• Tidak ada hasil yang ditemukan

Operasional Stasiun Pemipilan

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (Halaman 40-48)

HASIL PRAKTIK KERJA LAPANGAN

4.4. Stasiun Penebahan

4.4.1. Operasional Stasiun Pemipilan

A. Pengumpanan ke Threshing Drum.

Tujuan utama dari operasi ini adalah memberi umpan (tandan buah yang telah direbus) ke thresher drum menggunakan tippler, mechanical feeder dan

bunch scraper conveyor. Hal utama yang penting diperhatikan ialah waktu yang

dibutuhkan untuk menuang/mengumpan lori yang berisi tandan buah masuk ke

scrapper conveyor.

Tippling cycle ini penting agar kapasitas pabrik tercapai dan kapasitas

konstan per jam.

Tippling cycle di PMKS Negeri Lama :

Kapasitas Pabrik : 60 ton per jam

Kapasitas Lori : 5 ton

Jadi agar kapasitas pabrik per jam tercapai tippler harus mengangkut (60:2)/5 = 6 lori/jam

29

Maka Hoisting Cycle = 60menit 6

= 10 menit/lori

Ket : Pabrik beroperasi menggunakan 2 line

Gambar 13. Tippler

Aktivitas tippler pada PMKS Negeri Lama, PT. Cisadane Sawit Raya meliputi: a. Transfer lori buah yang telah direbus menuju tippler menggunakan

transfer carriage.

b. Tarik lori ke dalam tippler dan lori tepat berada di tengah plat penahan lori.

c. Nyalakan mechanical bunch feeder.

d. Putar tippler secara perlahan untuk menjatuhkan buah.

e. Tippler diputar secara bertahap dan perlahan untuk mencegah

penumpukan dan over feeding pada thresher

f. Setelah seluruh buah dituang, posisikan kembali lori pada posisi normal g. Tarik lori menuju areal lori kosong untuk ditarik ke stasiun loading ramp B. Pemisahan Brondolan dari Janjangan

Proses penebahan dilakukan pada unit alat berupa drum berdiameter 1800 mm dan panjang 3000 mm yang diputar menggunakan electromotor dan gear

reducer dengan putaran 23 rpm. Brondolan yang terlepas akan melewati kisi-kisi

yang berada di sekeliling drum thresher. Sedangkan tandan kosong akan terlempar keluar pada ujung drum.

30 Efisiensi penebahan bergantung pada : a. Efisiensi proses perebusan

b. Ketinggian bantingan c. Jumlah bantingan d. Kapasitas umpan

e. Posisi pisau pengangkat yang diatur dalam bentuk tipikal dengan kemiringan pisau 5°

Sistem pemisahan yang dilakukan menggunakan 2 unit main thresher (thresher no.1 dan no.2) dan 1 unit re-Thresher (thresher no.3) yang dilengjapi dengan self separator bunch crusher (SSBC). Tandan kosong dari main thresher akan di-Thresing ulang menggunakan unit re-thresher. SSBC digunakan untuk memecah tandan kosong agar buah yang terjepit di tandan bisa terlepas saat di-threshing ulang. Sedangkan buah yang tidak bisa melewati SSBC akan keluar menuju hard bunch conveyor untuk dilakukan perebusan ulang.

C. Penanganan Material yang telah dipisahkan

Material yang telah terpisah antara lain adalah: brondolan, tandan kosong, dan hard bunch (buah mogol). Untuk material berupa brondolan yang telah terpisah akan diangkut menggunakan conveyor under thresher, bottom cross

conveyor, dan fruit elevator menuju digester. Tandan kosong hasil re-threshing

akan diangkut menggunakan empty bunch conveyor menuju incinerator untuk dibakar. Buah mogol akan diangkut menggunakan hard bunch conveyor menuju lori hard bunch untuk direbus ulang.

31

Gambar 15. Diagram Proses Penebahan

4.5. Stasiun Pencacahan Dan Pengempaan 4.5.1. Pencacahan

Pencacahan brondolan buah yang telah melalui proses penebahan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

Tandan kosong USB

Tandan kosong, hard

bunch, USB hard bunch

brondolan

brondolan Lori tandan buah

yang telah direbus

Pemindahan lori ke area tippler

Penuangan tandan buah dari lori

Pengumpanan ke thresher drum

Penebahan buah di dalam thresher drum

Pemecahan tandan kosong menggunakan SSBC

Re-thresher tandan kosong

Perebusan ulang hard bunch

Pembakaran tandan kosong di incenerator

Penanganan brondolan menuju digester

32

1. Melepas sel-sel minyak dari daging buah melalui efek pelumatan oleh pisau-pisau digester.

2. Memisahkan pericarp dari nut.

3. Homogenisasi massa brondolan sebelum diumpankan ke mesin press.

4. Pemanasan dan mempertahankan tempertur massa campuran pada suhu minimal 95oC untuk ekstraksi yang maksimal.

Digester merupakan bejana yang dilengkapi dengan alat perajang dan

pemanas untuk mempersiapkan brondolan agar lebih mudah dikempa dalam screw

press. Digester dilengkapi dengan beberapa pasang pisau pengaduk sehingga buah

yang diaduk di dalamnya menjadi lumat akibat gesekan yang timbul antara sesama buah dan diantara massa yang dilumatkan dengan pengaduk serta dinding ketel.

Volume material berondolan di dalam digester dipertahankan minimal ¾ penuh tabung digester. Digester yang penuh akan memperlama proses pengadukan dengan tekanan antar brondolan yang kuat sehingga pencacahan brondolan akan sempurna. Selama proses pencacahan, dilakukan penahanan pengadukan pada material berondolan di dalam digester selama 20-25 menit.

Ketinggian buah dalam Digester akan menimbulkan tekanan di dasar

digester. Apabila semakin tinggi dan tahanan lawan terhadap pisau semakin

tinggi, maka pemecahan kantong minyak serta pemisahan serat dengan serat lainnya akan semakin sempurna.

Stasiun pencacahan PMKS Negeri Lama PT. Cisadane Sawit Raya memiliki enam tabung digester yang masing-masing digester dilengkapi dengan:

1. Empat pasang stirring arm (pisau pengaduk) 2. Satu pasang expeller arm (pisau elempar)

3. Bottom plate (perforation plate), plat dasar tabung yang dilengkapi dengan lubang-lubang untuk mengalirkan minyak yang terlepas dari pericarp saat pelumatan.

4. Motor poros dengan putaran poros 24 rpm. 5. Sistem pemanasan:

33

b. Steam inject, pemanasan ke dalam digester menggunakan steam yang dimasukkan melewati bottom plate.

Gambar 16. Digester

Pisau pengaduk digester memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya penumpukan dalam Digester, sehingga brondolan yang telah dicacah lebih mudah bergerak, terutama ke dalam alat kempa. Memindahkan panas dari mantel, yakni mengatur agar adonan bergantian dalam proses mengabsorbsi panas. Melumatkan buah sehingga lebih mudah dikempa dan mengurangi kemungkinan kehilangan minyak yang akan terjadi. Mengeluarkan minyak pada permukaan sel yang pecah.

Faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pengadukan : 1. Frekuensi pengadukan

Frekuensi pengadukan yang tinggi akan mengakibatkan pembuangan energi yang tinggi pula

2. Pisau pengaduk

a. Jumlah pisau pengaduk yang lebih banyak akan menyebabkan pelumatan yang berlebih sehingga terjadi penggenangan minyak di dasar screw

press, hal ini akan memperkecil gaya gesekan buah dengan pisau.

b. Bentuk pisau harus sedemikian rupa supaya dapat mengangkat buah serta menekan buah

34

c. Terbuat dari mangan silikon karena pisau pengaduk mudah mengalami korosi

3. Putaran pengaduk

Putaran yang tinggi menyebabkan genangan minyak dalam alat yang akan mempersulit pengadukan. Kisaran putaran antara 22 – 24 rpm.

Pemanasan dimaksudkan supaya minyak tidak menjadi kental, memperingan kerja screw press dan mengurangi biji yang pecah. Pemakaian

jacket pemanas dapat menyebabkan pemanasan yang berlebihan terhadap buah

yang berkontak dengan dinding bejana. Oleh karena itu biasanya tekanan mantel diturunkan menjadi 2 kg/cm2(setara dengan suhu 132,9 °C).

Sedangkan uap yang diinjeksikan langsung dalam bejana (± 3 kg/cm2) mempunyai efek negatif dalam menambah jumlah air yang terkandung dalam adonan, sehingga akan merusak mutu minyak . Akibat pemanasan yang berlebihan akan merangsang terjadinya proses oksidasi, dan biji menjadi gosong, sehingga sulit dalam proses pemecahan dalam Ripple mill.

4.5.2. Pengempaan

Brondolan yang telah mengalami pencacahan dan keluar melalui bagian bawah Digester sudah berupa ‘bubur’. Hasil cacahan tersebut langsung masuk ke alat pengempaan yang berada di bagian bawah Digester. Ekstraksi minyak sawit dapat dilakukan secara mekanis menggunakan screw press atau secara kimia menggunakan pelarut yang disebut solvent extractic. Pada metode solvent

extractic rendemen minyak yang dihasilkan tinggi. Akan tetapi, kehilangan bahan

pelarut tinggi (kurang ekonomis) dan mengandung zat warna ( chlorophyl, xanthophyl, dll ) yang sulit dihilangkan dalam proses pemucatan. Oleh Karena itu, ekstraksi mekanik menggunakan screw press lebih dikembangkan.

Proses pemisahan minyak terjadi akibat putaran double screw yang mendesak bubur buah, sedangkan dari arah yang berlawanan tertahan oleh Sliding cone. Double screw dan hydraulic cone ini berada di dalam sebuah selubung baja yang disebut press cage. Konstruksi press cake memiliki dinding yang berlubang-lubang di seluruh permukaannya. Dengan demikian, minyak dari bubur buah yang

35

terdesak akan keluar melalui lubang – lubang press cage, sedangkan ampasnya keluar melalui celah antara hydraulic cone dan press cage.

Penambahan water dilution dilakukan setelah minyak diekstraksi dengan perbandingan antara air dan minyak adalah 1:1 terhadap OER. Pada PMKS Negeri Lama PT.Cisadane Sawit Raya penambahan water dilution tidak lagi dilakukan pada screw press, tetapi hanya dilakukan di pangkal oil gutter dan diujung oil gutter sebelum sand trap tank dengan tujuan :

1. Dipangkal oil gutter penambahan water dilution tidak hanya sebagai air pengencer crude oil tetapi juga sebagai pendorong crude oil menuju sand trap tank.

2. Diujung oil gutter sebelum sandtrap juga dilakukan penambahan water dilution yang bertujuan sebagai pengencer sekaligus pengutipan kembali minyak yang terdapat pada recovery sludge tank, karena sumber dari water dilution di titik ini berasal dari campuran air dan minyak yang terdapat pada recovery sludge

tank.

Tekanan sangat menentukan keberhasilan proses pengempaan. Tekanan yang sesuai harus dapat menghasilkan atau memisahkan minyak dari ampas dan sedikit mungkin biji yang pecah. Tekanan normal sekitar 40 kg/cm2, diatur pada

hydraulic cone yaitu logam berbentuk kerucut yang terdapat pada ujung press.

Ketidaksamaan bahan baku merupakan salah satu penyebab ketidakstabilan antara tekanan kerja dan tekanan lawan pada screw press, sehingga untuk menjaga kestabilan tekanan biasanya dipasang hydraulic transmisi yang dapat mengatur tekanan tertinggi dan tekanan terendah dalam screw press. Limit point tekanan rendah dan tinggi yang di atur pada 32 – 35 Ampere. Tujuan penstabilan tekanan

press adalah untuk memperkecil kehilangan minyak dalam ampas, menurunkan

jumlah biji pecah, dan memperpanjang umur teknis. Indikator keberhasilan stasiun digester and presser: 1. Oil loss pada press cake max 4,50% O/Wm

36

Brondolan ex thresher (mass passing to digester)

Pencacahan brondolan

Pengempaan massa brondolan

Pemecahan ampas press (Cake Breaker Conveyor)

Pengaliran minyak kasar (Oil Gutter)

Press cake Crude Oil

Menuju Kernel Plant Menuju Klarifikasi

Gambar 17. Diagram Proses Pencacahan dan Pengempaan

Dalam dokumen LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (Halaman 40-48)