4.3 Dampak pelatihan
4.3.3 Analisa Behavior (tingkah laku)
Pada level ketiga: behavior, dapat dilihat perubahaan yang terjadi pada tiga komponen utama dalam penilaian berhasil atau tidaknya training tersebut dilakukan yaitu dengan melihat berubahnya Knowladge, Skill dan Attitude dari para peserta training.
Hal ini, juga dilakukan oleh PT.Sucaco.Tbk, tapi yang menjadi kelemahan pada PT.Sucaco.Tbk, dalam level ini, perusahaan hanya mengukur dari total nilainya saja, perusahaan tidak mengukur secara lebih detail.
Pada level Behavior (tingkah laku) dilakukan perhitungan rata-rata dengan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhinya. Perhitungan rata-rata ini dapat dilihat pada gambar 4.6
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 Ra ta -ra ta 1
point pe rta nya a n
Perhitungan rata-rata level behaviour
Point 1 Point 2 Point 3 Point 4 Point 5 point 6 Point 7 point 8 point 9
Gambar 4.6 perhitungan rata-rata per point pertanyaan level behavior
Sumber: Olahan Pribadi
Dari perhitungan tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
- Analisis pemahaman materi.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan knowledge pada point pemahaman materi dinilai cukup memuaskan (3,07), ini berarti bahwa pada peserta pelatihan, cukup menghasilkan perubahan pengetahuan yang cukup signifikan atas materi yang diberikan pada saat pelatihan diadakan.
- Analisis penguasaan petunjuk kerja.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan knowledge pada point penguasaan petunjuk kerja dinilai cukup memuaskan (3,21), ini berarti bahwa pada peserta pelatihan, belum bisa
atau belum mampu menyelaraskan pengetahuan yang diperoleh pada saat pelatihan dengan petunjuk kerja yang disediakan oleh perusahaan.
- Analisis Pelaksanaan tugas.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan knowledge pada point pelaksanaan tugas dinilai cukup memuaskan (3,14), ini berarti bahwa tujuan dari training dalam menunjang kemampuan peserta pelatihan dalam menyelesaikan tugas mereka masing-masing sebaik-baiknya tepat pada waktunya, dinilai belum bisa untuk dilakukan sepenuhnya oleh peserta pelatihan.
- Analisis kualitas kerja.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan skill pada point kualitas kerja dinilai cukup memuaskan (3,36), ini berarti bahwa tujuan dari training dalam hal kemampuan peserta pelatihan untuk menggunakan hasil training yang mereka lakukan untuk menunjang kualitas kerja dan mengurangi frekuensi kegagalan dalam melaksanakan tugas mereka belum sesuai dengan tujuan dari perusahaan terhadap training yang peserta training ikuti.
- Analisis kuantitas kinerja.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan skill pada point kuantitas kerja dinilai memuaskan (4,0714), ini berarti bahwa peserta training dalam kinerjanya dapat mampu menggunakan hasil training untuk memperbaiki jumlah produk yang dapat dihasilkan dalam kinerja mereka.
- Analisis penerapan training.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan skill pada point penerapan training dinilai cukup memuaskan (3,36), ini berarti bahwa peserta training dalam kinerjanya belum mampu untuk mengimplementasikan hasil training kedalam tugasnya sehari-hari, hal ini bisa dikarenakan kurangnya pemahaman tentang materi pelatihan yang ada.
- Analisis perubahaan disiplin.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan Attitude pada point disiplin dinilai cukup memuaskan (3,29), ini berarti bahwa peserta training dalam kinerjanya belum mempunyai sikap mental yang konsisten dan disiplin dalam melaksanakan pertauran, prosedur, dana petunjuk atasan yang berkaitan dengan pelatihan. Ini berarti kedepannya perusahaan harus melakukan training yang lebih dapat meningkatkan sikap mental peserta pelatihan sehingga dapat melaksanakan prosedur dalam kegiatan kerja mereka sehari-hari.
- Analisis perubahaan tanggung jawab.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan Attitude pada point tanggung jawab dinilai cukup memuaskan (3,29), ini berarti bahwa peserta training dalam kinerjanya belum mempunyai sikap mental yang dapat mencerminkan kesanggupan mereka dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan materi pelatihan dan menerima konsekuensi atas tugas yang diberikan kepadanya.. Ini berarti kedepannya perusahaan harus melakukan training yang lebih dapat
meningkatkan sikap mental peserta pelatihan sehingga dapat menyelesaikan tugas mereka dan dapat mempertanggungjawabkannya.
- Analisis perubahan antusiasme
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, hasil yang didapatkan mengenai perubahan Attitude pada point antusiasme peserta pelatihan dinilai cukup memuaskan (3,14), ini berarti bahwa peserta training dalam kinerjanya belum mempunyai sikap antusias terhadap perintah dan tugas yang berkaitan dengan materi pelatihan serta menunjukkan minat yang cukup tinggi. Ini berarti kedepannya perusahaan harus melakukan training yang lebih dapat meningkatkan sikap antusiasme peserta pelatihan sehingga mereka dapat lebih antusias terhadap tugas atau perintah yang diberikan kepada mereka.
Selain itu evaluasi pada level behavior, dilihat dari perhitungan rata-rata per indicator, yaitu pada indikator knowladge skill, dan attitude. Untuk melihat, pada indikator manakah yang dinilai paling mengalami perubahaan. Perhitungan rata-rata tersebut dapat dilihat pada gambar 4.7.
Gambar 4.7 Perhitungan rata-rata level behavior per indikator 2.90 3.00 3.10 3.20 3.30 3.40 3.50 3.60 ra ta -ra ta 1 Indika tor
Perhitungan rata-rata per indikator level behaviour
Knowledge Skill Attitude
Sumber: Olahan Pribadi
Dari gambar 4.7 tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut: - Analisis perubahan knowledge.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, responden memberikan nilai yang cukup memuaskan (3,14), dimana perubahan pada item evaluasi Knowledge peserta pelatihan belum cukup memuaskan atau belum memenuhi apa yang diinginkan oleh perusahaan, ini berarti bahwa peserta pelatihan belum bisa memahami materi, penugasana petunjuk kerja dan pelaksaan tugas pada realita kerja mereka. Pada komponen knowledge, dapat dilihat bahwa hasil perubahaan knowledge yang dicapai setalah training kurang memuaskan, dilihat dari rata-rata nilai sebesar 3,14
- Analisis perubahaan skill.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, responden memberikan nilai yang kurang memuaskan (3,60), dimana perubahan pada item evaluasi skill peserta pelatihan belum memuaskan atau memenuhi apa yang diinginkan oleh perusahaan, ini berarti bahwa peserta pelatihan memahami mengenai kualitas kerja, kuantitas kerja dan penerapan training yang diperoleh untuk diimplementasikan oleh peserta pelatihan pada kegiatan kerja mereka sehari-hari.
- Analisis perubahan attitude.
Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata pada analisis ini, responden memberikan nilai yang cukup memuaskan (3,24), dimana perubahan pada item evaluasi attitude peserta pelatihan belum cukup memuaskan atau belum memenuhi apa yang diinginkan oleh perusahaan, ini berarti bahwa peserta
pelatihan belum bisa mengubah tingkah laku peserta pelatihan dalam menekanakan pada disiplin, tanggung jawab dan antusiasme peserta pelatihan pada cara kerja mereka.