BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisa Hasil dan Pembahasan
4.3.3 Analisa Seven Waste dengan Cause Effect Diagram dan
waste yang dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut ini :
Tabel 4.12 Skor rata-rata tiap jenis waste
No. Jenis Waste Skor
Rata – Rata Ranking
1 Produksi berlebihan (overproduction) 7.5 2
2 Menunggu (waiting) 7.2 3
3 Transportasi (transportation) 6.8 4
4 Proses yang tidak tepat (unappropriate
procesing) 6.5 5
5 Persediaan yang tidak perlu (unnecessary
inventory) 6.2 6
6 Kecacatan (defect) 8.0 1
Total Skor 42.2
Berikut ini adalah analisa dari masing-masing jenis waste beserta rekomendasi perbaikannya yaitu :
4.3.3.1 Jenis Waste Kecacatan (defect)
Jenis waste kecacatan terjadi akibat dipengaruhi empat faktor secara yaitu faktor manusia, mesin, material, dan lingkungan. Hal ini mengakibatkan operator tidak konsentrasi dan kurang teliti dalam bekerja sehingga terjadi kesalahan dalam melakukan proses yang berdampak pada output yang cacat. Faktor penyebab terjadinya waste kecacatan ditunjukkan dengan cause effect diagram pada gambar di bawah ini :
Gambar 4.3 Cause effect diagram jenis waste kecacatan Rekomendasi Perbaikan
a. Faktor Manusia
Agar karyawan yang dalam masa Training lebih dibekali pengetahuan dan ketrampilan tentang mesin yang akan dijalankan. Perlu adanya pengawasan dari supervisor yang bersangkutan agar kecacatan dapat diminimalkan. Selain itu, konsentrasi operator dalam bekerja perlu ditingkatkan lagi (pada saat proses padding) agar tidak terjadi kecacatan pada kualitas.
b. Faktor Mesin
Perusahaan mengadakan aktivitas perawatan berkala secara teratur, dimana perawatan tersebut sudah dijadwalkan dan harus dilakukan untuk memperbaiki performa mesin yang buruk. Selain itu, operator harus menyesuaikan setting mesin sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. c. Faktor Material
Pada saat pemilihan raw material diharapkan quality control (QC) menjalankan tugasnya dengan baik supaya material yang siap diproses telah sesuai dengan spesifikasi. Selain itu, selama proses berlangsung operator
harus benar – benar memperhatikan lampu kontrol pada mesin karena apabila lampu tersebut menyala mungkin saja terjadi kesalahan pada komponen tersebut.
d. Faktor Metode
Sebelum proses kerja dimulai, operator dianjurkan melakukan pemeriksaan sistem mesin atau alat kerja yang digunakan (terutama sistem sambung dan sistem reset) sehingga proses yang terjadi nantinya dapat berjalan lancar.
4.3.3.2 Jenis Waste Produksi Berlebihan (overproduction)
Waste berupa produksi berlebihan ini terjadi pada area work in process (WIP) jadi bukan terjadi pada proses akhir padding. Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi dari tiap lini produksi tentang kebutuhan item yang diperlukan dalam pembuatan padding. Artinya, pada saat pembuatan padding sesuai target, pengkombinasian bahan hanya dikira-kira, jadi ada kesalahan takaran yang mengakibatkan produksi berlebih. Produksi berlebih tersebut akan disimpan ke gudang untuk digunakan pada proses padding berikutnya.
Gambar 4.3 Cause effect diagram jenis waste produksi berlebihan
Rekomendasi Perbaikan
Untuk mengatasi waste ini, pihak perusahaan hendaknya melakukan proses dokumentasi yang akurat terkait dengan seberapa banyak bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan benang sesuai dengan target yang diinginkan. Serta penanggung jawab tiap - tiap mesin (supervisor) berperan aktif dalam mengontrol daftar / list bahan yang sudah dibuat.
4.3.3.3 Jenis Waste Menunggu (waiting)
Jenis waste ini sering terjadi pada saat proses produksi dimana semakin besar waktu menunggu yang terjadi maka akan memperpanjang lead time dan meningkatkan work in process. Di dalam analisa PAM menunggu dikategorikan aktivitas delay. Dimana proporsinya sebesar 185 jam yang mencapai 6.16 % dari total waktu seluruh proses yang terjadi. Ada empat faktor penyebab terjadinya jenis waste menunggu yaitu faktor manusia, mesin, material dan metode. Faktor penyebab terjadinya waste menunggu ditunjukkan dengan cause effect diagram pada gambar 4.2 berikut ini :
Rekomendasi Perbaikan a. Faktor Manusia dan Mesin
Merupakan dua faktor yang saling mempengaruhi waktu untuk menunggu. Jika kekurangan mesin (mesin tidak tersedia) akibat kerusakan / breakdown atau dalam perawatan (maintenance) maka manusia / operator akan menunggu. Jadi perlu dibuat jadwal perawatan (maintenance schedule) agar mesin yang breakdown dapat diminimumkan. Sedangkan untuk operator / pekerja, manager dan supervisor lebih memperketat pengawasan selama berlangsungnya kegiatan kerja sehingga para operator bersungguh-sungguh dalam bekerja.
b. Faktor Material
Adanya perjanjian yang jelas dan tegas dengan supplier tentang waktu pengiriman raw material agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman. Selain itu, pada saat memindahkan material sebaiknya operator tidak terlalu banyak membawa material agar tidak kelelahan. Perlu koordinasi penanggung jawab produksi melakukan penyebaran tenaga kerja pada bagian mesin yang operatornya kurang. Karena proses pembuatan benang ini merupakan suatu rangkaian urutan proses, maka perlu koordinasi dari tiap penanggung jawab mesin melakukan penambahan jumlah peralatan bantu untuk memindahkan material agar tidak terjadi keterlambatan kedatangan material dari stasiun kerja sebelumnya.
c. Faktor Metode
Sebelum proses kerja dimulai, operator dianjurkan melakukan pemeriksaan sistem setting mesin yang digunakan sehingga proses dapat berjalan lancar.
4.3.3.4 Jenis Waste Transportasi (transportation)
Merupakan jenis waste yang tidak bisa dihilangkan dalam proses produksi karena material mengalami perpindahan dari satu mesin ke mesin yang lain. Lamanya waktu transportasi hanya bisa dikurangi / diminimumkan. Dari perhitungan PAM didapatkan bahwa total waktu yang dihabiskan untuk transportasi sebesar 355 jam atau sekitar 11.81 % dari total waktu produksi. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor penyebab terjadinya waste transportasi ditunjukkan dengan cause effect diagram pada gambar di bawah ini :
Rekomendasi Perbaikan
Untuk rekomendasi perbaikan waste jenis ini hanya difokuskan pada keseriusan dan konsentrasi dari operator dalam melakukan material handling. Artinya, operator tidak bercanda atau mengobrol dengan operator lain pada saat memindahkan item/bahan.
4.3.3.5 Jenis Waste Persediaan yang Tidak Perlu (unnecessary inventory) Merupakan jenis waste yang terjadi karena order pembelian barang atau raw material selalu disesuaikan dengan jumlah kebutuhan pesanan konsumen. Walau terjadi namun frekuensinya jarang sekali terjadi, biasanya terjadi bila raw material yang dipesan pihak pengadaan telah dikirimkan supplier ke pabrik, namun tiba-tiba customer membatalkan order yang telah disepakati. Raw material yang telah berada dipabrik akan disimpan ke gudang sebagai persediaan bila ada orderan berikutnya. Dari wawancara yang dilakukan kejadian seperti ini pernah terjadi tetapi sangat jarang sekali terjadi.
4.3.3.6 Jenis Waste Proses yang Tidak Tepat (unappropriate processing)
Jenis waste ini merupakan jenis waste yang sering terjadi. Hal ini mengakibatkan proses pengerjaan ulang (rework) maupun penambahan proses yang nantinya akan mengakibatkan waktu proses produksi lebih lama. Dengan bertambahnya waktu produksi tersebut mengakibatkan lead time produksi bertambah panjang juga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses menjadi tidak tepat, yaitu kesalahan operator dalam memilih dan mensetting mesin yang akan digunakan sehingga proses yang dilakukan pada benda kerja tidak sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu, pekerja tidak mematuhi prosedur kerja standart yang telah dibuat oleh perusahaan.
Rekomendasi Perbaikan
Sebelum proses kerja dilakukan dianjurkan mesin atau alat kerja yang digunakan disetting secara benar sehingga proses yang terjadi nantinya tidak salah. Operator yang akan mensetting mesin diharapkan mengerti bagaimana cara mensetting mesin tersebut. Bagi operator yang belum mengerti cara menjalankan dan mensetting mesin diberi pelatihan atau training tentang cara penggunaannya. Bila mesin ini mengalami kerusakan / breakbown maka membutuhkan waktu yang lama sehingga proses produksi terhambat, oleh karena itu kemampuan operator dalam menggunakan mesin harus benar-benar diperhatikan.