Kepala Desa
TABEL 3.8 Sarana Kesehatan
3.4 Analisa Tabel Tunggal
3.4.1 Karakteristik Responden
Untuk mengenali responden, peneliti menggunakan kuesioner yang juga berisi esay profil untuk diisi oleh responden. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang didapat dengan menggunakan kuesioner, maka dapat diperoleh karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan usia. Untuk lebih jelasnya akan disajikan kedalam tabel – tabel hasil penelitian berikut.
TABEL 3. 9
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin F %
1 Laki-laki 71 95.9
2 Perempuan 3 4.1
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
Tabel 3.9 diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah laki – laki. Saat dilapangan, kepala keluarga yang memiliki mata pencaharian petani yang paling sering ditemui adalah laki – laki.
TABEL 3.10
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia F % 1 20-30 tahun 2 2.7 2 31-40 tahun 20 27.0 3 41-50 tahun 27 36.5 4 51-60 tahun 17 23.0 5 > 60 tahun 8 10.8 Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
Salah satu kritreria responden pada penelitian ini yaitu, masyarakat Desa Pandumaan yang telah berkeluarga dan sudah tinggal lama dan memiliki banyak pengalaman di desa tersebut. Pada tabel 3.10 menunjukkan bahwa usia 41 – 50, 31 – 40 dan 51-60 tahun memiliki tingkat yang lebih tinggi karena mereka masih produktif dan memiliki banyak pengalaman. Responden yang berusia lebih dari 60 tahun sudah tidak mampu lagi untuk pergi memanen
hasil kemenyan dihutan, sehingga responden menyewakan lahannya atau menyewa pekerja untuk mengolah nya dan laba dibagi dua. Sedangkan responden yang berusia 20 – 30 tahun baru saja berumah tangga dan belum terlalu lama bekerja sebagai petani kemenyan.
3.4.2 Kepemilikan Lahan dan Pendapat Masyarakat Tentang Pengalihan Fungsi Lahan
TABEL 3.11
Kepemilikan Lahan Kemenyan
No Keterangan Responden F %
1 Ada 74 100
2 Tidak ada 0 0
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Lapangan 2013
Kepemilikan yang dimaksud diatas yaitu apakah responden memiliki lahan kemenyan yang sudah sejak lama di olah dan sudah pernah menuai panen dari lahan tersebut dan sudah diwariskan atau dilimpahkan oleh leluhurnya. Pada tabel diatas terlihat bahwa seluruh responden memiliki lahan kemenyan di hutan karena hal tersebut merupakan bagian dari kebudayaan di Desa Pandumaan bahwa seluruh keturunan nenek moyang mereka akan mendapatkan hak atas tanah/ hutan.
TABEL 3.12
Luas Lahan Kemenyan Responden
No Luas Lahan F %
1 500� -2500� 11 18.0
3 5001� -7500� 17 27.9
4 7501� -10000� 22 36.1
5 >10000� 8 13.1
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2012
Semakin luas lahan kemenyan tentunya semakin banyak jumlah kemenyan yang dihasilkan,dan kebanyakan responden memiliki lahan kurang lebih 1ha atau 1000� . Responden yang luas lahannya paling sedikit, yang berjumlah 11 orang adalah responden yang tidak memiliki lahan dan menyewanya dari masyarakat.
TABEL 3.13
Lahan Responden yang Terkena Konversi
No Keterangan Responden F %
1 Ada 74 100
2 Tidak Ada 0 0
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
Seluruh responden memiliki jawaban yang sama terhadap lahan mereka yang terkena konversi. Hasil kemenyan mereka yang tersisa hanya tinggal sedikit dan kualitas nya tidak bagus lagi.
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel rincian luas lahan responden yang terkena konversi:
TABEL 3.14
Luas Lahan Responden yang Terkena Konversi
No Luas Lahan F % 1 500� -2500� 11 14.9 2 2501� -5000� 8 24,3 3 5001� -7500� 22 29,7 4 7501� -10000� 16 21,6 5 >10000� 7 9,5 Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
TABEL 3.15
Tahun Lahan Responden Terkena Konversi
No Tahun Konversi Lahan F %
1 2009 41 55.4 2 2010 33 44.6 3 2011 0 0 4 2012 0 0 5 2013 0 0 Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
TPL mulai beroperasi di Desa Pandumaan sejak tahun 2009. Sampai saat ini TPL masih beroperasi, mungkin disekitar lahan kemenyan daerah Parlilitan, Huta Gijang dan daerah lain. Pengalihan fungsi lahan dilakukan dengan gencat oleh TPL di Desa Pandumaan pada tahun 2009 dan 2010. Saat ini masyarakat Desa Pandumaan sedang merasakan dampak
pengalihan fungsi lahan beberapa tahun lalu. Responden yang lahannya lebih dahulu ditebang, tentu merasakan pengaruh pengalihan fungsi lahan terlebih dahulu.
TABEL 3.16
Pendapat Responden Tentang Pengalihan Fungsi Lahan
No Keterangan Responden F %
1 Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 74 100
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
Pada Tabel 3.16 diatas disimpulkan bahwa seluruh responden tidak setuju dengan adanya konversi lahan yang dilakukan oleh pemerintah di Desa Pandumaan. Responden menganggap pemerintah bekerjasama dengan pihak TPL dan merugikan masyarakat untuk kepentingan kelompok.
TABEL 3.17
Upaya Responden Mempertahankan Lahan Kemenyan Mereka
No Keterangan Responden F %
1 Ada 74 100
2 Tidak Ada 0 0
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan 2013
Menurut keterangan responden bahwa mereka akan tetap mempertahankan lahan mereka. Berbagai upaya telah dilakukan responden untuk mempertahankan lahan mereka seperti membentuk Pansus, melakukan beberapa kali aksi di pemerintahan pusat dan daerah, bahkan beberapa dari responden sempat ditahan di tahan oleh aparat keamanan selalam
beberapa hari. Menurut keterangan seluruh responden berdasarkan hasil penelitin bahwa mereka akan mempertahankan lahan kemenyan mereka sampai titik darah penghabisan.
TABEL 3.18
Kerusakan Lingkungan Akibat Konversi Lahan
No Keterangan Responden F %
1 Ada 74 100
2 Tidak Ada 0 0
Total 74 100
Sumber : Data Hasil Penelitian Lapangan
Tabel 3.18 menerangkan bahwa ada kerusakan lingkungan di Desa Pandumaan yang diakibatkan penanaman eccalyptus oleh TPL. Menurut keterangan responden, saat ini keadaan hutan tidak lagi sesujuk dulu, kualitas dan kuantitas kemenyan semakin hari semakin merosot.
Di Desa Pandumaan mata pencaharian utama adalah kemenyan, namun ibu rumah tangga ikut membantu perekonomian keluarga dengen bercocok tanam seperti menanam padi, kopi, tomat dan sayur – mayur. Tetapi bukan hanya kemenyan saja yang mengalami penurunan kualitas dan kuantitas tanaman – tanaman lainnya juga terimbas akibat penebangan kemenyan di hutan, karena binatang – binatang buas keluar dari hutan dan masuk ke desa sehingga merusak tanaman – tanaman lainnya.
Selain kerusakan tanaman, kehadiran TPL di Desa Pandumaan juga mengakibatkan air sungai di Desa Pandumaan kehilangan kejernihannya. Sungai memiliki banyak kegunaan untuk masurakat Desa Pandumaan yaitu sebagai tempat mencucu pakaian, mandi dan bahkan untuk memasak apabila air dari PNPM sedang padam. Namun sekarang air sungai menjadi
keruh dan gatal, menurut keterangan responden hal ini disebabkan oleh limbah aspal jalan yang dibuat oleh TPL mengalir kesungai.
Kerusakan – kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Pandumaan yang diperoleh berdasarkan keterangan responden, tentunya sangat meresahkan masyarakat Desa Pandumaan.
3.4.3 Gambaran Perekonomian Masyarakat Desa Pandumaan Sebelum dan Sesudah Terjadinya Konversi Lahan
Untuk mengetahui bagaimana gambaran perekonomian masyarakat Desa Pandumaan sebelum dan sesudah terjadinya konversi lahan, maka akan lebih faktual dan objektif jika dilihat berdasarkan tanggapan masyarakat itu sendiri, sebagai objek yang mengalami secara langsung. Agar lebih jelas, maka disajikan kedalam tabel distribusi frekuensi berikut:
TABEL 3.19