• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Perangkingan Dampak Konsekuensi secara Ekonom

Dalam dokumen Perancangan Geometri Piezoelektrik Peng g (Halaman 62-65)

SHIPPING LINE BY USING TRAFFIC BASED MODEL

3.6 Analisa Perangkingan Dampak Konsekuensi secara Ekonom

Analisa kriteria penerimaan risiko menggunakan dampak secara ekonomi dengan menggunakan penelitian yang dilakukan oleh (Maulidiyah,2012) mengenai estimasi biaya kerugian akibat tumpahan minyak maka biaya akibat tumpahan minyak tersebut dapat diketahui. Selanjutnya dengan menggunakan standar kriteria penerimaan DNV. Hasil perangkingan dampak konsekuensi secara ekonomi pada Tabel 7. menunjukkan bahwa analisa dampak konsekuensi pada tumpahan minyak diselat madura tergolong Major.

Evaluasi Risiko

Setelah melakukan analisa probabillitas dan analisa konsekuensi maka langkah selanjutnya adalah melakukan suatu penilaian apakh risiko dapat diterima atau tidak. Berdasarkan analisa konekuensi diatas, terdapat 2 skenario yang memiliki risk acceptance yang berbeda sehingga memerlukan risk matrix yang berbeda pula. Berdasarkan risk matrik pada standar DNV, maka dapat diketahui tingkat risiko di selat Madura.

Tabel 7.

Hasil rangking Konsekuensi waktu Oil Spill

(ton) Biaya ( Miliar Rupiah) Biaya (juta dolar) Katagori 22:43:33 3708.39 Rp1,801.88 $190.17 Major 22:46:53 3709.02 Rp1,802.07 $190.19 Major 22:53:14 1310.49 Rp933.72 $98.55 Major 22:56:24 3941.52 Rp1,872.66 $197.64 Major 23:23:04 3003.43 Rp1,577.08 $166.45 Major 5:23:43 1614.29 Rp1,065.23 $112.43 Major 05:37:33 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 05:41:15 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 05:47:44 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:19:33 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:23:54 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:34:35 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:35:25 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major

Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, 5 Desember 2012 X - 63 5 4 3 2 1 1 2 3 Severity Pr ob abi llit y 06:36:44 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:40:03 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:40:33 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:40:45 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:43:03 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:53:54 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 06:57:54 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 07:02:24 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 07:05:34 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 07:08:54 3409.78 Rp1,708.77 $180.34 Major 7:00:24 3142.95 Rp1,622.99 $171.29 Major 7:10:03 3313.16 Rp1,678.00 $177.10 Major 7:20:03 1315.69 Rp936.06 $98.79 Major

Gambar 2Risk Matrik 4. Kesimpulan

Data dari perangkat AIS dan perangkat lunak GIS dapat digunakan untuk melakukan analisa probabilitas tubrukan kapal secara geometri dan konsekuensi yang tidak diharapkan pada suatu alur pelayaran tertentu.

Analisa probabilitas pada skenario pertama, kemungkinan kapal berlayar menubruk kapal sedang lego jangkar, secara umum memiliki tingkat risiko ‖rendah‖. Sedangkan pada skenario kedua, kemungkinan kapal mengalami stranding memiliki tingkat risiko rendah. Sedangkan pada skenario 3 dimana kapal mengalami tubrukan Head-on, untuk alur pelyaran pelayaran selat Madura dapat dikatakan rendah.

Tingkat risiko di daerah Selat Madura bisa dikatakan ―Medium‖ jika dilihat dari hasil perhitungan dengan model lalu-lintas pelayaran dan analisa konsekuensi secara ekonomi menurut pendekatan yang diusulkan maulidiyah. Namun tingkat risiko ini bertambah seiring dengan peningkatan aktivitas lalu-lintas kapal yang melintas apabila tidak disertai dengan peningkatan manajemen pelabuhan yang baik

References

PT. Trans Asia Consultan. (2009). Laporan Analisa Trend Kecelakaan Laut 2003-2008.

http://regional.kompas.com/read/2011/03/12/08552618/Alur.Kapal.Selat.Madura.Akan.Diperdala m

Goerlandt, F., & Kujala, p. (2011). Traffic simulation based ship collision probability modeling.

Reliability Engineering and System Safety 96 , 91–107.

Kristiansen, S. 2005. Maritime Tranportation Safety Management and Risk Analysis. Oxford: Elsevier Butterworth - Heinemann

Hansen, P., Ravn, E. S., & Engberg, P. C. (2009). Basic Modelling Principles For Prediction Of

Collition And Grounding Frequencies DNV RP-F107. ( 2010). RISK ASSESSMENT OF

= ALRP = Not Acceptable = acceptable

Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, 5 Desember 2012 X - 64

PIPELINE PROTECTION. Det Norske Veritas.

DNV Safedoor. (2007). Risk Evaluation Criteria . DNV.

Zhang, S., 1999, The mechanics of ship collisions. Ph.D. Thesis, Department of Naval Architecture and Offshore Engineering, Technical University of Denmark, Lyngby.

Maulidiyah, 2012, Estimasi Biaya Kerugian Akibat Tumpahan Minyak di Cilacap. Master thesis,FTK ITS, Surabaya

Fujii, Y. Yamanouchi, H and Mizuki, N, 1974.. Some Factors Affecting the Frequency of Accidents in Marine Traffic. II: The probability of Stranding, III: The Effect of Darkness on

the Probability of Stranding. Journal of Navigation, Vol. 27,

Fujii, Y., 1982, Recent trends in traffic accidents in Japanese waters. Journal of Navigation, Vol. 35(1), 90–99.

Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, 5 Desember 2012 X - 65 MEREDUKSI TERJADINYA DEFECT PADA PROSES PRODUKSI SMALL ALUMINIUM

BOAT DENGAN PENDEKATAN RISK ASSESSMENT & ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Heri SUPOMO*1, and M. Sholikhan ARIF1 1

Department of Naval Architecture And Shipbuilding Engineering, Faculty of Marine Technology, ITS-Surabaya.

*E-mail: [email protected] Abstract

Small Aluminium boat making process has been known in ship design bussines. Aluminium is very usefull beacuse its properties such as lightweight, strong and resistant to the environment.

Many activities in the Small boat Aluminium building, preparation, fabrication, Assembly, outfitting, painting and erection resulting many defects. With risk analysis approach and root cause Analysis can reduce defects. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Methode is systematic approach to analyze,evaluate potential and cause of failure and prevént failure occurs. This research conducted in Aluminium boat building process by capturing specificity value, frequency, and ratification. The results of these three values resulted Risk Priority Number (RPN) for each potential failure. After RPN value is knownt hen it will recommend corrective action including reponsibility,deadline and note any remidial action that have been performed. The Last step is recalculated RPN values

Keywords:Risk Analisys ,Small aluminium Boat,Failure Mode and Effect Analysis

1. Pendahuluan

Dalam jurnal ini dibahas tentang resiko-resiko defect yang mungkin timbul dalam proses produksi small aluminium boat. Lingkup resiko defect yang dibahas dalam jurnal ini yaitu pada proses persiapan material,fabrikasi,sub assembly,assembly,serta proses erection.

Risiko yang dihadapi dalam proses pembuatan small aluminium boat sangat banyak dan beraneka macam. Di hampir setiap tahapan proses pekerjaan risiko. Oleh karena risiko – risiko ini sangat banyak dan beraneka macam, pertanyaannya, apakah semua risiko – risiko ini perlu diindentifikasi?

Jika memungkinkan, semua risiko yang dihadapi dalam proses produksi small aluminium boat diidentifikasi namun ini akan menjadi pekerjaan yang sangat kompleks dan bahkan membingungkan, jadi untuk menghemat waktu dalam penelitian ini risiko yang diidentifikasi yaitu risiko – risiko yang dianggap penting dalam proses pembuatan small aluminium boat. 2. Aluminium

Aluminium (atau aluminum) ialah unsur kimia. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13. Aluminium pertama kali ditemukan oleh Sir Humphrey Davy pada awal abad sembilan belas.dan logam tersebut disimpan pada tahun 1825 oleh Hans Christian Oersted dan tetap disana seketar 30 tahun.Pada th 1886 pertama kalinya aluminium diekstrak dari bauksit dan menjadi industri aluminium.Metode tersebut dikembangkan secara terus menerus oleh Paul Heroult (Prancis) dan charles M. Hall (USA).Aluminium ialah logam paling berlimpah. Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. terang dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran atau ditarik menjadi kawat. serta tahan korosi.Aluminium digunakan dalam banyak hal. Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang. Serta dapat digunakan dalam pembuatan badan kapal (Mathers,2002)

Dalam dokumen Perancangan Geometri Piezoelektrik Peng g (Halaman 62-65)