum aus, drek kopling yang sudah aus mengakibatkan kopling ngelos dan tidak bekerja dengan maksimal sehingga harus diganti dengan part baru.
f. Kerusakan mesin tengah Perbaikan :
Untuk perbaikan pada masalah di mesin tengah cukup susah karena harus membongkar semua bagian mesin dahulu diantaranya yaitu seluruh part pada mesin kanan, mesin kiri, dan mesin atas. Setelah semua bagian tersebut terbongkar maka bisa dilihat kondisi bagian part utama mesin tengah yaitu kruk as. Pastikan kondisi bearing kruk as tidak baret/pecah. Pemeriksaan selanjutnya yaitu angkat kruk as dari crangkase dan
60
goyangkan batang penahan piston, apabila kruk as oleng/tidak lurus maka harus dilakukan balancing dengan mesin bubut, proses balancing adalah membuat sisi kiri dan kanan kruk as seimbang sehingga posisi batang penahan piston ketika kompresi stabil. Akibat dari kruk as yang tidak balance adalah batang penahan piston bengkok dan kompresi menjadi tidak stabil.
g. Kerusakan spul Perbaikan :
Kerusakan spul bisa di lihat dari kondisi fisiknya, pastikan kumparan spul dalam kondisi baik, pastikan baut-baut penahan kumparan pada spul terkunci dengan kuat. Apabila beberapa hal tersebut sudah dipastikan dan tegangan dari spul masih lemah maka kumparan spul harus di ganti karena voltase sudah lemah atau kumparan putus.
h. Kerusakan aki Perbaikan :
Carger aki apabila aki masih bagus, jika telah dilakukan carging dan aki tetap lemah maka harus diganti dengan aki baru.
i. Kerusakan karburator Perbaikan :
Untuk perbaikan pada komponen karburator yaitu dengan melepas karburator dari mesin, kemudian bongkar karburator, bersihkan seluruh bagian karburator dan juga filter udara. Pastikan tidak ada kebocoran pada seal karburator, jarum skep karburator juga harus sesuai yaitu pada posisi
61
garing ketiga, garis ketiga pada jarum skep adalah posisi standar untuk mensuplai bahan bakar sesuai kapasitas mesin rx king yaitu 135cc. Untuk penyetelan lubang angin yaitu dengan cara menghidupkan mesin kemudian tarik gas secara perlahan hingga maksimal dan stel baut angin karburator sampai tidak dirasakan bahan bakar yang terputus (brebet).
j. Kerusakan transmisi Perbaikan :
Untuk perbaikan pada transmisi yaitu dengan membongkar mesin tengah, pada bagian transmisi terdapat part yaitu capit udang (pelatuk pemindah gigi). Pelatuk pemindah gigi merupakan part yang paling sering rusak yang diakibatkan oleh volume oli mesin yang turun akibat penguapan ataupun juga karena oli mesin yang telat penggantiannya. Jika pelatuk pemindah gigi telah aus/bengkok maka harus diganti dengan part baru, untuk perawatan bagian transmisi ini yaitu dengan servis ganti oli rutin serta menggunakan oli mesin sesuai kapasitas mesin.
k. Kerusakan pompa oli samping Perbaikan :
Untuk perbaikan pada pompa oli samping yaitu dengan membuka tutup rumah pompa oli yang berada pada mesin kanan, periksa pir penarik tuas pompa oli yang di tarik melalui kabel gas, pastikan berfungsi normal. Apabila terjadi kebocoran oli samping maka harus dilakukan penggantian seal pompa oli, pastikan juga pengunci selang yang menghubungkan
62
antara pompa oli dengan manifol terpasang dengan baik dan tidak ada kebocoran pada selang.