• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode ini dijelaskan dengan menggunakan asumsi respon struktur dan

bearing seluruhnya yang linear. Pada kenyataannya tidak selalu ada kasusnya pada

struktur. Umumnya, dari beberapa elemen non- linear digunakan sistem sebagai hasil

yaitu keras dan tegang. Sistem isolasi adalah sebuah desain dengan memperkecil

gerakan superstruktur, maka pelaksanaan pada percobaan- percobaan adalah secara

respon linear; dimana sebuah base isolator akan berhasil jika adanya suatu gerakan

terjadi pada base isolator tersebut. Hasil ini membuat respon struktur lebih sulit lagi

untuk di analisa perhitungannya, dan kurva prategang yang tidak linear dan panjang

tentu sulit untuk dianalisa hasilnya. Dan kompensasi jawaban non- linear adalah

sebuah kekakuan yang efektif akan dijabarkan dengan analisa perhitungan deformasi

linear elastis sebagai hasil dan deformasi elastis dihitung setelah limit hasil akan

dianalisa kembali. Nantinya akan dipelajari hal yang lebih kompleks dari non- linear

Analisa yang lebih baik yaitu dijelaskan dengan teliti dengan menggunakan

non- linear respon struktur sebagai solusi. Untuk memulainya, akan digunakan

persamaan (2-5) dan (2-6) yaitu:

(3-1)

(3-2)

3.1. Metode Hilber’s

Persamaan- persamaan linear ini tidaklah cukup, ketika non- linear

diperhitungkan di dalam respon struktur. Ada modifikasi dari persamaan bearing-

bearing yang sulit untuk diperhitungkan di dalam non- linear. Salah satu dari banyak

modifikasi adalah Metode Newmark, dimana modifikasi dengan kekakuan dari

struktur, dan prakiraan respon yang maksimum yaitu dengan menggunakan waktu step

by step. Metode Newmark dijelaskan dengan damping numeric, hal ini digunakan

pada kerusakan (damping) sebagai dampak- dampak dari model struktur yang tinggi.

Hillber (1977) memodifikasi metode Newmark dengan proteksi yang digunakan

Persamaan Hillber’s adalah aplikasi persamaan (3-2), dengan menggunakan waktu

.

(3-3)

Rumus yang sama dapat diaplikasikan dengan waktu yaitu:

(3-4)

Dengan formulasi waktu secara perlahan dapat disubstitusikan ke persamaan (3-4) dari

persamaan (3-3). Dengan memasukan waktu diperoleh persamaan yaitu:

(3-5)

Dimana:

(3-6)

(3-7)

3.2. Metode NewMark’s

ß

Sekarang persamaan iteratif (pengaruh) telah dituliskan dengan perhatian

kepada displacement, kecepatan, dan percepatan pada struktur. Metode Newmark’s

dapat digunakan dalam perhitungan pada kecepatan dan displacement dari suatu

struktur bangunan dengan menggunakan langkah waktu . Menelusuri persamaan

Metode Newmark’s (Hillber’s 1977) sebagai aplikasi dari kecepatan pada bearing dan

displacement.

(3-8)

(3-9)

Dimana:

Faktor perhitungan allogaritma atau damping numeric.

Parameter- parameter ini memberi suatu nilai dengan metode yang berbeda – beda

untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat. Jika faktor adalah lebih

kecil dari ½, maka damping diperoleh adalah negatif. Jika faktor adalah ½ , maka

tidak dihitung damping/kerusakan dan dijelaskan dengan metode yang digunakan

dengan peraturan trapezoidal. Jika faktor adalah lebih besar dari ½, maka

penjelasannya adalah damping positif. Juga penempatan apabila sama dengan nilai

nol, maka metode adalah percepatan konstan. Penempatan adalah nilai ¼, maka

metode adalah percepatan secara pukul rata. Penempatan adalah nilai 1/6, maka

metode adalah percepatan linear.

Perhatikan persamaan (3-8) dan (3-9), adalah penambahan dengan determinan

dari persamaan (3-5), maka persamaan ini adalah proteksi dari displacement ,

kecepatan dan percepatan. Ditinjau kembali persamaan (3-8), maka diekspresikan

menjadi:

Persamaan ini adalah penambahan dengan menggunakan rumus sebelumnya dan

penambahan nilai perubahan kecepatan maksimum dengan interval waktu , dan

sama dengan persamaan (3-7):

(3-10)

Persamaan (3-9) dikembangkan pada persamaan tambahan. Pertama sekali cukup

rumit di dalam suatu group displacement, dan akhirnya percepatan tambahan diperoleh

sebagai berikut:

Kemudian dengan menggunakan persamaan (3-7) diaplikasikan dengan penambahan-

penambahan diperoleh persamaan tambahan yaitu:

(3-11)

Dengan substitusi persamaan (3-10) dan (3-11) ke persamaan (3-5), maka diperoleh

Persamaan ini masih membutuhkan penyederhanaan. Kumpulan dari penambahan

percepatan bearing diperoleh hasil yaitu :

Persamaan ini dapat disederhanakan dengan identifikasi yang banyak yaitu:

(3-12)

(3-13)

(3-14)

Dengan penambahan persamaan Hillber’s maka diperoleh sebagai berikut:

Persamaan (3-15) dapat memberikan solusi tambahan dengan menggunakan vektor

percepatan dan banyak cara lain yang berbeda yang bisa diperoleh yaitu dari

:

(3-16)

Persamaan (3-16) ada 2 vektor yang belum diketahui yaitu.

1. Vektor maka gambaran hubungan variabel dengan persamaan

(3-16) akan diperoleh percepatan tambahan pada base .

2. Vektor , maka gambaran hubungan diperoleh dengan variabel.

Adapun dari kesimpulan persamaan- persamaan dipergunakan determinan

percepatan tambahan pada lantai pertama.

Asumsi gesekan pada lantai diabaikan dulu dan superstruktur diteliti secara

linear.Persamaan- persamaan pada lantai pertama dengan getaran konstan merupakan

solusi aplikasi non- linear. Dan solusi percepatan pada lantai pertama dapat digunakan

(3-17)

Persamaan (2-58) diperoleh tepat pada persamaan (2-5). Dan sebagai catatan bahwa

dengan penambahan adalah cara terbaik ke persamaan (3-17), maka sesuai dengan

matriks yang dikembangkan.

Perbedaan persamaan (3-17) sudah tampak, maka pengembangan harus ada

perubahannya. Dengan kembali ke displacement diperoleh nyata banyak permodelan

dari displacement pada persamaan (2-13), dan dengan penambahan dari ruas

sebelah kanan kemudian diperoleh persamaan menjadi:

Persamaan ini terlihat pada analisa persamaan (2-56), dan diteruskan ke persamaan (3-

17), maka dapat persamaan dengan menggunakan waktu yaitu:

Pada metode linear analisis yang digunakan untuk tambahan solusi, maka dengan

metode percepatan linear akan digunakan persamaan (2-60) dan akan diaplikasikan

dari formulasi non- linear, kemudian koefisien percepatan bearing dianalisa pada

persamaan (3-18) yaitu:

(3-19)

Pada analisa ini cukup baik bahwa persamaan diteliti dengan nilai yang belum

diketahui dari dan menjadi suatu solusi yaitu:

(3-20)

Dimana:

(3-21)

(3-22)

Dari persamaan (3-16) dianalisa dengan 2 variabel yang belum diketahui yaitu:

1. Percepatan pada level bearing

2. Dan percepatan pada lantai pertama.

Persamaan (3-20) adalah persamaan yang digunakan pada fungsi yang lain, kemudian

dilanjutkan ke percepatan level bearing dengan banyak permodelan percepatan pada

lantai pertama. Adapun penggunaan 2 persamaan ini dengan variabel yang belum

diketahui, dan analisanya akan memberikan suatu solusi. Dengan kembali ke

persamaan (3-16), kemudian disederhanakan memungkinkan memberikan definisi

secara vektor dan matriks yaitu:

(3-24)

(3-25)

(3-27)

(3-28)

Dari persamaan (3-16) diperoleh yaitu:

(3-29)

Dengan permodelan superposisi, dan persamaan (3-29) didapat:

(3-30)

Dengan definisi yang identik didapat:

(3-31)

(3-32)

Substitusi dari persamaan (3-30) dan persamaan (3-32) ke dalam persamaan (3-20)

diperoleh yaitu:

(3-33)

Dengan penyatuan dan penambahan percepatan pada sisi kiri kemudian persamaan

menjadi :

Defenisi yang identik pada persamaan (3-34) disederhanakan menjadi:

(3-35)

(3-36)

(3-37)

(3-38)

Sekarang persamaan (3-34) menjadi:

(3-39)

Dengan memasukan nilai n ke persamaan, yaitu n= 1, 2, dan 3

(3-40)

(3-41)

(3-42)

(3-43)

Persamaan (3-43) dapat di tulis kembali yaitu:

(3-44)

Persamaan (3-44) dapat memberikan solusi, dan sisi ruas sebelah kiri yang belum

diketahui hasilnya . Dari analisa yang sulit ini adalah rumusan yang aktual dari respon

non- linear yang sama dengan respon linear. Suatu perbandingan persamaan yaitu

persamaan (3-44) dengan (2-74) dapat diambil kesimpulan adanya perubahan yang

sederhana dari parameter- parameter yang diperoleh, dan perhitungan yang diteliti

memperoleh nilai hasil, dan dengan metode non- linear solusi tidak semua benar

khususnya pada peletakan yang menggunakan metode linear.

Kemudian pada kenyataannya dengan analisa linear sangat mudah memperoleh

suatu solusi dari iterasi dengan nilai hasil yang didapat dengan kesetimbangan statis.

Di dalam proses iterasi non- linear untuk kriteria prosesnya adalah dengan

menggunakan penambahan waktu yaitu perubahan di dalam kekakuan yang efektif

pada level bearing, . Perbedaan pada kekakuan akan lebih efektif, maka akan

Penyelesaian persamaan non- linear analisis akan diperoleh suatu catatan/ data

sebagai pilihan parameter non- linear, maka akan diperoleh dampak yang akurat

sebagai suatu solusi. Dimana sebelum menggunakan metode- metode ini yang paling

penting adalah dengan menunjukan metode Hilber (1977) dengan nilai variabel yang

diprioritaskan. Dan itu selalu memberikan catatan sebagai suatu solusi dengan

memprioritaskan non- linear, dan diperoleh solusi nyata pada respon struktur.

3.3. Prakiraan Solusi

Analisa solusi dari teks ada beberapa prosedur yaitu dengan menggunakan

metode numerik akan diperoleh proses yaitu:

1. Menyeleksi nilai 3 parameter menggunakan metode Hilber’s (1977) sebagai

modifikasi dari Metode Newmark’s , , . Hillber menggunakan nilai

dari - 0,1 ; 0,3025 ; 0,6 secara teliti.

2. Penggunaan matriks massa sebagai suatu analisa solusi. Dengan menggunakan

3. Dengan determinan kekakuan pada level bearing diperoleh displacement

secara tersendiri dan pergerakan diikuti oleh bearing yang lain. Kemudian

kekakuan diperoleh secara kombinasi pada bearing.

4. Solusi umum dari nilai Eigen untuk menyelesaikan masalah yang diperlihatkan

pada persamaan (2-14) akan di determinan dengan model shape pada lantai 1.

5. Pada matriks diperlihatkan pada persamaan- persamaan (3-38) dan (3-39).

Pada vektor ditunjukan pada persamaan (3-35) kemudian diteruskan (3-

37) dan (3-39).

6. Solusi persamaan (3-44) dengan determinan didapat nilai inisial dengan

permodelan percepatan dari lantai pertama. Penggunaan model superposisi

adalah dengan determinan pada percepatan lantai pertama dari persamaan (2-

13).

7. Substitusi nilai dari pada persamaan (3-30) di determinan pada

kecepatan level bearing dan displacement dari persamaan (3-10) dan (3-11)

secara analisa.

8. Determinan dari displacement, velocity, dan percepatan pada waktu pada

nilai yang nyata dan nilai yang tidak terhingga.

9. Substitusi nilai displacement pada level bearing, kecepatan, dan percepatan,

selama percepatan pada lantai pertama, maka pada persamaan (3-3) pada

determinan yang belum diketahui pada gaya vektor .

10.Dari displacement pada level bearing, maka diperoleh determinan dari

displacement pada bearing yang lain secara tersendiri. Dan akan diperoleh

displacement bearing dari determinan pada gaya yang bekerja dekat bearing.

Jika suatu bearing mempunyai solusi, maka gaya lateral haruslah di redam

dengan nilai hasil diantara redaman dengan adanya penjumlahan pada gaya

vektor .

11.Determinan dari persamaan (3-6), kemudian akan digunakan waktu

12.Matriks kekakuan adalah yang efektif pada bearing. Perbandingan nilai yang

ditunjukan adalah dengan menggunakan waktu yang juga suatu solusi. Jika

perbedaan ini adalah tidak berarti, maka proses kemudian adalah penambahan

waktu yang berawal pada langkah ke- 4 dari prosedur ini. Dan yang lain

kembali ke step – 5 dengan iterasi yang lain yaitu dengan analisa perhitungan-

perhitungan yang tepat dengan penggunaan langkah waktu.

Dokumen terkait