BAB VI HASIL PERANCANGAN
Skema 1. Pola Pendidikan
• Proporsi pelajaran antara teori dan praktek adalah :
Teori berkisar antara 40 – 50% dari jumlah keseluruhan mata pelajaran Praktek berkisar antara 50 – 60% dari jumlah keseluruhan mata pelajaran
• Paket kurikulum yang diajukan adalah :
URAIAN D III S I
Paket kurikulum 6 semester 8 semester
Beban Studi 110-120 SKS 144-160 SKS Proporsi SKS : MKDU MKDK MKK 10 % 20-25 % 65-70 % 10 % 20-25 % 65-70 % d) Staf Pengajar
Dalam program pendidikan Art and college kedudukan ketenagaan antara lain sebagai berikut :
a. Tenaga Edukatif
Tenaga edukatif terdiri dari tenaga akademik (dosen) dan instruktur. Tenaga edukatif tetap adalah tenaga edukatif perguruan tinggi yang bersangkutan. Tenaga edukatif tidak tetap adalah tenaga edukatif bantuan dari instansi lain di luar perguruan tinggi yang bersangkutan yang berstatus pegawai pemerintah, perusahaan Negara, atau swasta. Tenaga akademik mempunyai fungsi menjamin penyelenggaraan kurikulum dan program akademik lainnya melalui peningkatan ketrampilan professional.
b. Tenaga non Edukatif
Tenaga non edukatif terdiri dari tenaga administratif dan tenaga teknis.
• Tenaga Administratif tenaga administratif mempunyai fungsi menjamin terselenggaranya administrasi pendidikan dengan baik, yang menyangkut tata usaha umum program, kepegawaian, keuangan, dan administrasi pendidikan.
• Tenaga teknis
Tenaga teknis mempunyai fungsi menjamin kesinambungan penyelenggaraan kurikulum melalui pengadaan, pemeliharaan, penyimpanan, dan pengaturan sarana fisik yang diperlukan.
e) Persyaratan Mahasiswa
Calon mahasiswa yang akan ditampung dalam program diploma maupun sarjana, memiliki persyaratan lulusan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Tidak ada aturan mengenai batasan umur, karena sasaran calon mahasiswa adalah para siswa lulusan SMA atau SMK, praktisi yang sudah berkecimpung dibidangnya dan ingin menambah ilmu, para ibu rumah tangga yang berkeinginan melanjutkan sekolah, dan semua lapisan masyarakat yang memiliki kemauan dan minat di bidang seni dan desain.
II. 3. TINJAUAN FUNGSI
Masyarakat medan yang saat ini diperkirakan berjumlah kurang lebih 2.036.185 jiwa. Tidak kurang 90% diantaranya adalah orang yang membutuhkan atau terlibat langsung dalam dunia seni. Dan 50% lainnya adalah orang-orang yang rela mengeluarkan uang lebih untuk melihat dan menikmati kegiatan seni. Karena kurangnya fasilitas merupakan salah satu faktor kurangnya promosi kesenian di Medan. Dibawah ini merupakan tabel minat masyarakat terhadap kesenian di Sumatera Utara khususnya kota Medan. Presentase penduduk 10 tahun keatas yang menonton kesenian menurut golongan umur dan jenis kesenian yang paling sering ditonton :
Gol. Umur
Jenis Kesenian yang Paling Sering Dilakukan Jlh Seni Musik Seni Tari Seni Teater Seni Pahat Seni Lukis Seni Lainnya 1 2 3 4 5 6 8 9 10-14 37.98 53.62 0.00 0.00 0.00 0.00 100% 15-19 40.23 44.83 6.90 2.30 1.15 3.45 100% 20-24 53.62 33.33 5.80 0.00 0.00 7.25 100% 25-29 59.32 25.42 5.08 0.00 0.00 10.17 100% 30-64 60.12 17.34 6.36 0.00 0.58 8.67 100% 65+ 66.67 0.00 0.00 0.00 0.00 33.33 100% Jlh 51.96 31.30 5.22 0.43 0.43 7.31 100%
Sumber : Direktorat Kesenian Ditjen. NBSF
Jenis usaha jasa dibidang seni merupakan salah satu golongan pokok usaha yang diminati, terlihat pada tingkat pertumbuhan rata-rata sektor jasa komersial Sumatera Utara, dipengaruhi pula dengan angka seni dan budaya, seperti pada tabel :
Tabel 3 Tingkat Pertumbuhan Rata-Rata Sektor Jasa Komersial
Sektor Jasa Komersial Presentase Per Tahun
Pasar, Perdagangan, Hotel, dan Restoran 27 %
Pengangkutan dan Komunikasi 18.24 %
Seni dan Sosial Kemasyarakatan 9.31 %
Keuangan, Asuransi, Sewa Bangunan dan Tanah, dan Jasa Perusahaan 16.86 %
Hal ini terlihat dengan tabel presentase penduduk 10 tahun keatas yang menonton kesenian menurut golongan rata-rata pengeluaran rumah tangga sebulan, yaitu :
Tabel 4 Pengeluaran Penduduk Kota Medan untuk Kegiatan Seni
Gol. Rata-rata pengeluaran rumah
tangga/bln (Rp)
Jenis Kesenian yang Paling Sering Dilakukan JUMLAH
Seni Musik Seni Tari Seni Theatre Seni Pahat Seni Lukis Seni Lainnya <30.000 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 100% 30.000-39.999 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 100% 40.000-49.999 25.00 50.00 0.00 0.00 0.00 25.00 100% 50.000-74.999 33.33 19.44 11.11 0.00 0.00 19.44 100% 75.000-99.999 41.88 22.22 4.27 1.71 0.00 10.26 100% 100.000-149.999 45.24 21.55 6.02 0.19 0.00 10.29 100% 150.000-199.999 57.06 17.15 6.72 1.27 0.14 8.23 100% 200.000-299.999 63.39 16.95 4.80 0.40 0.08 7.35 100% 300.000-399.999 55.24 24.37 6.04 1.78 0.18 7.64 100% 400.000-499.999 53.39 21.53 7.96 0.88 0.59 10.91 100% >500.000 51.04 22.17 5.54 3.00 0.92 13.16 100%
Sumber : Direktorat Kesenian Ditjen. NBSF
Tahun 2009 merupakan tahun Indutri Kreativitas yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.17
Periklanan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik.
Yang dikategorikan dalam 14 Industri kreatif yakni:
Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, dokumentasi lelang, dll.
Pasar seni dan barang antik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet.
Kerajinan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan antara lain barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, aksesoris, pandai emas, perak, kayu, kaca, porselin, kain, marmer, kapur, dan besi.
Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.
Desain Fesyen: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.
Video, Film dan Fotografi: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.
Permainan interaktif: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.
Musik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulis lirik, pencipta lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi, dan komposisi musik.
Seni Pertunjukan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
17
Penerbitan & Percetakan : kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita.
Layanan Komputer dan piranti lunak: kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak & piranti keras, serta desain portal.
Televisi & radio: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.
Riset dan Pengembangan: kegiatan kreatif yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Fakta menunjukkan industri kreaktif di Tanah air berkembang pesat dengan potensi yang masih sangat luas untuk dieksplorasi. Sejauh ini kontribusinya sudah mencapai 6,3 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) den telah menciptakan 5,4 juta lapangan kerja. Potensi pasarnya masih sangat luas, mencakup 47% penduduk Indonesia, yang berumur dibawah 29 tahun. Untuk 2009, menurut Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, menyatakan sebanyak 6% lebih dari PDB diperkirakan berasal dari industri kreatif. Dari angka itu sebesar 44% akan berasal dari industri fashion. Kontribusi sejumlah industri kreatif lain adalah industri kerajinan sebesar 28%. Kemudian, desain dan perikanan masing-masing sebesar 7%. Selanjutnya, percetakan dan penerbitan sebesar 3,5%; arsitektur sebesar 3,2%; radio dan TV sebesar 2%; penelitian dan pengembangan serta konsultan teknologi informasi (TI) dan piranti lunak masing-masing sebesar 1%; pasar seni dan barang antik sebesar 0,6%; film, video, dan fotografi serta game masing-masing sebesar 0,3%; serta seni pertunjukan sebesar 0,1%
Medan Art and Design College dapat meningkatkan taraf pendapatan masyarakat kota Medan dengan impian masyarakat kota untuk membuka lapangan kerja sendiri di bidang-bidang yang berkaitan dengan industri kreatif, seperti fotografi, seni pertunjukkan, musik, berbagai jenis desain, periklanan, maupun usaha pertokoan barang-barang seni.
II. 3. 1. Tinjauan Pengguna dan Kegiatan
Berdasarkan pengguna dan pelaku kegiatannya dibagi ke dalam tiga pelaku utama :
• Mahasiswa/i
a. Mahasiswa/i adalah orang-orang yang berkuliah di Art and Design College dan melaksanakan kegiatan perkuliahan, baik yang bersifat praktek maupun teori.
b. Usia mahasiswa/i 17-40 tahun tergabung didalam satu kelas yang dibedakan menurut tingkatan pendidikan. Masing-masing kelas melaksanakan perkuliahan dengan 30 orang mahasiswa/i diluar para pengajar.
c. Kegiatan yang dilakukan:
o Berkuliah baik praktek maupun teori, frekuensi setiap hari o Diskusi
o Pertunjukan dan pameran
• Staf Pengajar
a. Staf pengajar adalah orang-orang yang memberikan materi perkuliahan.
b. Staf pengajar merupakan orang yang ahli di bidangnya masing-masing, setiap kelas memiliki 1 (satu) orang staf pengajar.
c. Kegiatan yang dilakukan adalah mengajar.
Pulang Istirahat Pameran / pertunjukan Datang Latihan Diskusi