• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERANGAN Pekerjaan

3.3 Analisa pendekatan konteks lingkungan

3.3.1 Analisa Pemilihan Lokasi

Proyek ICT Technopark di kota Semarang ini merupakan bangunan dengan fungsi utama edukasi dan riset dengan fungsi eksibisi dan komersialisasi inovasi sebagai penunjang fasilitas utama di kota Semarang. Berkaitan dengan tata letak peruntukkan fungsi riset atau edukasi sesuai dengan peraturan daerah nomor 5 tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang

Gambar 3. 61 Solar tree Sumber : www.Pinterest.com/solartree

202 tahun 2000-2010 pasal 11 ayat 3, meliputi area BWK III, BWK VIII, BWK IX, dan BWK X.

Fungsi sebagai riset pada peraturan daerah nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2011-2031 tidak diperjelas lebih detail. Maka diasumsikan sebagai sub pelayanan kota sebagai sarana pendidikan yang diatur pada pasal 13 ayat 1 pada peraturan daerah nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2011-2031. Kemudian sub pusat pelayanan kota diperjelas pada pasal 13 ayat 2 pada peraturan daerah nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2011-2031 tentang pembagian kelurahan pada tiap BWK yang dimaksud pada peraturan daerah nomor 5 tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2000-2010 pasal 11 ayat 3, yaitu meliputi :

a. BWK III - Kecamatan Semarang Barat b. BWK VIII - Kecamatan Gunungpati c. BWK IX - Kecamatan Mijen

d. BWK X - Kecamatan Tugu e. BWK X - Kecamatan Ngaliyan

203 a. Kecamatan Semarang Barat (BWK III)

Peta kecamatan Semarang Barat dijelaskan dalam gambar 3.133 dibawah ini :

Gambar 3. 62 Peta kecamatan Semarang Barat Sumber : www.lokanesia.com

Keterangan :

1 Kelurahan Ngemplak Simongan 9 Kelurahan Krobokan

2 Kelurahan Manyaran 10 Kelurahan Kalibanteng Kidul 3 Kelurahan Krapyak 11 Kelurahan Tambakharjo 4 Kelurahan Kalibanteng Kulon 12 Kelurahan Salaman Mloyo 5 Kelurahan Gisikdrono 13 Kelurahan Bongsari 6 Kelurahan Bojong Salaman 14 Kelurahan Tawangmas 7 Kelurahan Cabean 15 Kelurahan Tawangsari 8 Kelurahan Karangayu 16 Kelurahan Kembangarum

Batas – Batas kecamatan Semarang Barat : • Utara : Laut Jawa

• Barat : Kecamatan Semarang Utara • Timur : Kecamatan Tugu

204 b. Kecamatan Gunungpati (BWK VIII)

Peta wilayah kecamatan Gunungpati dijelaskan dalam gambar 3.134 dibawah ini :

Gambar 3. 63 Peta kecamatan Gunungpati Sumber : www.lokanesia.com

Keterangan :

1 Kelurahan Gunungpati 9 Kelurahan Kalisegoro 2 Kelurahan Sumur Rejo 10 Kelurahan Patemon 3 Kelurahan Pakintalan 11 Kelurahan Sekaran 4 Kelurahan Mangunsari 12 Kelurahan Sukorejo 5 Kelurahan Plalangan 13 Kelurahan Sadeng 6 Kelurahan Nongkosawit 14 Kelurahan Cepoko 7 Kelurahan Pongangan 15 Kelurahan Kandri 8 Kelurahan Ngijo 16 Kelurahan Jatirejo

Batas – Batas kecamatan Gunungpati :

• Utara : Kecamatan Gajah Mungkur • Barat : Kecamatan Banyumanik • Timur : Kecamatan Mijen

205 c. Kecamatan Mijen (BWK IX)

Peta wilayah kecamatan Mijen dijelaskan dalam gambar 3.135 dibawah ini:

Gambar 3. 64 Peta kecamatan Mijen Sumber : www.lokanesia.com

Keterangan :

1 Kelurahan Cangkiran 8 Kelurahan Mijen 2 Kelurahan Bubakan 9 Kelurahan Jatibarang 3 Kelurahan Karangmalang 10 Kelurahan Kedungpane 4 Kelurahan Polaman 11 Kelurahan Ngadirgo 5 Kelurahan Purwosari 12 Kelurahan Wonoplumbon 6 Kelurahan Tambangan 13 Kelurahan Jatisari 7 Kelurahan Wonolopo 14 Kelurahan Pesantren

Batas – Batas kecamatan Mijen :

• Utara : Kecamatan Ngaliyan • Barat : Kecamatan Gunung Pati • Timur : Kabupaten Kendal • Selatan : Kabupaten Kendal

206 d. Kecamatan Tugu (BWK X)

Peta wilayan kecamatan Tugu dijelaskan dalam gambar 3.136 dibawah ini:

Gambar 3. 65 Peta kecamatan Tugu Sumber : www.lokanesia.com

Keterangan :

1 Kelurahan Jerakah 5 Kelurahan Mangkang Wetan 2 Kelurahan Tugu Rejo 6 Kelurahan Mangkang Kulon 3 Kelurahan Karang Anyar 7 Kelurahan Mangunharjo 4 Kelurahan Randu Garut

Batas – Batas kecamatan Tugu : • Utara : Laut Jawa

• Barat : Kecamatan Semarang Barat • Timur : Kabupaten Kendal

• Selatan : Kecamatan Ngalliyan

e. Kecamatan Ngaliyan (BWK X)

207 Gambar 3. 66 Peta kecamatan Ngaliyan

Sumber : www.lokanesia.com

Keterangan :

1 Kelurahan Gondoriyo 6 Kelurahan Bamban Kerep 2 Kelurahan Podorejo 7 Kelurahan Ngaliyan 3 Kelurahan Beringin 8 Kelurahan Tambak Aji 4 Kelurahan Purwoyoso 9 Kelurahan Wonosari 5 Kelurahan Kali Pancur 10 Kelurahan Wates

Matriks pemilihan kelurahan tiap BWK dianalisis dengan kriteria pada tabel berikut : Kriteria lokasi BWK III BWK VIII BWK IX BWK X Nilai Nilai Nilai Nilai

Lokasi Berada pada daerah dekat pusat kota 8 9 9 7 Dekat dengan fasilitas pendidikan dan dapat dijangkau universitas dengan jurusan TIK di semarang 7 6 6 8 Lokasi yang cukup strategis 10 6 7 8 Lingkungan

208 Berada pada daerah rendah kebisingan 6 9 8 8 Topografi yang landai 8 5 6 7 Memiliki jaringan utilitas yang cukup lengkap(termasuk di dalamnya internet dengan koneksi kabel fiber optik) 9 7 7 8 Aksesbilitas Dilewati kendaraan umum 8 6 6 8 Dapat dilewati transportasi publik memiliki akses yang mudah menuju lokasi 8 7 7 8 Total 64 55 56 62

Tabel 3. 23 Matriks kriteria lokasi tapak

Sumber : analisis pribadi, 2017

3.3.2 Analisa Pemilihan Lokasi A. Studi Luas Tapak

Regulasi Semarang Barat (BWK III)

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimum 60 %

Koefisien Luas Bangunan(pelayanan umum) (KLB) maksimum 1,8 (3 lantai)

209 Luas parkir (100%) = 10.771,2 m2Luas lahan L. lahan = 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 𝐾𝐿𝐵 1,8

= 𝟏𝟗.𝟎𝟕𝟖 𝐦𝟐 𝐾𝐿𝐵 1,8

=

10.598,9

Luas lantai dasar

L. lantai dasar = Luas lahan x 60% = 10.598,9 X 60% =

6.359,3

m2

Luas Ruang terbuka

Luas ruang terbuka = L.lahan – L.lantai dasar = 10.598,9 – 6.359,3

= 4.239,6 m2

Luas ruang terbuka hijau

Luas ruang terbuka hijau=L.ruang terbuka x 40% = 4239,6 x 40%

210 Luas Total kebutuhan Tapak

Luas total tapak = Luas lantai dasar + luas ruang terbuka + luas parkir

= 6.359,3 m2+ 4.239,6 m2+ 10.771,2 m2

= 21.370,1 m2 B. Alternatif Tapak

• Alternatif Tapak A dijelaskan pada gambar Lokasi : Jl. Pamularsih

Gambar 3. 67 Peta lokasi alternatif tapak A Sumber : dokumen pribadi, 2017

211 Gambar 3. 68 Peta lokasi alternatif tapak A

Sumber : dokumen pribadi, 2017

Batas – batas alternatif tapak A

Utara : Jl. Pupowarno selatan 1 , permukiman warga. Timur : Jl. Puspowarno raya IV

Barat : Jl. Puspowarno IX, permukiman warga. Selatan : Jl.Pamularsih.

Berikut adalah tabel yang menjelaskan tentang kekuatan dan amenitas dari tapak A

Peraturan pemerintah

Peraturan daerah kota Semarang nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2011-2031 dan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RTDRK) nomor 8 tahun 2004 tentang BWK III (Kecamatan Semarang Barat dan kecamatan Semarang Utara) tahun 2000-2010. Regulasi KDB : maksimal 60%

212 KLB : 1,8 GSB Jl.Pamularsih : 23 m. GSB Jl.Puspowarno Raya : 17m GSB Jl.Puspowarno selatan 2 : 3m GSB Jl.Puspowarno selartn IV : 3m Fungsi dan hirarki

Pusat perkantoran, perdagangan dan jasa. Pusat transportasi udara.

Sub pusat pelayanan kota.

ASPEK AMENITAS ALAMI

View View from site : pertokoan, jalan raya dan permukiman penduduk

View to site : View to site dari jalan berupa toko, dan permukiman.

Topografi Relatif datar dengan kemiringan lahan 0 - 2%

Air Curah air hujan rata-rata sebesar 126 m3 per tahun dengan tingkat kelembaban 50 - 70 % dengan periode musim hujan November hingga April.

ASPEK AMENITAS BUATAN Jaringan kota /

kawasan

Berada tepat bersebelahan dengan jalan kolektor sekunder Jl.Pamularsih yang cukup lebar.

Akses utama Jl.Pamularsih dapat dicapai melalui kawasan kalibanteng dan Jl.Kaligarang.

Terdapat jaringan listrik, telepon, fiber optik, drainase dan sampah.

Citra arsitektural

Bangunan sekitar tapak adalah pertokoan yang mayoritas berbentuk ruko sederhana. serta terdapat area permukiman penduduk disekitar tapak, yang mayoritas bangunan sederhana dengan atap limasan.

Tabel 3. 24 Analisis tapak A

Sumber : analisis pribadi, 2017

Potensi Alternatif Tapak A :

• Dilalui bus BRT yang akan memudahkan pengguna menuju lokasi.

• Lokasi tapak berada di jalan kolektor sekunder dengan lebar 20m tergolong jalan besar dengan 2 arah.

• Lokasi dekat dengan pusat kota. yang juga dapat dengan mudah diakses bagi tamu yang tinggal di hotel bintang 4.

• Kondisi daya dukung tanah yang cukup bagus. • Dekat dengan bandara Ahmad Yani.

213 • Kepadatan lalu lintas tidak terlalu tinggi.

• Utilitas lengkap + dilalui jaringan internet kabel fiber optik Kendala Alternatif Tapak A :

• Sisi utara tapak tidak memiliki view yang bagus,karena mayoritas warga menengah ke bawah.

• Vegetasi minim, hanya terdapat beberapa pohon trembesi dan pisang.

• Alternatif Tapak B dijelaskan pada gambar Lokasi : Jl. Jendral Sudirman

Gambar 3. 69 Peta lokasi alternatif tapak B Sumber : dokumen pribadi, 2017 Batas – batas alternatif tapak B

Utara : Jl. Jendral Sudirman , pertokoan.

Timur : Jl. Pusponjolo tengah

214 Selatan : Jl. pusponjolo tengah 1 dan 2 , permukiman warga.

Gambar 3. 70 Peta lokasi alternatif tapak A Sumber : dokumen pribadi, 2017

Berikut adalah tabel yang menjelaskan tentang kekuatan dan amenitas dari tapak B

Peraturan pemerintah

Peraturan daerah kota Semarang nomor 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Semarang tahun 2011-2031 dan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RTDRK) nomor 8 tahun 2004 tentang BWK III (Kecamatan Semarang Barat dan kecamatan Semarang Utara) tahun 2000-2010. Regulasi KDB : maksimal 60%

KLB : 1,8

GSB Jl.Jendral Sudirman : 23 m GSB Jl.Pusponjolo barat raya : 17 m GSB Jl.Pusponjolo tengah 1: 3m GSB Jl.Pusponjolo tengah 2: 3m

Fungsi dan hirarki

Pusat perkantoran, perdagangan dan jasa. Pusat transportasi udara.

Sub pusat pelayanan kota.

ASPEK AMENITAS ALAMI

View View from site : pertokoan , jalan raya dan permukiman penduduk.

View to site : view utama yang terlihat dari Jl.Jendral Sudirman adalah pertokoan.

215 Air Curah air hujan rata-rata sebesar 126 m3 per tahun dengan tingkat

kelembaban 50 - 70 % dengan periode musim hujan November hingga April.

ASPEK AMENITAS BUATAN Jaringan kota /

kawasan

Berada tepat bersebelahan dengan jalan kolektor sekunder Jl.Jendral Sudirman.

Akses utama Jl.Jendral Sudirman dapat dicapai melalui kawasan kalibanteng dan kawasan tugumuda.

Terdapat jaringan listrik, telepon, fiber optik, drainase dan sampah.

Citra arsitektural

Bangunan sekitar tapak didominasi dengan pertokoan ang bergaya arsitektur modern. Permukiman penduduk disekitar Jl.Pamularsih juga memiliki karakter arsitektur modern dan arsitektur jawa.

Tabel 3. 25 Analisis tapak B

Sumber : analisis pribadi, 2017

Potensi Alternatif Tapak B :

• Lokasi tapak berada di tepi jalan kolektor sekunder dengan lebar 20m tergolong jalan besar.

• Lokasi tapak dekat dengan pusat kota, serta dekat dengan hotel berbintang 4.

• Lokasi dilewati banyak angkutan umum.

• Lokasi dekat dengan pusat kota, termasuk kedalam daerah komersial antara kalibanteng dan tugu muda.

• Daya dukung tanah yang cukup baik. • Dekat dengan bandara Ahmad Yani. Kendala Alternatif Tapak B :

• Pada jam tertentu sering terjadi kemacetan. • Polusi cukup tinggi.

Berdasarkan potensi dan kendala pada alternatif tapak, maka dapat disimpulkan dalam tabel berikut tentang pemilihan lokasi tapak :

216

Kriteria lokasi

Tapak A TAPAK B Nilai Nilai Lokasi

Dekat dengan pusat kota dan hotel bintang 4

10 7

Dapat dijangkau universitas dengan jurusan TIK di semarang

8 8

Lokasi yang cukup strategis

9 9

Jalan yang lebar dan tdak pada lokasi rawan macet

8 5

Lingkungan Berada pada daerah

rendah kebisingan

9 5

Topografi yang landai 7 8

Memiliki jaringan utilitas yang cukup lengkap

9 9

Dilalui jaringan internet kabel fiber optik

10 10

Aksesbilitas

Dilewati kendaraan umum 7 9 Dilewati transportasi publik

BRT

8 8

memiliki akses yang mudah menuju lokasi

10 10

Nilai Total 113 88

Tabel 3. 26 Matriks kriteria pemilihan tapak

Dokumen terkait