• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ELABORASI TEMA

IV.1. Analisa Eksisting

IV. 1. 1. Analisa Lokasi

Lokasi proyek yang sebagai Medan Art and Design College, terletak di Kota Medan yang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Utara daerah pusat WPP I Sumatera. Berada pada daerah pengembangan pusat kota

yang terletak di Kecamatan Medan Baru dengan pusat

pengembangannya di inti kota Medan. Letak geografis kota Medan berada pada 2o27’-2o47’ lintang utara dan 98o35’-98o44’ bujur timur. Berada 2.5-37.5 meter diatas permukaan laut. Topografi site datar (tidak berkontur), iklim tropis dengan suhu minimum antara 23.3oC-24.4oC dan suhu maksimum antara 30.7oC-33.2oC. Lokasi berada di persimpangan Jalan S. Parman yang merupakan Jalan Arteri Sekunder Kota dengan Jalan Hasanuddin, serta diapit dua jalan lain yaitu Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Majapahit. Persimpangan Jl. S.Parman dan Jl. Hasanuddin memiliki satu jalur utama yang menuju arah Jl. Hasanuddin, sehingga persimpangan rawan kemacetan.

IV. 1. 2. Kondisi Eksisting Lahan

A.Rumah Penduduk B.Pertokoan C.Rumah Penduduk D. Sekolah

• Lokasi Tapak : Jln. Jenderal S. Parman, Kecamatan Medan

Baru, Kotamadya Medan, Sumatera Utara , Indonesia

• Luas Lahan : + 1,6 Ha (+ 16.000 m2)

• Kontur : Datar

• KDB : 80 %

• KLB : 3-5 lantai

• LEBAR JALAN:

o Jln. Jenderal S. Parman : 8 meter

o Jln. Hasanuddin : 7 meter

o Jln. Hayam Wuruk : 5 meter

o Jln. Majapahit : 5 meter Jl.Hasanuddin Jl.Hayam Wuruk Jl.Majapahit Jl.S.Parman

A

B

C

D

IV.1.3. Batas Site

Tapak berada di jalan Jenderal S. Parman, tepat di persimpangan jalan Hasanuddin dengan batas-batas tapak sebagai berikut :

TIMUR berbatasan dengan Jl.S. Parman yang merupakan kawasan permukiman dan komersil UTARA berbatasan dengan Jl.Hasanuddin yang merupakan kawasan permukiman penduduk BARAT berbatasan dengan Jl.Majapahit yang merupakan kawasan permukiman dan pendidikan SELATAN berbatasan dengan Jl.Hayam Wuruk yang merupakan kawasan permukiman dan komersil

IV.1.4. Tata Guna Lahan Peruntukan lahan

Di dalam RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kotamadya Medan), lokasi yang berada di daerah persimpangan Jalan Jenderal S. Parman dan Jalan Hasanuddin, Kecamatan Medan Baru, masuk kedalam WPP D (Wilayah Pengembangan Pembangunan D) dengan Inti Kota sebagai pusat pemukiman, perdagangan, rekreasi, rumah permanen, sarana pendidikan dan kesehatan. Sebagai kawasan pendidikan, lokasi ini sangat potensial untuk dibangunnya bangunan yang bersifat edukatif dan hiburan sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat kota Medan.

Peta tata Guna Lahan dalam radius 300 meter :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Fasilitas Ibadah Fasilitas komersial Fasilitas Kesehatan Permukiman Penduduk Perkantoran Lokasi tapak Fasilitas Pendidikan Gambar 31 Peta Tata Guna Lahan

Eksisting Bangunan disekitar Tapak :

5 Wulan Dance Academy 6 Electronic Centre

7 Perumahan Penduduk 8 Rumah Sakit Herna

11 Gereja Kemenangan Iman

1 Eksisting Tapak 2 Rumah Penduduk 3 Cambridge City Square

4 Kompleks Pertokoan

9 Yayasan Putri Cahaya

10 SD Yayasan Nasrani-I

Unsur potensial dari lokasi ini, yaitu:

• Terletak di pusat kota

• Berada pada kawasan pusat pendidikan dan pemukiman

• Transportasi umum lancar

• Menjadi lokasi dari beberapa yayasan pendidikan

Melihat dari lokasi site yang berada pada Jalan S. Parman, terdapat beberapa bangunan pendidikan yang dapat menjadi pendukung bagi perletakan Art and Design College, diantaranya adalah :

• Yayasan Cinta Kasih

• Yayasan Nasrani – I

• Yayasan Kartika – I

• Universitas Darma Agung

• Yayasan Putri Cahaya

• Wulan Dance Academy

• Universitas Preston Indonesia

Yayasan Cinta Kasih

Universitas Darma Agung Yayasan Nasrani-I Yayasan Putri Cahaya Yayasan Kartika I - I

Wulan Dance Academy Universitas Preston

Ukuran tapak : (125 m + 100 m) x 140 m/2

Luas Tapak : 1.6 Ha

Luas terbangun : 80% x 1.6 Ha = 1,28 Ha

Bulk (Ketebalan Bangunan)

Bangunan di sekitar site memiliki KDB 80 %, dengan ketebalan bangunan yang relatif tipis. Terdapat jarak antara bangunan dengan badan jalan yang cukup signifikan pada bangunan sekitar site. Oleh karena itu ketebalan massa bangunan sekitar site cenderung tidak terlalu padat. Hal ini dapat membantu dalam memberikan kenyamanan jarak pandang bagi pengguna jalan.

Terlihat pada gambar, ketebalan bangunan disekitar site hampir sama rata secara keseluruhan, hanya terdapat beberapa bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari 4 (empat) tingkat, yaitu Asia Jaya Electronics Centre dan Cambridge City Square.

Tanggapan:

• Desain massa bangunan diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pengguna dengan massa yang tidak terlalu padat

• Letak massa bangunan di berikan jarak dengan badan jalan untuk menciptakan kenyamanan jarak pandang bagi pengguna jalan

IV. 1. 5. Sarana dan Prasarana

Pada kecamatan Medan Baru, tepatnya pada kawasan disekitar tapak, terdapat berbagai jenis sarana dan prasarana. Diantaranya adalah

Prasarana Pada Tapak

• Lebar jalan

Jalan yang mengelilingi tapak (Jl. S. Parman, Jl. Hasanuddin, Jl. Majapahit, dan Jl. Hayam Wuruk) merupakan jalan yang memiliki lebar cukup besar sehingga dianggap mampu menampung kendaraan yang akan masuk dan keluar tapak.

• Fasilitas saluran air bersih

Saluran air bersih yang akan memfasilitasi kebutuhan air bersih pada bangunan Art and Design College berasal dari PDAM Tirtanadi yang sudah tersedia di kawasan sekitar tapak.

• Fasilitas riol kot a

Riol kota yang berfungsi untuk pembuangan air kotor telah tersedia sebagai salah satu prasarana utama pada bangunan Art and Design College.

• Fasilitas listrik

Fasilitas listrik yang akan mengakomodir kebutuhan listrik pada bangunan Art and Design College berasal dari PLN yang sudah tersedia di kawasan sekitar tapak.

• Fasilitas pedestrian

Pedestrian (jalur pejalan kaki) yang tersedia pada kawasan disekitar tapak cukup memadai, namun banyak terdapat pohon kota yang tumbuh disekitarnya sehingga mengganggu pejalan kaki yang akan menuju tapak.

• Fasilitas telepon

Saluran telepon yang akan memfasilitasi kebutuhan telepon pada bangunan Art and Design College berasal dari PT.Telkom yang sudah tersedia di kawasan sekitar tapak.

Sarana dibidang Ekonomi, Budaya, dan Sosial Pada Tapak

• Perhotelan

Jl. Gajah Mada yang berjarak ± 150 meter dari tapak merupakan salah satu kawasan perhotelan di kota Medan sehingga menjadi fasilitas pendukung Art and Design College.

• Institusi Pendidikan

Beberapa jenis yayasan pendidikan disekitar tapak menjadikan kawasan tapak sebagai kawasan pendidikan.

• Pertokoan

Jl. S. Parman merupakan kawasan komersil yang cukup besar sehingga banyak terdapat pertokoan yang mampu mendukung aktivitas pada Art and Design College.

• Perkantoran

Kawasan perkantoran yang terdapat pada kawasan disekitar tapak menjai sarana pendukung bangunan Medan Art and Design College.

• Fasilitas Ibadah

Kawasan disekitar site memiliki banyak bangunan ibadah yang menjadi sarana pendukung kegiatan Medan Art and Design College.

IV. 1. 6. Skyline

Analisa ketinggian bangunan (skyline) pada bangunan di sekitar tapak adalah seperti gambar berikut :

Dapat terlihat pada skyline bangunan di sekitar tapak, bangunan memiliki ketinggian yang hampir sama rata yaitu antara 2 (dua) sampai dengan 4 (empat) lantai.

Bangunan yang terlihat menonjol pada kawasan di sekitar tapak adalah Cambridge City Square, yang memiliki ketinggian 25 lantai.

Gambar 37 Peta Skyline

A B

C

Tanggapan:

Desain massa bangunan diharapkan tidak terlalu tinggi melebihi tinggi massa bangunan lain di sekitar tapak karena akan menghasilkan garis skyline yang menonjol dengan lingkungan sekitar

Skyline A

Skyline B

Skyline C

Skyline D

IV. 2. ANALISA POTENSI DAN KONDISI TAPAK

IV. 2. 1. Analisa Sirkulasi

Jl. Majapahit merupakan jalan dengan jalur lalu lintas yang rendah. Jalan ini hanya dilewati oleh kendaraan pribadi saja. Lebar jalan ini adalah 5 meter.

A

B

C

D

B

A

Jl. Hasanudin merupakan jalan dengan jalur lalu lintas yang padat. Jalan ini hanya dilewati oleh kendaraan pribadi saja. Lebar jalan ini adalah 7 meter dan satu arah

Jl. Hayam Wuruk merupakan jalan dengan jalur lalu lintas yang sedang. Jalan ini dilewati oleh kendaraan pribadi dan umum. Lebar jalan ini adalah 5 meter.

C

Jl. S. Parman merupakan jalan dengan jalur lalu lintas yang sedang. Jalan ini dilewati oleh kendaraan pribadi dan umum. Lebar jalan ini adalah 8 meter.

Arus Lalu Lintas Padat

Arus Lalu Lintas Sedang

Arus Lalu Lintas Rendah

IV. 2. 2. Analisa Jalur Pejalan Kaki Tanggapan :

• Jalan Letjen. S. Parman dijadikan tempat untuk mengakses kenderaan ke dalam tapak. Karena jalan ini merupakan jalan arteri sekunder dan banyak dilalui kenderaan.

• Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Majapahit dijadikan tempat mengakses keluar tapak dan kebutuhan servis karena kepadatan lalu lintas yang relatif kecil.

Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki :

Simbol Keterangan Foto

Jalur pedestrian di jalan Hayam Wuruk jarang dilewati pejalan kaki. Pedestriannya tidak memiliki trotoar dan ditumbuhi dengan vegetasi kota sehingga dijadikan parkir untuk pengunjung bangunan di sepanjang jalan tersebut.

Jalur pedestrian pada jalan S. Parman memiliki intensitas yang baik. Trotoar cukup terdefenisi dengan baik dan cukup lebar untuk pejalan kaki. Namun di sepanjang pedestrian ditanami vegetasi sehingga mengganggu jalur pejalan kaki.

Jalur pedestrian di jalan Majapahit dan jalan Hasanuddin tidak terdefenisi dengan baik. Karena tidak ada batasan antara pedestrian dan jalan.

Tanggapan :

• Jalur pedestrian di jalan Putri Hijau sudah cukup lebar tetapi trotoar banyak mengalami kerusakan dan vegetasi sekitar kurang terawat. Jalur pedestrian harus dirancang semenarik mungkin untuk menampung pejalan kaki dari bangunan sekitar menuju site.

• Jalur pedestrian di jalan Merak Jingga dirancang kembali agar adanya batas antara pedestrian dan jalan

IV. 2. 3. Analisa Pencapaian

Keterangan

Pencapaian melalui Jl. S. Parman Pencapaian melalui Jl. Gajah Mada Pencapaian melalui Jl Z. Arifin Pencapaian melalui Jl. Majapahit

Pencapaian melalui Jl. Hasanudin Pencapaian melalui Jl. T. Pardede Pencapaian melalui Jl. Hayam Wuruk

Pencapaian menuju lokasi proyek dapat dicapai dengan beragam moda transportasi yang ada di kota Medan baik melalui angkutan pribadai maupun angkutan umum.

Lokasi site terhadap pusat Kota Medan yang berada di Lapangan Merdeka hanya dapat ditempuh ± 15 menit dengan kendaraan. Terdapat beberapa sirkulasi pada jalur di lokasi yang memiliki jalur satu arah namun memiliki jalur alternatif untuk maneuver sehingga banyak kemudahan untuk mencapai lokasi tapak.

Penempatan Entarance Berdasarkan Analisa Pencapaian:

KETERANGAN

Titik A berhadapan pada Jalan Hasanuddin yang kerap mengalami kemacetan lalu lintas. Kemudian apabila dilihat dari view ke luar tidak sesuai karena berhadapan dengan pedagang makanan dan perumahan penduduk.

Titik B berada pada jalan arteri kota sekunder yang mudah dilalui dari berbagai penjuru Kota Medan. Jika entrance bangunan terletak di titik ini maka fasade bangunan akan sejajar dengan Asia Jaya Electronic Centre dan menghadap ke kompleks pertokoan Medan Business Centre. Dilihat dari segi view sangat mendukung.

Titik C berhadapan dengan Jalan Hayam Wuruk merupakan daerah perumahan dan juga kawasan pendidikan yang dapat digunakan sebagai side entrance karena banyak angkutan umum yang melewati jalan ini. Titik D berhadapan dengan Jalan Majapahit yang juga merupakan kelas jalan lingkungan. sangat sesuai untuk servis entrance. Merupakan daerah pemukiman.

A

B

C

D

A

B

C

D

IV. 2. 4. Analisa View

Dokumen terkait