• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa kualitas air

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (Halaman 112-121)

LTDS I Cracked mix

4.10. Pengolahan Air

4.11.3 Analisa kualitas air

Air merupakan salah satu material yang penting dalam pengolahan. Kualitas air yang digunakan tentunya akan sangat berpengaruh pada efektifitas pengolahan pabrik kelapa sawit. Hal terpenting dari kualitas pengolahan air adalah tersedianya air jernih untuk boiler sebagai bahan baku uap. Oleh karena itu, kualitas air dari sumber – waduk – tentunya belum memadai untuk digunakan untuk keperluan proses.

Analisa terhadap kualitas air adalah kontrol terhadap kualitas pengolahan air baku untuk menghasilkan air jernih yang sesuai dengan standar maksimum kontaminan yang terkandung di dalam air. Nilai kualitas air jernih yang digunakan dapat dilihat pada table 10.

Table 10. Standar Kualitas Air PMKS Negeri Lama

Parameter air Nilai

pH 10,5 – 11,5

TDS Max 2000 ppm

P1 alkalinity Min 300 ppm

P2 alkalinity Min 300 ppm

Total alkalinity Max 700 ppm

Total hardness Trace

Silika Max 150

Tannin indeks 12 - 16

(Sumber: Data Primer Laboratorium PMKS Negeri Lama)

Prosedur analisa air

1. Analisa Derajat Keasaman Bahan : - Sampel air

- Aquaes

Alat : - Tabung volumetric - Beaker glass - pH meter

101

Cara Kerja: - Persiapan pH meter dilakukan dengan mengakifkan pH meter dan dicelupkan ke dalam beaker glass yang berisi aquades untuk menetralkan pH meter.

- Sample air dituang ke dalam beaker glass – beaker glass yang berbeda – secukupnya hingga elektroda pH meter terbenam di dalam air.

- Letakkan pH meter ke dalam beaker glass.

- Biarkan hingga pH meter menunjukkan angka konstan. Analisa perhitungan:

Derajat keasaman = Pembacaan nilai pada pH meter

2. Test Total Disolve Solid (TDS) Bahan : - Sampel air

- Aquades

Alat : - Tabung volumetric - Beaker glass

- Conductivity/TDS meter

Cara Kerja: - Persiapan Conductivity/TDS meter dilakukan dengan mengakifkan Conductivity/TDS meter dan dicelupkan ke dalam beaker glass yang berisi aquades untuk menetralkan pH meter.

- Sample air dituang ke dalam beaker glass – beaker glass yang berbeda – secukupnya hingga elektroda Conductivity/TDS meter terbenam di dalam air.

- Letakkan Conductivity/TDS meter ke dalam beaker glass.

- Biarkan hingga Conductivity/TDS meter menunjukkan angka konstan.

Analisa perhitungan:

TDS (ppm) = Pembacaan nilai pada TDS meter

3. Test Alkalinity

a. Analisa M-Alkalinity (Total alkalinity air umpan/raw water) Bahan:

- Sampel air

102 - H2SO40,02 N Alat: - Tabung volumetric - Erlenmeyer - Buret - Pipet tetes Cara Kerja:

- Sample air 25 ml diukur menggunakan tabung volumetric, dituang ke dalam Erlenmeyer.

- Reagent metyl orange diteteskan sebanyak 3 tetes ke dalam sample air. - Jika timbul warna kuning dilanjutkan dengan titrasi menggunakan H2SO4

0,02 N hingga warna berubah menjadi merah muda.

- Sebaliknya jika tidak timbul warna kuning, maka m-alkalinity dalam keadaan trace.

Analisa perhitungan:

M-alkalinity/total alkalinity (ppm) = Vtitrasi H2SO4x 40

b. Analisa P2 Alkalinity

Analisa P2 alkalinity adalah analisa terhadap OH alkalinity yang terkandung pada air boiler menggunakan reagent phenolptalein. Analisa ini merupakan rangkaian analisa total alkalinity terkandung dalam air boiler. Oleh karena itu, analisa ini serangkaian dengan analisa yang akan dilanjutan untuk analisa P1

alkalinity. Bahan: - Sampel air - Reagent phenolptalein - H2SO40,02 N Alat: - Tabung volumetric - Erlenmeyer - Buret - Pipet tetes

103 Cara Kerja:

- Sample air 25 ml diukur menggunakan tabung volumetric, dituang ke dalam Erlenmeyer.

- Reagent phenolptalein diteteskan ke dalam sample air hingga sample berubah warna menjadi ungu.

- Dilanjutkan dengan titrasi menggunakan H2SO4 0,02 N hingga warna menghilang.

Analisa perhitungan:

P2 alkalinity (ppm) = Vtitrasi H2SO4x 40

c. Analisa P1 Alkalinity

Analisa P1 alkalinity adalah analisa alkalinitas air boiler menggunakan reagent methyl orange. Analisa ini adalah rangkaian lanjutan dari analisa P2

alkalinity, sehingga titrasi yang diakukan adalah titrasi lanjutan dari analisa P2 alkalinity.

Bahan:

- Sampel air

- Reagent methyl orange

- H2SO40,02 N Alat: - Tabung volumetric - Erlenmeyer - Buret - Pipet tetes Cara Kerja:

- Sample air 25 ml, menggunakan sample yang sama dengan analisa P2

alkalinity.

- Reagent metyl orange diteteskan sebanyak 3 tetes ke dalam sample air. - Jika timbul warna kuning dilanjutkan dengan titrasi menggunakan

H2SO40,02 N hingga warna berubah menjadi merah muda.

- Sebaliknya jika tidak timbul warna kuning, maka m-alkalinity dalam keadaan trace.

104 Analisa perhitungan:

P1 alkalinity (ppm) = Vtitrasi H2SO4x 40

Untuk perhitungan total alkalinity yang terkandung pada air boiler digunakan rumus perhitungan sebagai berikut:

Total alkalinity (ppm) = (2xP2) – P1 4. Test Total Hardness

Bahan:

- Sampel air

- Reagent EBT (Erivcrhome Black T) - Indikator ammonia

- Larutan EDTA (Ethylene Drumilate Tetra Acid) Alat: - Tabung volumetric - Erlenmeyer - Pipet tetes - spatula Cara Kerja:

- Sample air 25 ml diukur menggunakan tabung volumetric, dituang ke dalam Erlenmeyer.

- Indikator ammonia diteteskan sebanyak 5 tetes ke dalam sample air.

- Reagent EBT (sedikit/satu spatula) ditambahkan ke dalam sample air.

- Jika warna sample menjadi biru, berarti kandungan total haerdness adalah trace.

- Sebaliknya jika tidak timbul warna biru, maka sample air dititrasi menggunakan larutan EDTA hingga warna sample air menjadi biru.

Analisa perhitungan:

105 5. Test Silika

Bahan:

- Sampel air

- Reagent Amonium Mulibate

- H2SO42 N Alat: - Tabung volumetric - Pipet tetes - Lovibond silika Cara Kerja:

- Sample air 25 ml diukur menggunakan tabung volumetric, dituang ke dalam wadah lovibond.

- Reagent ammonium mulibate 1ml ditambahkan ke dalam samle

air.

- Larutan H2SO4 2N sebanyak 2ml ditambahkan ke dalam sampel air.

- Aduk dan biarkan selama 3 menit.

- Baca perbandingan warna larutan sample dengan lovibnd silica dengan memutar disk berubahan warna yang sesuai.

Analisa perhitungan:

Silika (ppm) = Pembacaan pada disk lovibond

Untuk analisa silica pada air boiler, terlebih dahulu dilakukan pengenceran terhadap sampel air boiler:

a. Sample air boiler 5 ml diencerkan sebanyak 10 kali hingga volum 50 ml. b. Sampe yang digunakan untuk analisa silica adalah sebanyak 25 ml.

c. Lakukan perlakuan yang sama untuk pemberiaan jumlah reagent ammonium mulibate dan lrutan H2SO4.

106 6. Test Tanin Indeks

Bahan:

- Sampel air

- Reagent Tanin 01 (T-01)

- Reagent Tanin 02 (T-02 – KmnO4) Alat:

- Tabung volumetric

- Erlenmeyer

- Pipet tetes Cara Kerja:

- Sample air 50 ml diukur menggunakan tabung volumetric, dituang ke dalam Erlenmeyer.

- Reagent T-01 ditambahkan sebanyak 5 ml ke dalam sample air. - Sample air dititrasi menggunakan reagent T-02 hingga terbentuk

warna merah muda yang tidak hilang selama 1 menit. Analisa perhitungan:

Tanin indeks (ppm) = Vtitrasi T-02x 1

4.12. Workshop

Workshop atau bengkel kerja adalah unit kerja departemen pendukung

rangkaian industri pbrk kelapa sawit. Unit kerja ini memegang peranan penting dalm upaya perawatan dan perbaikan mesin-mesin dan alat kerja pada pabrik kelapa sawit. Optimalisasi kerja mesin untuk kelancaran proses produksi menjadi visi utama unit kerja workshop. PMKS Negeri Lama memiliki dua sub divisi kerja, yaitu mekanik dan listrik.

4.12.1. Mekanik

Divisi mekanik dalah sub-divisi yang betugas untuk melaksanakan perawatan dan perbaikan pada mesin-mesin dan alat bantu kerja yang beroperasi untuk menunjang terlaksananya proses produksi. Pelaksanaan perawatan lebih diutamakan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerusakan pada mesin-mesin. Preventive maintenance adalah perawatan yang dilaksanakan dengan

107

tujuan meminimalisir kemungkinan kerusakan pada mesin yang akan menyebabkan gangguan pada operasional pabrik.

Pelaksanaan preventive maintenance meliputi pelumasan, penggantian oli, pengencangan, penyeimbangan mesin, dan lain-lain. Preventive maintenance harus dilaksanakan secepat mungkin setelah timbul gejala-gejala mesin menuju kerusakan untuk mencegah agar mesin dapat tetap beroperasi secara normal sebelum kerusakan pada mesin semakin parah.

Struktur mekanik

Pembagian kerja untuk anggota mekanik diatur dengan pembagian kerja tim. Oleh karena itu, masing tim telah memiliki wilayah kerja masing-masing.

Tim A : Loading ramp, sterilizer, effluent. Tim B : Thresher, empty bunch treatment. Tim C : Kernel.

Tim D : Klarifikasi, boiler, power house, water treatment.

Masing-maisng tim memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan jadwal rencana peventive maintenance yang telah dibuat. Pelaksanaan preventive

maintenance diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kerusakan

pada mesin dan meminimalisir breakdown maintenance.

Pelumasan adalah salah satu rangkaian pelaksanaan preventive

maintenance dengan memberikan pelumas pada salah satu permukaan mesin yang

bergerak. Mesin yang saling bergerak akan menimbulkan panas dan tekanan. Efek panas dan tekanan yang timbul akan menyebakan kerusakan pada permukaan mesin dan mempersingkat umur pakai mesin. Oleh karena itu, diberi pelumas pada komponen mesin bergerak seperti roda, bushing, bearing, rantai dan lain-lain untuk meminimalisir timbulnya kerusakan.

Pelumas yang diberikan berupa pelumas jenis fluida seperti oli atau pasta seperti grease. Pelumasan mencegah penggantian komponen mesin yang terlalu sering. Komponen yang terlalu sering diganti merupakan pemborosan bagi perusahaan.

108

4.12.2. Listrik

Sub-divisi listrik bertujuan untuk melakukan perawatan dan perbaikan komponen elektrikal seperti elektromotor, panel, jaringan, dan terminal instalasi listrik yang berada di PMKS Negeri Lama. Komponen yang menjadi perhatian teknisi listrik adalah komponen elektrikal seperti elektromotor, panel MDB dan MCC, contactor dan terminal, pengaman listrik (OCR, EFR, dll), dan lain-lain. Perawatan yang dilakukan oleh teknisi listrik disesuaikan dengan jadwal preventve maintenance yang telah dibuat. Code jenis perawatan yang dilakukan di masukkan ke dalam laporan perawatan. Perawatan yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Perawatan Elektrikal PMKS Negeri Lama

Kode Keterangan Perawatan

A Pemeriksaan/service/pemeriksaan/penyetelan

-. Periksa dan kuatkan baut pengikat -. Periksa kipas dan tutup kipas -. Periksa/perbaiki karet koupling -. Periksa dan perbaiki terminal kabel -. Periksa level oli (khusus gearbox) -. Dan lain-lain

B Pelumasan oli

C Pelumasan grease

D Perbaikan karena stagnansi

E Perbaikan non-stagnansi

F Pemeriksaan penel dan kabel instalasi listrik -. Penyetelan over load

-. Pemeriksaan kontaktor dan terminal -. Pemeriksaan breaker dan pole terminal -. Dan lain-lain

G Pemasangan baru

109

BAB V

ANALISA KESESUAIAN DIMENSI LIGHT TENERA DRY SEPARATOR

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (Halaman 112-121)